Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Vagina Gatal Pada Saat Hamil: Penyebab dan Penanganannya

Apa penyebab vagina gatal pada saat hamil? Apa gejala dan bagaimana penanganan vagina gatal pada saat hamil? -

Gejala-gejala kehamilan seringkali bukan hanya sekedar morning sickness dan rasa lelah yang ekstrim. Ada beberapa gejala kehamilan yang benar-benar bisa mengganggu aktivitas Anda.

Sebelumnya, Anda mungkin menyangka bahwa kehamilan hanya akan membawa gejala seperti sakit punggung, kaki bengkak atau sering buang air kecil.

Namun, gatal pada vagina merupakan salah satu efek samping masa kehamilan yang benar-benar tidak menyenangkan.

Penting untuk segera memeriksakan diri karena gatal pada vagina bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih serius, seperti PMS (Penyakit Menular Seksual).

Untuk tema ini, buku yang disarankan untuk Anda miliki adalah:

1. Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG.

Vagina Gatal Pada Saat Hamil: Penyebab dan Penanganannya


Penyebab Vagina Gatal Pada Saat Hamil

Tubuh Anda banyak mengalami perubahan ketika Anda sedang hamil, termasuk meningkatknya cairan vagina.

Jika lendir yang muncul jernih atau putih dan bebas bau, maka itu kemungkinan besar disebabkan oleh hormon kehamilan dan itu tanda bahwa vagina sehat.

Tapi kadang-kadang kelebihan lendir merupakan tanda-tanda adanya infeksi, yang mana terjadi ketika keseimbangan alami bakteri yang hidup di area vagina terganggu.

Kabar baiknya adalah, jika benar Anda didiagnosis terjangkit infeksi vagina, biasanya mudah bagi dokter untuk mengobati Anda.

Hal yang sulit adalah membedakan antara lendir normal dan lendir yang merupakan tanda infeksi yang sebenarnya.

Mari kita melihat penyebab infeksi dan cara penangannya.

Penyebab umum gatal pada vagina yang tidak serius:
  • Salah satu penyebab gatal pada vagina adalah, tubuh Anda membutuhkan lebih banyak cairan selama kehamilan. Kondisi ini menyebabkan jaringan vagina menjadi lebih kering dari biasanya, sehingga dapat menyebabkan gatal-gatal dan bahkan nyeri. Gatal dan nyeri ini akan menjadi lebih buruk jika Anda mencoba menggaruknya.
  • Penyebab lainnya adalah keringat yang berlebihan terdapat di celah-celah sekitar vulva, lipatan kaki dan masuk ke vagina. Daerah lembab dan hangat bisa teriritasi dengan mudah dan menyebabkan gatal-gatal.
  • Produk tertentu yang biasa Anda gunakan setiap hari dapat mengganggu daerah sekitar vagina Anda selama kehamilan. Produk-produk seperti sabun berpewangi, pelembut kain, deterjen, kondom dan lain-lain. Cobalah beralih ke produk yang bebas bahan pewangi.

Berikut adalah beberapa penyebab lain dari vagina gatal pada saat hamil:

1. Bakteri Vaginosis

Normalnya terdapat bakteri baik di daerah vagina untuk membantu vagina tetap sehat.

Kadang-kadang, terdapat juga bakteri yang salah sehingga menyebabkan infeksi.

Selain gatal, Anda juga mungkin merasakan rasa sakit, radang, keputihan berbau busuk dan rasa seperti terbakar.

Jika demikian, maka perlu dirawat oleh dokter.

2. Infeksi Ragi/Jamur (Vaginal Candidiasis)

Ragi/jamur sebenarnya merupakan hal yang cukup normal pada tubuh kita.

Namun, kerika sistem kekebalan tubuh kita lemah, pertumbuhan Candida cenderung menjadi rimbun dan dapat menyebabkan infeksi jamur.

Meskipun ini merupakan hal yang sangat normal bagi setiap wanita, namun selama hamil wanita cenderung lebih rentan. Gejala-gejalanya antara lain rasa gatal, keputihan pekat, bau tak sedap dan nyeri.


3. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Sifilis, Gonore, Klamidia, Herpes dan Trichomoniasis adalah penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan gatal pada vagina.

