Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

12 Tanda-Tanda Awal Kehamilan Yang Umum

Apa-apa saja tanda-tanda umum awal kehamilan yang paling jelas dan akurat? Artikel ini akan mengupas 12 tanda-tanda atau ciri-ciri awal yang muncul pertama kali apabila seorang wanita positif hamil -

Tanda-tanda umum awal kehamilan

Kehamilan merupakan saat-saat yang paling dinantikan oleh setiap pasangan. Terjadinya kehamilan bisa dikatakan bahwa pasangan suami-istri memiliki tingkat kesuburan yang baik. Selain itu, hal ini juga berarti bahwa mereka tidak memiliki masalah kesehatan yang berarti.

Namun, ada kalanya pasangan suami-istri tidak mengetahui secara pasti mengenai tanda-tanda kehamilan. Mereka masih bingung untuk membedakan mana tanda-tanda kehamilan yang sebenarnya, atau hanya sekedar tanda datangnya menstruasi, sebab banyak tanda kehamilan yang mirip dengan tanda-tanda datangnya menstruasi.

Banyak orang beranggapan bahwa kehamilan hanya ditandai dengan terlambat datangnya menstruasi. Memang betul, salah satu tanda kehamilan adalah terlambatnya menstruasi. Namun, terlambat menstruasi bukan hanya disebabkan oleh kehamilan saja. Banyak hal yang mempengaruhinya, seperti pola makan, stress, kecapaian, adanya gangguan hormonal, dan lain sebagainya.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Berikut ini adalah 13 tanda-tanda awal kehamilan yang bisa Anda jadikan patokan untuk memprediksi apakah Anda hamil atau tidak:

1. Terlambat Datang Bulan atau Menstruasi

Setiap perempuan yang ingin hamil biasanya tidak sabar dan sangat penasaran untuk mengetahui apakah ia telah hamil atau belum. Memang, terlambat haid merupakan tanda paling pasti dari kehamilan tapi bukan indikator pertama.

Sudah bukan rahasia lagi kalau siklus menstruasi bisa digunakan sebagai penanda kehamilan. Namun, tidak semua keterlambatan tersebut dapat diartikan sebagai kehamilan. Anda bisa saja telat haid karena stress, diet, atau gangguan hormonal. Selain itu, beberapa perempuan juga mengalami pendarahan atau spotting (timbul bercak darah).
Oleh karena itu, wanita sangat disarankan untuk rajin mencatat siklus haid mereka dan segera konsultasikan ke dokter mengenai masalah tersebut.
Terlambat haid karena hamil terjadi karena sel telur yang sudah terbuahi tidak dikeluarkan oleh tubuh. Bila Anda tidak haid memang karena Anda hamil, biasanya hal tersebut menandakan bahwa usia kehamilan Anda sudah mencapai sekitar tiga minggu. Perhitungan usia kehamilan ini diperoleh karena biasanya ovulasi terjadi 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Oleh karena itu, usia kehamilan Anda diasumsikan sudah mencapai 3 minggu.

Ada atau tidaknya keterlambatan menstruasi karena hamil baru dapat ditentukan 2 minggu kemudian dari jadwal menstruasi normal. Jika memang terlambat lebih dari 1 minggu dari jadwal seharusnya, ada kemungkinan sudah terjadi pembuahan. Lakukan tes kehamilan dengan test pack yang banyak dijual.


2. Terjadi Perubahan Pada Payudara

Payudara terdiri dari jutaan kelenjar susu dengan banyak saluran yang bersatu dan bermuara di puting susu. Sejak awal kehamilan, di dalam payudara ibu hamil terjadi proses persiapan menyusui.
Hal yang paling tampak jelas ketika Anda hamil bukan hanya perut yang mulai membesar, tetapi juga payudara.
Payudara juga akan mengalami berbagai perubahan yang mungkin akan sedikit membuat Anda gelisah. Namun ingatlah, bagian tubuh Anda inilah yang kelak akan memberi kehidupan pada bayi yang baru lahir dengan limpahan ASI-nya.

