Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Ejakulasi Retrograde: Pengertian, Gejala dan Penanganan

Pengertian, gejala dan pengobatan ejakulasi retrograde - 

Ejakulasi retrograde terjadi ketika air mani malah memasuki kandung kemih, bukannya keluar melalui penis saat seorang pria ejakulasi.

Meskipun Anda masih bisa orgasme, air mani yang keluar saat Anda ejakulasi sangat sedikit, atau tidak ada sama sekali. Ini disebut sebagai "orgasme kering".

Ejakulasi retrograde tidak berbahaya, namun dapat menyebabkan seorang pria menjadi mandul.
Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Ejakulasi Retrograde: Pengertian, Gejala dan Penanganan

Gejala ejakulasi retrograde

Ejakulasi retrograde tidak mempengaruhi kemampuan Anda untuk ereksi atau orgasme, tapi ketika Anda ejakulasi, air mani malah masuk ke dalam kandung kemih Anda, bukan keluar dari penis Anda.

Tanda-tanda dan gejala ejakulasi retrograde, antara lain:
  • Orgasme kering, orgasme yang terjadi dimana seorang pria mengeluarkan sangat sedikit air mani pada saat ejakulasi, atau tidak ada air mani sama sekali yang keluar dari penis.
  • Urine yang keruh setelah orgasme (karena mengandung air mani).
  • Kemandulan.

Kapan harus ke dokter?

Ejakulasi retrograde tidak berbahaya dan hanya membutuhkan perawatan jika Anda ingin menjadi seorang ayah.

Namun, jika Anda mengalami orgasme kering, temui dokter Anda untuk memastikan kondisi Anda tersebut tidak disebabkan oleh masalah mendasar yang memerlukan tindakan medis segera.

Jika Anda dan pasangan Anda berhubungan intim secara teratur tanda kondom dan kontrasepsi lain selama satu tahun namun belum juga berhasil hamil, bacalah buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil.

Ejakulasi retrograde mungkin menjadi penyebab masalah Anda tersebur jika air mani yang keluar saat ejakulasi sangat sedikit, atau tidak ada sama sekali.


Penyebab ejakulasi retrograde

Pada saat seorang pria orgasme, sperma diangkut menuju prostat melalui saluran yang disebut vas deferens. Sperma bercampur dengan cairan lain dan menghasilkan air mani untuk dikeluarkan dari penis (ejakulasi).

Pada saat ejakulasi terjadi, otot pada kandung kemih mengencang untuk mencegah air mani tersebut memasuki kandung kemih saat melewati prostat menuju uretra. Dalam situasi normal, otot inilah yang berfungsi menahan urin tetap di dalam kandung kemih pada saat Anda menahan buang air kecil.
Pada kasus ejakulasi retrograde, otot tersebut tidak mengencang dengan baik. Akibatnya, sperma bisa masuk ke dalam kandung kemih, bukannya keluar melalui penis.
Penyebab mengapa otot tersebut bermasalah saat ejakulasi, antara lain:
  • Operasi, seperti operasi kandung kemih atau operasi prostat.
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, prostat dan lain-lain.
  • Kerusakan saraf yang disebabkan oleh kondisi medis, seperti diabetes atau cedera tulang belakang.
Orgasme kering adalah gejala utama dari kondisi ejakulasi retrograde. Tapi orgasme kering (ejakulasi yang sangat sedikit atau tidak ada air mani) juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, diantaranya:
  • Operasi pengangkatan prostat (prostatektomi).
  • Operasi pengangkatan kandung kemih (kistektomi).
  • Terapi radiasi untuk mengobati kanker di daerah panggul.

Faktor risiko ejakulasi retrograde

Anda beresiko menderita ejakulasi retrograde jika:
  • Anda mengidap diabetes atau multiple sclerosis.
  • Anda sudah pernah operasi prostat atau kandung kemih.
  • Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk tekanan darah tinggi.
  • Anda menderita cedera tulang belakang.

Komplikasi akibat ejakulasi retrograde

Ejakulasi retrograde tidak berbahaya. Namun, potensi komplikasi yang disebabkan ejakulasi retrograde anta lain:
  • Kemandulan; Tidak mampu menghamili sang istri.
  • Orgasme kurang menyenangkan.