Penyakit-penyakit ini juga dapat menyebabkan lendir berbau busuk, iritasi dan nyeri sehingga Anda harus segera menemui dokter Anda jika Anda merasakan gejala tersebut. Penyakit-penyakit itu perlu segera diobati.


4. Infeksi Saluran Kemih

Vagina gatal merupakan salah satu tanda-tanda awal dari infeksi pada saluran kemih selama kehamilan dan ini cukup umum terjadi.

Penyebabnya adalah sejenis bakteri E-Coli dan dapat menyebabkan gatal-gatal dan rasa terbakar ketika buang air kecil. Beberapa di antara jenis bakteri ini dapat ditangani dengan jus cranberry dan yoghurt.

Namun, jika Anda mengalami demam dan menggigil disertai gejala seperti di atas, Anda mungkin perlu pengobatan antibiotik.


5. Pediculosis (kutu)

Jika Anda hanya merasakan gatal di sekitar rambut kemaluan, mungkin itu hanyalah kasus kutu (pediculosis).

Anda dapat dengan mudah terkena kutu ini di tempat-tempat umum atau melalui transmisi seksual.

Kutu cenderung sangat menular sehingga Anda bisa terkontaminasi kutu dimana saja. Anda perlu dirawat oleh dokter, serta melakukan dekontaminasi menyeluruh, termasuk tempat tidur dan pakaian.

(Buku yang direkomendasikan: Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG).


3. Penyebab Lainnya

1. Grup B Strep (GBS)

Apa itu GBS?
20 sampai 25 persen wanita yang sehat memiliki bakteri GBS yang hidup di sistem mereka, biasanya bakteri ini hidup di dalam saluran usus, rektum atau vagina.

Karena banyak orang yang memiliki GBS di tubuh mereka dan tetap sehat, jadi belum jelas juga mengapa beberapa orang mengalami infeksi GBS yang lebih serius sementara orang yang lainnya tidak.

Gejala:
GBS dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) pada beberapa orang, tetapi yang lain tidak mengalami gejala sama sekali.

Gejala ISK diantaranya adalah rasa sakit atau rasa seperti terbakar saat buang air kecil, urin keruh dan desakan mendadak untuk buang air kecil.

Pengobatan:
Jika Anda positif terinfeksi GBS, Anda akan diberi antibiotik selama persalinan Anda sehingga bayi Anda tidak akan terinfeksi.

Tanpa antibiotik, bayi Anda berisiko untuk terinfeksi GBS, sehingga menyebabkan demam, kesulitan makan, dan lesu.


2. Trichomoniasis

Apa Trichomoniasis?
Trichomoniasis adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling umum dan paling mudah penyembuhannya.

Penyebab:
Parasit Trichomonas Vaginalis ditularkan secara seksual dan biasanya hidup di daerah vagina.

Gejala:
  • Kuning kuning-kehijauan, berbusa, lendir berbau busuk.
  • Gatal, rasa seperti terbakar, dan kemungkinan iritasi akibat hubungan seksual.
Pengobatan:
Dokter Anda kemungkinan besar akan meresepkan antibiotik oral seperti Metronidazole dan Tinidazol.

Pencegahan:
  • Jalani pemeriksaan sehingga jika Anda atau pasangan Anda terinfeksi, Anda bisa segera mengobatinya sebelum menular.
  • Setia hanya dengan satu pasangan untuk mengurangi kemungkinan Anda terinfeksi.
  • Gunakan kondom untuk mencegah penyebaran infeksi ini.

3. Diabetes Gestational

Wanita yang menderita diabetes gestasional, sangat mungkin juga menderita gatal pada vagina ketika hamil.

Ketidakseimbangan kadar gula darah dapat menyebabkan gatal-gatal, termasuk gatal-gatal di daerah vagina. Gatal jenis ini tidak menyebabkan munculnya lendir atau keputihan.

Setiap wanita yang berisiko diabetes harus menjalani tes setiap kali vaginanya terasa gatal.


Menyembuhkan Vagina Gatal Pada Saat Hamil

1. Kompres Dingin

Cobalah mengkompres daerah vagina Anda dengan kain atau handuk dingin. Jangan gunakan air panas karena bisa lebih mengiritasi vagina Anda.

