Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Program Hamil Bayi Tabung Atau In Vitro Fertilization (IVF)

Apa yang dimaksud dengan program hamil bayi tabung? Bagaimana prosedur bayi tabung? Berapa lama program bayi tabung dijalankan? Bagaimana peluang kesuksesan progam bayi tabung? Apa kelebihan dan kekurangan program hamil bayi tabung? Berapa biaya program hamil bayi tabung?

In Vitro Fertilization (IVF) adalah program reproduksi buatan dimana sperma dan sel telur disatukan di laboratorium, bukan di dalam rahim wanita.

Apabila pembuahan berhasil, embrio yang dihasilkan akan dipindahkan kembali ke dalam rahim wanita, dimana embrio akan tumbuh menjadi bayi.

Program hamil bayi tabung adalah prosedur kehamilan buatan yang paling banyak digunakan oleh pasangan yang sulit hamil.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Program Hamil Bayi Tabung Atau In Vitro Fertilization (IVF)

Bagaimana program hamil bayi tabung dapat membantu Anda?

Program hamil bayi tabung bisa membantu Anda untuk bisa hamil jika Anda memiliki masalah yang berkaitan dengan ovulasi atau kualitas telur yang buruk, tuba falopi tersumbat atau endometriosis, juga apabila pasangan pria Anda bermasalah dengan kualitas sperma atau kesulitan ereksi.

Program hamil bayi tabung juga bisa menjadi pilihan jika dokter Anda tidak menemukan masalah dengan kesuburan Anda (ini disebut sebagai "kemandulan yang tidak bisa dijelaskan") atau jika perawatan lainnya tidak berhasil.


Siapa yang membutuhkan program hamil bayi tabung?

Program hamil bayi tabung biasanya direkomendasikan bagi pasangan yang mengalami masalah kesuburan berikut:
  • Jika saluran tuba pasangan wanita tersumbat atau rusak, atau adanya masalah lain dimana IVF telah diputuskan sebagai satu-satunya cara untuk membantu Anda agar bisa hamil.
  • Jika pasangan pria bermasalah dengan spermanya.
  • Jika Anda telah mencoba obat kesuburan, seperti clomiphene, atau perawatan kesuburan lain, namun tidak berhasil.
  • Jika Anda belum hamil setelah menjalani program hamil alami selama setidaknya dua tahun dan penyebabnya belum ditemukan untuk menjelaskan mengapa Anda belum juga hamil.


