Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Penyebab, Tanda-tanda dan Penanganan Keguguran

Mengapa keguguran terjadi? Apa saja penyebab terjadinya keguguran? Bagaimana tanda-tanda keguguran? Bagaimana cara penanganan keguguran? -

Bagi pasangan yang sudah lama memimpikan hadirnya buah hati, tentu saja peristiwa keguguran bagaikan sebuah mimpi buruk.

Penyebab, Tanda-tanda dan Penanganan Keguguran

Berikut ini adalah beberapa penyebab umum terjadinya keguguran:

1. Kehamilan yang Tidak Direncanakan

Umumnya ketika kondisi tubuh tidak fit dan seorang wanita tidak sengaja hamil, maka kondisi kehamilannya rentan terganggu.

Apabila tubuh tidak segera pulih kembali, maka kandungannya bisa saja mengalami keguguran.

Terlebih jika si ibu tidak menjaga kondisinya dengan baik, menyeimbangkan tekanan darah, menyeimbangkan asupan nutrisi dan lain sebagainya.


2. Kondisi Kesehatan

Kondisi kesehatan tertentu memang mempengaruhi kondisi kehamilan.

Ada kondisi yang menyebabkan wanita tidak bisa hamil, ada pula kondisi yang mempengaruhi kehamilan yang sudah terjadi sehingga wanita mengalami keguguran.

Misalnya saja penyakit tokso, rubella dan lain sebagainya.


3. Adanya Kelainan pada Rahim

Kelainan yang paling umum terjadi adalah adanya miom (tumor jaringan otot) yang dapat menggganggu pertumbuhan embrio.

Kelainan lain yaitu rahim terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang berkembang. Kehamilan dalam rahim yang terlalu lemah biasanya hanya mampu bertahan hingga akhir trimester pertama.


4. Pil Kontrasepsi

Apabila menggunakan pil kontrasepsi dalam jangka waktu yang cukup lama, biasanya efeknya tidak akan serta-merta berhenti tepat ketika stop mengkonsumsinya.

Pil KB akan tetap memberikan efek pada tubuh sampai jangka waktu 3-4 bulan ke depan, meski Anda sudah berhenti mengkonsumsinya.


5. Infeksi

Infeksi yang umum terjadi adalah terkena virus TORCH, HIV, Hepatitis dan lain-lain.

Keguguran juga bisa disebabkan oleh gaya hidup.

Wanita yang merokok, mengkonsumsi alkohol, obesitas, terlalu kurus dan menjalani gaya hidup kurang sehat lainnya, fungsi hormonalnya terganggu sehingga berakibat buruk terhadap kehamilan.


6. Tidak Sadar

Ketidaktahuan calon ibu terhadap kondisinya sendiri seringkali menyebabkan banyak ibu menjadi ceroboh dan tidak menjaga kondisi tubuh.

Apabila kondisi kehamilannya lemah sedangkan calon ibu tersebut tidak menyadarinya, maka ia berisiko tinggi mengalami keguguran.

(Buku yang direkomendasikan: Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG).

7. Jatuh

Jatuh dan terguncang keras saat hamil muda dapat mempengaruhi kondisi kehamilan. Keguguran adalah konsekuensi terbesar yang dialami para ibu hamil saat ia terjatuh atau terguncang keras.


8. Adanya Kelainan Pada Calon Ibu

Seperti kelainan pada sistem hormonal (bisa hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah), kelainan pada sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun dan penyakit berat yang pernah atau sedang diderita si ibu hamil.



Penyebab Inkompetensi Serviks (Rahim Lemah)

Berikut ini beberapa penyebab dari lemahnya rahim:
  • Akibat faktor bawaan atau keturunan;
  • Proses kuret yang membuat trauma sehingga menghasilkan efek samping pelemahan serviks;
  • Penyakit kolagen (di mulut rahim ada zat kolagen dan ini salah satu faktor resiko lemahnya rahim);
  • Akibat adanya infeksi di luar rahim;
  • Riwayat inkompetensi serviks sebelumnya, antara lain trauma atau riwayat prosedur melalui mulut rahim, konisasi atau bipsi mulut rahim dan kelainan anatomis mulut rahim.


Tanda-Tanda Keguguran

Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda telah terjadinya keguguran:
  • Sakit perut yang terus-menerus atau sakit pada bagian bawah belakang;
  • Pendarahan;
  • Hilangnya tanda-tanda kehamilan;
  • Tidak ada pergerakan janin;
  • Sakit punggung;
  • Tes kehamilan yang tadinya positif, setelah diulang menjadi negatif;
  • Serviks terbuka;
  • Adanya lelehan darah;
  • Kadar hormon HCG turun;
  • Kram;
  • Keluar gumpalan darah;
  • Vagina mengeluarkan cairan semacam keputihan namun berwarna kecoklatan;
  • Tidak ada detak jantung janin;
  • Insting ibu;


Bagaimana Menangani Keguguran?

  • Lakukan pemeriksaan ke dokter apakah janin masih dapat dipertahankan atau tidak;
  • Pada keguguran yang tidak lengkap (artinya hasil dari proses keguguran tidak bisa keluar sempurna), maka tindakan kuret sangat diperlukan;
  • Sebaiknya sesegera mungkin untuk dapat memutuskan atau menyetujui tindakan kuret bila dokter atau bidan telah memberi penjelasan bahwa kehamilan sudah tidak bisa dipertahankan;
  • Tidak disarankan untuk minum ramuan tradisional untuk menggantikan tindakan kuretase;
  • Istirahat untuk mengurangi kelelahan fisik dan psikologis setelah kuret dilakukan;
  • Lakukan komunikasi dengan pasangan apa rencana selanjutnya;
  • Jangan tenggelam dalam kesedihan dan menyalahkan diri sendiri;
  • Rencanakanlah untuk hamil kembali;
  • Memasang alat kontrasepsi jika tidak ingin cepat-cepat hamil lagi;
  • Waspadai demam. Bila setelah kuret ibu demam menggigil, sakit di sekitar perut, kram atau sakit di punggung, mengalami perdarahan berlebih atau terdapat pengeluaran cairan dari vagina yang berbau tidak sedap, segeralah periksa kembali ke dokter. Jangan ditunda. Mungkin telah terjadi komplikasi.
Kalau Anda senang membaca buku bagus tentang perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.