Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Pemeriksaan kesehatan yang harus dilakukan sebelum memulai progam hamil

Apa saja pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan sebelum menjalani program hamil? -

Untuk bisa cepat hamil dan mengandung bayi yang sehat nantinya, tentunya terlebih dahulu Anda sebagai calon ibu harus sehat.

Pertimbangkanlah untuk melakukan pemeriksaan dan menjalani perawatan medis untuk mempersiapkan kondisi diri dan tubuh Anda.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Pemeriksaan kesehatan yang harus dilakukan sebelum memulai progam hamil

Riwayat kesehatan dan konseling

Kemungkinan besar hal pertama yang akan dilakukan dokter Anda adalah memberikan sejumlah pertanyaan tentang kesehatan dan gaya hidup yang selama ini Anda jalani.

Dokter Anda akan meneliti kondisi kesehatan Anda di masa lampau dan kondisi saat ini yang mungkin dapat mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk menerima kehamilan, atau pengaruhnya terhadap kesehatan Anda dan bayi Anda setelah Anda berhasil hamil nantinya.

Setelah itu, dokter akan membantu Anda mencari cara untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan atau kesuburan yang mungkin ada dan menjawab setiap pertanyaan yang Anda ajukan.


Riwayat ginekologi

Dokter akan bertanya tentang siklus menstruasi Anda.

Jika Anda belum membuat kalender menstruasi, sebaiknya Anda mulai dari sekarang untuk membuatnya.

Dokter juga akan bertanya mengenai jenis KB yang Anda dan pasangan Anda lakukan. Ada jenis KB tertentu yang membutuhkan waktu cukup lama untuk mengembalikan kesuburan Anda.

Berikutnya, dokter Anda mungkin akan bertanya tentang pap smear yang Anda lakukan dan apakah Anda pernah menderita penyakit menular seksual. Banyak jenis penyakit seksual yang tidak tampak dari luar dan tidak menimbulkan gejala apapun, namun dapat menghambat program hamil Anda.


Riwayat obstetri

Dokter akan menanyakan apakah Anda sudah pernah hamil sebelumnya, termasuk kehamilan ektopik dan kehamilan yang gagal (aborsi atau keguguran).

Kehamilan ektopik yang pernah Anda alami sebelumnya bisa menurunkan kesuburan Anda. Dan jika Anda kemudian hamil setelah sebelumya pernah mengalami kehamilan ektopik, dokter Anda dapat merekomendasikan dan melakukan cek USG untuk memastikan kehamilan berikutnya bukanlah kehamilan ektopik.

Adanya riwayat keguguran yang berulang, mungkin berarti Anda harus menjalani pengujian kromosom atau  pengecekan untuk menemukan adanya masalah kesehatan tertentu.

Dokter Anda juga perlu tahu apakah Anda pernah mengalami komplikasi, bagaimana Anda melahirkan bayi Anda sebelumnya dan apakah ada komplikasi yang terjadi setelah itu.

Dokter perlu tahu apakah Anda punya masalah kesehatan mental (seperti depresi postpartum) selama atau setelah kehamilan Anda sebelumnya.

Dokter Anda akan menanyakan apakah Anda pernah melahirkan bayi bermasalah. Jika Anda sebelumnya sudah pernah melahirkan bayi yang mengalami cacat tabung saraf (seperti spina bifida) Anda perlu mengkonsumsi asam folat dalam dosis harian yang lebih tinggi sebelum dan selama kehamilan berikutnya untuk mengurangi resiko hal itu terjadi lagi.


Riwayat kesehatan

Dokter Anda akan menanyakan apakah Anda menderita kondisi medis yang dapat mempersulit kehamilan Anda, seperti asma, diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah dan tiroid.

Jika Anda memiliki kondisi medis yang kronis, dokter Anda akan merujuk Anda kepada seorang spesialis yang mungkin bisa membantu Anda mengobatinya.

Jenis atau dosis obat yang perlu Anda konsumsi untuk mengobati kondisi kronis tertentu, perlu disesuaikan sebelum dan selama program kehamilan. Jangan hentikan minum obat yang telah diresepkan untuk Anda, kecuali memang Anda disarankan untuk itu.

Dokter juga perlu tahu apakah Anda pernah menjalani operasi atau pernah dirawat di rumah sakit karena alasan kesehatan lainnya atau apakah Anda bermasalah dengan anestesi.