Berikut adalah beberapa perubahan yang terjadi pada payudara wanita hamil:
  • Payudara membesar. Sebelum Anda sadar bahwa Anda hamil, payudara sudah mulai membengkak. Kalaupun payudara Anda tidak bertambah ukurannya, tidak perlu khawatir. Hal itu tidak akan mempengaruhi kemampuan Anda untuk menyusui nantinya. Sedangkan jika Anda merasa payudara sudah cukup besar, tunggulah hingga ASI memenuhi payudara dan membuatnya lebih besar lagi.
  • Jumlah kelenjar susu bertambah sehingga pada bulan ke-2, payudara akan terasa lebih besar, berisi, kenyal, dan lemnbut.
  • Nyeri pada payudara. Pada tahap ini, Anda mungkin akan merasa marah bukan main ketika suami Anda tanpa sengaja menyenggol payudara. Maklum saja, payudara yang bengkak tersebut akan terasa nyeri.
  • Keluar cairan. Pada kehamilan usia trimester kedua (antara minggu ke13 hingga 17), payudara biasanya akan mengeluarkan cairan. Warnanya mungkin tidak putih seperti susu, tetapi cenderung kuning atau oranye. Inilah yang disebut kolostrum, yaitu cairan pra-susu yang kaya protein dan akan memberikan nutrisi pada bayi selama hari-hari pertama kehidupannya.
  • Muncul stretch mark. Jika perut mulai membuncit dan mengeluarkan stretch mark, Anda tidak perlu merasa khawatir. Apalagi, stretch mark ini juga akan muncul di payudara. Guratan-guratan ini akan menghilang seiring berjalannya waktu, jadi harap bersabar saja.
  • Munculnya benjolan-benjolan kecil disebut tuberkel montgomery di areola, yaitu daerah gelap sekitar puting. Sebelum kehamilan, areola biasanya berwarna pink. Areola ini kemudian berubah menjadi cokelat merah dan membesar selamaproses kehamilan dan menyusui.

 

3. Munculnya Bercak Darah Atau Flek Yang Diikuti Kram Perut

Tanda awal kehamilan lainnya yang sering diabaikan dan membuat wanita tidak menyangka bahwa dirinya tengah hamil adalah munculnya flek atau bercak darah yang mirip darah haid. Darah yang keluar biasanya lebih sedikit. Dalam ilmu kedokteran, hal ini disebut tanda hartman.

Menurut para spesialis kebidanan dan kandungan, flek ini terjadi saat implantasi atau menempelnya embrio pada dinding rahim atau uterus. Pendarahan implantasi (implantation bleeding) ini pada umumnya terjadi sekitar 8-10 hari setelah ovulasi terjadi (pembuahan) atau sedikit lebih awal ketimbang menstruasi (14 hari).

Selain itu, keluarnya bercak darah ini juga diikuti oleh kram di perut. Kram perut pada saat hamil akan terjadi secara teratur. Kondisi ini akan terus berlanjut sampai kehamilan mencapai usia trimester kedua, yaitu ketika uterus berada di tengah dan disangga oleh panggul.


4. Mual dan Muntah Di Pagi Hari (Morning Sickness)

Sangat wajar bila beberapa wanita mengalami berbagai keluhan, seperti mual, muntah, pusing dan sebagainya. Kondisi ini biasanya terjadi di trimester awal. Mual-mual dan muntah ini umumnya timbul pada pagi hari sehingga disebut morning sickness. Morning sickness tidak bisa dihindari.
Morning sickness terjadi karena adanya peningkatan hormon saat kehamiln. Selama hamil, produksi hormon estrogen dan progesteron meningkat sehingga mempengaruhi fungsi neuron serta fungsi organ tubuh lainnya.
Sekitar 70% wanita mengalami gejala mual di awal kehamilan dan sekitar 50% mengalami muntah-muntah. Meskipun dirasa sangat umum, tetapi gejala pada setiap individu sangat beragam. Bahkan pada kasusu tertentu, ibu hamil dapat mengalami morning sickness sepanjang hari.

Morning sickness terjadi karena perubahan hormon kehamilan yang bisa terjadi kapan saja, dimana saja, dan dalam keadaan apapun. Akibatnya, seorang wanita yang sedang hamil tidak akan dapat beraktivitas seperti biasa pada trimester pertama ini.

Umumnya, morning sickness yang normal dan mudah diatasi tidak akan berbahaya. Akan tetapi, jika Anda mengalami morning sickness dengan beberapa gejala yang berat, mungkin saja penyebabnya bukan hanya hormon kehamilan. Anda bisa jadi sedang mengalami sindrom hiperemesis gravidarium.

Meskipun demikian,ada fakta mengejutkan terkait efek morning sickness ini. Dari beberapa penelitian yang dilakukan, para ahli menemukan bahwa wanita yang mengalami morning sickness serta sering mual dan muntah di pagi hari selama hamil, memiliki risiko lebih kecil untuk mengalami keguguran.

