Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Cara Mengatasi Jerawat Pada Saat Hamil Muda

Penyebab jerawat dan cara mengatasinya pada saat hamil.

Pada saat Anda sedang hamil, wajar saja jika tubuh Anda mengalami beberapa perubahan, baik di dalam maupun di luar. Ada beberapa perubahan yang tidak begitu menyenangkan dan mengganggu penampilan Anda.

Salah satunya adalah jerawat.

Pada saat hamil, tubuh Anda mengalami banyak perubahan hormonal. Produksi hormon yang berlebihan dapat menyebabkan "ledakan populasi" jerawat pada saat Anda hamil, apalagi jika Anda memang sudah berjerawat sebelum hamil. Dalam kasus tersebut, jerawat yang tumbuh pada saat hamil biasanya lebih parah dibanding biasanya.

Pada saat usia kehamilan masih muda, kadar hormon Anda berfluktuasi. Tubuh Anda mengalami lonjakan kadar hormon yang menyebabkan ketidakseimbangan homonal dan merubah cara tubuh Anda berfungsi.

Akibat lonjakan kadar hormon tersebut, sekresi minyak juga meningkat. Akibatnya, Anda lebih rentan terhadap tumbuhnya jerawat pada saat hamil.


Penyebab banyaknya jerawat pada saat hamil

Ada beberapa hal yang menyebabkan menjamurnya jerawat pada saat hamil. Berikut ini adalah beberapa penyebab jerawat yang paling umum:


1. Ketidakseimbangan hormonal

  • Alasan paling utama menjamurnya jerawat saat Anda sedang hamil adalah karena perubahan kadar hormon dalam tubuh Anda. Pada trimester pertama kehamilan Anda, sekitar minggu keenam, kadar hormon Anda mencapai tingkat tertingginya.
  • Hormon yang mengalami lonjakan terbesar adalah progesteron. Lonjakan progesteron ini membuat kelenjar minyak Anda memproduksi lebih banyak minyak, sehingga menyebabkan tumbuhnya jerawat.
  • Minyak berlebihan yang diproduksi oleh kelenjar ini akan menyumbat pori-pori kulit wajah Anda. Akibatnya, banyak bakteri berkembang di pori-pori tersebut dan mengakibatkan infeksi, sehingga menyebabkan tumbuhnya jerawat.

2. Retensi cairan

  • Pada saat hamil, tubuh Anda juga akan menyimpan lebih banyak cairan.
  • Cairan yang tersimpan dalam tubuh Anda tersebut mengandung racun, yang bisa menyebabkan tumbuhnya jerawat.

3. Rawan jerawat

  • Jika kulit wajah Anda memang rawan jerawat atau memang Anda cenderung lebih mudah jerawatan sebelumnya, kemungkinan besar Anda akan berjerawat lebih banyak pada saat hamil.
  • Atau jika Anda termasuk wanita yang selalu berjerawat sebelum haid, kemungkinan besar Anda juga akan berjerawat ketika hamil.
  • Apabila jerawat tidak tumbuh selama trimester pertama, kemungkinan besar jerawat tidak akan tumbuh selama sisa usia kehamilan Anda hingga persalinan.



Menangani jerawat pada saat hamil

Sebenarnya wajar saja untuk mengalami ledakan populasi jerawat pada saat Anda sedang hamil.

Jerawat pada saat hamil bukanlah masalah kesehatan atau kondisi medis yang serius, melainkan hanyalah suatu kondisi yang akan hilang dengan sendirinya setelah kadar hormon Anda kembali normal.

Salah satu hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menangani jerawat pada saat hamil adalah dengan membiarkannya saja. Anda mungkin tergoda untuk memakai beberapa obat jerawat yang dijual bebas, namun menggunakan sembarang obat sangat tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

Meskipun banyak obat jerawat yang mengiklankan diri bahwa mereka aman untuk ibu hamil, tetap lebih baik menghindarinya. Tetap ada risiko beberapa bahan aktif yang terkandung dalam kosmetik apapun akan membawa efek samping bagi kulit Anda.



Mencegah dan mengurangi jerawat pada saat hamil

Walaupun memang sulit untuk menghindari munculnya jerawat pada saat hamil, namun ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk minimal mencegah dan mengurangi jerawat yang timbul.

Cobalah lakukan tips berikut untuk mengurangi jerawat:


1. Jaga kulit Anda tetap bersih

  • Cara terbaik untuk mencegah dan mengurangi jerawat pada saat hamil maupun tidak adalah dengan menjaga kulit Anda sebersih mungkin.
  • Rawat kulit Anda dengan tepat, alami dan teratur saat Anda sedang hamil untuk mengurangi munculnya jerawat.
  • Gunakan pembersih yang ringan dan bebas deterjen untuk mencuci wajah Anda. Cuci wajah Anda sekali di pagi hari pada saat baru bangun tidur dan sekali di malam hari sebelum Anda tidur. Setiap selesai mencuci wajah, tepuk-tepuk dengan handuk bersih hingga kering. Jangan digosok.
  • Berhati-hatilah ketika mencuci dan membersihkan daerah di sekitar garis rambut dan rahang Anda, karena keduanya adalah daerah yang pori-porinya paling sering tersumbat.
  • Jika rambut Anda berminyak, Anda lebih rentan terhadap jerawat. Pastikan Anda menggunakan sampo yang tepat untuk mencuci rambut Anda. Selain itu, untuk menghindari wajah Anda terpapar sisa-sisa minyak dari rambut Anda, ganti dan cucilah sarung bantal Anda secara teratur. Lakukan hal yang sama terhadap handuk, syal dan topi Anda.

