Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

4 Cara Menentukan Masa Subur Wanita

Pengertian masa subur wanita dan beberapa metode untuk menentukan masa subur tersebut -

Apa yang Dimaksud Dengan Masa Subur?

Istilah masa subur digunakan untuk masa dimana perempuan mengalami ovulasi (kematangan sel telur) dan siap untuk dibuahi. Sedangkan laki-laki selalu dalam kondisi subur.

Jika pada masa subur melakukan hubungan intim, maka peluang terjadinya kehamilan sangatlah besar. Oleh karena itu, jika tidak ingin terjadi kehamilan maka harus menghindari hubungan suami istri saat masa subur. Kalaupun ingin melakukannya, lakukanlah dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Masa subur biasanya berlangsung 2 minggu usai wanita menstruasi. Ovulasi ditandai pecahnya folikel dan keluarnya sel telur yang kemudian disimpan dalam tuba fallopi.

Folikel yang hancur berubah menjadi jaringan berwarna kuning (corpus luteum) yang mengeluarkan hormon progesterone. Hormon ini kemudian menyiapkan lapisan dinding dalam rahim tempat sel telur menempel bila berhasil dibuahi sperma.

Masa subur terjadi dalam sebuah siklus menstruasi. Hari pertama terjadinya menstruasi dihitung sebagai hari pertama dari satu siklus menstruasi. Jika menstruasi terjadi pertama kali pada tanggal 5, maka tanggal 5 itu dihitung sebagai hari pertama dari satu siklus menstruasi tersebut.

Ada wanita yang memiliki siklus menstruasi pendek (hanya 21 hari) dan ada yang panjang (hingga 35 hari). Namun rata-rata orang memiliki siklus menstruasi 28 hari.

Masa subur tidaklah berlangsung lama. Umur sel telur hanya berkisar 12-24 jam usai dilepaskan. Setelah waktu tersebut lewat, ovum bersama jaringan dalam rahim yang sudah disiapkan untuk menerima ovum apabila berhasil dibuahi, akan dibuang melalui tuba falopi.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil dari dr. Rosdiana Ramli, SpOG.
Cara Menentukan Masa Subur Wanita

Cara Menentukan Masa Subur

Hubungan suami istri sebaiknya dilakukan pada saat dalam masa subur atau masa dimana sel-sel telur di dalam indung telur (ovarium) sudah matang dan siap dibuahi.

Berikut adalah 4 cara menentukan masa subur seorang wanita:

1. Menghitung Siklus Haid

Rata-rata siklus haid berlangsung 28-30 hari atau 22-35 hari.

Apabila siklus menstruasi teratur setiap bulannya, maka masa subur adalah antara hari ke-10 sampai hari ke-16, dihitung dari hari terakhir menstruasi. Puncak masa suburnya adalah di pertengannya, yaitu sekitar hari ke-13 setelah hari terakhir menstruasi.

Misalkan jika hari menstruasi adalah pada tanggal 7, maka masa subur adalah di tanggal 17 sampai tanggal 23 dengan puncak masa subur ada pada tanggal 20.

Sedangkan apabila siklus haid kurang teratur, maka untuk menentukan masa subur perlu mencatat siklus haid selama 6 bulan sebelumnya, dengan rumus penentuan masa subur adalah hari ke-{siklus terpendek dikurangi 18}, hingga hari ke-{siklus terpanjang dikurangi 11}.

Perhatikan contoh pencatatan siklus haid di bawah ini.
  • Bulan 1: siklus haid selama 28 hari (ini adalah siklus terpendek)
  • Bulan 2: siklus haid selama 30 hari
  • Bulan 3: siklus haid selama 31 hari
  • Bulan 4: siklus haid selama 32 hari
  • Bulan 5: siklus haid selama 29 hari
  • Bulan 6: siklus haid selama 33 hari (ini adalah siklus terpanjang)
Dari contoh di atas, siklus tersingkat adalah 28 hari, sedangkan siklus terpanjang adalah 33 hari, maka masa subur adalah antara:

(28 - 18) = hari ke-10 sampai (33-11) = hari ke-22


2. Mengamati Getah Lendir Leher Rahim (Serviks)

Masa subur dapat diketahui dengan mengamati perubahan kekentalan lendir yang keluar dari vagina. Lakukan pengamatan secara rutin setiap hari.

