Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Apa Itu Yang Dimaksud Dengan PCOS?

Apa yang dimaksud dengan PCOS atau Polycystic Ovarian Syndrome? Apa penyebab PCOS? Apa gejala PCOS? Bagaimana menangani PCOS? -

PCOS adalah suatu kondisi kesehatan dimana kadar hormon estrogen dan progesteron pada wanita tidak seimbang. Hal ini dapat menyebabkan tumbuh dan berkembangnya kista ovarium (massa jinak pada ovarium).

PCOS dapat menyebabkan masalah terhadap siklus menstruasi, problem kesuburan, fungsi jantung, dan lain-lain.

Menurut dr. Rosdiana Ramli, antara 1 dari 20 perempuan usia subur menderita PCOS.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Apa Itu Yang Dimaksud Dengan PCOS?

Apa penyebab terjadinya PCOS?

Walaupun penyebab pasti terjadinya PCOS belum diketahui, para ahli percaya bahwa adanya ketidakseimbangan hormon dan faktor genetik pada tubuh wanita berperan cukup signifikan terhadap terjadinya PCOS.
Seorang wanita lebih beresiko untuk mengidap PCOS jika ibunya atau ada saudaranya yang juga mengalami kondisi tersebut.
Salah satu faktor lain yang mungkin berpengaruh adalah kelebihan hormon androgen. Androgen adalah hormon seks pria juga diproduksi oleh tubuh wanita.

Wanita yang menderita PCOS seringkali terdeteksi mengandung hormon androgen dalam kadar yang lebih tinggi dibanding wanita normal. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan dan pelepasan sel telur selama ovulasi.

Salah satu faktor tingginya kadar androgen adalah kelebihan insulin pada tubuh (hormon yang membantu mengubah gula dan pati menjadi energi).

Penelitian telah menunjukkan bahwa sekitar 40% dari pasien penderita diabetes dan/atau intoleransi glukosa antara usia 20-50, juga menderita PCOS. Selain itu, beberapa penelitian juga telah menemukan bahwa jika seorang wanita menderita PCOS, ada kemungkinan 50% bahwa putrinya akan menderita PCOS juga.


Gejala PCOS

Gejala PCOS biasanya mulai segera terasa setelah seorang wanita mulai menstruasi. Jenis dan tingkat keparahan gejala PCOS berbeda-beda bagi masing-masing wanita.
Karakteristik yang paling umum dari gejala PCOS adalah periode menstruasi yang tidak teratur.
Karena PCOS ditandai dengan adanya penurunan kadar hormon seks wanita, kondisi ini dapat menyebabkan seorang wanita mengembangkan karakteristik yang biasanya terdapat pada pria, seperti:
  • Kelebihan rambut pada wajah, dada, perut, jempol, atau kaki.
  • Penurunan ukuran payudara.
  • Bersuara dalam dan berat.
  • Rambut tipis
Gejala lainnya, antara lain:
  • Jerawat.
  • Pertambahan berat badan.
  • Nyeri panggul.
  • Kecemasan atau depresi.
  • Infertilitas (ketidaksuburan).
Meskipun bukan gejala dari PCOS, banyak wanita yang menderita PCOS juga memiliki masalah kesehatan berbarengan dengan PCOS, seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Ini terkait dengan bertambahnya berat badan pada pasien PCOS.
Diagnosis lebih awal dan pengobatan dini dapat membantu mengontrol gejala PCOS dan mencegah masalah jangka panjang.
Hormon adalah pembawa pesan kimiawi yang memicu banyak proses yang berbeda dalam tubuh manusia, termasuk pertumbuhan dan produksi energi. Seringkali, satu hormon hanya berfungsi sebagai sinyal bagi tubuh untuk melakukan pelepasan hormon lain.

Untuk sebab yang belum betul-betul dipahami dengan baik, fungsi hormonal pasien PCOS tidak seimbang. Sebagai contoh:
  • Hormon seks tidak seimbang. Normalnya, ovarium memproduksi sejumlah kecil hormon seks pria (androgen). Pada pasien PCOS, hormon androgen yang diproduksi sedikit lebih banyak dari normal. Hal ini dapat menyebabkan tubuh Anda berhenti ovulasi, berjerawat dan menumbuh ekstra rambut pada wajah dan tubuh.
  • Tubuh bermasalah dengan insulin, yang disebut sebagai resistensi insulin. Ketika tubuh tidak menggunakan insulin dengan baik, kadar gula darah naik. Seiring waktu, hal ini memperbesar resiko Anda menderita diabetes.

