Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil

Mengatasi Anemia atau Kurang Darah Pada Ibu Hamil -

Anda seorang ibu hamil? Kemungkinan besar Anda akan mengalami beberapa masalah yang tidak Anda harapkan seperti lesu, lemah dan mudah mengantuk untuk beberapa bulan ke depan.

Anda mungkin merasa sulit untuk melakukan pekerjaan, bahkan yang paling ringan dan sederhana sekalipun. Rasanya ingin tetap bermalas-malasan sepanjang hari.

Anda membutuhkan istirahat dan perawatan yang tepat.
Karena kurangnya hemoglobin dalam darah dapat menyebabkan kerusakan pada janin dan mengakibatkan kurangnya pasokan oksigen pada bayi yang sedang berkembang di dalam rahim Anda.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil

Apa itu Anemia?

Menurut kamus medis, anemia adalah suatu kondisi dimana kandungan sel darah merah (hemoglobin) dalam darah Anda rendah.
Orang Indonesia biasa menyebutnya dengan "kurang darah".

Warna merah darah Anda berasal dari hemoglobin, yang merupakan protein yang kaya akan zat besi. Sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh Anda melalui protein ini.

Selama kehamilan, darah harus diproduksi lebih banyak dalam rangka mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin Anda. Menu makanan Anda harus kaya akan berbagai nutrisi seperti zat besi, asam folat dan vitamin B12.

Anemia ringan sering terjadi pada wanita, tetapi jika terjadi pada ibu yang sedang hamil, dapat menyebabkan banyak komplikasi seperti kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan yang rendah atau bayi yang juga mengidap anemia (postpartum depression).

Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan anak. Bayi juga bisa mengidap anemia yang didapatnya dari ibunya.

Kadang-kadang transfusi darah selama kehamilan juga dapat menyebabkan anemia.

Berikut ini beberapa informasi yang akan membantu Anda mencegah dan menangani anemia selama kehamilan.


Jenis-jenis Anemia

Anemia memiliki beberapa jenis. Tiga jenis yang paling umum yang dapat terjadi selama kehamilan adalah:
  1. Anemia Akibat Defisiensi Besi: anemia defisiensi besi adalah jenis yang paling banyak terjadi. pada ibu hamil. Hal ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi untuk memproduksi hemoglobin yang memadai. Sesak napas dan kelelahan ekstrim adalah gejala anemia jenis ini.
  2. Anemia Akibat Defisiensi Folat: Asam Folat atau folat adalah jenis vitamin B yang terdapat dalam banyak makanan dalam jumlah kecil. Folat memainkan peran penting dalam perkembangan janin yang sehat, juga dalam pembentukan sumsum tulang belakang dan otak bayi Anda. Defisiensi folat menyebabkan anemia megaloblastik dan sejumlah cacat lahir seperti spina bifida (kelainan neural tube) atau berat badan lahir rendah.
  3. Anemia Akibat Defisiensi Vitamin B12: Kekurangan vitamin B12 dalam tubuh menyebabkan pembentukan sel darah yang buruk; dalam kondisi hamil, dimana seluruh tubuh mengalami perubahan, vitamin B12 diperlukan dalam jumlah yang cukup. Kekurangan vitamin B12 menyebabkan persalinan prematur.

Penyebab Anemia pada Kehamilan

Jadi mengapa kasus anemia banyak terjadi pada ibu hamil? Berikut ini adalah beberapa penyebabnya:
  1. Hemodilusi adalah faktor penyebab utama dibalik terjadinya anemia selama kehamilan. Hal ini terjadi karena faktor psikologis - volume plasma darah meningkat yang menyebabkan rendahnya kadar hematokrit dan hiponatremia. Hemodilusi ini dapat mengakibatkan konsentrasi hemoglobin menjadi rendah. Plasma darah berperan membawa nutrisi dan oksigen ke bayi.
  2. Penyebab lain anemia pada ibu hamil disebabkan oleh pola makan yang rendah zat besi dan nutrisi lainnya. Dan mungkin tidak dapat memenuhi tuntutan yang meningkat dari perkembangan anak.
  3. Kehilangan darah akibat wasir, radang perut, hemofilia atau cacing tambang juga bisa menurunkan kadar hemoglobin.
  4. Jika jarak antara kehamilan pertama dan berikutnya terlalu dekat, maka ada peningkatan risiko anemia karena tubuh ibu belum pulih betul.
  5. Risiko anemia juga meningkat dalam kasus kehamilan kembar.
Umumnya tubuh seorang wanita hamil menyesuaikan dengan kebutuhan bayi yang sedang berkembang. Mengatur pola makan dengan bijaksana sangat membantu untuk melawan anemia secara efektif.


Gejala Anemia pada Kehamilan

Anemia pada ibu hamil ditandai dengan gejala berikut:
  • Kelelahan
  • Pucat
  • Nyeri dada
  • Sakit Kepala
  • Sesak napas
  • Denyut jantung yang cepat
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi
  • Mati rasa atau dingin pada tangan
  • Suhu tubuh rendah
  • Cepat marah

Faktor Lain Yang Beresiko Menyebabkan Anemia Pada Ibu Hamil

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia selama kehamilan, antara lain:
  • Hamil dengan lebih dari satu anak atau kehamilan kembar.
  • Gizi buruk seperti kekurangan nutrisi seperti zat besi, folat, vitamin B12.
  • Jarak antara dua kehamilan yang terlalu singkat.
  • Muntah yang berlebihan menyebabkan berkurangnya penyerapan nutrisi.
  • Konsumsi alkohol.
  • Kehamilan di usia remaja.
  • Penggunaan obat-obatan.
  • Menstruasi berat sebelum hamil.