Pengobatan dan alergi

Sebelum menjalani program hamil, dokter Anda harus apakah Anda memiliki alergi dan apakah ada obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, termasuk vitamin, jamu, atau suplemen lain.

Buatlah daftar lengkap dari segala sesuatu yang Anda konsumsi (termasuk berapa banyak dan seberapa sering).

Informasi ini akan membantu dokter Anda memastikan bahwa Anda tidak mengkonsumsi apapun yang tidak aman selama kehamilan dan bahwa Anda tidak mengkonsumsi terlalu banyak obat-obatan kimia dan suplemen. Sebagai contoh, vitamin tertentu jika dikonsumsi dalam dosis sangat tinggi, seperti vitamin A, bisa berbahaya bagi perkembangan bayi.

Jika Anda belum mengkonsumsi asam folat, dokter akan menyarankan Anda untuk mulai mengkonsumsinya sebanyak sekitar 400 mikrogram sehari, dimulai setidaknya satu bulan sebelum Anda memulai program hamil.
Mengkonsumsi asam folat sebelum kehamilan secara signifikan dapat mengurangi resiko bayi Anda lahir dengan cacat tabung saraf, seperti spina bifida.

Sejarah vaksinasi

Tertular penyakit tertentu selama kehamilan bisa menyebabkan bayi Anda beresiko menderita cacat lahir yang serius atau komplikasi lainnya.

Bawa catatan imunisasi Anda pada saat menjalani pemeriksaan sehingga dokter bisa menyarankan vaksin/imunisasi yang terbaik bagi kondisi Anda.

Berikut adalah imunisasi yang dianjurkan:

  • Rubella (campak Jerman). Anda harus menunggu satu bulan sebelum memulai program hamil setelah Anda disuntik imunisasi rubella.
  • Cacar air. Jika Anda belum terkena cacar air atau belum divaksinasi cacat air, Anda akan diuji untuk kekebalan terhadap cacar air. Vaksin cacar air dilakukan dua kali, diberikan terpisah selama rentang 4 hingga 8 minggu. Anda harus menunggu satu bulan sebelum memulai program hamil setelah Anda diimunisasi cacar air.
  • Vaksin flu.
  • Jika Anda berusia 26 tahun atau lebih muda dan belum pernah divaksin HPV, dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan vaksin HPV sekarang.
  • Hepatitis B.
Beritahu dokter Anda jika Anda berencana untuk bepergian ke luar negeri dalam waktu dekat atau selama kehamilan Anda nantinya. Beberapa vaksin tambahan mungkin diperlukan jika Anda bepergian ke luar negeri.


Riwayat emosional dan sosial

Dokter Anda perlu tahu apakah Anda memiliki riwayat masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan makan.

Jika Anda sedang menjalani perawatan dan sedang dalam terapi obat, Anda mungkin perlu beralih ke obat yang berbeda jika dokter menyarankan. Sebagai tambahan, menjalani program hamil dan kehamilan itu sendiri dapat menyebabkan turunnya kondisi emosional, dan dokter Anda dapat lebih membantu jika ia mengetahui riwayatnya.


Gaya hidup

Dokter akan meninjau pola makan Anda untuk memastikan Anda mendapatkan nutrisi yang Anda butuhkan. Jika Anda adalah wanita yang kurang aktif, dokter akan menyarankan Anda untuk memulai program latihan olahraga agar cepat hamil.

Jika Anda terlalu kurus atau terlalu gemuk, dokter akan membantu Anda membuat rencana untuk mencapai berat badan yang sehat sebelum Anda memulai program hamil.

Dokter juga akan menyarankan kepada Anda mengenai makanan apa yang perlu Anda hindari sebelum memulai program hamil, seperti contohnya jenis ikan tertentu yang mungkin mengandung terlalu banyak merkuri.

Diantara makanan yang perlu Anda hindari antara lain, susu yang tidak dipasteurisasi, ikan mentah atau kurang matang, daging merah atau telur, dan beberapa item lainnya.

Dokter Anda juga mungkin menyarankan untuk membatasi konsumsi kopi atau teh, karena beberapa studi menunjukkan bahwa terlalu banyak kafein dapat berakibat buruk bagi kesuburan Anda dan kesehatan bayi Anda.

