Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Menilai Kesuburan Wanita Dari Kondisi Payudaranya

Bisakah Anda menilai tingkat kesuburan Anda dari kondisi kesehatan payudara?

Ya, bisa.

Seringkali kita hanya menghubungkan payudara dengan hal-hal berbau seksual atau sebagai "alat" memberi makan bagi bayi. Tetapi lebih dari itu, payudara juga dapat menjadi alat untuk mendeteksi sinyal ketidakseimbangan dalam siklus kesuburan.

Payudara adalah organ kelenjar. Payudara sangat sensitif terhadap perubahan hormonal. Bahkan, payudara Anda mengalami perubahan sesuai dengan siklus menstruasi.

Jaringan payudara mengalami perubahan berkala seiring dengan perubahan yang terjadi di dalam rahim. Ketika lapisan rahim dipenuhi cairan, payudara juga mengalaminya. Begitu pula sebaliknya.

Hormon pada payudara bereaksi terhadap hormon estrogen, progesteron dan prolaktin.

Rangsangan pada payudara, terutama pada puting, juga bisa memberi sinyal pada tubuh Anda untuk melepaskan hormon yang secara langsung bekerja pada organ reproduksi.

Misalnya, rangsangan pada puting merangsang klitoris, yang mana memberi sinyal pada tubuh untuk melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin, yang pada gilirannya akan merangsang kontraksi rahim dan otot dasar panggul di sekitar organ reproduksi.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Menilai Kesuburan Wanita Dari Kondisi Payudara

Perubahan-perubahan Pada Payudara Yang Perlu Diperhatikan

Apa yang harus Anda perhatikan dari perubahan kondisi payudara Anda dan kapan harus melakukan perawatan.

Berikut ini adalah panduannya:

1. Nyeri payudara

Sekitar setengah dari seluruh wanita yang berkonsultasi dengan dokter mengenai payudara, keluhannya adalah nyeri pada payudara.

Kenali dan perhatikan kapan nyeri payudara terjadi, dimana titik nyerinya dan berapa lama terjadinya.

Hal-hal tersebut dapat memberikan petunjuk penting mengenai apa yang mungkin sedang terjadi di dalam tubuh Anda, terutama dalam kaitannya dengan tingkat gizi dan siklus menstruasi.

Rasa sakit adalah normal sebab jaringan payudara membengkak selama fase luteal dari siklus menstruasi setiap bulan, tapi ketika payudara menjadi lebih lunak dibanding biasanya, bisa menjadi petunjuk apakah tubuh Anda membutuhkan perhatian ekstra.

Nyeri payudara yang datang dan pergi bersamaan dengan siklus menstruasi dikenal sebagai siklus Mastalgia. Nyeri payudara yang paling umum terjadi adalah nyeri yang terasa tepat sebelum menstruasi.

Hal tersebut terkait dengan perubahan hormonal yang terjadi akibat siklus menstruasi tersebut. Tubuh wanita pada umumnya mempertahankan sejumlah cairan selama fase luteal, tetapi pada beberapa wanita peningkatan cairan ini terbilang sedikit, sehingga apabila dikombinasikan dengan perubahan hormonal yang terjadi, maka dapat menyebabkan tekanan dan peradangan pada jaringan payudara.

Bahan kimia inflamasi (prostaglandin dan sitokin) yang seringkali menyebabkan kram menstruasi juga bisa menyebabkan nyeri payudara.

Ada beberapa penyebab umum mengapa hal ini terjadi dan ada beberapa pengobatan sederhana di rumah Anda untuk mencegah dan mengurangi rasa sakit.


Penyebab umum dari siklus Mastalgia dan cara mengatasinya

Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya siklus mastalgia (nyeri payudara saat menstruasi):

1. Akibat Kekurangan Yodium
Penyebab umum nyeri payudara adalah rendahnya kadar salah satu nutrisi penting, yaitu yodium. Kekurangan yodium merupakan penyebab utama hipotiroidisme, yang berdampak besar terhadap kesuburan.

Nyeri payudara yang disebabkan oleh kekurangan yodium bisa merupakan sinyal buruknya kesehatan tiroid, yang mana merupakan ancaman besar bagi fungsi reproduksi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Makanan kaya yodium, antara lain: rumput laut, yogurt, produk susu, stroberi, kentang tanpa kulit.

Catatan: Untuk wanita yang didiagnosis menderita hipertiroidisme, suplementasi yodium tidak disarankan.


2. Dominasi Estrogen
Ketika rasio estrogen dan progesteron kurang seimbang dan estrogen cenderung mendominasi, jaringan payudara yang sangat sensitif terhadap estrogen akan bereaksi dan dapat menyebabkan rasa sakit.

Dominannya estrogen berhubungan dengan banyak masalah kesuburan yang dihadapi wanita dewasa ini, termasuk endometriosis, PCOS, fibroid rahim, dan kista ovarium. Nyeri payudara cukup umum terjadi pada wanita dengan kondisi seperti diatas.

