Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Cara Bercinta Yang Benar Agar Cepat Hamil

10 Panduan cara bercinta dengan benar untuk memperbesar peluang kehamilan, mulai dari cara menghitung masa subur hingga posisi bercinta yang tepat -

Berhubungan Intim Di Masa Subur

Pengetahuan tentang menghitung masa subur dalam merencanakan kehamilan belum banyak diketahui oleh pasangan suami istri. Padahal dengan mengetahui kapan masa subur, keinginan untuk hamil atau menunda kehamilan bisa dilakukan dengan mudah jika tidak ada masalah anatomi pada pasangan wanita.

Masa subur dapat ditentukan berkat bantuan luteinizing hormone, hormon seks wanita yang kadarnya meningkat sesaat sebelum memasuki masa subur.

Keinginan untuk segera hamil tentu sudah dirasakan sejak awal pernikahan. Tetapi, terkadang keinginan itu tidak terwujud juga. Bahkan harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan buah hati.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil dari dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Masalah sulit hamil ini tidak hanya dialami beberapa pasangan saja. Ada banyak sekali wanita Indonesia yang juga mengaku mengalami kesulitan untuk hamil, sehingga muncul pernyataan bahwa wanita Indonesia susah hamil.

Dr. Rosdiana Ramli, SpOG menyebutkan bahwa ada dua kemungkinan yang menyebabkan wanita Indonesia sulit hamil.

Pertama, kemungkinan pemeriksaan kesuburan dasarnya belum selesai dan yang kedua ada kemungkinan pada saat masa subur, tidak ada sperma yang masuk artinya hubungan intim sangat kurang.

Masa subur wanita adalah masa dimana ada satu sel telur yang menunggu siap dibuahi oleh sel sperma di dalam saluran telur (tuba fallopi) yang terjadi satu bulan sekali. Sel telur ini mampu bertahan hidup dalam keadaan siap dibuahi hanya selama 1-2 hari.

Pada masa subur ini, terjadi perubahan fisiologis yang dapat dijadikan indikator, umumnya berupa libido yang meningkat, lendir pada vagina lebih banyak, dan peningkatan suhu basal tubuh sebesar 0,2 - 0,5 derajat pada pagi hari.

Lendir yang muncul pada vagina ini merupakan lendir yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di leher rahim (serviks) dan ramah terhadap sperma. Lendir tersebut membantu sperma bertahan hidup untuk menunggu matangnya sel telur (ovulasi).

Pada masa subur, kemungkinan terjadi pembuahan sangat besar.

Jika pasangan suami istri ingin memiliki anak, maka lakukanlah hubungan intim pada masa subur sang istri. Keberhasilan untuk hamilnya pun cukup besar. Demikian pula sebaliknya, jika tidak ingin hamil, maka hindari berhubungan intim pada masa subur sang istri atau gunakanlah pelindung seperti kondom.

Indikator minor masa subur lainnya antara lain nyeri perut dan perubahan payudara.


Menghitung Masa Subur

Masa subur dapat dihitung di atas kertas selain melihat tanda-tanda fisik. Masa subur berkaitan erat dengan menstruasi dan siklus menstruasi.

Dalam menghitung masa subur diperlukan siklus menstruasi bulanan. Anda sebaiknya membuat catatan mengenai siklus menstruasi secara teratur setiap bulannya.

Tuliskan pada buku diary atau dengan memberi tanda pada kalender menggunakan spidol berwarna. Tandai hari pertama menstruasi, yaitu hari pertama siklus dimana keluar bercak-bercak kecoklatan sampai kemerahan.

Meskipun ada yang mengusulkan untuk membuat catatat menstruasi selama setahun (menogram), namun sebenarnya hanya dibutuhkan untuk menghitung durasi siklus menstruasi 3 bulan terakhir, yang dihitung dari hari pertama menstruasi bulan ini ke hari pertama menstruasi berikutnya, misal 28 hari, 30 hari dan 27 hari, kemudian dibuat rata-ratanya.

Jika rata-rata menghasilkan 28 hari yang mana merupakan kondisi normal, maka masa suburnya akan terjadi pada 14 hari sebelum hari pertama menstruasi bulan berikutnya.

Perhitungan masa subur ini akan efektif bila siklus menstruasinya normal, yaitu 21-35 hari.

Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak normal, perhitungan menjadi tidak akurat dan kemungkinan besar gagal. Namun, tidak ada salahnya jika mau mencoba.

