Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Penyebab Umum Masalah Kesuburan Pada Wanita

Apa saja penyebab umum yang menjadi akar masalah ketidaksuburan pada wanita? Kenali penyebabnya dan cara mengatasinya -

Sebelas persen dari seluruh pasangan usia reproduksi, mengalami kesulitan hamil atau mempertahankan kehamilan.

Sekitar sepertiga dari kasus-kasus sulit hamil terjadi karena masalah kesuburan di pihak wanita, sepertiganya lagi karena masalah kesuburan di pihak pria, dan sisanya faktor yang melibatkan kedua pasangan atau penyebab lain yang sulit untuk dijelaskan.

Jika Anda secara rutin berhubungan intim tanpa alat kontrasepsi selama lebih dari satu tahun namun belum berhasil hamil (atau enam bulan jika Anda berusia diatas 35 tahun), temui dokter segera.

Sekitar 65 persen pasangan yang mempelajari masalah-masalah kesuburan dan melakukan perawatan, akhirnya bisa berhasil hamil dengan sukses.

Baca terus artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kemandulan pada wanita dan perawatan kesuburan yang bisa Anda lakukan.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Penyebab Umum Masalah Kesuburan Pada Wanita

Penyebab Umum Masalah Kesuburan Wanita

Berikut ini adalah 6 penyebab umum masalah kesuburan pada wanita:

1. Problem ovulasi

Problem ovulasi terjadi ketika telur tidak matang di ovarium atau ketika ovarium gagal melepaskan telur yang matang. Masalah ovulasi banyak terjadi pada wanita yang sulit hamil.

Gejala: Tidak terjadi atau jarang menstruasi, perdarahan menstruasi ringan atau berat yang tidak seperti biasanya, atau kurangnya gejala pramenstruasi seperti kembung atau nyeri payudara.

Solusi: Mengelola berat badan jika terlalu rendah atau terlalu tinggi, mengkonsumsi obat kesuburan (dengan atau tanpa inseminasi buatan), dan melakukan In Vitro Fertilization (IVF).

Tingkat keberhasilan: 30 sampai 40 persen wanita yang mengkonsumsi clomiphene citrate untuk menginduksi ovulasi, berhasil hamil pada siklus pengobatan ketiga. Ketika mengkonsumsi obat kesuburan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi telur dikombinasikan dengan inseminasi buatan, tingkat kehamilan yang berhasil adalah antara 10 hingga 20 persen per-siklus pengobatan.

Persentase tingkat keberhasilan perawatan IVF yang menghasilkan kelahiran hidup adalah:
  • 41 persen untuk wanita usia 34 dan lebih muda.
  • 31 persen untuk wanita usia 35-37.
  • 22 persen untuk wanita usia 38-40.
  • 12 persen untuk wanita usia 41-42.

2. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika suatu jaringan tertentu yang normalnya ditemukan pada lapisan di dalam rahim (jaringan endometrium) malah tumbuh di luar rahim, biasanya di perut atau panggul.

Gejala: Beberapa wanita tidak merasakan gejala apapun, sementara wanita lainnya menderita nyeri pada saat menstruasi atau ketika berhubungan intim, perdarahan berat atau bercak yang tidak biasa, serta nyeri panggul.

Solusi: Operasi untuk mengangkat jaringan endometrium atau membuka saluran tuba yang tersumbat, mengkonsumsi obat kesuburan (dengan atau tanpa inseminasi buatan), dan program bayi tabung atau IVF.

Tingkat keberhasilan: Sebuah penelitian besar-besaran menemukan bahwa 30 persen wanita mandul yang mengidap endometriosis tahap awal, bisa hamil secara alami dalam waktu tiga tahun setelah menjalani operasi laparoskopi yang dilakukan bertujuan untuk mengangkat jaringan endometrium.

Ketika wanita pasien endometriosis tahap awal menjalani perawatan dengan mengkonsumsi obat kesuburan dan inseminasi buatan, tingkat keberhasilan hamil adalah antara 9 hingga 15 persen per-siklus pengobatan.

Angka kelahiran hidup per siklus pengobatan untuk wanita penyandang endometriosis yang menjalani IVF berkisar antara 12-41 persen, tergantung pada usia wanita tersebut.


