Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Faktor Penyebab Kemandulan Pada Wanita

Kenapa wanita bisa mandul? Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan wanita mandul? -

Wanita dikatakan mandul apabila tidak mampu untuk hamil setelah setahun melakukan hubungan intim tanpa alat kontrasepsi.

Sekitar 10% pasangan di Indonesia masuk dalam kategori mandul. Baik pria maupun wanita bisa mengalami kemandulan.

1/3 dari kasus kemandulan adalah karena faktor wanita, 1/3 karena faktor pria, dan sisanya disebabkan karena kombinasi faktor dari kedua belah pihak.
Sekitar 20% pasangan mandul tidak diketahui penyebabnya.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Faktor Penyebab Kemandulan Pada Wanita

Bagaimana pengaruh usia terhadap kesuburan wanita?

Wanita dilahirkan dengan jumlah sel telur yang terbatas.
Dengan demikian, semakin tua seorang wanita, maka jumlah sel telur semakin berkurang.
Kesuburan berkurang sebesar 3% hingga 5% per-tahun setelah seorang wanita menginjak usia 30. Penurunan kesuburan semakin drastis terjadi begitu seorang wanita menginjak usia 40 tahun.


Faktor-faktor penyebab kemandulan pada wanita:

Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab kemandulan pada wanita:

1. Kerusakan pada saluran tuba

Kerusakan pada saluran tuba (saluran yang membawa telur dari ovarium ke rahim) dapat menghalangi pembuahan antara sperma dan sel telur.

Infeksi panggul, endometriosis, dan pernah menjalani operasi panggul bisa menyebabkan terbentuknya bekas luka dan kerusakan pada tuba fallopi.

Ketika saluran tuba rusak atau tersumbat, maka itu akan menghalangi sperma untuk bisa membuahi sel telur atau menghalangi telur yang telah dibuahi untuk menanamkan diri di lapisan dinding rahim.

Berikut beberapa penyebab kerusakan pada saluran tuba:
  • Penyakit radang panggul, yaitu infeksi pada rahim dan tuba karena klamidia, gonore atau infeksi menular seksual lainnya.
  • Operasi yang pernah dilakukan pada perut atau panggul.
  • TBC panggul, penyebab utama kerusakan tuba di seluruh dunia.
  • Kehamilan ektopik, ini adalah kehamilan yang terjadi pada tuba, bukan pada rahim. Bahkan jika penyakit ini berhasil diatasi, tetap dapat menyebabkan kerusakan pada tuba dan merupakan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa.

2. Gangguan hormonal

Beberapa wanita bermasalah dengan siklus ovulasi.

Dalam artian, faktor ini terjadi akibat tidak sinkronnya keseimbangan hormon yang dapat memicu pelepasan sel telur dari ovarium dan penebalan pada lapisan rahim sehingga sel telur dapat dibuahi dengan sempurna.

Adanya gangguan pada ovulasi, yang berarti Anda jarang berovulasi atau tidak sama sekali, merupakan faktor kemandulan yang terjadi pada sekitar 25 persen pasangan mandul.

