Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Mengatasi Nyeri Dan Kram Pada Saat Hamil

Penyebab dan jenis-jenis nyeri dan kram pada ibu hamil disertai panduan efektif cara mengatasinya -

Hai Ibu, apa kabar? Semoga Anda dan adek bayi sehat-sehat saja...

Sembilan bulan masa kehamilan adalah masa perubahan dalam hidup Anda. Selama 9 bulan ini, tubuh Anda akan mengalami perubahan besar-besaran.

Anda akan mulai merasakan nyeri dan kram yang konstan di beberapa bagian tubuh Anda sebab tubuh Anda sedang meregang dan berkembang seiring bertambahnya usia kehamilan.

Bagaimana tidak, ada jabang bayi yang sedang tumbuh dalam perut Anda!

Buku yang disarankan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG.

Mengatasi Nyeri Dan Kram Pada Saat Hamil

Mengapa ibu hamil mengalami kram?

Kram adalah kontraksi otot tak sadar sehingga menyebabkan nyeri. Kram dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit.

Apakah kram normal selama kehamilan?

Ya, kram adalah hal yang normal dalam kehamilan. Namun, apabila kram terasa makin parah, bisa jadi ada yang salah. Apabila kram tidak berhenti dan terasa semakin sakit, Anda harus segera menemui dokter.


Penyebab kram pada ibu hamil

Kram pada saat hamil dapat disebabkan karena beberapa hal. Berikut adalah beberapa penyebab kram yang paling umum:
  • Dehidrasi (kurang cairan).
  • Kelebihan berat badan.
  • Perubahan hormon.
  • Sembelit.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Nyeri ligamen.
  • Gangguan pencernaan.
  • Batu kandung empedu.
  • Hubungan seksual.
  • Gas.
  • Kekurangan kalium, magnesium dan natrium.
  • Kelelahan otot.
Kebanyakan kram akan hilang dengan sendirinya dan kadang-kadang hanya dengan melakukan sedikit relaksasi, kram dapat hilang lebih cepat.


Jenis-jenis Kram Selama Kehamilan

Kram selama masa kehamilan biasanya terjadi pada sekitar awal bulan kedua dan kemungkinan besar akan terus berlanjut hingga persalinan.

Berikut ini adalah beberapa jenis kram yang mungkin akan Anda alami:
  • Kram pada trimester pertama biasanya terjadi karena perubahan di dalam rahim Anda akibat perkembangan bayi di dalamnya.
  • Pada trimester kedua, rahim mengembang sampai batas terbesarnya. Hal ini menyebabkan lebih sering kram perut. Kram perut juga dapat terjadi sebagai tanda-tanda dekatnya persalinan, apabila terjadi pada trimester ketiga.
  • Selama trimester ketiga, kram kaki terjadi sangat sering karena bobot tambahan yang harus ditanggung tubuh Anda semakin besar. Otot betis Anda tidak biasanya menanggung beban seberat itu. Inilah sebabnya mengapa otot berkontraksi, sehingga menyebabkan nyeri.
  • Hal utama yang perlu diingat adalah bahwa meskipun kram adalah hal normal yang terjadi pada ibu hamil, Anda harus meminta bantuan medis segera apabila Anda mulai merasa tidak nyaman.

Berikut adalah tiga jenis nyeri utama yang mungkin Anda rasakan selama hamil:


1. Nyeri perut

Jika Anda mengalami sakit perut, jangan langsung panik.

Nyeri pada perut hanya peringatan bagi Anda untuk mewaspadai apa yang Anda makan. Rasa sakitnya bisa ringan atau bisa juga terasa tajam dan dimulai sejak trimester pertama sampai saat persalinan Anda.
  • Nyeri perut bisa terjadi ketika ada risiko kelahiran prematur. Rasa sakit meningkat tajam secara tiba-tiba dan terasa ada kontraksi, diikuti dengan nyeri punggung.
  • Kadang-kadang, nyeri pada punggung bisa menimbulkan gejala seperti pembengkakan pada wajah Anda, bengkak di mata dan edema disebabkan karena preeklampsia (gangguan karena perubahan pada pembuluh darah).
  • Adanya batu empedu (juga disebut kolelitiasis, batu di dalam kandung empedu) selama kehamilan juga dapat menimbulkan nyeri perut.
  • Sakit perut juga bisa diperparah dengan makan makanan yang menyebabkan gas.
  • Sakit perut yang parah sekali bisa saja terjadi kalau ada resiko keguguran. Ini terjadi disertai dengan perdarahan ringan atau berat.

