Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

7 Makanan Untuk Bayi Usia 6 Bulan

Beragam makanan yang cocok dan ideal untuk bayi berusia 6 bulan disertai cara membuatnya -

Saat bayi Anda memasuki usia 6 bulan, Anda bukan lagi seorang pemula dalam hal mengasuh anak.

Saat ini bayi Anda sudah sangat aktif. Anda pun sudah melewati masa-masa belajar menyusui dan menidurkan bayi Anda.

Anda bahkan mungkin sudah mengajari bayi Anda berpose di depan kamer untuk selfie bersama Anda dan membagikannya di jejaring sosial.

Setiap hari, ada saja aktivitas baru bayi Anda yang bisa Anda bagikan ke teman-teman Anda.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah buku Panduan Lengkap Bayi 1 Tahun Pertama oleh dr. Eiyta Ardinasari.

Menyapih bayi untuk mulai rutin makan makanan padat

Menyapih berarti beralih dari ASI dan susu formula ke makanan padat.
Makanan padat untuk bayi bukan berarti makan nasi, kacang dan sayuran seperti yang dimakan orang dewasa, melainkan makanan kental (setengah cair) yang bisa dicerna bayi dengan mudah.

Ketika bayi berusia enam bulan, ia sudah belajar untuk mengangkat kepalanya tanpa dukungan. Bayi lebih sering menjulurkan lidahnya, tanda bahwa ia siap untuk makanan padat selain ASI.
Anak-anak di bawah satu tahun tidak boleh diberikan susu sapi.
Anda juga harus menghindari madu, karena mungkin mengandung spora yang dapat menyebabkan botulisme.

Botulisme pada bayi adalah penyakit serius yang terjadi akibat bakteri.

Penyakit ini menyebabkan kelemahan otot dan masalah pernafasan pada bayi.


Perkembangan fisik bayi berusia 6 bulan

Pada usia enam bulan, bayi Anda bertumbuh tidak terlalu banyak. Ia juga akan belajar untuk duduk sendiri.

Pada awalnya, bayi menggunakan tangannya sebagai dukungan untuk berdiri atau duduk, tapi secara bertahap ia akan belajar untuk berdiri atau duduk tanpa dukungan.

Bayi usia 6 bulan sudah belajar berguling. Dia juga merayap maju dan mundur, meluncur di atas perutnya di atas lantai.

Bayi usia 6 bulan juga seringkali berlutut dan bergerak maju mundur. Lucu sekali.
Di usia 6 bulan bayi Anda sudah belajar tersenyum, tertawa, dan mengoceh atau mulai berusaha memanggil nama.
Mereka akan dapat mengenali orang di sekitar mereka dan takut terhadap orang asing.

Anda sudah bisa mengajarnya main cilukba. Anda juga bisa menebarkan mainan di lantai sehingga bayi Anda belajar merangkak.
Meskipun demikian, jauhkanlah mainan berukuran kecil karena bayi mulai suka memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya.
Usia 6 bulan adalah usia yang ideal untuk memberikan mainan yang bisa merangsang pertumbuhan giginya.

Makanan Untuk Bayi Usia 6 Bulan

Keterampilan motorik bayi berusia 6 bulan

  • Bayi dapat menahan seluruh berat tubuhnya saat berdiri.
  • Dapat memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lain.
  • Mampu mengangkat dada dan kepala saat berbaring tengkurap.
  • Mampu berguling.
  • Dapat mengambil objek.
  • Bisa duduk di kursi dengan sandaran lurus.
  • Bisa duduk di lantai dengan pantat.
  • Gigi mulai muncul.
  • Bayi bisa tidur selama 6 sampai 8 jam non-stop.
  • Berat minimal 2 kali lipat berat lahir.

Keterampilan sensorik dan motorik bayi berusia 6 bulan

  • Bayi mulai takut pada orang asing.
  • Bayi belajar meniru perbuatan dan suara.
  • Belajar untuk menyadari bahwa suatu objek perlu dipungut jika terjatuh ke lantai.
  • Bayi bisa mendengar suara-suara dari kejauhan.
  • Bayi senang mendengar suaranya sendiri dan sering mengoceh.
  • Membuat suara satu-dua suku kata seperti ma-ma, ba-ba, dan da-da.
  • Bayi bisa mengenali orang tuanya.
Jika bayi tidak menunjukkan keterampilan tersebut pada usia enam bulan, segera konsultasikan pada dokter anak.


