Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Tanda-Tanda dan Gejala Kehamilan Kembar

Apa saja tanda dan gejala kehamilan kembar? -

Salah satu pertanyaan seorang ibu yang baru hamil adalah "Apakah saya mengandung anak kembar?". Mungkin Anda salah satunya?

Bagi wanita yang memiliki riwayat keluarga kembar, atau sebelumnya pernah hamil anak bayi kembar, atau sedang menjalani perawatan bantuan kesuburan, maka peluang untuk hamil anak bayi kembar lebih besar.

Beberapa jenis perawatan kesuburan tertentu memang terbukti memperbesar peluang seorang ibu untuk hamil anak bayi kembar.

Tanda-Tanda dan Gejala Kehamilan Kembar

Beberapa wanita sangat bersemangat jika bisa hamil anak kembar, sementara wanita lainnya justru agak sedikit khawatir.

Ini tergantung dari persepsi masing-masing serta pengalaman masing-masing pula.

Bagi wanita yang memiliki riwayat kembar dalam keluarga mereka, hamil kembar mungkin bukanlah kejutan.

Tapi bagi wanita yang tidak terbiasa, atau bahkan tidak merencanakan hamil sama sekali, tentu saja kehamilan kembar merupakan kejutan yang menarik.

Untuk tema ini, buku yang disarankan adalah:

1. Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG.

Perbedaan hamil kembar dengan hamil normal

Gejala atau tanda-tanda kehamilan kembar tidak begitu jauh berbeda dengan gejala kehamilan normal, kecuali mungkin gejala kehamilan kembar akan dirasakan jauh lebih awal dibanding kehamilan normal.

Dan juga gejala kehamilan kembar cenderung terasa lebih jelas dibanding kehamilan biasa.

Penting untuk diingat bahwa meskipun setiap wanita adalah unik, namun ada beberapa gejala "klasik" atau umum terkait dengan kehamilan kembar.

Gejala tersebut disebabkan karena kadar hCG (Human Chorionic Gonadotrophin Hormone) meningkat dan lebih terkonsentrasi. HCG  merupakan hormon kehamilan.

Hormon ini bertanggung jawab untuk mempertahankan embrio dan memaksimalkan peluang janin untuk bertahan hidup.


Siapa yang berpeluang lebih besar untuk bisa hamil kembar?

Kehamilan kembar lebih mungkin terjadi pada:
  • Wanita yang berusia diatas 30 tahun.
  • Wanita menjelang menopause.
  • Wanita yang lebih tinggi dari rata-rata, berpeluang lebih besar untuk bisa hamil kembar dibandingkan wanita dengan tinggi rata-rata atau lebih pendek.
  • Wanita yang kelebihan berat badan dengan BMI (Body Mass Index) > 25.
  • Wanita yang pernah hamil kembar sebelumnya atau jika ada kembar dalam riwayat keluarga, misalnya ibu, bibi atau saudara.
  • Wanita yang menjalani perawatan kesuburan.
  • Wanita keturunan Afrika Amerika.
  • Wanita yang pernah hamil sebelumnya.