Jika morning sickness Anda mulai dirasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, sebaiknya konsultasikan segera dengan dokter. Kemungkinan terbesar, dokter akan merekomendasikan suplemen vitamin B6. Juga, konsumsilah suplemen atau makanan yang mengandung vitamin B6, seperti kuning telur, yogurt, dan whole grain.


5. Sering Kencing atau Buang Air Kecil

Keinginan untuk buang air kecil pada ibu hamil biasanya memiliki frekuensi yang lebih sering dibanding pada kondisi tidak hamil. Hal ini terjadi karena ibu hamil seringkali sulit untuk mengontrol kandung kemihnya. Akibatnya, apabila seorang ibu hamil melakukan perjalanan jauh seringkali mendapati ketidaknyamanan dalam mengontrol keinginan untuk buang air kecil.
Bahkan pada kondisi tertentu seperti saat bersin, tertawa dan batuk, seringkali membuat ibu hamil mengompol.
Umumnya, gejala ini terjadi sebelum seorang wanita mengetahui bahwa dirinya sedang hamil. Meningkatnya kebiasaan buang air kecil ini dimulai pada minggu ke-6 kehamilan hingga trimester pertama berakhir. Namun, ada pula yang mulai merasakannya saat usia kehamilan mencapai 12-14 minggu atau lebih. Keadaan ini seringkali membuat ibu hamil gelisah dan bertanya-tanya apakah kondisi ini normal selama kehamilan dan bagaimana solusinya.

Keinginan untuk buang air kecil tersebut sebenarnya terjadi karena seorang ibu hamil mengalami penekanan pada kandung kemihnya sehingga urine yang tersimpan menjadi lebih sedikit. Akibatnya, seorang ibu hamil biasanya akan kesulitan untuk menahan atau menghentikan aliran urine tersebut sehingga keinginan untuk buang air kecil terjadi lebih sering.

Meskipun demikian, keinginan untuk buang air kecil yang terlalu sering mungkin akan membuat sebagian orang menjadi tidak nyaman. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi frekuensi buang air kecil ketika hamil.
  • Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang terlalu banyak mengandung cairan yang memicu terbentuknya air kemih, misalnya minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh.
  • Jika Anda sedang bersin, batuk atau tertawa, sebaiknya silangkan kaki untuk mencegah ngompol, baik ketika duduk atau berdiri.
  • Perbanyak minum pada siang hari dan kurangi pada malam hari. Dengan demikian, Anda tetap dapat memenuhi kebutuhan cairan yang harus Anda konsumsi.
  • Biasakan menuntaskan pengosongan kandung kemih setiap kali Anda buang air kecil.

 

6. Pusing dan Sakit Kepala

Pusing atau sakit kepala memang bisa membuat tidak nyaman bagi setiap orang. Jangankan wanita yang sudah terbiasa pusing, mereka yang jarang pun bisa saja terserang gangguan ini ketika hamil. Umumnya, gangguan pusing dan sakit kepala yang sering dirasakan ibu hamil diakibatkan karena faktor fisik, seperti rasa lelah, mual, lapar, dan tekanan darah yang rendah. Sedangkan penyebab emosionalnya adalah adanya perasaan depresi dan tegang. Selain itu, peningkatan pasokan darah ke seluruh tubuh juga menyebabkan pusing saat ibu hamil berubah posisi badan.

Walaupun sebenarnya sakit kepala ini bukan gangguan yang berat, namun tentu hal ini tetap harus diperhatikan. Oleh karena itu, jika pada trimester ke-2 atau ke-3, Anda sakit kepala untuk pertama kali, baik disertai gangguan penglihatan atau tidak, serta disertai dengan membengkaknya wajah atau tangan, lebih baik segera ke dokter. Bisa jadi, tekanan darah dan urine Anda perlu ditangani untuk melihat adanya kemungkinan keracunan kehamilan (preeclampsia).

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika mengalami pusing atau sakit kepala saat hamil:
  • Jika tiba-tiba saat beraktivitas Anda dilanda rasa pusing dan sakit kepala, cobalah berhenti sejenak dan beristirahat
  • Jika Anda berada di tempat yang pengap, segera cari udara segar.
  • Jika sakit kepala atau pusing mendadak, segera minum air putih atau jus.
  • Jika Anda tidak makan selama 2-3 jam, segeralah mengonsumsi camilan, seperti biskuit dan semacamnya untuk segera menaikkan kadar gula darah Anda.
  • Jika akan mengubah posisi duduk, lakukan secara perlahan-lahan.
  • Hindari perasaan tertekan yang dapat membuat Anda depresi.
  • Jangan melakukan gerakan yang tiba-tiba atau tergesa-gesa. Usahakan untuk tetap tenang dan santai.
Namun bila sakit kepala Anda begitu hebatnya sampai Anda terbangun dari tidur, atau sakit kepala Anda berlangsung selama berhari-hari dan tak kunjung berhenti, segera periksakan diri ke dokter.


