Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

4 Cara Memulai Program Hamil

Apa yang harus Anda lakukan untuk memulai program hamil? Temukan jawabannya disini - 

Ketika Anda dan pasangan Anda sudah sepakat untuk memiliki momongan, Anda mungkin akan mulai bertanya-tanya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa hamil? Kapan waktu yang tepat untuk berhubungan intim? Seberapa sering Anda harus berhubungan intim setiap bulannya?

Kami akan menjawabnya untuk Anda.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

4 Cara Memulai Program Hamil

1. Peluang Terjadinya Kehamilan

Ini adalah pertanyaan yang cukup sering dilontarkan: Bagaimana peluang saya hamil bulan ini?

Bagi kebanyakan pasangan yang sedang dalam program hamil, peluang untuk berhasil hamil setiap bulannya adalah sekitar 15% sampai 25%.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi peluang Anda untuk hamil, yaitu:
  1. Usia. Setelah Anda mencapai usia 30 tahun, peluang kehamilan berkurang dan terus mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Peluang kehamilan menurun paling drastis begitu menginjak usia 40 tahun.
  2. Siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang tidak teratur akan membuat Anda sulit mendeteksi kapan waktu Anda berovulasi, sehingga Anda tidak bisa menentukan waktu yang ideal untuk berhubungan intim.
  3. Frekuensi berhubungan intim. Semakin jarang Anda berhubungan intim, semakin kecil peluang Anda untuk hamil.
  4. Jumlah waktu. Jika Anda belum berhasil hamil setelah satu tahun menjalani program hamil, peluang Anda untuk hamil di tahun berikutnya kemungkinan akan lebih rendah. Temui dan berkonsultasilah dengan dokter terpercaya.
  5. Penyakit atau gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi kehamilan.


2. Memahami Siklus Menstruasi

Mempelajari lebih banyak mengenai siklus menstruasi dapat membantu Anda untuk sukses dalam program hamil.

Siklus menstruasi seorang wanita dimulai pada hari pertama dia mengeluarkan darah berwarna merah terang (bukan hanya bercak) dan berakhir satu hari sebelum siklus berikutnya dimulai. Siklus menstruasi yang normal terjadi selama  21 sampai 35 hari, atau bisa juga lebih.

Jika siklus seorang wanita berubah-ubah lamanya dari bulan ke bulan, maka bisa dikatakan siklusnya tidak teratur, dan ini hal yang umum terjadi. Banyak wanita lain yang siklus menstruasinya tidak teratur. Itu bukan berarti ada yang salah dengan diri Anda.


3. Bercinta

Ini juga merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan: Seberapa sering harus berhubungan intim? Jawaban singkatnya: sesering mungkin.

Banyak pasangan yang sedang dalam program hamil menghabiskan banyak waktu untuk menghitung dengan tepat kapan hari ovulasinya, kapan masa suburnya dan kapan waktu paling ideal untuk berhubungan intim. Secara teori, ini tidak salah.

Studi terbaru menunjukkan bahwa peluang bagi sperma untuk sukses membuahi sel telur cukup rendah: yaitu hanya 3 sampai 5 hari menjelang ovulasi dan pada hari ovulasi itu sendiri.

Peluang paling baik adalah bercinta 1-2 hari sebelum ovulasi. Dokter menyarankan untuk melakukan hubungan intim setiap dua hari sekali, dimulai seminggu sebelum masa ovulasi atau bisa juga dimulai tepat setelah menstruasi Anda berhenti.

Tapi mempercayakan sepenuhnya jadwal bercinta Anda kepada perhitungan kalender juga memiliki beberapa kekurangan, terutama karena tubuh setiap wanita berbeda-beda dan bisa saja siklus menstruasi Anda tidak teratur. Bahkan jika siklus menstruasi Anda teratur sekalipun, ovulasi bisa terjadi kapan saja selama siklus berlangsung, tidak tepat di waktu yang sama setiap bulannya. Jika Anda berhubungan intim pada hari yang Anda kira sedang berovulasi (ternyata bukan), kemudian Anda off selama beberapa hari (ternyata salah satu diantaranya adalah hari ovulasi Anda), maka Anda gagal hamil.

Jadi, saran dari para ahli adalah bercintalah setidaknya dua sampai tiga kali setiap minggu. Selama pasangan pria memiliki jumlah sperma yang normal, berhubungan intim setiap hari (atau setiap dua hari sekali) akan semakin meningkatkan peluang Anda untuk hamil.

Baca artikel kami mengenai Kapan Waktu Terbaik Bercinta Agar Cepat Hamil?


4. Stop KB

Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar efek pil KB tidak lagi mempengaruhi tubuh Anda?

Sebenarnya Anda mungkin saja bisa hamil segera setelah berhenti mengkonsumsi pil KB. Namun sebagian besar wanita membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum siklus ovulasinya bisa normal kembali.

Apakah aman apabila Anda langsung hamil tepat setelah lepas KB? Tentu saja aman. Wanita yang langsung hamil segera setelah berhenti mengkonsumi pil KB sangat mungkin melahirkan bayi yang sehat, sama seperti wanita yang membutuhkan waktu beberapa bulan untuk bisa hamil setelah lepas KB.

Baca artikel kami mengenai Cara Cepat Hamil Setelah Berhenti KB.

Dapatkan segera! Paket Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG, atau pesan ke nomer 0813-5597-1223 (hanya SMS/WA).

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.