2. Nyeri punggung

Jika Anda mengalami sakit punggung, itu berarti bahwa bayi Anda sedang tumbuh. Gejala-gejala nyeri punggung biasanya terjadi pada paruh kedua usia kehamilan.

Ada dua jenis nyeri punggung yang umum terjadi selama kehamilan:
  • Nyeri punggung bawah; nyeri ini biasanya terjadi di atas pinggang, persis di tengah punggung Anda. Nyeri ini meningkat apabila Anda bertahan dalam satu postur dalam waktu yang lama seperti berdiri, duduk, dll
  • Nyeri Posterior atau Nyeri Panggul: Nyeri ini terasa di bawah pinggang, bisa terjadi di sebelah kiri atau kanan. Nyeri ini dapat menjalar hingga ke dalam pinggul dan ke belakang paha. Ini terjadi karena perubahan hormonal, peregangan otot, penambahan berat badan dan perubahan postur.

3. Nyeri kaki

Nyeri kaki, terutama terasa pada malam hari, akan mulai Anda rasakan pada trimester kedua kehamilan dan semakin parah seiring bertambahnya usia kehamilan.
  • Anda mengalami nyeri kaki karena otot-otot kaki Anda harus menopang pertambahan berat badan Anda.
  • Nyeri pada kaki bisa juga terjadi karena tekanan pada pembuluh darah di kaki, perubahan hormonal atau kekurangan kalsium dan magnesium.
  • Nyeri pada kaki dapat terjadi pada malam hari dan mengganggu tidur Anda, oleh karena itu disarankan untuk mandi air hangat sebelum Anda naik ke tempat tidur untuk sedikit mengendurkan otot Anda.


