Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Nyeri Perut Pada Saat Hamil

Penyebab, gejala dan cara mengatasi nyeri perut pada saat hamil -

Hai Ibu, apa kabar? Semoga Anda sehat-sehat saja.

Kali ini kita akan membahas mengenai: normalkah ibu hamil mengalami nyeri perut?

Nyeri perut yang sesekali dialami oleh ibu hamil adalah keluhan yang normal dan walaupun pada umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa jadi juga nyeri perut tersebut merupakan sinyal adanya masalah yang lebih serius apabila kemudian rasa nyerinya semakin parah atau berkepanjangan.

Di bawah ini kami akan menjelaskan penyebab nyeri perut yang paling umum pada saat hamil, tapi jangan coba untuk mendiagnosa diri sendiri.

Jika Anda mengalami nyeri perut atau kram bersamaan dengan keluarnya flek, pendarahan, demam, menggigil, keputihan, pingsan, nyeri saat kencing atau mual dan muntah, atau jika rasa nyeri tidak mereda setelah beberapa lama beristirahat, segera hubungi dokter Anda.

Nyeri perut pada saat hamil ini kami bagi menjadi dua jenis, yaitu nyeri perut yang serius (berbahaya) dan nyeri perut yang umumnya tidak berbahaya.

Nyeri Perut Pada Saat Hamil


Penyebab nyeri perut yang serius dan berbahaya

Penyebab nyeri perut pada saat hamil #1: Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang sudah dibuahi tertanam di luar rahim, biasanya di salah satu saluran tuba fallopi. Hal ini dapat menyebabkan kram dan beberapa gejala lainnya pada saat hamil muda.

Jika tidak ditangani segera, kehamilan ektopik dapat mengancam nyawa ibu.

Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut: nyeri perut atau nyeri pinggul, flek pada vagina atau pendarahan (bisa berwarna merah atau coklat, banyak atau sedikit, terus menerus atau sesekali), rasa nyeri yang semakin parah pada saat beraktivitas fisik atau pada saat batuk, atau Anda merasakan nyeri di daerah bahu Anda.

Jika Anda mengalami pendarahan berat atau memiliki tanda-tanda syok (seperti denyut jantung meningkat, pusing, pingsan, pucat, kulit berkeringat dan dingin), hubungi dokter Anda.

Baca tentang: Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan


Penyebab nyeri perut pada saat hamil #2: Keguguran

Keguguran adalah gagalnya kehamilan pada usia 20 minggu pertama.

Gejala awal keguguran pada umummnya adalah munculnya flek pada vagina atau pendarahan, diikuti dengan nyeri perut beberapa jam sampai beberapa hari kemudian.

Pendarahan yang terjadi bisa sedikit, bisa juga banyak. Rasa nyeri seperti kram bisa terasa sangat tajam atau bisa juga ringan dan mungkin ada juga nyeri pada punggung atau seperti tekanan pada tulang panggul.

Hubungi dokter Anda jika Anda merasakan gejala keguguran seperti di atas.

Jika Anda menderita nyeri yang parah atau pendarahan berat, Anda perlu ditangani segera oleh tenaga medis.

Baca mengenai: Keguguran Dini


Penyebab nyeri perut pada saat hamil #3: Persalinan prematur
Anda mungkin terpaksa menjalani persalinan prematur jika Anda mengalami kontraksi terus-menerus yang terjadi sebelum minggu ke-37 kehamilan.

Hubungi dokter atau bidan segera jika Anda mengalami salah satu gejala berikut pada trimester kedua atau ketiga (sebelum minggu ke-37):
  • Peningkatan kuantitas (jumlah) cairan vagina atau teksturnya berubah (jika menjadi lebih licin, berlendir kental, atau berdarah, bahkan walaupun hanya berubah sedikit).

  • Flek pada vagina atau pendarahan.

  • Nyeri perut, kram seperti haid, atau mengalami lebih dari lima kali kontraksi dalam satu jam (bahkan walaupun kontraksinya tidak sakit).

  • Tekanan di daerah panggul.

