Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Cara Mengetahui Kualitas Sel Sperma Dan Sel Telur

Beberapa cara untuk menilai dan mengetahui kualitas sel sperma dan sel telur Anda dan pasangan Anda -

Sel sperma dan sel telur yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting agar proses kehamilan dapat optimal dan kehamilan bisa terjadi. Kesehatan dan kualitas dari sperma dan sel telur juga merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kesuburan seseorang.

Karena kualitas sel sperma dan sel telur menentukan terjadinya kehamilan, ada baiknya pasangan suami istri mengetahui lebih jauh mengenai apa itu sel sperma dan sel telur sebenarnya.

Dengan mengetahui lebih jauh, pasangan suami istri diharapkan dapat memperkirakan seperti apakah kualitas sperma yang baik, perjalanan sperma dan proses pembuahan sehingga lebih memudahkan dalam menciptakan peluang terjadinya kehamilan.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Cara Mengetahui Kualitas Sel Sperma Dan Sel Telur

Kualitas Sel Sperma

Alat reproduksi pria memproduksi ratusan juta sel sperma. Dalam satu kali pancaran, sel sperma memuat dua ratus hingga tiga ratus juta sel sperma. Sel sperma itu bergerak menerobos barisan tanpa menghiraukan apapun seperti anak panah yang lepas dari busurnya.

Sel sperma memiliki kepala yang besarnya tidak lebih dari 5M (mikronet), 1N = 1/1.000.000 m. Sel sperma ini mengandung unsur-unsur genetik yang diperoleh dari ayahnya yang kemudian akan ditransfer kepada anak dengan 23 kromosom.

Sel ini berleher pendek yang menjadi kekuatan baginya untuk mengarungi perjalanannya yang panjang. Ia juga memiliki ekor yang panjang yang mengiringi gerakannya dan membantunya berenang.

Jika diamati melalui mikroskop akan terlihat ada beragam bentuk dan ukuran. Ada yang lemah ada yang kuat, ada yang panjang ada yang pendek, ada yang memiliki dua kepala ada yang satu kepala, ada juga yang memiliki kepala yang runcing.

Bentuk sperma yang baik adalah yang memiliki kepala yang oval atau lonjong dengan ekor yang panjang dan berujung lancip. Sperma yang baik berenang maju secara lurus dan cepat.

Adapun ciri-ciri lain dari sperma yang sehat dan berkualitas adalah sebagai berikut:

1. Volume Sperma

Normalnya, dalam satu kali ejakulasi, penis menyemburkan sperma sekitar 2 sampai 6 mililiter. Apabila volume cairan sperma kurang dari angka tersebut, kesuburan pria mungkin sedang bermasalah.

Namun, kurangnya volume cairan sperma bisa juga disebabkan oleh frekuensi ejakulasi yang terlalu sering, termasuk lewat masturbasi.


2. Waktu Pembekuan

Cairan sperma yang kental mengandung protein dan akan menggumpal (koagulasi) jika dibiarkan berada di udara terbuka selama 20 sampai 30 menit. Jika tetap cair untuk waktu yang lama, kemungkinan ada infeksi di saluran kencing.


3. Jumlah Sel Sperma

Seberapa banyak jumlah sperma tidak bisa diamati dengan mata telanjang. Banyaknya sperma dapat diperiksa di bawah mikroskop.

Jumlah sel sperma dalam sekali ejakulasi normalnya sekitar 40 juta. Kurang dari jumlah tersebut bisa dikatakan kurang subur, meski tidak menutup kemungkinan untuk tetap punya anak. Pada pria yang telah menjalani vasektomi jumlahnya 0.


4. Morfologi Sperma

Agar dapat dikatakan berkualitas baik, sekurang-kurangnya 70% dari sel sperma dalam sekali ejakulasi harus memiliki bentuk ideal.

Apabila sel sperma yang abnormal terlalu banyak, yakni punya 2 ekor, ekor pendek atau kepalanya kecil, kemampuan sel sperma untuk membuahi sel telur akan berkurang.