Mandilah dengan air dingin, jangan air hangat untuk menjaga agar suhu tubuh Anda tidak naik.

Air panas berdampak buruk pada kulit dan jaringan yang sensitif.


2. Mengkonsumsi Yogurt

Makan yogurt baik untuk kesehatan Anda dan membantu untuk menjaga pH tubuh tetap seimbang. Cobalah untuk membeli yogurt tanpa gula dan rendah lemak.


3. Baking Soda (soda kue)

Anda bisa membuat pasta soda kue atau menambahkan soda kue ke air mandi Anda.

Rendam daerah vagina selama 10 sampai 15 menit untuk membantu meredakan peradangan dan gatal-gatal. Jika Anda menerapkan pasta ke daerah vagina Anda, pastikan untuk dibilas dengan air dingin.

Perlakuan ini juga bisa membantu mengurangi rasa gatal di daerah perut akibat perut sedang membentang.


4. Kenakan Pakaian Longgar

Jangan kenakan jeans ketat selama masa kehamilan.

Jika Anda mengalami gatal dan pakaian Anda terasa semakin sempit, sudah saatnya Anda belanja baju hamil.

Jangan memakai pakaian apapun yang berbahan lycra atau spandex karena bahan-bahan tersebut dapat membuat kulit Anda tetap lembab.


5. Kenakan Pakaian Dalam Yang Sesuai

Jangan gunakan pakaian dalam yang ketat.

Beralihlah ke pakaian dalam berbahan katun yang khusus untuk ibu hamil. Bahan apapun selain katun bisa menimbulkan lembab dan menyebabkan gatal.

Cobalah tidur tanpa pakaian dalam untuk membantu sirkulasi udara di daerah vagina pada malam hari.


6. Gunakan Produk yang Ringan dan Lembut

Gunakan sabun, sampo, deterjen yang lembut dan ringan.

Jauhi mandi gelembung untuk sementara.

Anda bisa menggunakan cuka sebagai pelembut kain sebagai alternatif alami dan jauhi obat pencuci vagina selama kehamilan. Wewangian dan bahan kimia dapat membuat masalah gatal-gatal jadi lebih parah.


7. Krim Anti Gatal

Dalam keadaan darurat, Anda bisa menggunakan krim anti gatal yang banyak dijual. Carilah yang tidak mengandung zat berbahaya bagi Anda dan bayi Anda.

Hindari apapun yang mengandung hidrokortison karena dapat membuat masalah menjadi lebih buruk dan tidak baik untuk tubuh Anda.


8. Lap Pribadi

Untuk menjaga kesegaran, Anda bisa menggunakan lap pribadi setelah menggunakan toilet atau pada siang hari untuk mengurangi rasa gatal. Tisu yang mengandung witch hazel adalah jenis yang alami dan menyegarkan.


9. Tepung jagung

Anda bisa mengoleskan sedikit tepung jagung atau bubuk lain berbasis tepung jagung ke daerah vagina untuk mencegahnya menjadi kering. Anda bisa juga menaburkannya sedikit pada pakaian dalam Anda.

Tepung jagung dapat membantu menjaga daerah kewanitaan tetap dingin dan kering. Ingatlah untuk selalu menggunakan bubuk non-wangi atau sebaiknya tepung jagung murni guna menghindari wewangian.


10. Selalu Bersih dan Kering

Jagalah daerah vagina Anda tetap bersih dan kering. Ganti pakaian Anda beberapa kali sehari.

Jika Anda melakukan hubungan intim, bersihkan dengan baik setelah itu karena sperma dapat menyebabkan iritasi.

Cobalah menambahkan sedikit cuka ketika mandi untuk membantu menyeimbangkan pH di sekitar vagina. Jangan gunakan cuka terlalu sering.


Catatan penting:

Bila gatal pada vagina terjadi terlalu sering dan terus-menerus sehingga tidak bisa ditangani dengan cara di atas, atau jika Anda mengalami demam atau menggigil, maka Anda perlu dievaluasi dan diobati oleh dokter.

Anda mungkin perlu mengkonsumsi antibiotik untuk infeksi bakteri atau krim anti-jamur untuk infeksi jamur.

Kalau Anda seorang wanita hamil yang membutuhkan sebuah panduan perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.