Prosedur-prosedur dalam program bayi tabung

Prosedur program hamil bayi tabung atau IVF kira-kira seperti ini:
  • Stimulasi ovarium. Selama 8 hingga 14 hari sebelum siklus menstruasi Anda dimulai, Anda diberikan gonadotropin, sejenis obat kesuburan yang merangsang ovarium Anda untuk memproduksi beberapa sel telur matang (bukan hanya satu) untuk dibuahi. Anda juga akan diberikan hormon sintetis seperti leuprolide atau cetrorelix untuk mencegah tubuh Anda melepaskan sel telur terlalu dini.
  • Perkembangan folikel. Sambil mengkonsumsi obat-obat tersebut, Anda akan menjalani pemeriksaan kadar hormon dan pengecekan  ultrasound terhadap kondisi ovarium Anda setiap dua atau tiga hari sekali. Dengan demikian, dokter dapat memantau perkembangan folikel (kantung berisi cairan tempat matangnya sel telur).
  • Suntikan pemicu. Ketika folikel sudah siap, Anda akan diberikan suntikan yang memicu telur untuk matang sepenuhnya dan siap dibuahi. Sekitar 36 jam setelah disuntik, telur Anda siap untuk diambil.
  • Mengumpulkan sel telur. Dokter akan memberi Anda obat bius dan memasukkan probe USG melalui vagina Anda untuk memeriksa ovarium dan folikel Anda. Sebuah jarum tipis kemudian dimasukkan melalui dinding vagina untuk mengambil telur dari folikel. Jumlah telur yang diambil bervariasi, antara 8 hingga 15. Anda mungkin mengalami sedikit kram dan bercak selama beberapa hari sesudah prosedur ini, tetapi akan membaik setelah 1 atau 2 hari.
  • Pembuahan. Seorang embriolog (seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam bidang sel telur, sperma dan embrio) akan memeriksa telur Anda sebelum menyatukannya dengan sperma pasangan Anda dan diinkubasi selama semalam. Pembuahan biasanya terjadi selama prosedur ini, namun telur yang tidak normal bisa dapat dibuahi.
  • Mengembangkan embrio. Tiga hari setelah telur diambil, beberapa telur yang berhasil dibuahi berkembang menjadi embrio bersel 6 hingga 10. Pada hari kelima, beberapa embrio tersebut akan menjadi blastocysts dengan rongga berisi cairan dan jaringan yang mulai memisah masing-masing menjadi plasenta dan bayi.
  • Memilih embrio. Embriolog akan memilih embrio yang paling layak untuk ditanam kembali ke dalam rahim Anda, pada hari ketiga hingga kelima sejak pengambilan telur. Embrio yang berlebih, jika ada, dapat dibekukan dan digunakan untuk siklus IVF berikutnya.
  • Menanamkan embrio. Tergantung pada usia Anda dan hasil diagnosis, dokter akan menanam satu hingga lima embrio dalam rahim Anda dengan memasukkan tabung tipis (kateter) melalui leher rahim Anda. Anda mungkin akan merasakan kram ringan, tetapi Anda tidak perlu dibius.
  • Implantasi sukses. Jika berhasil, embrio yang ditanamkan pada dinding rahim Anda akan terus berkembang menjadi bayi. Perlu diingat bahwa jika lebih dari satu embrio yang ditanamkan, peluang Anda untuk hamil lebih besar, demikian juga peluang untuk hamil bayi kembar. Sekitar 20 persen bayi yang lahir melalui program bayi tabung adalah kembar dua, kembar tiga, atau lebih.
Anda dapat melakukan tes kehamilan sekitar dua minggu setelah embrio ditanamkan di dalam rahim Anda.


Berapa lama dibutuhkan untuk menyelesaikan satu siklus program bayi tabung (IVF)?

Dibutuhkan sekitar empat sampai enam minggu untuk menyelesaikan satu siklus IVF.
Anda perlu menunggu beberapa minggu agar telur Anda menjadi matang.

Kemudian Anda dan pasangan Anda akan berada di klinik selama seharian untuk menjalani prosedur pengambilan telur dan sperma.

Tiga atau lima hari kemudian, embrio (apabila pembuahan berhasil) harus ditanamkan kembali ke dalam rahim Anda.

.

Bagaimana tingkat keberhasilan program bayi tabung (IVF)

Hasil dari program hamil bayi tabung bervariasi, tergantung pada kondisi kesuburan dan usia pasangan.

Wanita yang usianya lebih muda biasanya memiliki telur yang sehat dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi.

Berdasarkan data, persentase program bayi tabung yang menghasilkan kelahiran hidup adalah sekitar:
  • 41 persen pada wanita berusia dibawah 35 tahun.
  • 31 persen untuk wanita berusia antara 35-37 tahun.
  • 22 persen untuk wanita berusia antara 38-40 tahun.
  • 12 persen untuk wanita berusia antara 41-42.


Kelebihan program hamil bayi tabung (IVF)

  • Track record yang sukses. IVF adalah teknologi reproduksi buatan tertua (sudah ada dan berkembang sejak 1978). IVF telah digunakan cukup lama bagi para peneliti untuk melakukan studi kesehatan lanjutan pada anak-anak yang dikandung dan lahir melalui metode ini. Sejauh ini, tidak ada masalah medis yang terkait dengan prosedur ini.
  • Tidak terkait dengan kanker. Tadinya sempat ada kekhawatiran mengenai resiko kanker ovarium karena paparan obat-obatan yang digunakan selama proses bayi tabung. Namun, studi terbaru menunjukkan tidak adanya hubungan antara obat kesuburan yang menstimulasi ovulasi dan kanker.
  • Perkembangan teknologi. Para peneliti terus menyempurnakan dan memperbaiki prosedur bayi tabung.


Kekurangan program hamil bayi tabung (IVF)?