Mengapa penting untuk menyapih bayi di usia 6 bulan?

Menyapih adalah pilihan pribadi. Terserah Anda apakah Anda ingin menyapih bayi Anda pada usia enam bulan atau terus memberikannya ASI.
Bagaimanapun, kami menganjurkan untuk tetap memberikan ASI hingga bayi berusia 2 tahun.
Sebenarnya tidak masalah untuk lanjut menyusui sambil mengajarnya makan makanan padat, itu akan memberikan perlindungan ekstra dari infeksi terhadap bayi Anda.

Tetap memberikan ASI tetaplah sangat bermanfaat, terutama jika bayi Anda tidak langsung bisa menerima makanan padat.

Ketika bayi sudah siap untuk menerima makanan padat, ia akan memakannya tanpa kesulitan apapun.

Penyapihan sangat penting karena:

Pertama, cadangan zat besi (yang dibangun sejak di dalam rahim) bertahan hanya sekitar 4-6 bulan dan dia sekarang perlu lebih banyak asupan zat besi.

Kedua, pertumbuhan mental dan fisik bayi 6 bulan terlalu cepat untuk bisa dipenuhi hanya dengan makanan cair.
Ketika bayi tumbuh makin besar, ia membutuhkan nutrisi ekstra dan serat yang tidak bisa dicukupi hanya dengan ASI.
Jadi, selain ASI, Anda perlu secara bertahap memperkenalkan makanan padat sebagai bagian dari menu bayi Anda untuk memastikan asupan nutrisi yang tepat.
Makanan buatan sendiri adalah makanan yang paling aman untuk bayi.
Namun, jika Anda terpaksa membeli makanan bayi kemasan, Anda harus memperhatikan hal-hal berikut:
  • Periksa tanggal kadaluarsa pada kemasan.
  • Selalu periksa apakah produk disegel dengan benar, jangan pernah membeli jika segel rusak karena makanan mungkin sudah terkontaminasi.
  • Jangan membeli jika kemasannya membengkak.
  • Selalu membaca label untuk melihat kandungan gizi dari nutrisi.
  • Jangan membeli makanan yang mengandung gula, pemanis buatan dan pengawet di dalamnya.
Bagaimana Anda bisa tahu bahwa bayi Anda sudah siap untuk makan makanan padat? Berikut ini tanda-tandanya:
  • Kepala bayi bisa tegak saat sedang dalam posisi duduk.
  • Bayi cenderung untuk mengambil makanan yang dia suka dan memasukkannya langsung ke mulutnya. Bayi juga mulai mengincar isi di piring Anda.
  • Bayi sudah bisa menelan makanannya. Apabila ia tidak suka, ia akan meludahkan atau mendorongnya keluar.

Beberapa makanan yang cocok untuk bayi berusia 6 bulan

Selalu cek dengan dokter anak sebelum memperkenalkan makanan baru pada bayi Anda. Kami akan memberikan beberapa makanan yang cocok dan ideal untuk dikonsumsi bayi berusia 6 bulan:

1. Bubur buah

Buah-buahan sangatlah penting, titik.

Perkenalkan bayi Anda dengan bubur apel, pisang tumbuk dll.
Namun, hindari memberikan buah jeruk sampai bayi berusia di atas satu tahun.
Selalu berikan buah yang ditumbuk atau dalam bentuk bubur, jangan pernah memberikan irisan potongan buah sebab ia mungkin bisa tersedak.

Perhatikan setiap tanda-tanda kemungkinan alergi.