Dokter juga akan menanyakan apakah Anda merokok, minum alkohol atau menggunakan obat-obatan. Jika Anda memerlukan bantuan untuk berhenti merokok, minum, atau kecanduan lainnya, konsultasikan dengan dokter Anda dan mintalah rujukan untuk program rehabilitasi atau konselor.

Dokter perlu tahu apakah Anda atau pasangan Anda terpapar bahaya lingkungan di rumah atau di tempat kerja. Beberapa zat beracun dapat menempatkan kesuburan Anda, kehamilan Anda dan bayi Anda pada risiko yang berbahaya. Jika Anda mempunyai kekhawatiran apapun tentang bahaya kesehatan di tempat kerja Anda, pastikan untuk membicarakannya dengan dokter Anda.

Dokter akan menanyakan apakah Anda menggunakan bak air panas dan sauna karena tingginya suhu tubuh Anda terlalu tinggi pada awal kehamilan dapat mengganggu perkembangan bayi Anda. Hal ini juga dapat mengganggu kesuburan dan membuat Anda lebih sulit untuk hamil.

Dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk memberi perhatian khusus bagi kebersihan mulut Anda.
Gusi Anda rentan untuk meradang selama kehamilan, sehingga menyikat gigi dan membershikan mulut sangat penting sebelum Anda menjalani program hamil.
Beberapa studi menunjukkan bahwa wanita dengan penyakit gusi yang parah berada pada risiko tinggi untuk menderita kelahiran prematur (dan berat lahir bayi rendah). Buatlah janji temu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi Anda sekarang.


Skrining genetik

Anda mungkin akan dirujuk ke konselor genetik jika Anda atau pasangan Anda memiliki faktor risiko seperti berikut:
  • Riwayat penyakit genetik dalam keluarga.
  • Jika Anda sudah pernah mengalami keguguran yang berulang.
  • Jika Anda mendekati usia 35 tahun.
Tergantung dari latar belakang etnis dan sejarah keluarga, Anda bisa memilih untuk menjalani pemeriksaan guna melihat apakah Anda membawa penyakit genetik tertentu.

Skrining genetik dan konseling sebelum memulai program kehamilan dapat membantu meyakinkan diri Anda bahwa anak Anda tidak akan beresiko mengidap penyakit yang sama. Dan jika bayi Anda beresiko, pemeriksaan ini dapat membantu dokter Anda menentukan langkah apa yang perlu Anda ambil.


Pemeriksaan fisik dan ginekologi

Dokter mungkin akan melakukan hal berikut:
  • Pemeriksaan fisik standar menyeluruh, termasuk mengukur tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah Anda.
  • Pemeriksaan area genital Anda untuk melihat hal yang mencurigakan yang mungkin mengindikasikan infeksi atau masalah lainnya.
  • Cek vagina untuk memeriksa infeksi vagina, seperti trikomoniasis atau jamur vagina.
  • Pemeriksaan dengan spekulum untuk mengecek kondisi serviks dan vagina.
  • Melakukan Pap smear (jika sudah lebih dari setahun sejak terakhir kali Anda melakukannya) untuk mengurangi resiko kanker serviks atau memeriksa perubahan sel abnormal lainnya, dan mungkin memonitor kemungkinan berkembangnya gonore dan klamidia.
  • Memeriksa ovarium, rahim dan leher rahim untuk mendeteksi nyeri  atau masalah lainnya.

Tes urine

Dokter akan meminta sampel urine. Jika ada gula dalam urine Anda, Anda akan menjalani tes toleransi glukosa untuk memeriksa resiko diabetes. Gula darah yang tidak terkontrol dapat memiliki konsekuensi yang negatid bagi perkembangan bayi. Jadi jika Anda memiliki diabetes, disarankan agar Anda menemui seorang spesialis diabetes sebelum Anda memulai program hamil.

Jika Anda memiliki gejala infeksi saluran kemih (seperti radang, sering dan/atau nyeri buang air kecil), sampel urine Anda akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Tes darah

Dokter Anda mungkin akan melakukan tes darah untuk memeriksa masalah berikut:
  • Tes darah lengkap untuk melihat apakah Anda perlu mengkonsumsi tambahan suplemen zat besi.
  • Tes darah untuk memeriksa kekebalan Anda terhadap rubella dan cacar air.
  • Tes darah untuk memeriksa sifilis.
  • Tes darah untuk memeriksa HIV.
  • Tes darah untuk memeriksa herpes.
  • Tes darah untuk hepatitis B.

Kalau Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.