Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

12 Pemeriksaan Kesehatan Yang Penting Sebelum Hamil

Beberapa jenis pemeriksaan kesehatan yang perlu Anda lakukan sebelum mulai menjalani program kehamilan - 

Tes kesehatan sebelum hamil sangat penting dilakukan oleh setiap wanita yang sedang menjalani program kehamilan, sebab pada dasarnya semua kehamilan itu berisiko. Misalnya saja, infeksi saluran kemih dan infeksi gigi mengandung risiko melahirkan bayi prematur. Penyakit anemia dan kencing manis berisiko mengalami keguguran.

Untuk mencegah hal tersebut, pemeriksaan sebelum hamil penting dilakukan untuk melindungi kesehatan ibu dan mencegah risiko cacat pada bayi.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Pemeriksaan Kesehatan Yang Penting Sebelum Hamil

Berikut ini beberapa jenis pemeriksaan kesehatan pra-kehamilan yang sebaiknya dilakukan:

1. Pemeriksaan Darah Rutin

Yang diperiksa meliputi kadar hemoglobin,hematokrit, sel darah putih (leukosit) dan faktor pembekuan darah (trombosit). Melalui pemeriksaan ini dapat diketahui apakah calon ibu mengalami anemia,infeksi atau gangguan faktor pembekuan darah.


2. Urinalisis Lengkap

Pemeriksaan urin berguna untuk mengetahui infeksi saluran kemih dan adanya darah, protein, dilirubin atau gula dan urin yang menunjukkan adanya penyakit tertentu.


3. Tekanan Darah

Tekanan darah ibu hamil perlu diketahui. Bila ibu hamil memiliki tekanan darah sistolik melebihi dari 140 mmHg, ada kemungkinan ia menderita hipertensi dalam kehamilan yang disebut sebagai preeklampsia atau eklampsia.


4. Pap Smear

Tes pap smear ini berguna untuk mengetahui adanya infeksi atau sel-sel tidak normal yang dapat berubah menjadi sel kanker, sehingga dapat segera dilakukan tindakan pencegahan.

Tes ini penting dilakukan untuk mendeteksi kanker leher rahim dengan lebih dini. Caranya adalah dengan melalui pengambilan contoh sel-sel leher rahim untuk dianalisis di laboratorium.


5. Dolongan Darah dan Rhesus

Setiap orang terlahir dengan golongan darah (A, B,AB atau O) dan faktor Rhesus (+) atau (-). Sekitar 90% perempuan Asia memiliki Rhesus (+).

Masalah akan timbul bila calon ibu memiliki Rhesus (-) dan calon ayah memiliki Rhesus (+), sementara si janin memiliki Rhesus (+).

Janin Rhesus (+) pada calon ibu Rhesus (-) akan menimbulkan inkompatibiltas Rhesus yang bisa mengakibatkan kematian pada janin. Dengan mengetahui Rhesus sebelum hamil, dokter dapat segera memngatasinya.


6. Hepatitis B (HBsAg)

Hepatitis B merupakan penyakit yang ditularkan melalui darah dan kontak seksual. Bila HBsAg (-), maka dapat menjalani vaksinasi yang diberikan 3 kali sebelum hamil. Penyuntikan dilakukan 3 kali untuk memastikan kadar antibodi yang terbentuk cukup dan bertahan seumur hidup.

Sedangkan jika HBsAg (+), maka tidak boleh melakukan vaksinasi tetapi bayi harus segera divaksinasi setelah lahir.


7. Gambaran Darah Tepi

Tes ini menunjukkan apabila ada proses hemolitik berupa sterositosis,polikromasi maupun poikilositosis, sel eritrosit berinti, retikulositopenia pada awal anemia.


8. TORCH

Singkatan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Simplex Virus.

Infeksi TORCH sebaiknya diketahui sebelum memutuskan memiliki anak, karena infeksi saat kehamilan dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur atau bahkan cacat bawaan pada bayi.


9. Gula Darah

Pemeriksaa gula darah dilakukan pada saat puasa dan tidak puasa.

Kedua pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa apakah calon ibu mengidap diabetes mellitus atau memiliki kelainan yang dapat berkembang menjadi diabetes mellitus, seperti intoleransi glukosa.


10. HIV

Apabila tes HIV hasilnya positif, dokter akan menyarankan untuk tidak hamil karena infeksi HIV sangat membahayakan keselamatan janin. Tes HIV biasanya menggunakan sampel darah untuk dicek oleh pihak laboratorium.


11. VDRL

Pemeriksaan VDRL (Veneral Diseases Research Laboratory) merupakan screening untuk sifilis, penyakit kelamin yang ditularkan melalui hubungan suami istri.

Janin yang terinfeksi dapat mengalami gejalanya saat lahir atau beberapa bulan setelah lahir. Gejalanya berupa pembesaran hati dan limpa, kuning, anemia, lesi kulit, pembesaran kelenjar getah bening dan gangguan sistem saraf.

Pengobatan terhadap sifilis sebelum kehamilan bisa mencegah bayi terkena kongenital.


12. Analisa Kromosom

Perlu dilakukan terutama bila ada riwayat di keluarga atau pasangan yang mengalami kecacatan secara genetika, seperti Down Syndrome, thalassemia dan hemofilia.

Hal-hal tersebut bisa diketahui dengan memeriksakan sampel darah masing-masing di laboratorium khusus genetika.

Kalau Anda atau pasangan Anda senang membaca buku bagus seputar strategi cara cepat hamil dan tips memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak ulasan kami mengenai buku laris Panduan Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.