7. Rasa Lelah dan Mengantuk yang Berlebihan

Anda yang sedang hamil mungkin akan mudah sekali mengalami kelelahan atau rasa kantuk yang berlebih. Hal itu wajar dan merupakan salah satu tanda-tanda awal kehamilan yang disebabkan oleh meningkatkan kadar hormon progesteron.

Rasa lelah dan mengantuk yang berlebih (fatigue) sebenarnya merupakan tanda-tanda awal kehamilan. Hal ini terjadi karena adanya perubahan-perubahan hormonal. Hal ini juga bisa terjadi akibat kinerja dari beberapa organ vital, seperti ginjal, jantung, dan paru-paru yang semakin bertambah.
Selain itu, Anda juga akan lebih mudah merasa lelah karena menurunnya kadar gula dan tekanan darah.
Namun Anda tidak perlu merasa khawatir, karena yang demikian tidak berpengaruh buruk pada kondisi fisik Anda dan janin dalam kandungan. Jika rasa lelah dan kantuk Anda terasa berlebihan, cobalah beberapa tips berikut:
  • Untuk mengurangi rasa lelah, penuhi kebutuhan karbohidrat sebagai pemasok energi utama.
  • Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks yang mudah dicerna.
  • Bila Anda mengantuk dan bisa istirahat, maka beristirahatlah.
  • Jangan memaksakan diri untuk terus beraktivitas jika tubuh Anda benar-benar terasa lelah. Segeralah beristirahat demi cabang bayi dalam kandungan Anda.
  • Cobalah sesekali berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan masalahnya. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan solusi yang terbaik selama menjalani kehamilan.

 

8. Sembelit atau Konstipasi

Sulit buang air besar atau konstipasi (sembelit) umum dialami oleh seorang ibu hamil. Kondisi ini terjadi karena perubahan hormonal semasa hamil mempengaruhi kerja organ tubuh, termasuk fungsi pencernaan yang cenderung menjadi lambat.

Untuk mengatasi kondisi ini, seorang ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi banyak cairan (minimal 10 gelas sehari) dan mengkonsumsi banyak serat (yang berasal dari sayuran dan buah-buahan yang mengandung banyak air) sekitar 25-30 gram sehari.

Makanan berserat ini umumnya mengandung senyawa prebiotik yang juga membantu mencegah sembelit karena disukai bakteri baik dalam usus. Bakteri baik ini juga ikut berperan dalam mengatur kepadatan tinja agar tidak keras.

Senyawa prebiotik ini banyak terdapat pada biji-bijian atau sereal seperti tepung gandum utuh, sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan semua sayuran berdaun hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, serta produk olahan kedelai, bawang bombai, dan bawang putih.

Selain itu, banyaklah bergerak dengan melakukan aktivitas yang menyehatkan seperti jalan kaki, berenang atau jalan ringan di atas treadmill. Selain tubuh menjadi segar dan sehat, olahraga juga dapat meringankan konstipasi. Disamping itu, Anda juga dapat melakukan senam kegel untuk memperkuat otot dasar panggul, membantu mempermudah pengeluaran tinja, serta nantinya juga dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan.


9. Sering Meludah

Sering meludah atau hipersalivasi merupakan salah satu gejala yang sering terjadi pada ibu hamil. Hal ini terjadi karena pengaruh hormon kehamilan, namun tidak selalu terjadi dalam setiap kehamilan. Peningkatan hipersalivasi ini merupakan suatu kondisi yang tidak biasa yang disebabkan oleh peningkatan keasaman pada mulut dan atau peningkatan enzyme ptyalin, serta peningkatan stimulasi kelenjar air ludah sehingga meningkatkan sekresi air ludah secara berlebih.