  • Nyeri punggung dan nyeri pinggul, terutama jika Anda sebelumnya tidak pernah mengalami sakit pada punggung.

Penyebab nyeri perut pada saat hamil #4: Solusio plasenta
Solusio plasenta adalah kondisi yang mengancam jiwa di mana plasenta Anda terlepas dari dinding rahim sebelum bayi Anda lahir, baik itu sebagian atau seluruhnya.

Ada banyak gejala yang menyertai kondisi ini. Solusio plasenta kadang-kadang dapat menyebabkan pendarahan mendadak, tetapi dalam kasus lain mungkin tidak terlihat adanya pendarahan pada awalnya, atau hanya perdarahan ringan atau bercak saja. Atau pada saat pecah ketuban, bercampur dengan darah.

Gejala lain solusio plasenta adalah nyeri punggung, sering kontraksi, atau rahim berkontraksi dan tetap mengeras (seperti kram atau kontraksi yang tidak hilang). Anda juga mungkin merasakan penurunan aktivitas bayi Anda. Segera temui dokter


Penyebab nyeri perut pada saat hamil #5: Preeklampsia
Preeklampsia adalah suatu kondisi medis serius pada saat hamil yang menyebabkan kelainan dalam pembuluh darah dan dapat mempengaruhi sejumlah organ dalam, termasuk hati, ginjal, otak dan plasenta.

Anda terdiagnosis menderita preeklampsia jika tekanan darah Anda tinggi pada usia kehamilan diatas 20 minggu dan terdapat protein dalam urin, ada kelainan pada hati atau ginjal, sakit kepala terus-menerus atau penglihatan memburuk.

Gejala preeklampsia antara lain pembengkakan pada wajah Anda atau di sekitar mata Anda, pembengkakan pada tangan Anda dan pembengkakan tiba-tiba dan banyak pada kaki atau pergelangan kaki. Retensi air ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dengan cepat.

Anda juga mungkin mengalami rasa sakit atau nyeri di perut bagian atas, sakit kepala parah, gangguan visual (penglihatan kabur atau berbintik-bintik) atau mual dan muntah. Jika Anda mengalami gejala-gejala preeklampsia, segera hubungi dokter atau bidan.

Baca lebih jauh mengenai: Preeklampsia dan bahayanya


Penyebab nyeri perut pada saat hamil #6: Infeksi kandung kemih
Kehamilan membuat Anda lebih rentan terhadap semua jenis infeksi, termasuk infeksi kandung kemih dan infeksi ginjal.

Gejala infeksi kandung kemih antara lain rasa nyeri, atau rasa panas ketika buang air kecil; nyeri pada tulang panggul atau perut bagian bawah (tepat di atas tulang kemaluan); dorongan yang tidak terkontrol untuk buang air kecil; urin keruh, berbau tidak sedap atau bercampur darah.

Temui dokter Anda jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut.

Apabila infeksi kandung kemih tidak diatasi segera, maka dapat menyebabkan infeksi pada ginjal dan terjadinya persalinan prematur.

Tanda-tanda bahwa infeksi telah menyebar ke ginjal (dan bahwa Anda membutuhkan perhatian medis) antara lain demam tinggi, sering gemetar, menggigil atau berkeringat, sakit di punggung bawah atau di bagian samping tubuh Anda tepat di bawah tulang rusuk, pada satu atau kedua sisi (dan mungkin di perut Anda juga), mual dan muntah, dan mungkin juga ada nanah atau darah dalam urin Anda.


Penyebab nyeri perut lainnya
Banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri perut, apakah pada saat hamil ataupun tidak. Beberapa penyebab paling umum dari nyeri perut adalah virus perut, keracunan makanan, usus buntu, batu ginjal, hepatitis, penyakit kandung empedu, pankreatitis, fibroid, dan obstruksi usus.

Penyakit kandung empedu dan pankreatitis seringkali akibat adanya batu empedu. Penyakit tersebut lebih umum terjadi pada saat hamil.