Hal ini dapat disebabkan oleh terganggunya regulasi hormon reproduksi yang dilakukan oleh hipotalamus atau kelenjar hipofisis, atau karena adanya masalah dengan pada ovarium itu sendiri, antara lain:
  • Polycystic Ovary Syndrom (PCOS). Pada PCOS, perubahan yang kompleks terjadi di hipotalamus, kelenjar pituitari dan ovarium, mengakibatkan ketidakseimbangan hormon sehingga mempengaruhi ovulasi. PCOS mengakibatkan resistensi insulin dan obesitas, pertumbuhan rambut yang berlebihan pada wajah atau tubuh dan timbulnya jerawat. PCOS adalah penyebab kemandulan paling umum pada wanita.
  • Disfungsi hipotalamus. Ada dua hormon yang bertanggung jawab untuk memicu terjadinya ovulasi setiap bulan, yaitu follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Kedua hormon ini diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Stress fisik atau emosional, berat badan yang sangat tinggi atau sangat rendah atau pertambahan atau pengurangan berat badan secara signifikan dalam waktu singkat, dapat mengganggu kinerja kelenjar ini sehingga mempengaruhi ovulasi. Gejala utamanya adalah menstruasi yang tidak teratur atau tidak menstruasi sama sekali.
  • Menopause prematur. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh respon kekebalan tubuh Anda, dimana tubuh Anda keliru menyerang jaringan ovarium atau habisnya persediaan sel telur di ovarium karena masalah genetika atau faktor lain seperti kemoterapi. Hasilnya, ovarium kehilangan kemampuan untuk memproduksi sel telur serta produksi estrogen berkurang walaupun masih berusia di bawah 40.
  • Terlalu banyak prolaktin. Kelennjar pituitari dapat menyebabkan kelebihan produksi prolaktin (hiperprolaktinemia), yang mengurangi produksi estrogen sehingga dapat menyebabkan kemandulan. Umumnya hal ini disebabkan karena adanya masalah pada kelenjar pituitari, tetapi juga bisa berhubungan dengan obat-obatan yang Anda konsumsi untuk penyakit lain.

3. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang biasanya tumbuh di dalam rahim, malah tertanam dan tumbuh di lokasi lain.

Pertumbuhan jaringan abnormal ini (dan operasi pengangkatannya, bila pernah) bisa menyebabkan jaringan parut, yang dapat mengganggu tuba fallopi dan mencegah pembuahan.

Jaringan abnormal ini juga bisa mempengaruhi lapisan rahim sehingga mengganggu proses implantasi telur yang sudah dibuahi.

Kondisi ini juga tampaknya mempengaruhi kesuburan dengan tidak langsung, yaitu dengan merusak sperma atau sel telur..


4. Masalah pada serviks

Sebagian kecil wanita mungkin menderita masalah pada serviks dimana sperma tidak bisa melewati kanal serviks.

Faktor ini terjadi, apakah karena produksi lendir yang tidak normal, atau prosedur bedah serviks sebelumnya.
  • Polip atau tumor (fibroid atau mioma) jinak, biasanya umum terdapat di dalam rahim. Namun beberapa jenis diantaranya dapat mengganggu kesuburan karena menghalangi saluran tuba atau mengganggu implantasi. Namun, banyak wanita yang menyandang fibroid atau polip bisa hamil.
  • Peradangan di dalam rahim dapat mengganggu implantasi.
  • Kelainan rahim sejak lahir, seperti bentuk rahim yang tidak normal, dapat menyebabkan masalah kesuburan atau kehamilan.
  • Stenosis serviks, atau penyempitan serviks, dapat disebabkan oleh kesalahan formasi serviks bawaan atau kerusakan serviks.
  • Kadang-kadang serviks tidak dapat memproduksi lendir untuk membantu sperma berenang melalui leher rahim ke dalam rahim.

5. Kelainan anatomi pada rahim

Adanya kelainan anatomi pada rahim seperti adanya polip atau fibroid. Fibroid rahim adalah benjolan jinak yang tumbuh di rahim. Gejalanya antara lain kram menstruasi, sakit saat berhubungan intim dan sering buang air kecil. Pilihan pengobatannya antara lain histerektomi, embolisasi, dan terapi hormon.


    6. Faktor lain yang tidak bisa dijelaskan

    Penyebab kemandulan pada sekitar 20% pasangan tidak bisa dijelaskan menggunakan metode yang tersedia saat ini.

    Dalam beberapa kasus, penyebab infertilitas tidak pernah betul-betul bisa ditemukan. Ada kemungkinan bahwa kombinasi dari beberapa faktor kecil dalam kedua pasangan menjadi penyebab masalah-masalah kemandulan ini.



