Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Usia Yang Paling Baik Untuk Hamil

Usia yang paling baik dan tepat untuk memulai program hamil -

Menyambut kehamilan adalah salah satu saat paling berharga bagi semua wanita. Selain membawa banyak sukacita, juga membawa tanggung jawab terbesar yang akan Anda emban seumur hidup.

Oleh karena itu, Anda perlu 100% yakin sebelum memulai program hamil dan meneruskan perjalanan hidup dengan menjadi seorang ibu.

Wanita modern memiliki banyak prioritas. Artikel ini akan membantu Anda memahami keuntungan dan kelemahan kehamilan pada berbagai usia yang berbeda.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil dari dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Usia Yang Paling Baik Untuk Hamil

Usia Berapakah Yang Paling Baik Untuk Hamil?

Jurnal medis dokter kandungan dan ginekolog yang berisi sebuah penelitian dari Royal College of Obstetricians dan Gynecologists, menyatakan bahwa "usia aman untuk hamil adalah di usia 20 sampai 35 tahun".

Beberapa fakta yang dinyatakan oleh para ahli medis tersebut adalah sebagai berikut:
  • Para ahli medis berpendapat bahwa perempuan cenderung mengalami lebih banyak komplikasi seperti pre-eklampsia, keguguran, bayi lahir mati, kehamilan ektopik dll jika mereka hamil di atas usia 35 tahun.
  • Kesuburan telur juga mulai menurun diatas usia 30 tahun, sehingga membuat wanita lebih sulit hamil.
  • Jika Anda berencana untuk memiliki beberapa anak, program yang ideal adalah memiliki anak pertama di awal atau pertengahan 20-an dan anak berikutnya di akhir usia dua puluhan atau awal tiga puluhan.


Kehamilan Pada Berbagai Usia

Dalam rangka untuk menentukan usia yang tepat untuk memulai program hamil, pertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat kesuburan, kematangan emosional, stabilitas karir, orientasi keluarga, kesehatan keuangan dll.

Berikut ini adalah fakta yang dapat membantu Anda memutuskan usia yang sempurna untuk hamil sesuai prioritas hidup Anda masing-masing:


Kehamilan pada usia 20 hingga 24 tahun

Kondisi tubuh Anda
Ini adalah masa paling subur Anda.

Siklus haid Anda teratur dan Anda berovulasi pada sebagian besar (atau bahkan semua) siklus Anda tiap bulannya. Meskipun demikian, Anda mungkin masih belum hamil.

Rata-rata wanita berusia antara 20 sampai 24 tahun hanya memiliki peluang sekitar 20% untuk hamil tiap bulannya.

Setelah Anda berhasil hamil, tekanan darah Anda akan diperiksa setiap kali Anda mengunjungi dokter kandungan untuk menjalani pemeriksaan rutin, meskipun sebagian besar wanita di usia 20 tahunan tidaklah terlalu berisiko terhadap hipertensi.

Penelitian menunjukkan bahwa risiko Anda menderita diabetes gestasional hanyalah setengahnya dibanding wanita berusia 40 tahunan.


Kondisi emosional Anda
Apa yang Anda rasakan tentang kondisi kehamilan sangat bervariasi tergantung masing-masing orang dan dapat dengan mudah berubah-ubah.

Beberapa wanita muda yang memutuskan menunda kemajuan kariernya untuk hamil, awalnya mungkin merasa menyesal. Namun seiring waktu, semua itu akan berlalu dan Anda akan mensyukuri kenyataan bahwa Anda sudah sempurna sebagai seorang wanita.


Risiko terhadap bayi Anda
Tingkat keguguran pada rentang usia ini adalah sekitar 9,5 persen, sangat rendah.

Karena sel telur Anda masih muda dan sehat, maka risiko bayi Anda terlahir cacat atau kelainan kromosom lainnya masih relatif kecil.


Kehamilan pada usia 25 sampai 29 tahun

Kondisi tubuh Anda
Jika Anda rajin berolahraga dan makan dengan dengan baik, dan terus melanjutkannya selama masa kehamilan Anda, Anda harusnya bisa melewati proses persalinan dengan mudah dan kembali mendapatkan bentuk tubuh ideal Anda dengan cepat.

Pada usia 20 tahunan, kebugaran tubuh Anda masih optimal sehingga lebih mudah bagi Anda menjalani persalinan maupun proses setelahnya. Dalam hal kesehatan jangka panjang, jika Anda memutuskan untuk hamil di usia 20-an, risiko Anda untuk menderita kanker payudara dan kanker ovarium juga lebih kecil.


Kondisi emosional Anda
Pada usia akhir 20 tahunan, Anda mungkin sudah lebih mapan secara karier dan kemungkinan besar hubungan Anda dengan suami Anda juga sudah lebih dewasa.


Risiko terhadap bayi Anda
Tingkat risiko keguguran pada akhir usia 20 tahunan adalah 10 persen, hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan wanita yang lima tahun lebih muda.


Kehamilan pada usia 30 hingga 34 tahun

Kondisi tubuh Anda
Kesuburan mulai menurun memasuki usia 30 tahun, namun masih bertahap sampai lima tahun ke depan atau lebih.

