Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Usia Terbaik Untuk Memulai Program Hamil

Usia terbaik dan tersubur wanita untuk mulai menjalani program hamil -

Banyak wanita yang memutuskan untuk menunda kehamilan sampai situasi dan kondisinya tepat bagi mereka. Mungkin Anda sudah tahu atau sudah pernah membaca artikel kami bahwa tingkat kesuburan di usia 30 tahunan tidak sama dengan ketika Anda masih berusia 20 tahunan.

Banyak informasi tentang resiko kesehatan bagi ibu yang berusia lebih dari 35 tahun yang sebenarnya tidak ada dasar penelitian medisnya.

Namun, memang ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan pada saat Anda ingin memulai program hamil.

Dalam artikel ini kami akan coba memaparkan masing-masing kelebihan dan kekurangan apabila Anda menjalani program hamil di usia 20-an, 30-an dan 40-an.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Usia Terbaik Untuk Memulai Program Hamil

Bagaimana umur mempengaruhi kesuburan? Kapankah usia yang tepat untuk memulai program hamil?

Wanita mencapai tingkat kesuburan tertinggi antara usia 20 hingga 24 tahun.

Wanita yang berhubungan intim setiap dua atau tiga hari memiliki peluang 80% untuk hamil dalam waktu satu tahun dan 92% peluang untuk hamil dalam waktu dua tahun setelah berhenti KB.

Bagan berikut memberi Anda gambaran yang lebih jelas tentang hubungan antara usia dan kesuburan serta usia terbaik untuk hamil:
Bagi wanita, kesuburan menurun setelah memasuki usia 30 dan semakin turun secara lebih drastis setelah memasuki usia 35 tahun.
Meskipun mungkin lebih sulit dalam beberapa kasus, banyak wanita bisa hamil tanpa kesulitan sampai usia 35 tahun.

Setelah usia 35 tahun, hamil menjadi semakin sulit dan resiko terjadinya keguguran atau komplikasi lain meningkat.

Pada usia 40 tahun, hanya sekitar 2 dari 5 orang wanita yang ingin hamil, akhirnya sukses hamil.

Untuk pria, kesuburan mulai menurun diatas usia 50 tahun dengan disertai adanya peningkatan gangguan sperma seiring bertambahnya usia mereka. Meskipun penurunan tingkat kesuburan pria terjadi lebih lama dan bertahap, tetap saja hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan anak yang dikandung.
Meskipun penurunan kesuburan pada wanita terjadi di atas usia 35 tahun, peluang untuk hamil anak kembar justru meningkat.
Para peneliti menduga bahwa ini terjadi karena tingginya produksi hormon FSH pada wanita yang lebih tua, yang diduga terjadi sebagai respon alami tubuhnya terhadap produksi telur yang semakin berkurang.

Walaupun hamil anak kembar mungkin menarik, namun membesarkan lebih dari 1 anak dalam waktu yang sama membutuhkan sumber daya keuangan dan emosional yang lebih besar.

Seringkali, wanita yang hamil dan membesarkan anak kembar terpaksa mengalami masalah kesehatan yang lebih banyak sehingga harus menjalani bed rest, istirahat total selama beberapa minggu terakhir menjelang persalinan.


Keuntungan dan kerugian hamil di usia 20 tahunan

Keuntungan:

  • Merupakan puncak kesuburan.
  • Produksi telur yang lebih sehat dan layak.
  • Kemungkinan cacat lahir dan kelainan genetik lebih sedikit.
  • Mengurangi risiko persalinan prematur dan keguguran.
  • Resiko komplikasi seperti tekanan darah tinggi dan diabetes gestasional lebih sedikit.
  • Mengurangi resiko bayi lahir dengan berat yang rendah.
  • Lebih mampu begadang.
  • Stamina lebih kuat untuk menjalani kehamilan dan persalinan.
  • Kemungkinan masih kuat dan energik ketika menjadi kakek/nenek.

Kerugian:

  • Keuangan mungkin belum stabil dan karir belum mapan.
  • Adanya resiko masalah perilaku anak nantinya sebab orang tua yang masih sangat muda.

Keuntungan dan kerugian hamil di usia 30 tahunan

Keuntungan:

  • Tingkat kesuburan masih memadai.
  • Produksi telur yang layak masih tetap baik.
  • Kemampuan begadang masih baik.
  • Lebih sabar dan lebih mengenal diri sendiri.
  • Kemungkinan penghasilan lebih tinggi.
  • Kemungkinan karier sudah lebih mapan.
  • Lebih percaya diri dalam mengasuh anak.

Kerugian:

Resiko fisik tercantum di bawah ini setelah wanita berusia 35 tahun:
  • Peningkatan resiko cacat lahir dan kelainan genetik.
  • Komplikasi kehamilan berpotensi lebih tinggi terjadi.
  • Risiko kehamilan ektopik lebih tinggi.
  • Lebih mungkin harus menjalani operasi sesar.
  • Lebih beresiko terjadinya gawat janin saat persalinan.
  • Membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa berhasil hamil.
Untuk wanita usia 40-an, baca artikel kami mengenai Bisakah Wanita 40 Tahunan Hamil Alami?

Kalau Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.