Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Tips Hamil Dengan Rahim Retrofleksi (Terbalik)

Tips cara cepat hamil dengan letak posisi rahim retrofleksi, atau rahim yang terbalik -

Letak posisi normal rahim adalah lurus, baik di bagian atas atau bawahnya.

Meskipun demikian, terkadang ada wanita yang posisi rahimnya agak sedikit menekuk ke belakang, ke arah bagian belakang panggul.

Hal seperti ini kadang terjadi selama proses wanita menuju dewasa, dimana rahim tidak mengambil tempat ke posisi yang tepat, atau disebabkan oleh proses persalinan sebelumnya.

Bisa juga akibat adanya masalah kesehatan, seperti endometriosis.

Seringkali seorang wanita bahkan tidak tahu-menahu bahwa rahimnya berposisi retrofleksi.

Tapi pada beberapa wanita lainnya, rahim retrfoleksi menimbulkan gejala seperti nyeri selama haid atau pada saat bercinta, nyeri saluran kemih dan masalah lainnya yang terkait kesuburan.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Tips Hamil Dengan Posisi Letak Rahim Retrofleksi (Terbalik)


Penyebab posisi rahim retrofleksi

Kondisi rahim retrofleksi atau menekuk ke belakang terjadi pada sekitar 20% populasi wanita.

Hal ini bisa disebabkan oleh sejumlah masalah kesuburan, seperti penyakit radang panggul, endometriosis atau pernah menjalani operasi panggul.

Sebagian besar penyandang rahim retrofleksi adalah wanita yang pernah melahirkan beberapa orang anak sebelumnya (lebih dari satu) atau mungkin sudah lebih berumur.

Hal-hal di atas merupakan faktor yang menyulitkan kehamilan, sama halnya dengan endometriosis. Jadi, penyandang rahim retrofleksi kebanyakan seringkali memang sudah sulit untuk hamil (lagi), terlepas dari kondisi posisi rahimnya yang kurang normal.


Gejala atau tanda-tanda rahim Retrofleksi

Anda tidak akan melihat atau merasakan tanda-tanda bahwa letak posisi rahim Anda terbalik atau retrofleksi sebelum Anda hamil.

Namun ada beberapa gejala yang bisa diamati pada trimester pertama kehamilan:
  • Sakit punggung. Ada kemungkinan bahwa rahim retrofleksi bisa menyebabkan rasa sakit pada punggung (meskipun sakit punggung juga merupakan gejala umum di setiap kehamilan).
  • Kesulitan buang air kecil. Beberapa dokter mengatakan bahwa dalam kasus yang sangat jarang, jika rahim Anda tumbuh terbalik, maka rahim bisa saja menekan kandung kemih sehingga membuat Anda sulit untuk buang air kecil. Yang bisa Anda lakukan adalah, cobalah memposisikan tubuh agak condong bersandar ke belakang ketika Anda buang air kecil untuk mengurangi tekanan rahim terhadap kandung kemih. Jika Anda tidak nyaman dengan posisi ini atau tetap mengalami kesulitan saat buang air kecil, dokter mungkin bisa memanipulasi rahim Anda secara manual untuk memudahkan Anda buang air kecil.
  • Sulit menemukan letak bayi Anda. Ada kemungkinan kecil dokter Anda mungkin lebih sulit untuk menemukan bayi Anda dengan menggunakan USG transabdominal, yaitu jenis USG yang menggunakan semacam stik yang ditempelkan di perut Anda. Namun dokter bisa menggunakan USG transvaginal (memasukkan sebuah tongkat ultrasound melalui bagian atas vagina Anda) untuk memantau posisi janin dalam kandungan Anda.
Kabar baiknya, dampak negatif dari rahim retrofleksi akan hilang pada trimester kedua kehamilan tanpa Anda harus melakukan apapun.

Ketika bayi Anda tumbuh pada trimester pertama, rahim mengembang dalam rongga panggul, tetapi memasuki usia kehamilan minggu ke-12 sampai minggu ke-13, rahim Anda keluar dari panggul ke perut Anda untuk mengakomodasi bayi Anda yang sedang tumbuh.

Pada titik ini, posisi rahim biasanya akan kembali normal.


Apa yang bisa dilakukan jika letak posisi rahim Anda retrofleksi (terbalik)?

Kemandulan biasanya bukanlah disebabkan oleh posisi rahim yang terbalik, kecuali apabila tidak ada masalah lainnya. Dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat apakah Anda memiliki rahim yang retrofleksi, berikut scan USG untuk memverifikasi temuannya.

Kadang-kadang penyandang rahim retrofleksi sulit hamil bukan karena posisi rahimnya, melainkan karena rasa nyeri dan tidak nyaman yang dia rasakan saat bercinta.

Jika Anda mau, dokter bisa membetulkan letak rahim, jika Anda dan dokter Anda berpikir bahwa posisi rahim Anda yang menjadi masalah kesuburan bagi Anda.

Meskipun demikian, operasi mengembalikan posisi rahim sangat jarang dilakukan karena biasanya seiring waktu kondisi ini akan membaik dengan sendirinya.