Untuk yang siklus menstruasinya tidak teratur, dapat menggunakan data siklus menstruasi selama 6 bulan (6 siklus).
  • Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus menstruasi dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur.
  • Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus menstruasi dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.
  • Katakanlah siklus terpendek 26 hari dan siklus terpanjang 32 hari, maka:
Dengan melakukan pencatatan dan kalkulasi seperti tersebut di atas, maka Anda akan mengetahui masa subur Anda.

Berdasar hal tersebut di atas, perhitungannya adalah 26-18 = 8 dan 32 - 11 = 21. Jadi, masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke-21 dari hari pertama menstruasi.


Peran Hormon Reproduksi

Siklus menstruasi dikendalikan oleh lingkaran siklus hormon reproduksi wanita.

Untuk memudahkan, siklus ini dibagi dalam 2 fase yaitu fase sebelum ovulasi dan fase setelah ovulasi. Pada fase sebelum ovulasi, yang berperan adalah folicle stimulating hormone (FSH) dan estrogen. Kelenjar pituitari pada dasar otak akan mengeluarkan FSH yang akan merangsang pematangan folikel di ovarium atau indung telur.

Pematangan folikel ini akan meningkatkan produksi estrogen. Ketika estrogen mencapai tingkat tertentu dalam darah, kelenjar pituitari distimulasi untuk menghasilkan luteinizing hormone (LH) yang kadarnya akan meningkat dengan drastis sehingga menyebabkan terjadinya ovulasi.

Kenaikan kadar LH yang drastis sesaat sebelum ovulasi ini dapat digunakan sebagai indikator untuk mengetahui kapan masa ovulasi terjadi.

Kadar LH dapat dideteksi melalui darah dan urin. Kadar LH dalam darah dapat diperiksa melalui tes laboratorium, sedangkan kadar LH dalam urin dapat diperiksa melalui alat tes kesuburan berupa strip.

Hasil kadar LH melalui darah lebih akurat dengan mengukur secara kuantitatif. Ini lebih baik dibandingkan metode pendeteksian melalui urin yang mengukur secara kualitatif.

Fase setelah ovulasi dikontrol oleh progesteron. Setelah ovulasi, LH akan menyebaban pecahnya folikel yang kemudian folikel tersebut akan berkembang menjadi korpus luteum, yang memproduksi progesteron.

Di bawah pengaruh progesteron, terjadi perubahan-perubahan yang menunjukkan masa tidak subur seperti hilangnya lendir.


Merencanakan Kehamilan

Dengan mengetahui masa subur, tentu akan bermanfaat bagi pasangan yang bermasalah dalam mendapatkan keturunan, yaitu dengan cara mengukur kejadian dan waktu terjadinya ovulasi, memprediksi hari-hari subur yang maksimum, mengoptimalkan waktu melakukan hubungan intim untuk memperoleh kehamilan, dan mengidentifikasi masalah ketidaksuburan lainnya.

Pada pasangan yang normal, kehamilan mungkin terjadi pada setiap waktu selama masa subur, tetapi hubungan intim paling mungkin akan membuahkan kehamilan pada hari-hari dimana terdapat lendir serviks dengan tingkat kesuburan tinggi, terasa sensasi basah atau licin pada vulva, dengan lendir serviks yang transparan, elastis dan bertekstur seperti putih telur mentah.

Jumlah lendir yang subur ini paling banyak terjadi pada satu atau dua hari sebelum hari puncak dan ini merupakan masa dengan tingkat kesuburan tertinggi.

Hari puncak, yaitu hari terakhir terlihatnya lendir yang subur, seringkali bersamaan dengan waktu terjadinya ovulasi.

Cara Bercinta Yang Benar Agar Cepat Hamil

Panduan Cara Bercinta Yang Tepat Agar Cepat Hamil

Orang mungkin percaya bahwa posisi tertentu saat berhubungan seksual dapat memperbesar peluang kehamilan.

Di bawah ini kami uraikan posisi hubungan seksual terbaik dan beberapa hal penting seputar hubungan intim yang memperbesar kemungkinan terjadinya pembuahan:

1. Berhubungan Intim Sebelum Berovulasi

Cairan sperma bisa tetap berada di dalam rahim dan tuba fallopi selama dua atau tiga hari. Sebaliknya, sel telur hanya bisa bertahan 12 sampai 24 jam setelah dilepaskan.