Stres, asupan kafein (kopi), alkohol, pil KB, kadar lemak tubuh yang tinggi, dan konsumsi makanan non-organik semuanya merupakan penyebab dominasi estrogen.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu memperbaiki keseimbangan estrogen:
  • Hindari kopi atau minuman berkafein lainnya.
  • Makan makanan organik, terutama daging dan produk susu.
  • Menjaga BMI (Body Mass Index) antara 19 dan 24. Jika BMI Anda lebih tinggi, cobalah untuk menguranginya hingga  di bawah 30 dulu. Lemak tubuh memproduksi estrogen, sehingga lebih banyak lemak tubuh seseorang, semakin banyak pula estrogen.
  • Hindari konsumsi alkohol.
  • Pertimbangkan KB alami daripada menggunakan obat-obatan hormonal.
  • Makan lebih banyak serat. Serat membantu menghilangkan kelebihan estrogen dari tubuh. Makanan yang kaya serat adalah buah-buahan, sayuran, sayuran hijau gelap, dan kacang-kacangan.
  • Berolahraga secara teratur. Berkeringat membantu detoksifikasi reguler dan membantu menjaga kadar lemak tubuh yang sehat.
  • Suplementasi progesteron.


2. Benjolan Pada Payudara

Payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan ikat. Ketika keduanya mengalami perubahan seiring siklus menstruasi dan keseluruhan siklus reproduksi wanita selama hidupnya, seorang wanita mungkin akan merasakan payudaranya akan sedikit terasa benjol. Biasanya benjolan ini jinak dan tidak berhubungan dengan masalah kesehatan reproduksi.

Meskipun demikian, beberapa benjolan payudara jinak dan kista dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, yang mana dapat mempengaruhi fungsi reproduksi.

Catatan: Disarankan apabila Anda menemukan benjolan pada payudara, periksakan ke dokter untuk menyingkirkan risiko kanker payudara.

Berikut ini adalah beberapa penyebab munculnya benjolan pada payudara:

1. Penyakit Payudara fibrokistik
Dewasa ini sekitar 70% dari wanita didiagnosis menderita "penyakit payudara fibrokistik".

Seiring pertambahan usia seorang wanita, rasio lemak dan jaringan ikat mengalami perubahan, sehingga cukup normal untuk terasa "padat" pada beberapa bagian payudara dibanding bagian yang lain. Kebanyakan semua wanita mengalami apa yang disebut sebagai perubahan payudara fibrokistik, sehingga sangat wajar apabila terdapat benjolan jinak pada payudara.

Dewasa ini istilah "payudara fibrokistik" telah digunakan untuk menggambarkan setiap gejala terjadinya penebalan, nyeri, atau gejala lain, meskipun semua ini merupakan hal yang cukup normal terjadi pada payudara.


2. Kista payudara
Perkembangan kista payudara non-kanker ini sangat umum terjadi akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi, serta selama masa siklus reproduksi wanita. Kebanyakan kista payudara akan hilang dengan sendirinya seiring waktu, tetapi kista juga bisa menjadi sangat besar dan menyakitkan pada sebagian wanita.

Semua benjolan harus diperiksa oleh dokter Anda.

Kabar baiknya adalah bahwa kista payudara bukan tanda-tanda adanya masalah pada kesuburan, meskipun bisa jadi kista merupakan tanda dari masalah lain di dalam tubuh termasuk sulitnya tubuh untuk membuang racun dan adanya kelebihan hormon.

Kista payudara paling umum terjadi pada wanita di usia empat puluhan.

Kebanyakan kista payudara menghilang dengan sendirinya selama menopause. Sebagian besar wanita di bawah usia 35 tahun, kista payudara harus diamati selama beberapa siklus untuk melihat apakah kista tersebut akan hilang atau tidak.



Perhatikan Kesehatan Payudara Anda!

Sekarang Anda sudah tahu bahwa payudara Anda memiliki siklus yang berhubungan dengan siklus menstruasi dan stimulasi langsung terhadap payudara mempengaruhi otot-otot rahim dan daerah sekitarnya, sehingga Anda harus lebih memperhatikan payudara Anda.

Kondisi payudara dapat memberitahu Anda banyak hal tentang apa yang terjadi dengan sistem reproduksi dan kondisi hormon Anda.

Gejala payudara seperti nyeri, benjolan dan lain-lain, semua dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang "salah", apakah itu ketidakseimbangan hormonal, maupun pertanda bahwa Anda perlu melakukan perubahan pola makan dan perawatan (pembersihan) liver, atau sudah saatnya untuk menjalani perawatan dari dokter.

Karena kanker payudara merupakan masalah besar bagi wanita dewasa ini, maka disarankan untuk menemui dokter jika Anda mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Kalau Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.