Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Pengaruh Kista Terhadap Kehamilan dan Kesuburan

Apakah wanita penyandang kista bisa hamil? Apa pengaruh kista terhadap kesuburan wanita? -

Setiap wanita yang terdiagnosis menyandang kista pasti akan langsung waspada. Akan begitu banyak pertanyaan di dalam kepalanya. Terutama ketika ia ingin hamil.

Pastinya ia akan penasaran, apakah kista akan mempengaruhi kesuburan dan kehamilannya?

"Apakah kista akan mempengaruhi kesuburan saya? Apa saja pengaruhnya? Apakah kista akan menyebabkan komplikasi apabila saya hamil? Amankan operasi mengangkat kista? Amankah operasi kista apabila dilakukan dalam keadaan hamil?"

Seperti itu kira-kira pertanyaan yang berkelebat dalam pikiran seorang wanita penyandang kista.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Pengaruh Kista Terhadap Kehamilan dan Kesuburan

Pengaruh Kista Terhadap Kesuburan

Sebagian besar kista yang berkembang di ovarium wanita adalah kista fungsional, yang berarti bahwa itu adalah jenis kista yang tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan. Jenis kista ini tidak banyak menganggu kesuburan seorang wanita.

Meskipun demikian, kista tentu saja dapat mengganggu proses ovulasi.

Ovulasi adalah siklus di mana folikel melepaskan sel telur yang telah matang melalui tuba fallopi ke dalam rahim. Salah satu faktor utama masalah kemandulan pada wanita adalah apabila terdapat gangguan terhadap proses ovulasi ini.

Dari berbagai jenis kista ovarium, ada dua jenis yang dapat menyebabkan kemandulan, yaitu Endometriosis dan kista yang terbentuk akibat PCOS.


Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit dimana apabila jaringan yang seharusnya tumbuh di rahim (jaringan yang disebut sebagai endometrium), malah tumbuh di luar rongga rahim.

Apabila jaringan endometrium ini terbentuk di ovarium, maka tubuh wanita sulit untuk memproduksi sel telur yang sehat dan subur.

Endometriosis juga mengurangi kesuburan wanita sebab ia merangsang pembentukan jaringan parut yang mengganggu tuba fallopi untuk bisa berfungsi normal.

Endometriosis juga bisa mencegah pembuahan ketika sel-sel endometriosis mengeluarkan zat yang bisa menghalangi interaksi antara sperma dan sel telur.

Selain itu, ada disfungsi hormonal lainnya yang menyertai penyakit ini yang dapat menyebabkan implantasi embrio lemah sehingga dapat menyebabkan keguguran.

Endometriosis biasanya menjangkiti wanita berusia antara 25-40 tahun.

Penanganan Endometriosis

Untuk menangani endometriosis, ovulasi harus diblokir atau menstruasi dihentikan selama empat sampai enam bulan. Prosedur bedah, seperti laparoskopi, juga dapat dilakukan untuk memberantas endometriosis.


PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

PCOS terjadi ketika ada ketidakseimbangan dalam hormon reproduksi wanita. Akibatnya, ovarium tidak menghasilkan hormon yang diperlukan agar folikel melepaskan telur yang sudah matang.

Karena periode menstruasi menjadi jarang atau tidak teratur, maka PCOS mengurangi "jatah" ovulasi yang akan dialami wanita seumur hidupnya, dengan demikian penyakit ini mengurangi peluang terjadinya pembuahan dan kehamilan.

Salah satu gejala PCOS adalah pendarahan menstruasi berat yang bisa mengarah pada berkembangnya polip endometrium dan dapat menyebabkan masalah lain pada tingkat lapisan endometrium sehingga menyulitkan proses implantasi embrio.

Mengatasi PCOS

Pengobatan terhadao PCOS antara lain minum obat hormonal (obat kesuburan) untuk merangsang ovulasi. Perlu dicatat bahwa PCOS adalah penyebab utama infertilitas pada wanita.


Pengaruh Kista Terhadap Kehamilan

USG merupakan salah satu bagian rutin dari pemeriksaan kehamilan.

Biasanya kista ovarium terdeteksi dan terdiagnosis pada saat proses USG ini. Umumnya, menyandang kista tidak akan membahayakan bayi terutama jika kista tersebut kecil, yaitu yang diameter dibawah 5cm. Setelah terdeteksi, dokter mungkin hanya akan memantau perkembangannya.

Kista corpus leutal sangat normal terjadi selama kehamilan, dimana kista ini tidak menimbulkan gejala apapun dan biasanya mulai menyusut pada sekitar minggu ke-10 usia kehamilan dan akan menghilang pada sekitar minggu ke-16 usia kehamilan.

Kista kecil  yang ditemukan selama kehamilan biasanya dibiarkan saja sampai setelah melahirkan. Namun, jika ukuran kista ovarium lebih dari 7cm, mungkin perlu diangkat.

Kista besar dapat menyebabkan nyeri parah pada ibu hamil dan juga dapat mengganggu posisi kepala bayi pada akhir masa kehamilan. Jika kista diduga akan menjadi ganas atau kanker, maka prosedur operasi biasanya menjadi pilihan. Demikian juga jika ada ancaman komplikasi seperti kista pecah, atau jika ukuran kista cenderung menimbulkan masalah pada kehamilan.

Operasi laparoskopi merupakan prosedur yang aman dan efektif yang dapat dilakukan tanpa menimbulkan dampak apapun pada bayi.

Laparoskopi dapat dilakukan setiap saat selama kehamilan. Meskipun umumnya aman, namun tetap masih membawa sedikit resiko keguguran yang perlu menjadi bahan pertimbangan apabila dibandingkan dengan resiko membiarkan kista sementara waktu selama kehamilan, dan melakukan operasi setelah bayi dilahirkan.

Kalau Anda atau pasangan Anda senang membaca buku bagus seputar tips cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak ulasan kami mengenai buku laris Panduan Cara Cepat Hamil.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.