Dengan pemahaman tersebut, maka hubungan seksual yang dilakukan sebelum ovulasi bisa meningkatkan peluang sperma akan langsung menyambut sel telur begitu dilepaskan.


2. Kondisi Keasaman Miss V

Spermatozoa tidak dapat "bereaksi" secara sempurna jika perempuan mengalami keputihan atau keasaman vagina meningkat. Keputihan dan keasaman vagina menyebabkan sperma sulit hidup sampai bertemu dengan sel telur.

Meskipun terjadi hubungan seksual yang dahsyat, kehamilan tetap akan tertunda apabila kondisi vagina wanita sedang tidak sehat.


3. Berhubungan Intim Berdasar Siklus Menstruasi

Jika siklus menstruasi 28 hari maka ovulasi terjadi pada hari ke-14. Apa yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Lakukan hubungan intim beberapa kali seminggu begitu menstruasi berakhir. Hubungan intim dengan sering dapat memastikan bahwa Anda tidak melewatkan masa paling subur, khususnya jika durasi siklus kita berbeda dari bulan ke bulan.
  • Lakukan hubungan intim setiap hari, mulai hari pertama.
  • Jika hasilnya positif pada OPK (Ovulation Predictor Kit), atau sekitar hari ke-12, lakukan hubungan pada hari tersebut dan dua hari berikutnya. Ini adalah hari-hari utama dalam satu bulan yang memungkinkan terjadinya pembuahan.

4. Rileks Saat Berhubungan Intim

Pada saat melakukan hubungan intim, haruslah benar-benar dalam kondisi dan keadaan yang nyaman, baik pada pihak laki-laki maupun pada pihak perempuan.

Lakukan hubungan intim dengan rileks dan gembira. Kalaupun salah satu ada yang tertekan, sebaiknya perbaiki komunikasi terlebih dahulu.

Selesaikan permasalahan yang ada, baru melakukan hubungan intim.


5. Posisi Missionary

Sepasang suami istri yang belum dikaruniai anak dalam melakukan hubungan intim selalu berharap akan terjadi pembuahan. Peluang terjadinya pembuahan semakin besar apabila sperma dilepaskan sedekat mungkin dengan serviks.

Posisi "missionary" memungkinkan pasangan pria mampu melakukan penetrasi sedalam mungkin, karena pihak pria ada di atas. Posisi "doggy style" bisa dikatakan cara yang tidak efektif untuk membuahi sel telur.


6. Berbaring Terlentang Dengan Pinggul Terganjal

Pada posisi ini, vagina miring ke bawah sehingga bila berbaring terlentang usai berhubungan intim, akan membantu sperma mengalir dan terkumpul di rahim. Lama berbaring dilakukan sekitar 20 menit setelah berhubungan intim.


7. Waktu Malam Hari

Karena posisi tertentu membutuhkan posisi berbaring pada pihak wanita, maka malam hari adalah saat yang tepat melakukan hubungan intim. Bercinta sebelum tidur malam menjadi cara mudah untuk memastikan pihak wanita berbaring sesudahnya.


8. Tidak Menggunakan Cairan Pelumas

Cairan pelumas mungkin membuat nyaman saat berhubungan seksual. Akan tetapi, cairan pelumas ini dapat menghambat upaya kehamilan. Kebanyakan formula pelumas mengubah keseimbangan PH di dalam vagina dan menurunkan motilitas sperma.


9. Tidak Perlu Orgasme

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa orgasme mampu mendorong terjadinya pembuahan dengan menarik lebih banyak sperma ke dalam vagina dan rahim. Namun, pernyataan tersebut tidak didukung oleh fakta ilmiah.

Seorang wanita tidak perlu orgasme agar sel telurnya dapat dibuahi oleh sel sperma.


10. Tidur Posisi Miring

Posisi tidur miring setelah suami ejakulasi tidak terlalu berhubungan dengan peluang kehamilan.

Namun, setelah suami ejakulasi, sebaiknya Anda tidak cepat-cepat berdiri. Lakukanlah fase afterplay dengan nyaman, misalnya bicara dengan pasangan atas kenikmatan yang baru saja dialami.

Posisi hubungan seksual memang bukan satu-satunya cara yang perlu diperhatikan untuk bisa hamil. Namun demikian, posisi hubungan seksual berperan cukup signifikan agar pembuahan pada sel telur bisa terjadi.

Jika Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.