Lendir yang yang keluar pada masa subur bentuknya terlihat seperti daun pakis, bersifat kenyal, tidak terputus jika dipegang dan ditarik memanjang, serta lengket seperti agar-agar.

Beberapa hal yang perlu diingat selama pemeriksaan lendir serviks, yaitu:
  • Jumlah dan kualitas lendir berbeda pada satu wanita dan wanita yang lain, termasuk dengan siklus itu sendiri;
  • Jika sulit untuk mendeteksi lendir dari luar, bisa diketahui setelah berolahraga atau setelah buang air besar;
  • Kegel (gerakan mengerutkan otot pinggul bagian bawah seperti sedang menahan buang air besar) terkadang dapat membantu pengeluaran lendir.

3. Mengukur Suhu Basal Tubuh

Suhu tubuh normal biasanya berkisar antara 35,5 - 36 derajat C. Pada sat sel-sel telur matang, rahim akan bersiap-siap menerima sel telur yang telah dibuahi. Di saat ini, suhu tubuh akan meningkat mencapai 37 - 38 derajat C dan tidak akan kembali ke suhu normal 35 derajat C.

Kenaikan suhu tubuh terjadi apabila sudah terbentuknya progesteron yang bertugas menyiapkan jaringan dalam rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi.

Lakukanlah pengukuran suhu tubuh pada pagi hari setelah bangun tidur, sebelum melakukan aktivitas apapun. Hal ini dilakukan karena bila tubuh sudah mulai banya bergerak dan beraktivitas, maka akan keluar energi tubuh sehingga berpengaruh pada suhu tubuh.

Masukkan termometer ke dalam dubur atau mulut vagina selama 5-6 menit. Tutup kembali mulut vagina selama pengukuran berlangsung. Lakukan hal ini setiap hari selama 3 bulan.

Untuk mengetahui rentang masa subur, amati pola kenaikan suhu tubuh. Catatlah data suhu sehingga membentuk kurva. Suhu di atas kurva normal menunjukkan sedang dalam masa subur.


4. Ultrasonografi (USG)

Penentuan masa subur dengan cara ini dilakukan secara serial, selama 3-5 hari, berdasarkan siklus haid.

Dari pemantauan USG, dapat diketahui kapan sel telur mulai terbentuk di dalam indung telur, kapan sel telur menjadi matang, hingg kapan sel telur dikeluarkan. Cara ini cocok diterapkan bagi wanita dengan siklus haid yang tidak teratur.



Apa Yang Dimaksud Metode Basal?

Suhu basal tubuh adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan tidur.

Pengukuran suhu basal tubuh dilakukan pada pagi hari setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas apapun.

Setiap bulannya tubuh memberikan sinyal-sinyal apakah sedang berada dalam tingkat kesuburan yang tinggi atau tidak. Banyak yang menganggap sinyal-sinyal ini sebagai suatu hal yang biasa, sehingga kerap diabaikan.

Namun, seperti yang diketahui dalam siklus kesuburan, terdapat beberapa istilah seperti:
  • Hari bersih dan kering, yaitu setelah darah haid bersih. Kebanyakan terjadi satu hingga beberapa hari dimana tidak terlihat adanya lendir serta daerah vagina akan terasa kering;
  • Hari subur, yaitu ketika teramati adanya lendir sebelum ovulasi;
  • Hari puncak, yaitu hari terakhir adanya lendir paling licin, elastis dan basah.
Kalau Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.