3. Kualitas sel telur yang buruk

Kualitas dan jumlah telur yang dihasilkan ovarium  mengalami penurunan secara signifikan setelah menginjak usia 35 tahun.

Gejala: Tidak ada.

Solusi: obat kesuburan, IVF dengan menggunakan sel telur Anda sendiri, IVF dengan telur donor atau embrio donor.

Tingkat keberhasilan: Wanita yang menjalani IVF menggunakan telur donor memiliki rata-rata keberhasilan  55 persen peluang sukses hamil per-siklus IVF.


4. PCOS

Sindrom ovarium polikistik atau Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) adalah kondisi di mana folikel kecil di ovarium tidak berkembang menjadi folikel matang yang berfungsi melepaskan sel telur. PCOS juga ditandai dengan ketidakseimbangan hormon dan pola ovulasi yang tidak teratur.

Gejala: menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut yang berlebihan, jerawat, dan kegemukan.

Solusi: perubahan gaya hidup (seperti diet dan olahraga), clomiphene citrate, obat kesuburan suntik, pengeboran ovarium (prosedur pembedahan yang berguna untuk memicu ovulasi), dan IVF. Pada wanita dengan intoleransi glukosa, obat diabetes metformin (Glucophage) juga dapat membantu memulihkan ovulasi agar lebih teratur.

Tingkat keberhasilan: Banyak pasien obesitas yang berhasil menurunkan 5 sampai 10 persen dari berat badan mereka, akhirnya mulai berovulasi secara teratur.

Untuk wanita pengidap PCOS yang mengkonsumsi clomiphene citrate, tingkat sukses hamil per-siklus pengobatan adalah sekitar 18 persen.

Untuk wanita yang menjalani bedah ovarium, sekitar 50 persen berhasil hamil dalam waktu satu tahun.


5. Adanya problem pada tuba falopi

Saluran tuba fallopi rusak atau tesumbat dapat memblokir sperma untuk menjangkau sel telur dan juga mencegah telur yang sudah dibuahi untuk dilepaskan menuju rahim Anda.

Penyebab masalah tuba yang paling umum antara lain adalah penyakit radang panggul, infeksi penyakit menular seksual (seperti klamidia), dan operasi sterilisasi yang pernah dilakukan sebelumnya.

Gejala: Tidak ada.

Solusi: Operasi untuk membuka sumbatan tuba. Jika operasi gagal, atau jika tuba terlalu rusak untuk diperbaiki, Anda bisa mencoba program bayi tabung dengan terlebih dahulu mengangkat tuba yang rusak tersebut untuk meningkatkan peluang keberhasilan untuk hamil.

Tingkat keberhasilan: Tingkat keberhasilan setelah operasi sangat bervariasi, tergantung pada lokasi dan keparahan penyumbatan pada tuba dan hal lainnya.

Pasangan mandul akibat faktor tuba yang menjalani IVF memiliki rata-rata peluang 32 persen berhasil hamil per-siklus perawatan IVF. Hal ini tergantung pada faktor usia wanita, tingkat kerusakan tuba atau apakah tuba telah diangkat, dan beberapa faktor lainnya.


6. Masalah-masalah kesuburan lainnya yang sulit dijelaskan

Dokter Anda mungkin mendiagnosis sebagai "masalah kesuburan yang sulit dijelaskan" jika tidak ada alasan yang jelas bagi masalah kemandulan Anda (yang berarti semua hasil tes normal).

Para ahli berteori bahwa faktor gaya hidup (seperti kelebihan atau kekurangan berat badan, kafein, rokok dan alkohol) merupakan faktor yang juga berpengaruh.

Gejala: Tidak ada.

Solusi: obat kesuburan (dengan atau tanpa inseminasi buatan) atau bayi tabung.

Tingkat keberhasilan: Untuk pasangan dengan kemandulan yang sulit dijelaskan, tingkat keberhasilan hamil adalah antara 9 dan 26 persen per-siklus pengobatan dengan obat kesuburan yang dikombinasi dengan inseminasi buatan.

Dengan program bayi tabung, angka kelahiran hidup adalah sekitar 30 persen per-siklus pengobatan, tetapi angka ini juga bervariasi tergantung pada usia wanita.

Kalau Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.