Gejala kehamilan kembar

  • Beberapa tahu begitu saja (insting) jika mereka mengandung anak bayi kembar. Bahkan mungkin sebelum hasil tes menunjukkan bahwa mereka hamil.
  • Merasa sangat mual sejak awal kehamilan. Rasa mual ini kadang-kadang sangat ekstrim sehingga ibu hamil merasa kesulitan untuk mentolerir makanan apapun.
  • Intoleransi (tidak tahan) yang berlebihan terhadap bau, tekstur dan penampilan beberapa jenis makanan, umumnya daging, makanan laut, kopi dan teh.
  • Kandungan terasa lebih besar dan sesak, sebagai tanda bahwa mungkin ada dua embrio di dalamnya.
  • Nyeri payudara ekstrim, hingga tidak lagi nyaman untuk memakai bra.
  • Buang air kecil lebih sering. Meskipun pada kehamilan normal pun seorang wanita juga merasakan ini, namun pada saat hamil kembar rasa "kebelet" ini akan lebih menjadi.
  • Kelelahan yang amat sangat. Ini juga merupakan gejala kehamilan umum, namun pada kehamilan kembar gejala ini terasa lebih parah.
  • Kadar hCG yang lebih tinggi. Ini dapat terlihat pada tes urine sejak awal kehamilan.
  • Beberapa wanita akan merasakan kram pada rahim. Ini diduga merupakan gejala akibat rahim berkembang relatif lebih cepat.
  • Detak jantung lebih cepat. Banyak wanita yang merasakan bahwa denyut jantung atau nadi mereka lebih tinggi dari normal. Ini akibat dari jantung yang harus memompa sejumlah besar darah untuk memasok rahim dengan darah dan oksigen.
  • Merasa lebih murung, menjadi mudah menangis dan merasa tidak stabil secara mental. Sekali lagi, suasana hati labil adalah gejala kehamilan yang umum, tetapi ketika hamil anak kembar, gejala ini cenderung lebih ekstrim.
  • Anda mungkin bisa merasakan pergerakan bayi jauh lebih awal pada kehamilan Anda. Wanita yang sedang hamil bayi kembar mengatakan bahwa mereka merasakan pergerakan lebih awal dari normalnya.

Memastikan kehamilan kembar

Bagaimana memastikan 100% bahwa Anda benar-benar sedang hamil anak kembar?

Meskipun Anda, pasangan Anda atau dokter Anda sudah menduga Anda sedang hamil kembar, namun kita hanya bisa memastikannya melalui beberapa cara berikut:
  • USG, dimana sudah jelas terlihat adanya dua embrio pada layar.
  • Terdengar dua detak jantung yang terpisah.
  • Jika tidak tersedia peralatan untuk bisa melihat atau mendengar dengan jelas kandungan Anda, maka kehamilan kembar hanya bisa dipastikan saat bayi sudah lahir.

Risiko komplikasi terkait kehamilan kembar

Sayangnya, risiko kesehatan yang mungkin bisa terjadi akibat kehamilan kembar juga lebih besar dibanding kehamilan normal.

Tapi banyak wanita yang menjalani kehamilan kembar dengan lancar dan meskipun Anda sedang hamil anak kembar, bukan berarti Anda pasti akan mengalami komplikasi.

Namun demikian, Anda harus tetap waspada terhadap beberapa komplikasi yang mungkin terjadi terkait kehamilan kembar. yaitu:
  • Kelahiran prematur, misalnya sebelum minggu ke-38.
  • Bayi kecil dengan berat lahir rendah, sebab ada dua bayi yang tumbuh di ruang yang sama.
  • Satu bayi yang lebih kecil dari yang lain. Wajar apabila terjadi pada kehamilan kembar, sebab satu bayi menerima lebih banyak nutrisi dan ruang dibanding bayi yang lain.
  • Preeklamsia. Ini sebabnya mengapa sangat penting untuk terus memantau tekanan darah Anda selama kehamilan. Retensi cairan dan terlihatnya protein dalam urin adalah tanda-tanda dari preeklampsia.
  • Diabetes Gestasional.

Hal yang perlu Anda perhatikan jika hamil kembar

  • Jalani perawatan dengan dokter yang berkualitas.
  • Perhatikan asupan nutrisi untuk memenuhi tuntutan gizi tubuh Anda.
  • Banyak beristirahat. Membesarkan anak kembar hingga dewasa membutuhkan banyak energi. Anda perlu mempertimbangkan untuk cuti dari dan mencari bantuan untuk mengurusi pekerjaan rumah, termasuk perawatan anak-anak.
  • Jalani tes USG rutin lebih sering.
  • Bersiap untuk melahirkan lebih awal (prematur) dari tanggal yang sudah diperkirakan. Hamil kembar seringkali lahir lebih cepat dari normalnya.
Kalau Anda seorang wanita hamil yang membutuhkan sebuah panduan perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.