Berapa lama ejakulasi retrograde bisa berlangsung?

Berapa lama masalah ini berlangsung, tergantung pada penyebabnya.

Jika kondisi ejakulasi retrograde Anda adalah efek samping dari obat, mungkin bisa diatasi dengan beralih ke obat yang lain. Temui dokter untuk meminta resep.

Di sisi lain, jika ejakulasi retrograde Anda disebabkan oleh kerusakan saraf parah atau otot, kondisi ini mungkin bisa permanen.


Perawatan dan obat-obatan bagi ejakulasi retrograde

Ejakulasi retrograde biasanya tidak memerlukan pengobatan kecuali apabila kondisi ini mengganggu kesuburan atau menyebabkan kemandulan pada pria.

Dalam kasus tersebut, pengobatan yang dilakukan tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Obat-obatan tertentu dapat diberikan untuk penderita ejakulasi retrograde akibat kerusakan saraf. Kerusakan saraf itu sendiri dapat disebabkan oleh penyakit diabetes, multiple sclerosis, operasi tertentu, dan kondisi lain.

Obat umumnya tidak banyak membantu jika ejakulasi retrograde disebabkan oleh operasi yang menyebabkan perubahan anatomi fisik Anda secara permanen. Contohnya, operasi kandung kemih dan operasi prostat.

Jika dokter Anda berpikir bahwa ejakulasi retrograde Anda disebabkan oleh obat-obatan yang Anda konsumsi, ia biasanya akan menyarankan Anda untuk berhenti mengkonsumsi obat-obatan tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Obat-obatan yang dapat menyebabkan ejakulasi retrograde diantaranya adalah obat untuk gangguan mood dan obat yang biasa digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan beberapa kondisi prostat.

Obat untuk mengatasi kondisi ejakulasi retrograde biasanya adalah obat yang sebenarnya digunakan untuk mengobati keluhan lain. Obat-obatan tersebut antara lain:
  • Imipramine (Tofranil).
  • Klorfeniramin dan brompheniramine.
  • Efedrin, pseudoefedrin dan fenilefrin.
Obat-obat ini membantu menjaga otot leher kandung kemih tetap mengencang dan menutup pada saat ejakulasi. Walaupun seringkali obat-obatan ini sangat efektif dalam menangani ejakulasi retrograde, namun obat-obatan tersebut dapat menyebabkan efek samping.

Beberapa efek sampingnya nampaknya tidak berbahaya, tetapi ada efek samping lain mungkin lebih serius:
  • Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati ejakulasi retrograde dapat menyebabkan reaksi serius bila dikombinasikan dengan obat lain.
  • Obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati ejakulasi retrograde dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, yang mana dapat berbahaya jika Anda sudah memiliki masalah dengan tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

Ejakulasi retrograde dan kesuburan pria

Jika Anda menderita ejakulasi retrograde dan ingin menjadi seorang ayah, Anda harus menjalani perawatan agar pasangan Anda bisa hamil.

Untuk mencapai kehamilan, seorang pria perlu mengeluarkan air mani dalam jumlah yang cukup untuk mengangkut spermanya ke dalam rahim istrinya melalui vagina.

Jika obat-obatan tidak berhasil membuat Anda ejakulasi air mani dalam jumlah yang cukup, Anda dan pasangan Anda mungkin membutuhkan prosedur reproduksi buatan agar bisa menjadi seorang ayah.

Dalam beberapa kasus, sperma dapat diambil dari dalam kandung kemih, diproses di laboratorium dan dimasukkan ke dalam tubuh pasangan Anda untuk membuahi sel telurnya (intrauterine insemination).

Kadang-kadang, mungkin diperlukan teknik reproduksi buatan yang lebih canggih seperti program bayi tabung atau IVF. Banyak pria dengan masalah ejakulasi retrograde bisa menjadi seorang ayah setelah mereka menjalani pengobatan.

Kalau Anda dan pasangan Anda bertekad untuk secepatnya hamil dan ingin bersama-sama memaksimalkan tingkat kesuburan masing-masing, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Cara Cepat Hamil.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.