Pijat kesuburan untuk membetulkan letak rahim

Pijat kesuburan adalah teknik yang bagus untuk Anda coba, dengan berfokus pada daerah pinggul bawah dan uterus (rahim).

Anda bisa mempelajari pijat kesuburan ini untuk dilakukan sendiri, atau memanfaatkan jasa profesional yang terlatih di bidang pijat kesuburan untuk bisa memperoleh kembali rahim yang berfungsi optimal.


Posisi bercinta untuk penyandang rahim retrofleksi

Biasanya rahim retrofleksi bukanlah masalah besar dalam upaya pasangan untuk bisa hamil.

Agar lebih nyaman, cobalah mengganjalkan bantal pada bagian bokong ketika Anda sedang bercinta dengan posisi misionaris.

Dengan posisi seperti itu, maka akan membantu sperma sampai ke tujuannya, yaitu membuahi sel telur.

Tips lain yang bisa Anda coba adalah dengan berbaring selama sekitar 30 menit setelah berhubungan intim, jangan langsung bangkit dan berjalan. Hal ini juga dapat membantu sperma sampai ke tempat tujuannya.

Dr. Rosdiana Ramli juga menganjurkan bagi penyandang rahim retrofleksi untuk bercinta dengan posisi merangkak (do*gy st*le) dengan penetrasi dari arah belakang. Tujuannya sama, yaitu membantu sperma untuk lebih mudah membuahi sel telur.

Baca lebih lengkap mengenai Posisi Bercinta Yang Membantu Cepat Hamil.

Jika Anda merasa sakit pada saat menstruasi atau bercinta, mintalah dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat apakah ada penyakit seperti endometriosis atau radang panggul yang mungkin dapat menyebabkan rasa sakit tersebut.

Posisi rahim Anda tidak akan menyebabkan rasa sakit.

Jika Anda adalah penyandang rahim retrofleksi, waspadalah terhadap gejal-gejala berikut:
  • Nyeri panggul;
  • Sakit saat berhubungan intim (dyspareunia);
  • Nyeri saat menstruasi (dysmenorrhea);
  • Infeksi saluran kencing;
  • Masalah kesuburan lainnya.

Bisakah hamil dengan rahim retrofleksi?

Pembuahan di dalam rahim berhubungan dengan kemampuan sperma bergerak dan berenang, lendir serviks Anda pada saat sperma dilepaskan, dan beberapa faktor lainnya. Bukan dari posisi rahim Anda.
Bahkan, rahim retrofleksi hanyalah dianggap sebagai variasi anatomi normal, seperti warna mata atau rambut.

Pada kebanyakan wanita, posisi rahimnya sedikit miring ke depan (anteversi/antefleksi) condong ke arah kandung kemih, sedangkan pada beberapa wanita lainnya, rahimnya miring ke belakang (retroversi/retrofleksi), ke arah tulang panggul.
Kondisi rahim retrofleksi ini sering membaik dengan sendirinya dan sama sekali tidak mempengaruhi kemampuan Anda untuk bisa hamil.
Tidak diperlukan pengobatan tertentu untuk kondisi rahim retrofleksi. Yang perlu diwaspadai adalah kondisi lainnya yang menyebabkan nyeri saat menstruasi atau saat berhubungan intim, seperti endometriosis atau radang panggul.


Adakah faktor risiko dari posisi rahim retrofleksi selama masa kehamilan?

Jika Anda mengalami kesulitan buang air kecil pada trimester pertama, Anda bisa jadi berisiko terkena infeksi saluran kemih (ISK), karena urin mengumpul dan menjadi sasaran empuk bagi bakteri untuk berkembang.

Jadi, waspadailah gejala ISK lainnya, termasuk nyeri atau perasaan terbakar saat buang air kecil, atau nyeri di perut bagian bawah. Pastikan untuk memberitahu dokter sehingga dia bisa meresepkan antibiotik kehamilan yang aman.


Pengaruh posisi rahim terbalik pada saat melahirkan

Beberapa wanita bertanya-tanya apakah memiliki rahim terbalik atau retrofleksi bisa menyebabkan komplikasi pada saat melahirkan atau harus menjalani persalinan dengan operasi caesar?

Kemungkinannya sangat kecil.

Setelah trimester pertama, rahim Anda sudah tumbuh begitu besar sehingga tidak akan condong/miring ke salah satu arah. Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi, posisi rahim terbalik memang dapat menyebabkan punggung sakit, kesulitan saat melahirkan atau rahim terkurung (rahim terperangkap di panggul, bukannya terlihat muncul di perut), tapi tidak akan menyebabkan komplikasi atau mengharuskan Anda menjalani operasi caesar..


Bagaimana letak posisi rahim setelah melahirkan?

Setelah Anda melahirkan, letak posisi rahim Anda tergantung pada beberapa faktor, termasuk seberapa jauh ligamen Anda telah membentang selama kehamilan atau berapa banyak kenaikan berat badan Anda (berat badan ekstra akan menekan rahim dan dapat mempengaruhi posisinya setelah melahirkan).

Tetapi jika rahim Anda ternyata kembali ke posisi retrofleksi, itu kemungkinan besar tidak akan berdampak pada kesuburan Anda atau kemampuan Anda untuk hamil lagi.

Jika Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.