5. Gerakan Sperma

Sperma dengan kualitas bagus ditunjukkan oleh gerakannya yang cukup gesit. Sekurang-kurangnya 60% dari sel sperma dalam sekali ejakulasi harus menunjukkan gerakan yang cepat, sisanya tidak masalah jika agak lambat.


6. Tingkat Keasaman (pH)

Cairan sperma dengan pH 7,2 hingga 8,0 merupakan kondisi ideal bagi sel sperma untuk mampu bertahan hidup bergerak dengan pergerakan paling optimal. Kondisi keasaman yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa membunuh sel sperma.


7. Jumlah Sel Darah Putih

Dalam kondisi normal, keberadaan sel darah putih tidak terdeteksi di dalam cairan sperma. Sel darah putih terdeteksi di urin dan cairan sperma jika terjadi infeksi, sehingga kadang-kadang ditemukan bersama dengan beberapa bakteri penyebab infeksi.

Di antara banyaknya sel sperma itu ada yang membawa sifat laki-laki (Y) dan ada yang membawa potensi perempuan (X). Sel ini berenang hingga terjadi pertemuan antara sel sperma laki-laki dan perempuan.

Pengetahuan modern berhasil menemukan bahwa kontraksi rahim saat berhubungan seksual menjadi sebab terhisap dan tertariknya sel sperma hingga bercampur dengan sel telur.

Banyak dari sel sperma ini yang mandul. Angkanya kira-kira mencapai 20% sehingga sejumlah ini tidak bisa membuahi dengan baik.

Sebagian besar darinya mati saat menempuh perjalanan dari penis pria menuju rahim wanita. Di antara jutaan sel sperma yang berusaha menuju sel telur ini, yang sampai di sepertiga akhir tidak lebih dari 500 sel saja. Dari 500 sel ini kemudian ada satu sel yang berhasil menembus sel telur yang tebal.



Kualitas Sel Telur

Sel telur secara fisik termasuk sel yang paling besar. Diameter sel telur mencapai 200 mikronet (1/5 milimeter). Padahal kebanyakan sel tidak lebih dari beberapa mikronet (M) saja.

Sel sperma juga tidak lebih dari 5M sehingga sel sperma hanya memberi kontribusi separuh dalam pembentukan janin secara keseluruhan. Sebab masing-masing mengandung 23 kromosom sehingga ketika berkumpul, sel telur inti mengandung 46 kromosom.

Sel telur kemudian mulai melakukan pembelahan diri. Pembelahan tidak terjadi kecuali sel telur telah keluar dari ovarium menuju rongga rahim dan ketika didekati oleh sel sperma. Sel telur siap-siap menyambut sel sperma. Siapakah yang mengatur semua ini?

Jika ternyata tidak ada sel sperma yang datang, maka sel ini tidak berkembang. Anehnya, sel telur merasakan hal itu sehingga ia tidak membelah diri dan akhirnya mati, keluar dari rahim sebagai apa yang kita sebut dengan siklus menstruasi bulanan.

Pertanyaan yang kemudian muncul, siapa yang bertanggungjawab terhadap jenis kelamin anak? Suami atau istri, ataukah keduanya?

Ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa yang menentukan laki-laki atau perempuan itu adalah sperma laki-laki. Dalam tubuh setiap manusia terdapat berjuta-juta sel, dalam setiap sel (46 kromosom) terdapat ribuan sifat bawaan.

Kromosom ini dalam bentuk pasangan, masing-masing terdapat 23 pasang. Sejumlah kromosom bertanggung-jawab untuk membentuk tubuh dan sifatnya, sedangkan satu kromosom akan menentukan jenis kelamin laki-laki atau perempuan.

Sel telur perempuan mengandung 22 kromosom untuk membentuk fisik dan satu untuk jenis kelamin.

Ketika sel telur perempuan (yang selalu X) bertemu dengan sperma laki-laki yang berunsur X, kemungkinan akan lahir anak perempuan.

Jika sel telur perempuan (X) bertemu dengan sel sperma laki-laki (Y) makan kemungkinannya akan terbentuk janin laki-laki.

Dengan demikian, jelas yang bertanggung-jawab atas terbentuknya jenis kelamin janin adalah sperma laki-laki dan bukan sel telur perempuan.

Jika Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.