Survey menunjukkan bahwa operasi caesar terjadi hampir dua kali lipat pada wanita di usia 30 - 34 tahun dibanding wanita di usia 20-tahunan.


Kondisi emosional Anda
Wanita karier yang sudah membangun kariernya sejak muda, biasanya sudah merasa siap secara emosional begitu memasuki usia 30 tahunan. Mereka memiliki energi dan sumber daya yang memadai.

Namun demikian, Anda harus memikirkan sejak awal apakah setelah melahirkan Anda ingin kembali bekerja atau meneruskan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.


Risiko terhadap bayi Anda
Tingkat risiko keguguran pada wanita di usia ini adalah 11,7 persen.


Kehamilan pada usia 35-39 tahun

Kondisi tubuh Anda
Kesuburan terus menurun setelah melewati usia 35 tahun dan menukik tajam ketika memasuki usia 38 tahun.

Penurunan drastis tersebut terjadi terutama karena fakta bahwa sel telur wanita mengalami penuaan sehingga lebih sulit untuk dibuahi.

Sampai usia 35, sebagian besar dokter menyarankan setiap pasangan melakukan hubungan intim selama setahun penuh dulu sebelum menjalani perawatan infertilitas. Namun setelah melewati usia 35 tahun, jangka waktunya dikurangi menjadi 6 bulan.

Masalah terbesar bagi pasangan yang sulit hamil adalah menunda pengobatan, sebab ada perbedaan yang besar antara kesuburan pada usia akhir 30 tahunan dan awal 40 tahunan.

Resiko tekanan darah tinggi selama kehamilan adalah sekitar dua kali lipat untuk wanita di atas usia 35 tahun dibandingkan dengan wanita yang lebih muda. Hipertensi mempengaruhi sekitar 10% sampai 20% wanita hamil dalam kelompok usia ini.

Risiko diabetes gestasional adalah dua sampai tiga kali lebih tinggi pada wanita di atas usia 35 tahun dibandingkan pada wanita yang lebih muda, terutama jika kelebihan berat badan.

Risiko operasi caesar adalah sekitar dua kali lebih tinggi pada wanita usia 35-39 tahun dibanding wanita berusia 20 tahunan. Mungkin karena proses persalinan normal cenderung lebih sulit dan lebih lama bagi wanitapada kelompok usia ini sehingga seringkali dokter memutuskan untuk melakukan prosedur bedah caesar.


Kondisi emosional Anda
Banyaknya pemeriksaan yang mesti dijalani oleh wanita yang hamil pada kelompok usia ini, mungkin bisa menyebabkan seorang wanita mudah terserang rasa cemas dan gelisah.


Risiko terhadap bayi Anda
Peluang melahirkan bayi kembar, meningkat secara signifikan di akhir usia 30 tahunan (dan awal 40-an).

Ini terjadi mungkin karena fakta bahwa stimulasi hormonal terhadap ovarium Anda sedikit mengalami perubahan seiring bertambahnya usia, sehingga memperbesar kemungkinan ovarium akan melepaskan lebih dari satu sel telur.

Tingkat risiko keguguran pada wanita berusia 35 tahun keatas meningkat sampai mendekati 18%. Risiko bayi lahir mati sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibanding wanita di usia 20 tahunan.


Kehamilan pada usia 40-44 tahun

Kondisi tubuh Anda
Kabar baiknya, wanita berusia lebih dari 40 tahun hamil dan melahirkan bayi tanpa bantuan obat kesuburan atau teknologi reproduksi buatan, bisa hidup lebih lama.

Mengapa?

Teorinya adalah, karena hormon estrogen (yang mana masih diproduksi oleh tubuh wanita) memiliki efek yang bisa memperpanjang usia dan menyehatkan jantung, tulang dan organ lainnya.

Namun, hanya 1% wanita yang masih bisa hamil di usia 40 - 44 tahun. Peluang wanita di kelompok usia ini untuk bisa hamil menurun menjadi hanya sekitar 5% saja.

Seberapa baik Anda bisa membawa kehamilan Anda dan melahirkan bayi di usia 40 tahunan, tergantung pada beberapa faktor, yaitu tingkat kebugaran, pola hidup sehari-hari dan sudah berapa kali Anda hamil.

Keluhan terbesar yang dirasakan wanita yang hamil di usia 40 tahunan adalah rasa lelah yang ekstrim. Perubahan hormonal yang terjadi pada masa kehamilan memang membuat semua wanita merasa lelah, tetapi kelelahan akan lebih parah dirasakan apabila usia Anda sudah semakin tua.


Kondisi emosional Anda
Pada saat usia Anda mencapai 40 tahunan, Anda sudah memiliki banyak pengalaman hidup yang bermanfaat untuk membesarkan anak Anda nantinya. Anda mungkin juga lebih sabar dibanding ketika Anda masih berusia muda.


Risiko terhadap bayi Anda
Sekitar sepertiga wanita yang hamil di kelompok usia 40 sampai 44 tahun, mengalami keguguran.