  • Memakan banyak waktu dan biaya. Pembuahan sel telur di luar tubuh Anda membutuhkan aktivitas laboratorium dan obat-obatan yang mahal. Pemeriksaan respons tubuh Anda terhadap obat kesuburan yang diberikan juga menghabiskan banyak waktu, karena Anda harus sering pergi ke dokter untuk tes darah dan USG.
  • Kemungkinan kembar. Karena lebih dari satu embrio yang ditanamkan di dalam rahim Anda, peluang Anda memiliki anak kembar adalah sekitar 20 persen. Meskipun banyak pasangan menganggap ini adalah hal baik dan bukan suatu kekurangan, adanya lebih dari satu janin dalam kandungan akan meningkatkan resiko keguguran dan komplikasi lain, seperti persalinan prematur.
  • Resiko kehamilan ektopik. Wanita yang mengalami kesulitan hamil beresiko lebih tinggi untuk mengalami kehamilan ektopik, terlepas dari cara mereka hamil. Dan semua teknologi reproduksi buatan, termasuk bayi tabung, juga meningkatkan resiko kehamilan ektopik ini. Kehamilan ektopik terjadi ketika embrio tertanam di tuba falopi atau rongga perut, bukan di rahim. Kondisi ini ditangani dengan obat methotrexate atau dengan bedah pengangkatan embrio untuk mencegah luka parah pada ibu.
  • Resiko sindrom hiperstimulasi ovarium (Ovarian Hyperstimulation Syndrome = OHSS). OHSS bisa terjadi ketika tubuh wanita merespon terlalu berlebihan terhadap obat kesuburan dan menghasilkan terlalu banyak telur. Sekitar 10 sampai 20 persen dari wanita yang mengkonsumsi gonadotropin, mengembangkan OHSS ringan, yaitu sebuah kondisi yang ditandai dengan kenaikan berat badan dan perasaan kembung. Beberapa wanita juga mengalami sesak napas, pusing, nyeri panggul, mual, dan muntah. Jika Anda menderita OHSS, ovarium Anda membengkak hingga beberapa kali ukuran normalnya dan menghasilkan cairan yang menumpuk di rongga perut Anda. Biasanya ini sembuh sendiri dengan pemantauan ketat oleh dokter dan istirahat. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, OHSS dapat mengancam nyawa dan Anda mungkin harus dirawat di rumah sakit untuk pemantauan lebih intensif dan menjalani pengobatan.
  • Potensi komplikasi pada bayi. Bayi yang dikandung dengan bantuan teknologi reproduksi buatan, seperti bayi tabun, lebih cenderung untuk lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah. Mereka juga sedikit lebih beresiko untuk menderita cacat lahi. Tetapi para ahli belum yakin, apakah ini terjadi memang sebagai akibat dari prosedur bayi tabung, atau ada faktor lain yang sejak semula sudah menjadi penyebab kemandulan pada wanita.
  • Kemungkinan gagal. 20 persen dari mereka yang menjalani program bayi tabung, dibatalkan sebelum telur diambil. Ini terjadi biasanya karena folikel tidak cukup berkembang. Alasan lain untuk dilakukannya pembatalan adalah apabila wanita beresiko untuk menderita OHSS.


Apa yang bisa Anda lakukan selama menjalani program hamil bayi tabung?

Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan program bayi tabung Anda dengan cara:
  • Berusaha mencapai berat badan yang sehat sebelum Anda menjalani program bayi tabung (IVF). IVF lebih berpeluang sukses jika indeks massa tubuh (Body Mass Index = BMI) Anda adalah antara 19 hingga 30.
  • Hentikan alkohol. Minum alkohol akan mengurangi efektivitas IVF.
  • Berhenti merokok (termasuk pasangan Anda!). Merokok mengurangi tingkat keberhasilan program bayi tabung.
  • Mengurangi konsumsi kafein Anda.
Peluang Anda untuk sukses menurun seiring jumlah IVF gagal yang Anda lakukan.

Jadi, jika Anda belum juga hamil setelah tiga kali menjalani program bayi tabung, sudah saatnya Anda menerima kenyataan bahwa program bayi tabung bukan untuk Anda.

Jika Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.