Bagaimana Mendeteksi Anemia Pada Ibu Hamil?

Biasanya dokter kandungan akan menyarankan Anda untuk melakukan tes darah untuk memeriksa apakah Anda menderita anemia anemia atau tidak.

Tes darah meliputi:
  1. Tes Hemoglobin: Tes darah ini akan membantu untuk menentukan kadar hemoglobin atau protein yang kaya akan zat besi dalam darah. Hemoglobin berperan membawa oksigen dari paru-paru ke organ lain dalam tubuh.
  2. Tes Hematokrit: Tes ini mengukur persentase sel darah merah dalam sampel darah yang diambil.

Jika level hemoglobin dan hematokrit Anda rendah, maka Anda pasti menderita kekurangan zat besi. Dokter akan melakukan tes darah lebih lanjut untuk memeriksa penyebab anemia yang sebenarnya.

Bahkan jika anemia tidak terdeteksi pada trimester pertama kehamilan, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan tes darah lagi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Diagnosis anemia sangat penting untuk memonitor kadar darah selama kehamilan.


Pengobatan Anemia Pada Ibu Hamil

Jika Anda terdeteksi menderita anemia, Anda harus mengkonsumsi tablet suplemen zat besi dan tablet folat selain vitamin prenatal Anda yang sudah ada. Dokter biasanya juga akan menyarankan Anda untuk mengkonsumsi lebih banyak zat besi dan folat.

Untuk mengobati kekurangan vitamin B12, dokter biasanya akan memberikan suplemen vitamin B12.

Dokter akan merekomendasikan produk seperti telur, daging, susu dan produk sampingan yang lain. Ia juga akan meminta Anda untuk melakukan tes darah lebih lanjut untuk memeriksa kadar hemoglobin dan hematokrit Anda untuk melihat apakah sudah ada perubahan atau belum.


Langkah-langkah untuk Mencegah Anemia Pada Ibu Hamil

Untuk mencegah anemia selama kehamilan, Anda harus mengkonsumsi cukup zat besi.

Ketika volume darah meningkat dalam tubuh sebesar 20-30%, kebutuhan akan zat besi dan vitamin juga meningkat untuk memproduksi hemoglobin dalam tubuh.

Menderita anemia juga dapat menyebabkan banyak kehilangan darah saat melahirkan dan mengurangi kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

Anda dapat memulai hari Anda dengan sarapan sehat seperti sereal yang diperkaya zat besi dan segelas jus jeruk.

Menu anda harus mencakup tiga porsi daging, unggas dan ikan, sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam dan brokoli, kacang-kacangan, tahu, biji-bijian dan telur. Makanan tersebut adalah sumber yang kaya akan zat besi.

Untuk membantu tubuh menyerap zat besi, Anda juga harus mengkonsumsi cukup vitamin C. Jadi tambahkan tomat, kiwi, jeruk dan paprika ke dalam menu Anda.

Selain vitamin C dan zat besi, Anda juga perlu mengkonsumsi asam folat. Jadi cobalah untuk mengkonsumsi vitamin prenatal yang mengandung asam folat dan zat besi.


Cara Menangani Anemia Pada Ibu Hamil

Berikut adalah beberapa cara terbaik untuk menangani anemia selama kehamilan:
  • Jika penyebabnya adalah kekurangan zat besi atau asam folat, dokter mungkin meresepkan Anda beberapa suplemen.
  • Dokter mungkin juga memberikan suplemen vitamin B12.
  • Makanan non-vegetarian juga perlu untuk dimasukkan dalam menu karena mengandung protein tinggi.
  • Makanan yang kaya vitamin C membantu dalam penyerapan zat besi dalam tubuh.
  • Anemia yang parah mungkin memerlukan transfusi darah.
  • Mengkonsumsi makanan yang kaya zat besi. Beberapa makanan yang kaya zat besi, antara lain: sereal, roti, kacang-kacangan, hati, tahu, ikan, buah kering, sayuran berdaun hijau gelap, dll.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C tinggi karena membantu dalam penyerapan zat besi dalam tubuh. Beberapa makanan yang kaya vitamin C termasuk: jeruk, stroberi, brokoli, dll.
  • Hindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, misalnya kopi, teh, minuman ringan dan lain-lain.
  • Minumlah jus apel karena jus apel adalah sumber besi yang sangat baik.
  • Makanlah pisang matang dengan madu untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh Anda.
Cobalah mengkonsumsi semua makanan tersebut secara mentah kecuali daging, karena pengolahan dengan dimasak bisa merusak kandungan zat besi.


Untuk Diingat!

  • Lakukan diet seimbang. Saat hamil adalah saat untuk mengisi nutrisi dalam tubuh Anda untuk mendukung perkembangan janin yang optimal.
  • Periksa kadar hemoglobin sebelum merencanakan hamil. Pastikan kadar hemoglobin Anda normal sebelum hamil.
  • Konsumsi suplemen jika level hemoglobin Anda sangat rendah. Konsultasikan dengan dokter dan ikuti rekomendasinya.
Jangan biarkan anemia mengganggu kebahagiaan Anda, padahal Anda tahu bagaimana untuk mencegahnya.

Jangan cemas jika Anda menderita anemia ringan yang normal pada kehamilan.

Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda untuk mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menyembuhkan anemia sehingga tidak membahayakan kesehatan bayi Anda.

Kalau Anda membutuhkan panduan lengkap perawatan ibu hamil dan kesehatan janin di dalam kandungan, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.