Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Keuntungan dan Resiko Hamil di Usia 30 tahunan

Bagaimana peluang Anda untuk hamil di usia 30 tahunan? Apa saja keuntungan dan risikonya? -

Ada berbagai macam alasan mengapa seorang wanita memilih untuk hamil dan memiliki bayi di usia 30-an. Antara lain adalah, mereka mungkin ingin menghabiskan beberapa tahun dulu untuk membangun karir.

Atau mungkin saja sebelumnya Anda belum menemukan pasangan hidup yang tepat untuk bersama-sama membangun keluarga?

Dalam artikel ini kita akan mengetahui bagaimana peluang Anda untuk hamil di usia 30 tahunan, termasuk apa saja keuntungan dan risikonya.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Keuntungan dan Resiko Hamil di Usia 30 tahunan

Bagaimana peluang Anda hamil di usia 30-an?

Peluang Anda cukup baik.

Di Inggris, sebagian besar bayi lahir dari wanita yang berusia antara 30 hingga 34 tahun.
Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa jauh lebih mudah untuk hamil di awal usia 30-an daripada di akhir 30-an.
Jadi sebaiknya Anda tidak menunggu terlalu lama untuk memulai program hamil, terutama jika Anda ingin punya lebih dari satu anak. Sekitar 20 persen wanita berusia sekitar 35 tahun masih akan berusaha untuk hamil anak kedua, atau bahkan ketiga.


Apa keuntungan dan risiko memiliki bayi di usia 30-an?

Keuntungan hamil di usia 30 tahunan

Ada banyak keuntungan untuk hamil dan menjadi ibu di usia 30-an.

Anda berpeluang lebih besar untuk bisa lebih mapan dalam karir dan pernikahan Anda. Keduanya akan memberikan pondasi yang kuat untuk keluarga Anda.

Jika Anda kembali bekerja setelah melahirkan, Anda mungkin bisa mempertahankan tingkat penghasilan Anda dengan baik. Memiliki bayi sebelum usia 30-an dapat mengurangi pendapatan Anda sebab karir Anda belum stabil dan pengalaman bekerja Anda belum cukup.

Apabila Anda memutuskan untuk istirahat sejenak dari pekerjaan di usia 30-an, Anda mungkin memiliki lebih banyak fleksibilitas dibanding pada saat Anda sudah menginjak usia 40-an. Setelah Anda berusia lebih dari 40 tahun, kemungkinan lebih sulit untuk beristirahat sejenak dari karir Anda yang kemungkinan sudah mapan.

Ibu yang berusia 30 tahunan juga memiliki lebih banyak stamina dan ketahanan, dua hal yang sangat dibutuhkan sebagai orang tua. Tentu saja setiap orang berbeda, tetapi Anda mungkin akan mengenal diri sendiri lebih baik dibanding ketika Anda masih berada di usia 20-an.

Hamil di usia 30-an juga lebih mungkin untuk memiliki anak kembar, bahkan tanpa perawatan kesuburan apapun.

Bandingkan statistik berikut ini, Anda akan melihat bagaimana peluang Anda mengandung anak kembar di masing-masing kelompok usia:
  • Ibu berusia 20 tahunan, satu dari 16 kehamilan menghasilkan anak kembar.
  • Ibu berusia 35-39, satu dari lima kehamilan menghasilkan anak kembar.
Fenomena tersebut ada kaitannya dengan hormon.

Tingkat follicle stimulating hormone (FSH), yang dilepaskan selama siklus menstruasi, meningkat seiring pertambahan usia. Ketika lonjakan hormon ini terjadi, ada kemungkinan Anda melepaskan lebih dari satu sel telur, meningkatkan peluang Anda untuk hamil.


Risiko hamil pada usia 30 tahunan

Kabar baiknya adalah, Anda sangat mungkin hamil secara alami dan memiliki bayi yang sehat di usia 30-an. Namun, seiring pertambahan usia, terutama setelah usia 35 tahun, kualitas sel telur menurun.

Pada awal usia 30-an, peluang Anda untuk hamil hanya sedikit lebih rendah dibanding pada akhir usia 20-an.

Jika Anda hamil ketika Anda berusia lebih dari 35 tahun, sayangnya, peluang kesuksesan kehamilan Anda menjadi lebih rendah. Kemungkinan keguguran meningkat perlahan tapi pasti dalam kaitannya dengan usia.

Jika Anda seorang wanita hamil yang berusia di atas 35 tahun, Anda juga lebih berisiko untuk mengalami komplikasi disebabkan kehamilan Anda. Komplikasi tersebut antara lain:
  1. Kehamilan ektopik
  2. Plasenta previa
  3. Kelahiran prematur
  4. Berat lahir bayi rendah
Umur 35 tahun juga merupakan titik dimana sindrom Down dan kondisi kesehatan lain menjadi lebih dari riskan terjadi. Pada usia 30 hingga 34 tahun, peluang Anda memiliki bayi yang menderita sindrom Down adalah sekitar satu dari 1.200. Ketika Anda berusia antara 35 hingga 39 tahun, peluang Anda meningkat menjadi sekitar satu dari 700.

Hampir semua wanita disarankan untuk melakukan tes skrining genetika ketika hamil untuk mendeteksi kondisi genetik, seperti sindrom Down. Usia Anda akan diperhitungkan dalam tes tersebut untuk memperoleh hasil mengenai risiko apakah bayi Anda berpeluang menderita kondisi medis.

Jadi, jika Anda hamil pada usia 35 tahun atau lebih, Anda disarankan untuk melakukan tes diagnostik tambahan, antara lain:
  1. Amniosentesis, yaitu pengambilan sampel cairan ketuban dari rahim.
  2. Chorionic villus sampling, yaitu mengambil sedikit jaringan dari plasenta Anda.
Kita tahu bahwa kemungkinan melahirkan dengan operasi caesar juga lebih tinggi untuk wanita yang berusia di atas 35 tahun. Wanita yang hamil pertama kali di usia ini memiliki kemungkinan 40 persen melahirkan dengan operai caesar, dibandingkan dengan hanya sekitar 14 persen dari wanita yang hamil pertama kali di usia 20-an.

Apa yang kita tidak tahu adalah, mengapa operasi caesar lebih banyak dilakukan terhadap wanita yang lebih tua? Bisa jadi sebagiannya karena para dokter cenderung menganggap wanita yang lebih tua perlu lebih berhati-hati, bahkan apabila kehamilannya berjalan dengan baik tanpa masalah kesehatan.


Apa yang bisa Anda lakukan untuk bisa segera hamil sekarang?

Tanpa memperhitungkan usia, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk memperbesar peluang Anda agar bisa hamil secara normal dan melahirkan bayi yang sehat.

Jika Anda berusia 35 tahun atau dibawahnya, dan telah berhubungan intim secara teratur selama satu tahun namun belum hamil, saatnya untuk menemui dokter.

Dokter bisa melakukan tes darah untuk melihat apakah ada masalah medis yang menyebabkan mengapa Anda belum hamil.
Jika Anda berusia 36 tahun atau lebih, Anda tidak harus menunggu selama satu tahun sebelum Anda menemui dokter, karena semakin cepat Anda mencari bantuan, semakin baik.

Kalau Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.