Tips cara mencegah dan mengatasi nyeri dan kram selama kehamilan

Kram dan nyeri dapat dikurangi dengan mengikuti beberapa tips berikut:
  1. Nyeri perut yang normal dapat ditangani dengan meningkatkan mobilitas tubuh Anda atau dengan melakukan latihan intensitas rendah selama beberapa menit. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai senam atau olahraga yang baik selama kehamilan. 
  2. Berbaring pada permukaan yang datar membantu Anda untuk mendeteksi nyeri perut. Setiap kali Anda merasa kram di perut Anda, berbaringlah pada permukaan yang datar dan cobalah untuk merasakan bagian mana yang sakit. 
  3. Mengkompres bagian yang sakit dengan air hangat dapat meredakan nyeri dan kram. Jika Anda mulai merasa gatal, bengkak dan/atau kemerahan di tempat Anda mengkompresnya, segera hentikan.
  4. Kadang-kadang, nyeri terjadi karena faktor dehidrasi. Selama kehamilan, tubuh Anda membutuhkan tambahan cairan. Minumlah minimal 8 gelas air sehari atau lebih jika Anda tinggal di daerah beriklim panas.
  5. Nyeri perut bisa menjadi sinyal pencernaan yang buruk. Konsumsilah menu makanan yang bergizi dan sehat untuk ibu hamil untuk menghindarinya.
  6. Latihan olahraga intensitas tinggi juga dapat menyebabkan sakit punggung. Jika Anda senang berolahraga, hentikanlah sementara olahraga berat dan biarkan tubuh Anda beristirahat.
  7. Kadang-kadang, nyeri disebabkan karena gas atau kembung. Cegah hal ini dengan menghilangkan produk makanan fermentasi dari menu Anda.
  8. Untuk mencegah kram kaki, hindari berdiri atau duduk dengan kaki disilangkan dalam jangka waktu yang lama. Berdirilah dengan postur tubuh yang benar untuk menghindari kram di kaki. 
  9. Latihan peregangan secara teratur akan membantu untuk membuat otot betis Anda rileks. Lakukan ini segera setelah bangun di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari untuk menghindari kram di malam hari. Juga, pastikan untuk meregangkan betis Anda sebelum dan sesudah latihan olahraga (pendinginan).
  10. Hindari kegiatan yang melelahkan karena dapat menambah tekanan ekstra pada otot betis Anda. Hal ini akan mengakibatkan kontraksi otot yang bisa menyebabkan Anda kram.
  11. Nyeri yang berkepanjangan pada kaki Anda akibat kram, bisa disebabkan karena pembekuan darah. Hubungi dokter segera.
  12. Tingkatkan sirkulasi darah di bagian bawah tubuh. Cobalah untuk berbaring pada sisi kiri Anda. Hal ini akan memberikan suplai darah yang cukup untuk otot betis.
  13. Anda dapat berlatih aerobik air atau melakukan yoga kehamilan untuk menghindari kemungkinan kram atau nyeri selama kehamilan. 
  14. Tinggikan kaki Anda dan luruskanlah saat Anda tidur. Hal ini akan meningkatkan sirkulasi darah di tubuh Anda.
  15. Lakukan pijat prenatal (pijat kehamilan) untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan.
  16. Untuk mencegah nyeri punggung, pakailah sepatu yang nyaman. Memakai sepatu hak tinggi akan meningkatkan resiko nyeri punggung. 
  17. Perbaiki postur tubuh Anda saat latihan olahraga. Jaga punggung Anda tetap lurus selama latihan jongkok (squat). Tempatkan bantal di bawah punggung untuk mencegah sakit punggung. 
  18. Istirahat yang cukup. Pertambahan berat pada rahim Anda akan membebani otot-otot punggung Anda sehingga Anda mudah lelah.
  19. Gunakan guling di antara kaki Anda saat tidur. Ini akan membantu mencegah kram dan nyeri.
  20. Setiap kali Anda duduk, jagalah punggung tetap lurus dan angkat kaki Anda lebih tinggi dari lantai dengan bertumpu pada kursi atau tumpuan yang rendah.
  21. Anda harus mengkonsumsi suplemen magnesium untuk meredakan kram selain suplemen vitamin prenatal.
  22. Kram bisa juga terjadi karena kurangnya kalsium dalam tubuh Anda. Untuk itu, Anda harus mengkonsumsi suplemen kalsium yang juga dapat meringankan kontraksi pada otot.
  23. Sebelum Anda tidur, berdirilah sekitar dua meter dari dinding dan bertumpulah pada dinding dengan menyandarkan telapak tangan Anda. Condongkan tubuh ke depan, jagalah tumit tetap rata di lantai. Tahan posisi peregangan ini selama sepuluh detik dan rilekskan selama lima detik. Ulangi sebanyak 3 kali.
  24. Ketika Anda merasa gejala kram akan segera muncul, berdirilah pada lantai yang datar dan dingin. Hal ini akan mengurangi kram Anda.
  25. Makanlah menu seimbang yang mencakup semua vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh Anda.


Hal yang harus diingat

Demikianlah beberapa tips yang dapat membantu Anda mengurangi kram dan nyeri dalam kehamilan. Tapi selalu ingat bahwa:
  • Sebelum mengkonsumsi suplemen apapun, konsultasikan dengan dokter Anda sebab suplemen yang salah dapat menyebabkan masalah kesehatan pada Anda dan bayi Anda.
  • Jika Anda mengalami kram pada vagina, perdarahan disertai dengan pusing, temui dokter segera.
  • Jika Anda mengalami nyeri yang sangat parah atau sakit perut disertai dengan kontraksi, hubungi dokter segera.
Kalau Anda membutuhkan sebuah panduan lengkap mengenai perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku best-seller Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.