Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Masalah Kesuburan Pada Pria Gemuk

Pengaruh kegemukan atau obesitas terhadap masalah kesuburan pria -

Pria yang kelebihan berat badan atau obesitas menghadapi resiko yang lebih besar untuk menderita infertilitas atau kemandulan, sebab indeks massa tubuh (Body Mass Index = BMI) sangat berpengaruh terhadap penurunan kualitas dan jumlah sperma dan secara semen secara keseluruhan.

Masalah kesuburan yang ditimbulkan dari kelebihan berat badan (BMI di atas 25) dan obesitas (BMI di atas 30) harus menjadi perhatian para pria yang termasuk dalam kategori tersebut dan ingin memiliki anak.

Sayangnya, banyak pria yang mengabaikan dampak negatif kegemukan ini terhadap kualitas seksual mereka. Mereka justru berfokus pada masalah kesehatan lain yang bisa ditimbulkan dari kelebihan berat badan dan obesitas, seperti penyakit jantung atau kolesterol.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Pengaruh kegemukan terhadap kesuburan pria


Semakin pria kelebihan berat badan, semakin rendah kualitas dan kuantitas sperma mereka. Namun fakta ini kurang banyak diketahui dan diperhatikan para pria di seluruh dunia.
Sebuah penelitian meneliti sampel semen dari 468 pria. Para peneliti mengevaluasi semen mereka untuk melihat motilitas, vitalitas, dan penampilan sperma, kemudian menimbang berat badan, mengukur lingkar pinggang, dan menghitung BMI mereka.

Pada umumnya, saat ejakulasi, pria yang kelebihan berat badan dan menderita obesitas akan mengeluarkan semen lebih sedikit dibanding mereka yang berat badannya sehat (3,3 mL pada pria dalam kategori berat badan normal dibandingkan dengan 2,8 mL pada pria obesitas).

Volume ejakulasi yang sehat adalah antara dua hingga lima mililiter. Di bawah ambang batas tersebut, pria dikatakan tidak subur.

Para pria tergemuk dalam penelitian ini (yaitu mereka dengan lingkar pinggang 40 inci ke atas), jumlah spermanya 22 persen lebih rendah dibandingkan pria dengan lingkar pinggang 37 inci ke bawah.
Memang, kualitas air mani dinilai dari banyak faktor, bukan hanya jumlahnya saja. Namun demikian, jika volumenya rendah maka itu bisa jadi merupakan tanda adanya masalah.
Sebuah studi sebelumnya juga berusaha meneliti hubungan antara kegemukan pria dengan rendahnya kualitas dan kuantitas sperma. Penelitian yang melibatkan sekitar 10.000 subyek ini menemukan bahwa 32,4 persen pria obesitas memiliki jumlah sperma sedikit.

Bandingkan dengan kelompok pria dari berat badan normal, yang hanya memiliki 24 persen diantara mereka dengan jumlah sperma rendah. Pria obesitas juga lebih cenderung untuk memproduksi sperma yang kurang layak (6,9 persen) dibandingkan dengan pria normal (2,6 persen).

Sejumlah teori telah dikemukakan untuk menjelaskan efek ini.

Salah satunya adalah, bahwa banyaknya lemak dapat mengubah hormon testosteron menjadi hormon estrogen, yang mengarah ke perlambatan (atau penghentian) produksi sperma.

Teori lain berpendapat bahwa hormon leptin, yang diproduksi oleh sel-sel lemak dan membuat orang merasa kenyang, benar-benar merusak sel sperma atau organ yang memproduksi sperma.

Gagasan lainnya cukup sederhana, yaitu bahwa penumpukan lemak menyebabkan suhu di dalam skrotum meningkat, sehingga dapat membunuh sperma.

Para peneliti terkini mengatakan bahwa mereka tidak memperhitungkan latihan olahraga dalam penilaian mereka, sehingga akan sulit untuk benar-benar mengetahui apakah kelebihan berat badan itu sendiri yang mengakibatkan rendahnya jumlah sperma, atau faktor lain yang terkait, seperti kurangnya aktivitas fisik.

Pertanyaan terbesar adalah, apabila pria gemuk yang spermanya sedikit melakukan upaya untuk mengurangi berat badannya (dengan cara diet, olahraga, dll), apakah betul-betul akan berpengaruh positif terhadap kualitas dan kuantitas sperma meraka?

Pertanyaan diatas seringkali ditanyakan pasien yang kelebihan berat badan.

Kalau Anda atau pasangan Anda senang membaca buku bagus seputar tips cara memaksimalkan kesuburan pria dan wanita pada berbagai tingkatan usia, simak ulasan kami mengenai buku laris Panduan Cara Cepat Hamil.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.