Penyebabnya antara lain: sel telur sudah banyak yang rusak, lapisan rahim sudah tidak cukup tebal lagi, atau suplai darah ke rahim mungkin tidak memadai untuk mempertahankan kehamilan.

Risiko bayi lahir dengan cacat kromosom juga meningkat.


Kehamilan pada usia 45-49 tahun

Kondisi tubuh Anda
Persentase wanita yang berhasil hamil dan melahirkan bayi dalam kelompok usia ini hanyalah 0,03%.

Kalaupun Anda berhasil hamil, Anda akan diharuskan menjalani beragam pemeriksaan dan kehamilan Anda pun harus terus diawasi dengan ketet. Anda akan terus dipantau terkait dengan kondisi kesehatan jantung, diabetes dan ginjal.
Bahkan, meskipun bentuk tubuh Anda misalnya masih sama dengan ketika Anda berusia 20 tahunan, hamil dan melahirkan di usia ini tetap akan lebih sulit. Sebab Anda akan menanggunng beban kehamilan seperti naiknya volume darah menjadi hampir dua kali lipat, meningkatnya tekanan pada jantung serta bertambahnya beban pada otot dan sendi Anda.


Kondisi emosional Anda
Pada usia ini, Anda mungkin lebih khawatir terhadap kesehatan bayi Anda daripada kesehatan Anda sendiri. Ini beralasan, sebab tentu saja bayi Anda menghadapi terlalu banyak risiko komplikasi.

Namun, semakin baik Anda merawat diri Anda, semakin besar peluang Anda untuk bisa hamil dan melahirkan dengan baik dan sehat.


Risiko terhadap bayi Anda
Lebih dari setengah dari seluruh kehamilan yang terjadi diatas usia 45 tahun, berakhir dengan keguguran (yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu).

Risiko bayi lahir mati adalah dua kali lipat pada wanita di usia 40 tahunan dibandingkan dengan wanita berusia 20 tahunan. Risiko cacat kromosom pun meningkatkan tajam.


Kehamilan diatas usia 50 tahun

Usia rata-rata wanita mengalami menopause adalah 51 tahun, kadang lebih cepat, kadang lebih lama beberapa tahun. Hampir semua kehamilan yang terjadi diatas usia 50 tahun membutuhkan bantuan ekstra, baik dari obat kesuburan, suplemen hormon, atau telur donor.

Wanita yang masih berovulasi di usia ini biasanya harus mengkonsumsi progesteron untuk setidaknya dua bulan pertama demi mempertahankan kehamilan.

Wanita yang sudah berhenti berovulasi membutuhkan donor sel telur untuk bisa hamil dan harus mengkonsumsi estrogen dan progesteron, sampai plasenta bisa mulai memproduksi hormon.

Pada usia ini, risiko kompikasi sangat tinggi, termasuk hipertensi, masalah ginjal, dan masalah dengan plasenta sehingga membutuhkan pemantauan dan perawatan yang ketat.

Masalah tidak berhenti sampai disitu.

Setelah bayi lahir, wanita yang berusia diatas 50 tahun membutuhkan energi lebih banyak dan stamina tambahan untuk bisa bangun di tengah malam memberi minum bayinya.

Berita baiknya: statistik menunjukkan bahwa apabila seorang wanita hamil, jika merawat dirinya dengan baik dan jika hasil pemeriksaan semua menunjukkan tanda baik-baik saja, maka wanita tersebut akan melahirkan bayi yang sehat, terlepas berapapun usianya.

Tingkat kematian janin turun sekitar 70% sejak tahun 1960-an. Ini berita baik untuk semua wanita hamil di seluruh dunia.

Secara singkat, inilah kesimpulan yang bisa Anda ambil mengenai kesuburan, kehamilan dan hubungannya dengan usia Anda:
  • Usia antara 20 sampai 24 tahun adalah masa paling subur bagi perempuan; Namun, perempuan mungkin belum memiliki kesiapan emosional untuk menangani tanggung jawab kehamilan.
  • Jika seorang wanita mempertahankan gaya hidup sehat dan makan dengan baik, maka usia 25 sampai 29 tahun sangat ideal untuk memulai program hamil,  tubuh Anda pun sudah mampu menangani kehamilan dengan baik dan wanita sudah memiliki kematangan emosional untuk bertanggung jawab terhadap bayi.
  • Untuk wanita yang berorientasi karier, usia awal tiga puluhan juga tepat untuk memulai program hamil.
  • Kehamilan pada usia akhir tiga puluhan dan awal empat puluhan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk terhambat hal-hal seperti diabetes gestational dan hipertensi.
  • Diabetes gestational harus menjadi perhatian serius di kalangan perempuan berusia diatas 35 tahun.
  • Kesuburan sedikit menurun di usia awal tiga puluhan.
  • Kesuburan menurun tajam di akhir usia tiga puluhan.
  • Kesuburan terendah pada usia empat puluhan.
  • Mempertahankan tingkat kebugaran sangat penting jika Anda berencana untuk hamil diatas usia empat puluh. Anda mungkin akan terlalu lelah menanggung beban kehamilan
Kalau Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.