    Faktor tambahan yang bisa menyebabkan kemandulan

    1. Faktor lain yang dapat menyebabkan kemandulan pada wanita adalah:

    • Kelainan kongenital, seperti septate uterus, dapat menyebabkan keguguran berulang atau ketidakmampuan untuk hamil.
    • Sekitar 3% pasangan mandul disebabkan karena adanya masalah pada lendir serviks. Agar sperma dapat berenang dengan mudah, lendir serviks perlu berada pada konsistensi tertentu dan jumlah yang cukup. Masalah pada lendir serviks umumnya disebabkan karena ketidakseimbangan hormonal, yaitu terlalu sedikit estrogen atau progesteron yang terlalu banyak.

    2. Faktor Perilaku

    Kebiasaan dan gaya hidup tertentu merupakan faktor yang berdampak pada kesehatan, termasuk kesuburan. Untungnya, faktor ini dapat segera diperbaiki apabila Anda melakukan perubahan gaya hidup yang diperlukan, yaitu:
    • Diet dan latihan; diet yang tepat dan latihan olahraga yang sesuai dapat meningkatkan fungsi reproduksi hingga optimal. Wanita yang kelebihan atau kekurangan berat badan secara signifikan mungkin mengalami kemandulan.
    • Merokok; Merokok telah terbukti menurunkan jumlah sperma pada pria dan meningkatkan resiko keguguran, kelahiran prematur, dan berat lahir bayi rendah. Merokok (baik pasangan pria maupun wanita) mengurangi peluang hamil pada setiap siklus, baik secara alami atau dengan program bayi tabung (IVF).
    • Alkohol; Asupan alkohol sangat meningkatkan resiko cacat lahir bagi perempuan dan, jika alkohol terdapat dalam darah dalam kadar yang tinggi, maka itu dapat menyebabkan Fetal Alcohol Syndrome. Alkohol juga mempengaruhi jumlah sperma pada pria.
    • Narkoba; Obat-obatan, seperti ganja dan steroid anabolik, dapat mempengaruhi jumlah sperma pada pria. Penggunaan kokain pada wanita hamil dapat menyebabkan retardations (kelainan mental) parah dan masalah ginjal pada bayi. Penggunaan narkoba harus dihindari, baik sebelum maupun pada saat hamil.

    3. Faktor lingkungan rumah dan lingkungan kerja

    Kesuburan juga terpengaruh oleh paparan berbagai racun atau bahan kimia di tempat kerja atau di sekitar lingkungan rumah.

    Zat yang dapat menyebabkan mutasi, cacat lahir, aborsi, infertilitas atau kemandulan disebut racun reproduksi. Gangguan kesuburan dan reproduksi serta aborsi spontan, adalah termasuk di antara 10 besar penyakit yang terkait pekerjaan.

    Ada empat jenis bahan kimia yang diduga dapat menyebabkan kemandulan:
    • Timbal; Paparan timbal telah terbukti berdampak negatif terhadap kesuburan. Timbal dapat menyebabkan teratospermias (sperma yang abnormal) dan timbal dianggap sebagai abortifacient, atau zat yang menyebabkan aborsi.
    • Radiasi; Paparan radiasi yang berulang, mulai dari x-ray ringan hingga kemoterapi, telah terbukti untuk mempengaruhi produksi sperma, serta menyebabkan berbagai macam masalah pada ovarium.
    • Ethylene Oxide; Suatu bahan kimia yang digunakan untuk sterilisasi instrumen bedah dan untuk pembuatan pestisida tertentu. Ethylene Oxide dapat menyebabkan cacat lahir dan berpotensi menyebabkan keguguran sejak awal kehamilan (keguguran dini).
    • Dibromochloropropane (DBCP); Bahan kimia yang ditemukan dalam pestisida, seperti DBCP, dapat menyebabkan masalah pada ovarium, seperti menopause dini sehingga berdampak langsung terhadap kemandulan wanita.
    Jika Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

    Semoga Anda sehat selalu!



    Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.