Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Kapan Gerakan Janin Dapat Dirasakan?

Sejak usia kehamilan berapa bulan gerakan janin dalam kandungan sudah mulai bisa dirasakan oleh ibu hamil? -

Sebenarnya, pada usia kehamilan 9 minggu janin sudah mulai bergerak, namun gerakan janin pada usia ini belum bisa dirasakan oleh ibu hamil.

Janin akan terus berkembang dan gerakan janin akan semakin dirasakan.

Gerakan janin mulai dapat dirasakan rata-rata pada usia kehamilan 18-20 minggu. Meskipun demikian, beberapa ibu hamil menyatakan sudah bisa merasakan gerakannya sejak awal minggu ke-16.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG).

Gerakan janin tersebut hanya berupa suatu tonjolan-tonjolan halus, dan banyak faktor yang dapat mempengaruhi terasa atau tidaknya gerakan janin tersebut. Diantaranya adalah:

  • Ketebalan lemak perut ibu hamil. Pada ibu hamil yang gemuk, biasanya lebih sulit merasakan gerakan janin.
  • Posisi rahim yang retrofleksi (menukik ke belakang), sehingga sering sulit teraba gerakan janinnya di perut.
  • Ibu hamil yang kurang sensitif terhadap pergerakan halus janin akan menyatakan bahwa dia tidak merasakan gerakan janin.
Tiap ibu hamil memiliki reaksi dan kepekaan yang berbeda dalam merasakan gerakan janin yang dikandungnya. Terlebih lagi jika ini adalah kehamilan pertama.

Biasanya ibu hamil akan lebih lambat untuk bisa merasakan gerakan janinnya, baik itu karena faktor dari janin atau karena tubuh ibunya yang kurang peka terhadap gerakan.

Tetapi, pada awal pergerakan janin, tidak akan langsung dirasakan oleh ibu hamil sebagaimana mestinya. Gerakan itu hanya seperti hembusan angin, kedutan atau getaran-getaran ringan di dalam perut.

Kapan Gerakan Janin Dapat Dirasakan?



Pada Usia Berapa Janin Mulai Bergerak Dalam Perut?

Janin sudah mulai bergerak sejak awal pembentukannya, yaitu saat sperma dan ovum (sel telur) bertemu, lalu menjadi zygote dan melakukan pembelahan, maka sesungguhnya janin sudah menjadi "makhluk hidup" dan bisa bergerak, terutama pada stadium blaskokista, janin bergerak ke arah rongga rahim (endometrium) untuk melakukan penempelan (implantasi).

Tetapi gerakan ini tidak akan terasa oleh ibunya.

Gerakan janin mulai dirasakan oleh ibunya pada usia kehamilan sekitar 20-22 minggu (pada primigravida, yaitu wanita yang baru pertama kali hamil) atau pada usia 16-18 minggu pada multigravida (wanita yang sudah pernah hamil dan melahirkan.

Sebelum usia tersebut, gerakan janin hanya dapat dipantau melalui pemeriksaan USG.


Memastikan Janin Dalam Keadaan Sehat

Setiap ibu atau calon ibu pasti menginginkan bayi yang lahir sehat tidak cacat.

Hal pertama yang dikerjakan untuk pencegahan cacat lahir yaitu dengan mendeteksi terlebih dahulu keadaan sang bayi.

Berikut ini beberapa cara mengetahui kesehatan bayi dalam kandungan:
  1. Tes Uji Nuchal; Tes ini merupakan tes yang memakai teknologi USG. Bila kandungan dicek dengan tes ini,akan terdeteksi apakah sang bayi mengalami cacat yang dikenal dengan sebutan down syndrome atau tidak. Tes ini hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis karena memerlukan keahlian sendiri untuk melakukannya. Semula, dalam tes ini akan diukur ketebalan dari area yang ada di belakang leher bayi. Apabila terlalu tebal, maka resiko sang bayi nantinya akan mengalami down syndrome makin besar.
  2. Tes darah trimester pertama; Dalam tes ini, yang diukur yaitu tekanan darah ibu serta kandungan-kandungan zat-zat di dalamnya. Zat-zat itu mencakup protein serta hormon yang dihasilkan oleh plasenta. Cara mengetahuinya yaitu bila kandungan proteinnya terlalu rendah, besar kemungkinan akan menyebabkan cacat lahir. Sedang untuk kandungan hormon yang dihasilkan plasenta, bila terlalu tinggi akan menyebabkan cacat pada janin.
Setelah melakukan kedua tes tersebut, hasil dari tes itu akan dikombinasi. Dari situlah dapat diambil kesimpulan bagaimana kondisi bayi, sehat atau tidak.

Selain itu, hal yang dapat dilakukan sehari-hari untuk selalu memastikan kesehatan janin adalah dengan cara menghitung gerakannya dalam satu hari. Setidaknya janin bergerak 10 kali dalam 24 jam.


Bagaimana Cara Menghitung Gerakan Janin?

Berikut ini adalah cara menghitung gerakan janin:

Usahakan berada dalam posisi yang nyaman, baik duduk ataupun berbaring. Posisi duduk atau berbaring akan membantu dalam menentukan kondisi gerakan janin.

Aktivitas ini akan membantu dalam memberikan gambaran gerakan janin yang berhubungan dengan kondisi kesehatan janin.

Hitung setiap gerakan janin yang terasa, seperti tendangan, gerakan berputar, memukul, menyikut dan gerakan lainnya baik gerakan besar maupun gerakan ringan. Seringkali seorang ibu hamil dapat melihat adanya benjolan di perutnya saat melakukan perubahan posisi.

Setiap gerakan yang terasa dihitung sebagai 1 kali gerakan.

Pada beberapa wanita di awal kehamilannya tidak terlalu peka terhadap pergerakan janin. Dengan demikian, yang bisa dilakukan untuk menghitungnya adalah dengan menempatkan tangan di atas perut. Rasakan jika ada gerakan yang muncul dan hitung setiap gerakan sebagai 1 kali gerakan.

Kalau Anda membutuhkan sebuah panduan lengkap mengenai perawatan kesehatan ibu hamil dan janin. simak ulasan kami mengenai buku best-seller Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.