Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Faktor Penyebab Kemandulan Pada Pria

Mengapa pria bisa mandul? Apa saja penyebabnya? Bagaimana menyembuhkan pria mandul? -

Kesuburan seorang pria umumnya bergantung pada kuantitas dan kualitas spermanya. Jika jumlah sperma seorang pria ketika berejakulasi terlalu sedikit, atau jika sperma yang dihasilkan berkualitas buruk, akan sulit bahkan kadang-kadang tidak mungkin baginya untuk membuahi sel telur wanita.

Dewasa ini masalah kemandulan pria semakin umum terjadi. Sekitar satu dari lima pasangan yang sulit memiliki anak, disebabkan karena pasangan prianya mandul.

Dr. Rosdiana Ramli, SpOG mengatakan, sekitar 1 dari 20 pria memiliki masalah kesuburan, seperti rendahnya jumlah sperma. Namun, hanya sekitar 1 dari 100 pria yang tidak memproduksi sperma sama sekali.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Faktor Penyebab Kemandulan Pada Pria

Adakah gejala kemandulan pada pria?

Dalam kebanyakan kasus, tidak ada gejala yang nyata terlihat pada pria mandul. Mereka bisa saja melakukan hubungan intim, ereksi dan ejakulasi tanpa masalah.

Jumlah dan bentuk air mani pada saat ejakulasi juga biasanya tampak normal jika dilihat dengan mata telanjang. Untuk mengetahui seorang pria mandul atau subur, dibutuhkan tes medis tertentu.


Analisa kesuburan terhadap air mani pria

Untuk mendeteksi masalah kesuburan pada pria, air mani harus diperiksa untuk mendeteksi adanya masalah-masalah seperti:
  • Azoospermia. Tidak ada sperma yang diproduksi, atau sperma tidak tercampur di dalam air mani.
  • Oligospermia. Jumlah sperma sedikit.
  • Masalah dengan motilitas sperma (daya renang dan kelincahan sperma). Jika sperma tidak bergerak dengan normal maka sperma kurang mampu untuk membuahi sel telur.
  • Masalah dengan morfologi sperma. Masalah dengan bentuk dan struktur  (atau morfologi) sperma dapat menyebabkan infertilitas.

Sistem reproduksi pria

Sistem reproduksi pria terdiri dari testis, sistem saluran dan kelenjar. Otak memainkan peran penting dalam pengendalian sistem reproduksi laki-laki.

Kelenjar pituitari dan hipotalamus, yang terletak di dasar otak, mengontrol produksi sperma dan hormon pria. Luteinizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH) adalah dua hormon penting yang bertugas mengirim sinyal yang diproduksi oleh kelenjar pituitary.

Testis adalah sepasang kelenjar berbentuk seperti telur yang terletak di dalam skrotum yang terdapat di pangkal penis. Testis memproduksi sperma dan hormon seks pria, yaitu hormon testosteron. Membutuhkan waktu sekitar 70 hari agar sperma menjadi matang dan mampu membuahi sel telur.

Ketika dilepaskan dari testis, sperma memerlukan 2 hingga 10 hari untuk melewati epididimis dimana sperma "berlatih" untuk berenang dengan kuat (menjadi 'motil') serta menembus sel telur.

Ketika orgasme, kontraksi otot akan mengangkut sperma bersama sejumlah kecil cairan, dari testis menuju vas deferens. Vesikula seminalis dan prostat memproduksi cairan tambahan untuk melindungi sperma. Campuran sperma dan cairan ini (disebut sebagai air mani) melakukan perjalanan sepanjang uretra menuju ujung penis sebelum akhirnya dilepaskan (ejakulasi).


Faktor penyebab kemandulan pada pria

Apa yang menyebabkan pria bisa mandul?

Kemandulan pada pria biasanya disebabkan oleh masalah pada produksi sperma atau transportasi sperma. Hal ini dapat ditemukan melalui pengujian medis.

Sekitar dua pertiga dari pria mandul bermasalah dengan produksi sperma di testis, apakah itu rendahnya jumlah sperma, atau spermanya cacat.
Sekitar satu dari setiap lima pria yang mandul, masalahnya terletak pada kemampuan sperma untuk bertransportasi, termasuk mereka yang telah menjalani vasektomi.
Penyumbatan (atau gangguan) pada saluran transportasi dari testis menuju penis juga dapat menyebabkan kurangnya jumlah sperma yang terkandung dalam air mani.

Penyebab lain kemandulan pria diantaranya: kendala seksual yang mempengaruhi apakah air mani bisa memasuki vagina pasangan wanita dan membuahi sel telur, rendahnya tingkat hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari, dan antibodi sperma.

Pada kebanyakan pria, antibodi sperma tidak mempengaruhi kesuburan, sedangkan pada sejumlah kecil pria hal ini dapat menyebabkan kemandulan.