2. Jangan menggosok apalagi memencet jerawat

  • Anda mungkin tergoda untuk memencet jerawat Anda, namun sebenarnya itu hanya akan memperburuk masalah.
  • Pada saat hamil, kulit Anda menjadi ekstra sensitif. Menyentuh atau sekedar menggosok sedikit saja dapat menyebabkan cedera.
  • Kalau Anda menggosok atau mencuci wajah terlalu banyak dan terlalu sering, kelembaban alami kulit Anda akan berkurang. Kalau kelembaban alami kulit Anda berkurang, kelenjar minyak akan memproduksi lebih banyak lagi minyak. Hal tersebut justru semakin mempeparah masalah jerawat Anda.
  • Kalau Anda memencet jerawat, maka bisa menyebabkan bekas permanen pada wajah Anda.

3. Jaga kelembaban kulit wajah Anda

  • Anda mungkin berpikir bahwa kulit wajah Anda terlalu lembab sehingga jerawat mudah tumbuh. Padahal sebaliknya, untuk mengurangi jerawat Anda justru harus melembabkan kulit wajah Anda, jangan membiarkannya kering.
  • Gunakan pelembab yang bebas minyak yang khusus diformulasi untuk kulit berjerawat. Pelembab seperti ini akan membantu mengurangi iritasi pada kulit wajah Anda.
  • Menggunakan pelembab yang tepat akan membantu kulit wajah Anda tetap terhidrasi dan menghindari kulit wajah Anda dari kekeringan. Kulit bisa menjadi kering apabila Anda terlalu sering mencuci wajah dengan air.

4. Perhatikan kandungan produk

  • Sebelum Anda membeli produk perawatan kulit wajah untuk jerawat Anda, pastikan Anda membaca label kandungan pada kemasan produk.
  • Pilihlah produk-produk tertentu yang khusus ditujukan untuk kulit sensitif  dan mudah berjerawat.
  • Semua produk yang berlabel bebas minyak, non-comedogenic atau non-acnegenic secara khusus diformulasi untuk kulit wajah dan kulit kepala berminyak yang rentan jerawat. Gunakan produk pencuci berlabel seperti itu untuk mengurangi jerawat di wajah Anda.

5. Hindari paparan sinar matahari

  • Bila Anda sedang menggunakan obat atau perawatan tertentu untuk mengobati jerawat, kulit wajah Anda biasanya lebih sensitif terhadap sinar matahari. Hindari paparan langsung sinar matahari jika Anda sedang dalam perawatan kulit wajah.
  • Sinar matahari sebenarnya bisa membantu mempercepat keringnya jerawat Anda setelah diobati. Tapi menjemur kulit di bawah sinar matahari juga akan membawa dampak buruk bagi kulit Anda.
  • terkena paparan sinar matahari untuk waktu yang lama akan meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Tidak hanya itu, sinar matahari dapat menyebabkan kulit wajah Anda lebih cepat menua dan menimbulkan pigmentasi, alias kulit menghitam.
  • Untuk menghindari efek samping sinar matahari, gunakan tabir surya yang memiliki kandungan SPF minimal 15. Pastikan juga tabir surya yang Anda gunakan khusus diformulasi untuk kulit sensitif dan berjerawat.

6. Menu makanan sehat dan seimbang

  • Menu makanan yang tepat bisa sangat membantu untuk mengurangi masalah jerawat Anda.
  • Kurangi makan permen, coklat, snack, dll.
  • Gunakan madu sebagai pengganti gula.
  • Kurangi makan makanan yang digoreng. Gorengan sarat dengan lemak tidak sehat (lemak jenuh) yang akan membuat kulit Anda lebih rentan terhadap jerawat.
  • Sertakan lemak sehat dalam menu makanan Anda sehari-hari. Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak sehat antara lain kacang almond, alpukat dan ikan salmon.
  • Selain itu, perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Utamakan yang berwarna hijau, kuning, oranye dan merah.
  • Apa pun yang Anda makan, pastikan itu aman untuk kondisi kehamilan Anda. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

7. Perbanyak asupan vitamin A

  • Vitamin A sangat membantu menjaga kesehatan kulit Anda dan mencegah wabah jerawat.
  • Hati-hati, jangan kelebihan vitamin A sebab dapat membawa efek negatif pada bayi dan menyebabkan komplikasi kelahiran.
  • Sumber makanan alami yang mengandung vitamin A adalah wortel, ikan, susu dan telur.
  • Jangan mengkomsumsi produk suplemen vitamin A apapun kecuali dokter Anda yang meresepkannya.

8. Tetap terhidrasi

  • Pada saat hamil, sangat penting untuk tetap terhidrasi sebab Anda lebih mudah kekurangan cairan selama periode kehamilan Anda. Jika Anda tidak terhidrasi dengan baik, maka kulit Anda akan lebih mudah menjadi kering sehingga lebih rentan terhadap jerawat.
  • Minumlah minimal delapan sampai sepuluh gelas air putih setiap hari. Anda juga bisa menambah beberapa gelas jus buah atau jus sayuran segar.
Menjamurnya jerawat adalah hal yang normal pada saat hamil. Wanita yang kulitnya memang rentan jerawat, biasanya akan menderita jerawat yang parah pada saat hamil jika tidak dicegah dengan tepat.

Kalau Anda senang membaca buku bagus tentang perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.