Hipersalivasi atau sering meludah ini tidak bisa diobatai dengan obat tertentu. Namun untuk menguranginya, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:
  • Biasakan membersihkan mulut dengan menggunakan sikat gigi yang lembut dengan pasta gigi yang sesuai dan gunakan penyegar mulut beberapa kali dalam sehari.
  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan hindari makanan yang banyak mengandung tepung.
  • Perbanyak minum air putih (sering minum walaupun sedikit-sedikit) sehingga tidak mengalami dehidrasi.
  • Jika memungkinkan, kulumlah sebutir permen atau kunyahlah permen karet tanpa gula.

 

10. Mengidam

Seorang ibu hamil seringkali tanpa alasan yang jelas mendadak sangat menginginkan makanan tertentu, yang sebelumnya mungkin bukan merupakan makanan favoritnya. Atau sebaliknya, tiba-tiba menjadi tidak tahan dengan makanan yang selama ini justru merupakan makanan kegemarannya. Itu artinya Anda sedang mengidam.

Mengidap seringkali digambarkan dengan keadaan ibu hamil yang menginginkan sesuatu yang aneh. Mengidam, apabila dipandang dari segi emosi, adalah keadaan yang tidak stabil pada ibu hamil yang dipengaruhi oleh perubahan hormonal, perubahan fisik, dan psikis pada ibu hamil.

Meskipun demikian, sampai saat ini penyebab mengidam pada ibu hamil tidak dapat dijelaskan secara pasti. Meskipun secara ilmu medis tidak mendapatkan penempatan khusus, akan tetapi fenomena mengidam di masyarakat seakan telah mendapatkan perhatian ketika masa kehamilan. Istilah mengidam seakan telah sepaket dengan masa kehamilan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi oleh masyarakat.

Selain itu, mengidam seringkali juga dikait-kaitkan dengan keinginan dari si bayi dalam kandungan. Terlepas dari benar-tidaknya, sebagai makhluk yang bersiap hadir di muka bumi, bayi mungkin sedang iseng ingin mencicipi makanan tertentu di dunia. Lalu, lewat kontak dengan ibunya, ia menyampaikan makanan apa yang hendak dimakannya.


11. Sensitif Pada Bau Tertentu

Jangan kaget jika tiba-tiba Anda menjadi sangat sensitif terhadap bau-bau tertentu sebab sensitivitas pada indra penciuman ini bisa jadi adalah ciri-ciri Anda sedang hamil muda. Bau asap rokok, minyak wangi, dan bawang putih biasanya menjadi bau paling tidak disukai oleh ibu hamil muda. Sebaliknya, ada juga yang tiba-tiba sangat menyukai bau-bau tertentu.

Sensitivitas ini mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan hormonal dalam tubuh Anda. Jika Anda pertama kali hamil, tidak aneh kalau Anda menghindari bau-bau seperti kopi atau aroma lain yang menyengat. Anda juga mungkin akan menemukan beberapa makanan yang biasanya Anda suka tiba-tiba rasanya menjadi aneh.

Banyak wanita mengatakan bahwa indra penciumannya semakin kuat selama kehamilan. Sebuah teori menyatakan bahwa kondisi ini akan membantu Anda menjauhkan diri dari makanan yang mengandung banyak bakteri atau racun alami yang bisa membahayakan janin selama periode penting dalam pertumbuhannya. Sensasi penciuman yang kuat ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.


12. Perubahan Mood (Mood Swing)

Selama hamil, sangat normal apabila calon ibu mengalami mood swing, emosi, dan suasana hati yang naik-turun secara fluktuatif. Sebagian besar ibu hamil mengalaminya. Hanya saja, ada yang ringan dan ada yang ekstrim. Secara internal, penyebabnya adalah perubahan tubuh dan hormonal pada ibu hamil.

Ibu hamil memiliki mood yang mudah berubah-ubah. Bisa saja di satu waktu ibu hamil merasa sangat bahagia, namun beberapa waktu kemudian marah atau menangis hanya karena masalah sepele

Menangis secara berlebihan juga sering terjadi saat masa kehamilan. Hal tersebut biasa terjadi ketika level hormon sedang berada pada puncaknya. Jadi, Anda tidak perlu mengkhawatirkan perubahan mood ini, karena hal ini normal saja. Mood tersebut berubah karena terjadinya perubahan hormon secara drastis di dalam tubuh.

Namun, depresi yang berlebihan saat hamil akan meningkatkan risiko untuk mengalami postpartum. Perubahan mood yang sangat cepat dapat menimbulkan penyakit bipolar disorder, yaitu jenis penyakit psikologis yang ditandai dengan perubahan mood yang sangat ekstrim berupa depresi dan mania.

Jika Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.