Sistem reproduksi pria memang sedikit kompleks. Agar suami bisa membuat istrinya hamil, hal-hal berikut ini harus terjadi:
  • Anda harus menghasilkan sperma yang sehat. Ini melibatkan pertumbuhan dan pembentukan organ reproduksi pria selama masa pubertas. Setidaknya salah satu testis Anda harus berfungsi dengan baik, dan tubuh Anda harus menghasilkan testosteron dan hormon lainnya untuk memicu dan mempertahankan produksi sperma.
  • Sperma harus diangkut di dalam air mani. Setelah sperma diproduksi di testis, sperma harus melalui saluran yang halus untuk bercampur dengan air mani, lalu ejakulasi dari ujung penis.
  • Jumlah sperma dalam air mani harus memadai. Jika jumlah sperma dalam air mani Anda sedikit, itu akan mengurangi peluang bahwa salah satu diantaranya akan membuahi sel telur istri Anda. Jumlah sperma dikatakan rendah apabila kurang dari 15 juta sperma per-mililiter air mani atau kurang dari 39 juta per-ejakulasi.
  • Sperma harus fungsional dan mampu bergerak. Jika kemampuan sperma untuk bergerak (motilitas) kurang, atau sperma tidak berfungsi dengan normal, sperma tidak mampu mencapai dan menembus sel telur istri Anda.


Faktor medis yang menyebabkan kemandulan pada pria

Masalah kemandulan pria dapat disebabkan oleh sejumlah masalah kesehatan dan perawatan medis yang pernah dilakukan sebelumnya. Beberapa di antaranya adalah:
  • Varicocele. Varicocele adalah pembengkakan pada pembuluh darah di testis. Ini adalah faktor penyebab kemandulan pria yang paling umum. Ini mungkin terkait dengan abnormalnya pengaturan suhu pada testis. Varicocele menyebabkan berkurangnya kualitas sperma pria. Mengobati varicocele dapat meningkatkan jumlah dan fungsi sperma, serta berpotensi untuk meningkatkan peluang keberhasilan saat menjalani program hamil buatan seperti bayi tabung atau In Vitro Fertilization.
  • Infeksi. Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi atau kesehatan sperma dan dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi transportasi sperma. Beberapa diantara infeksi yang umum terjadi adalah peradangan pada epididimis (epididymitis) atau testis (orchitis) dan juga infeksi penyakit menular seksual, termasuk gonore atau HIV.
  • Masalah dengan ejakulasi. Ejakulasi retrograde terjadi apabila semen memasuki kandung kemih pada saat orgasme, bukannya keluar melalui penis. Berbagai masalah kesehatan dapat menyebabkan ejakulasi retrograde, diantaranya adalah diabetes, cedera tulang belakang, penggunaan obat-obatan, dan operasi pada kandung kemih, prostat atau uretra. Beberapa pria yang mengalami cedera tulang belakang atau penyakit tertentu, tidak bisa ejakulasi meskipun mereka masih memproduksi sperma. Seringkali dalam kasus ini, sperma masih dapat diambil untuk digunakan dalam teknik reproduksi buatan.
  • Antibodi yang menyerang sperma. Antibodi anti-sperma terjadi apabila sistem kekebalan tubuh keliru mengidentifikasi sperma sebagai sel berbahaya, sehingga diserang.
  • Tumor. Kanker dan tumor dapat mempengaruhi organ reproduksi laki-laki secara langsung dengan mengganggu kinerja kelenjar yang bertugas memproduksi hormon reproduksi, seperti kelenjar pituitari. Dalam beberapa kasus, pembedahan, radiasi atau kemoterapi yang dilakukan untuk mengobati tumor dapat mempengaruhi kesuburan pria.
  • Testis tidak turun. Pada beberapa pria, pada waktu ia masih di dalam kandungan, salah satu atau kedua testis gagal untuk turun dari perut ke dalam kantung skrotum.
  • Ketidakseimbangan hormonal. Kemandulan dapat disebabkan oleh gangguan pada testis itu sendiri, atau masalah kesehatan lain yang berpotensi mempengaruhi sistem hormonal seperti hipotalamus, hipofisis, tiroid dan kelenjar adrenal. Rendahnya kadar testosteron dan masalah hormonal lainnya memiliki beberapa kemungkinan penyebab.
  • Masalah pada saluran sperma. Sperma melewati beberapa saluran berbeda. Salah satu atau beberapa saluran tersebut mungkin tersumbat karena berbagai sebab, termasuk cedera yang tidak disengaja akibat operasi, infeksi yang pernah diderita sebelumnya, trauma dll. Penyumbatan ini dapat terjadi di tingkat manapun, termasuk di dalam testis, di epididimis, di vas deferens, dll.
  • Cacat kromosom. Kelainan bawaan seperti sindrom Klinefelter (dimana seorang pria lahir dengan dua kromosom X dan satu kromosom Y (bukan satu X dan satu Y), menyebabkan abnormalnya perkembangan organ reproduksi pria. Sindrom genetik lain yang terkait dengan kemandulan adalah  cystic fibrosis, sindrom Kallmann dan sindrom Kartagener.
  • Masalah dengan hubungan seksual. Salah satunya yang paling umum ialah disfungsi ereksi, yaitu apabila seorang pria sulit untuk menjaga atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seks. Hal lainnya antara lain ejakulasi dini, hubungan seksual yang menyakitkan, kelainan anatomi seperti memiliki pembukaan uretra di bawah penis (hipospadia), atau masalah psikologis yang dapat mengganggu kehidupan seksual.
  • Penyakit celiac. Merupakan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh sensitivitas gluten. Penyakit celiac dapat menyebabkan kemandulan pada pria. Kesuburan pria bisa membaik setelah pria menjalani diet bebas gluten.
  • Obat-obat tertentu. Terapi pengganti testosteron, penggunaan steroid anabolik jangka panjang, obat kanker (kemoterapi), obat antijamur tertentu, beberapa obat maag dan obat lainnya dapat mengganggu produksi sperma dan menurunkan kesuburan pria.
  • Operasi sebelumnya. Operasi tertentu dapat mengganggu bercampurnya sperma dalam air mani saat ejakulasi, termasuk vasektomi, perbaikan hernia, operasi pada skrotum atau testis, operasi prostat, dll. Dalam kebanyakan kasus, pembedahan dapat dilakukan untuk membalikkan lagi efek operasi sebelumnya atau untuk mengambil sperma langsung dari epididimis dan testis untuk dilakukan pembuahan buatan.

