Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Laparoskopi Untuk Memeriksa Kesuburan

Apa itu yang dimaksud dengan laparoskopi? Bagaimana laparoskopi diterapkan berkaitan dengan pemeriksaan dan perawatan kesuburan? -

Laparoskopi adalah prosedur pembedahan dengan menyisipkan instrumen teleskopik mini melalui sebuah sayatan kecil di sekitar pusar wanita.

Prosedur ini memungkinkan dokter untuk melihat dan mengamati organ-organ di dalam perut dan panggul termasuk daerah rahim, saluran tuba fallopi dan ovarium.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Laparoskopi Untuk Memeriksa Kesuburan

Bagaimana laparoskopi diterapkan pada wanita dengan masalah kesuburan?

Prosedur ini memungkinkan dokter untuk menemukan apakah ada cacat atau kondisi medis lain seperti jaringan parut, endometriosis, tumor fibroid dan kelainan lainnya pada rahim, saluran tuba fallopi dan ovarium.

Jika ada kelainan yang ditemukan, maka seringkali dapat diatasi dengan prosedur laparoskopi dengan memasukkan instrumen tambahan yang biasanya disisipkan diatas rambut kemaluan, di perut bagian bawah.

Karena faktor biaya dari laparoskopi, maka seharusnya prosedur ini tidak menjadi pilihan tes pertama bagi pasangan yang ingin menjalani tes kesuburan. Secara umum, analisa air mani, hysterosalpingogram, pemeriksaan ovarium dan pengecekan ovulasi harus dilakukan terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan laparoskopi.

Sebagai contoh, jika seorang wanita memiliki masalah ovulasi yang nyata atau pasangan prianya memiliki cacat sperma yang parah, maka laparoskopi tidak akan banyak memberikan informasi tambahan yang berguna yang bisa membantu mereka hamil.

Klinik-klinik kesuburan tidak lagi banyak melakukan diagnosa dengan laparoskopi saat ini, dibanding pada tahun 1980-an dan 1990-an. Sebagian besar, ini disebabkan karena kemajuan besar dalam teknologi IVF dan tingkat keberhasilan dari prosedur IVF tersebut yang cukup baik.

Tentu saja, sebagian wanita bisa menemukan dan memperbaiki masalah kesuburan mereka melalui prosedur laparoskopi, yang mana masalah tersebut mungkin tidak bisa ditemukan dan diatasi dengan tes lainnya. Namun, pada sebagian besar kasus, laparoskopi tidak secara signifikan dapat mengubah kondisi kesuburan wanita atau pria.


Laparoskopi dilakukan untuk memeriksa, mengidentifikasi dan mengevaluasi hal-hal berikut:

  • Pemeriksaan tuba dan ovarium.
  • Endometriosis.
  • Identifikasi adhesi.
  • Pemeriksaan rahim.
  • Inspeksi usus buntu, usus besar, kandung empedu, hati, dan rongga perut bagian atas.


Laparoskopi laser

Banyak gangguan panggul dapat diobati dengan aman dan bahkan kondisi panggul yang paling terdistorsi sekalipun dapat direkonstruksi ulang menggunakan laparoskopi operatif (laser).


Keuntungan dari prosedur laparoskopi adalah sebagai berikut:

  • Laparoskopi hanya melibatkan sayatan kecil sehingga tidak banyak menyebabkan ketidaknyamanan pasca operasi dan waktu pemulihannya pun relatif cepat.
  • Tidak banyak membentuk adhesi.
  • Tidak perlu rawat inap di rumah sakit.

Prosedur yang seringkali dilakukan dengan laparoskopi operatif:

  • Menghilangkan jaringan parut di sekitar tuba dan ovarium (salpingolysis dan / atau ovariolysis) dan membuka sumbatan pada tuba (tuboplasty).
  • Mengangkat kista ovarium dan endometrioma dengan merekonstruksi ovarium ke keadaan normal dan fungsional.
  • Menghilangkan endometriosis termasuk menyembuhkan penyakit usus atau saluran kemih stadium tiga atau empat. Hal ini sering dilakukan menggunakan pendekatan multidisiplin dengan dokter bedah usus dan urolog.
  • Menghilangkan fibroid rahim dengan merekonstruksi rahim ke keadaan normal dan fungsional.
  • Mengatasi kehamilan ektopik.
  • Pembedahan usus buntu.
  • Histerektomi lengkap yang dilakukan secara laparoskopi.


Komplikasi laparoskopi

Resiko komplikasi yang terkait dengan laparoskopi antara lain kerusakan struktur pada daerah panggul seperti kandung kemih, ureter, usus dan pembuluh darah. Kecelakaan operasi berupa sayatan yang lebih besar dari seharusnya bisa saja terjadi, walaupun sangat jarang.

Setiap operasi beresiko terjadinya komplikasi yang terkait anestesi atau resiko lain yang berhubungan dengan infeksi pasca operasi, seperti infeksi kulit pada daerah sayatan. Untungnya, semua resiko komplikasi ini sangat jarang terjadi apabila laparoskopi dilakukan oleh ahli terhadap wanita yang sehat.

Kalau Anda atau pasangan Anda senang membaca buku bagus seputar tips cara memaksimalkan kesuburan pria dan wanita pada berbagai tingkatan usia, simak ulasan kami mengenai buku laris Panduan Cara Cepat Hamil.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.