Bagaimana PCOS didiagnosis?

Tidak ada tes definitif untuk PCOS.

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan meninjau riwayat kesehatan dan gejala PCOS yang ada pada diri Anda serta melakukan tes untuk mengeliminasi masalah lain yang mungkin ada.

Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan seluruh fisik dan juga panggul untuk mencari tanda-tanda PCOS, seperti ovarium atau klitoris yang membengkak.

Biasanya dokter akan memerintahkan untuk melakukan tes darah guna mengukur kadar hormon. Dokter juga akan menyarankan Anda untuk melakukan tes berikut ini:
  • Tes fungsi tiroid untuk melihat seberapa banyak hormon tiroid yang diproduksi tubuh Anda.
  • Tes puasa glukosa untuk mengukur kadar gula darah Anda.
  • Tes kadar lipid untuk menilai jumlah kolesterol dalam darah Anda.
Dokter juga mungkin akan melakukan USG vagina untuk melihat kondisi organ reproduksi Anda. Ia juga mungkin akan melakukan laparoskopi panggul, yaitu prosedur pembedahan ringan dimana dokter akan membuat sayatan kecil pada perut Anda untuk memeriksa adanya massa pada ovarium Anda.

Jika ada massa, dokter Anda akan mengambil sampel kecil dari jaringan tersebut (biopsi) untuk diperiksa lebih lanjut.
 

Bagaimana cara mengatasi PCOS?

Pengobatan untuk PCOS tidaklah kuratif.

Pengobatan PCOS berfokus pada pengendalian gejala dan pengelolaan kondisi untuk mencegah terjadinya komplikasi. Perawatan bisa jadi berbeda bagi masing-masing wanita, tergantung pada gejala yang spesifik.

Menu makanan sehat dan olahraga teratur sangat direkomendasikan untuk semua wanitapenderita PCOS, terutama bagi yang kelebihan berat badan. Hal ini dapat membantu untuk mengatur siklus menstruasi dan menurunkan kadar gula darah Anda.

Wanita yang tidak ingin hamil dapat meminta resep pil KB. Ini dapat membantu mengobati jerawat, mengatur siklus menstruasi, dan menurunkan kadar hormon pria dalam tubuh wanita, seperti testosteron. Jika seorang wanita penderita PCOS juga menderita infertilitas (ketidaksuburan), dapat diberikan obat dan/atau perawatan kesuburan untuk membantu ovulasi.

Anti-androgen adalah obat yang mengurangi kadar hormon laki-laki. Obat ini dapat membantu menghentikan pertumbuhan rambut berlebih dan mengurangi jerawat. Obat diabetes mungkin juga akan diresepkan untuk menurunkan kadar glukosa darah dan kadar testosteron.

Beberapa wanita penderita PCOS mungkin akan disarankan untuk menjalani prosedur pembedahan. Salah satu jenisnya adalah pengeboran ovarium, yaitu prosedur dimana dokter menusuk ovarium dengan jarum kecil yang dialiri arus listrik guna menghancurkan bagian tertentu dari ovarium. Ini adalah solusi jangka pendek yang dapat membantu ovulasi dan menurunkan kadar hormon laki-laki.


Apa saja potensi komplikasi yang menyertai PCOS?

Wanita yang menderita PCOS beresiko juga menderita:
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Kolesterol tinggi.
  • Kecemasan dan depresi.
  • Sleep apnea (ketika seseorang berhenti bernapas secara periodik selama tidur).
  • Kanker endometrium (kanker yang disebabkan oleh penebalan dinding rahim).
  • Serangan jantung.
  • Diabetes.
  • Kanker payudara.
Jika Anda hamil, dokter Anda dapat merujuk Anda ke dokter yang mengkhususkan diri dalam kehamilan beresiko tinggi. Wanita pasien PCOS beresiko lebih tinggi mengalami keguguran, diabetes gestasional, dan kelahiran prematur. Mereka perlu pemantauan ekstra selama kehamilan.

Semakin cepat PCOS didiagnosis dan diobati, semakin rendah resiko Anda menderita komplikasi. Hindari produk tembakau dan lakukan olahraga teratur juga dapat mengurangi resiko beberapa penyakit yang menyertai PCOS.

Kalau Anda atau pasangan Anda senang membaca buku bagus seputar tips cara memaksimalkan kesuburan pria dan wanita pada berbagai tingkatan usia, simak ulasan kami mengenai buku laris Panduan Cara Cepat Hamil.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.