Fibroid dapat berkembang selama kehamilan dan menyebabkan ketidaknyamanan. Perkembangan rahim dan jaringan usus yang pernah terluka sebelumnya dapat menyebabkan gangguan pada usus, yang kemungkinan besar terjadi pada trimester ketiga.

Apa penyebab paling umum dari nyeri perut yang tidak berbahaya?

Tidak semua nyeri perut merupakan pertanda dari adanya masalah yang serius selama kehamilan. Misalnya, Anda mungkin akan mengalami sedikit kram selama atau setelah orgasme. Selama kram itu ringan dan tidak lama, hal itu normal dan tidak perlu khawatir.

Berikut ini adalah beberapa penyebab lain dari nyeri perut biasa. Tapi ingat, jika Anda tidak yakin apa yang Anda alami atau nyeri Anda makin parah atau berkelanjutan, segera hubungi dokter Anda.


Gas dan kembung
Anda akan lebih banyak mengalami gas atau kembung pada saat hamil karena adanya hormon yang memperlambat pencernaan dan tekanan dari rahim makin membesar terhadap perut dan usus Anda.

Artikel terkait: Kembung dan Buang Angin Pada Saat Hamil


Sembelit
Sembelit adalah penyebab umum lainnya dari nyeri perut pada saat hamil, sebab adanya hormon yang memperlambat gerakan makanan dalam saluran pencernaan Anda dan tekanan rahim yang makin membesar terhadap rektum.

Artikel terkait: Cara Mengatasi Sembelit Pada Saat Hamil


Nyeri ligamen
Nyeri ligamen umumnya berlangsung cepat, tajam dan menusuk atau bisa juga rasa nyeri berlangsung lama yang terasa pada salah satu atau kedua sisi bagian bawah perut, atau di pangkal paha Anda, dan biasanya mulai terasa pada trimester kedua.

Ini terjadi ketika ligamen yang mendukung rahim dalam panggul Anda, meregang dan menebal untuk mengakomodasi dan mendukung pertumbuhan rahim selama hamil.

Anda mungkin akan merasakan sensasi nyeri seperti menusuk yang singkat jika Anda tiba-tiba mengubah posisi, seperti misalnya ketika Anda bangun tidur, atau bangkit dari kursi, atau ketika Anda batuk, berguling di tempat tidur, atau keluar dari bak mandi.

Atau Anda mungkin merasa nyeri setelah terlalu banyak berjalan atau melakukan beberapa aktivitas fisik lainnya. Atasi dengan banyak beristirahat.


Kontraksi Braxton Hicks
Kadangkala beberapa minggu setelah melewati pertengahan masa kehamilan, Anda mengalami sensasi seperti kontraksi dalam rahim Anda. Ini disebut sebagai kontraksi Braxton Hicks.

Sebelum minggu ke-37, kontraksi Braxton Hicks ini harusnya jarang terjadi, tidak teratur dan pada dasarnya tidak menyakitkan.

Hubungi dokter Anda jika kontraksi yang terjadi disertai nyeri pada punggung bagian bawah, jika Anda merasakan lebih dari lima kontraksi dalam satu jam (bahkan walaupun tidak terasa sakit), jika terasa secara berkala, jika disertai dengan keputihan atau perdarahan, atau jika Anda memiliki gejala persalinan prematur.

Kram adalah salah satu tanda semakin dekatnya waktu persalinan.


Bagaimana mengatasi nyeri perut pada saat hamil?

Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi nyeri perut yang bukan disebabkan oleh kondisi yang serius:
  • Bergerak atau melakukan beberapa gerakan olahraga ringan untuk menghilangkan rasa nyeri yang mungkin disebabkan oleh gas.

  • Mandi dengan air hangat.

  • Membungkuk untuk mengurangi rasa nyeri pada perut.

  • Minum banyak air. Dehidrasi dapat menyebabkan kontraksi Braxton Hicks.

  • Jika rasa sakit disebabkan oleh kontraksi Braxton Hicks, berbaringlah untuk meredakannya. Istirahat juga dapat membantu Anda untuk lebih fokus dan mengidentifikasi gejala yang Anda rasakan.
Kalau Anda senang membaca buku bagus tentang perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.