Faktor lingkungan yang menyebabkan kemandulan pada pria

Paparan berlebihan terhadap elemen lingkungan tertentu seperti panas, racun dan bahan kimia dapat mengurangi produksi produksi atau fungsi sperma, antara lain:
  • Bahan kimia industri. Paparan benzena, toluena, xilena, pestisida, herbisida, pelarut organik, bahan lukisan dll dapat menurunkan jumlah sperma.
  • Paparan logam berat. Timbal atau logam berat lainnya juga dapat menyebabkan kemandulan.
  • Radiasi atau sinar-X. Paparan radiasi dapat mengurangi produksi sperma, meskipun seringkali akan normal dengan sendirinya seiring waktu. Namun apabila terkena radiasi dosis tinggi, produksi sperma dapat berkurang secara permanen.
  • Testis terlalu panas. Suhu yang tinggi mengganggu produksi dan fungsi sperma. Menggunakan sauna atau bak air panas dapat mengurangi jumlah sperma Anda. Duduk untuk waktu yang lama, mengenakan pakaian ketat atau bekerja di depan komputer untuk waktu yang lama juga dapat meningkatkan suhu di dalam skrotum dan sehingga mengurangi produksi sperma.

Faktor kesehatan, gaya hidup dan penyebab lainnya yang menyebabkan kemandulan pada pria

Beberapa penyebab lain yang bisa menyebabkan kemandulan pada pria, antara lain:
  • Penggunaan narkoba. Steroid anabolik yang dikonsumsi untuk merangsang kekuatan dan pertumbuhan otot dapat menyebabkan testis menyusut dan produksi sperma menurun. Penggunaan kokain atau ganja juga dapat mengurangi jumlah dan kualitas sperma Anda.
  • Alkohol. Minum alkohol dapat menurunkan kadar testosteron, menyebabkan disfungsi ereksi dan mengurangi produksi sperma. Penyakit hati yang disebabkan oleh minum alkohol berlebihan juga dapat menyebabkan masalah kesuburan.
  • Merokok. Pria yang merokok lebih mungkin untuk memiliki jumlah sperma yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak merokok. Asap rokok juga dapat mempengaruhi kesuburan pria.
  • Stress emosional. Stres dapat mengganggu hormon tertentu yang diperlukan untuk memproduksi sperma. Stress emosional yang berat atau berkepanjangan, termasuk stress karena masalah kesuburan, dapat lebih memperburuk situasi Anda sebab mempengaruhi jumlah sperma Anda.
  • Berat badan. Obesitas dapat merusak kesuburan dalam beberapa cara, termasuk secara langsung berdampak pada kualitas sperma itu sendiri, maupun dengan menyebabkan perubahan hormonal yang mengurangi kesuburan pria. 
Pekerjaan tertentu, termasuk pengelasan atau pekerjaan yang mengharuskan Anda untuk duduk terlalu lama, seperti mengemudi, juga berpotensi mengganggu kesuburan Anda.

Jika Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.