Cara membuat bubur apel untuk bayi berusia 6 bulan:
  1. Apel merupakan buah yang ideal sebagai buah pertama yang diperkenalkan kepada bayi Anda karena rasanya yang manis dan mudah dicampur dengan sereal bayi.
  2. Carilah buah apel yang segar dan bebas dari memar dan noda. Jangan pilih buah apel yang lembek saat ditekan.
  3. Satu apel ukuran sedang bisa menghasilkan sekitar lima ons bubur.
  4. Cuci apel dengan campuran tiga bagian air dan satu bagian cuka putih untuk menghilangkan bakteri. Bilas dengan air mengalir, keringkan dan lalu kupas kulitnya. Cara termudah untuk mengupas apel adalah dengan menggunakan alat pengupas sayur dan buah. Jika Anda tidak memiliki alat pengupas sayuran, gunakan pisau tajam.
  5. Letakkan apel yang sudah dikupas di atas telenan, dengan sisi batangnya di atas.
  6. Potong apel menjadi dua bagian. Hilangkan biji dan bagian tengah apel yang keras dengan pisau.
  7. Iris apel menjadi potongan-potongan kecil.
  8. Masak air sampai mendidih dalam panci ukuran sedang. Kurangi panasnya sampai air hanya mengeluarkan gelembung kecil.
  9. Masukkan potongan apel ke dalam panciu dan masak sampai empuk.
  10. Periksa apel setelah 10 menit. Sangat penting untuk tidak memasak terlalu lama guna mempertahankan vitamin dan mineral yang dikandungnya.
  11. Setelah apel empuk dan lunak, tiriskan dan bilas dengan air dingin selama tiga menit.
  12. Haluskan dalam food processor atau blender sampai halus. Tambahkan air secukupnya untuk mencapai kekentalan yang diinginkan.
Anda bisa berkreasi dengan mencampur bubur apel dengan ubi jalar atau wortel.


2. Bubur sayuran

Bayi dapat mencerna sayuran rebus sederhana yang dikukus atau ditumbuk halus seperti ubi jalar, kentang dan wortel. Anda dapat menambahkan rasa dengan memberi sedikit garam.

Cara membuat bubur ubi jalar untuk bayi berusia 6 bulan:
  1. Ubi jalar adalah makanan sehat yang sangat disukai bayi. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut bila dicampur ASI sangat cocok untuk bayi Anda.
  2. Bubur ubi jalar bisa dicampur dengan sayuran dan buah lain.
  3. Carilah ubi jalar yang segar dan bebas dari retak atau noda.
  4. Ubi jalar berukuran sedang bisa menghasilkan sekitar lima ons bubur.
  5. Bilas ubi jalar dengan air dingin. Gosok kulitnya dengan sikat sayuran untuk menghilangkan kotoran pada bagian luar ubi jalar.
  6. Bilas lagi, kemudian kupas kulitnya dengan pengupas sayuran.
  7. Potong dadu kecil-kecil.
  8. Didihkan air dalam panci sedang. Kurangi panasnya sampai air hanya mengeluarkan gelembung-gelembung kecil.
  9. Masak potongan ubi jalar sampai empuk (sekitar 15 menit).
  10. Tiriskan ubi jalar dan bilas dengan air dingin selama tiga menit.
  11. Haluskan ubi jalar yang sudah dimasak dalam food processor atau blender sampai halus. Tambahkan air secukupnya untuk mencapai kekentalan yang diinginkan.
  12. Hidangkan untuk bayi Anda.
Cobalah mencampur bubur ubi jalar dengan buah atau sayur lain seperti brokoli atau apel.


3. Air putih masak

Air putih juga sangat penting.

Tawarkan air dalam botol minimal 3 kali dalam sehari. Pastikan bahwa botol bersih dan air direbus sampai masak.
Jangan pernah membiarkan bayi Anda tidur dengan botol di mulutnya karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan gigi.
Konsultasikan dengan dokter anak berapa banyak air yang harus dikonsumsi bayi Anda setiap harinya.


4. Bubur nasi

Nasi baik untuk bayi Anda.

Memberikan nasi untuk bayi adalah cara yang bagus untuk memperkenalkan makanan pokok. Nasi kaya akan kandungan karbohidrat dan juga zat besi.

Anda dapat mencampur nasi dengan sayuran setelah bayi Anda terbiasa dengan rasanya.

Cara membuat bubur nasi untuk bayi berusia 6 bulan:
  1. Jika memungkinkan, gunakan beras merah.
  2. Beras merah lebih sehat dibandingkan beras putih.
  3. Didihkan air dalam panci.
  4. Masukkan 1/2 cangkir beras dan aduk.
  5. Masaklah beras selama 20 menit sambil diaduk.
  6. Setelah beras masak dan sedikit dingin, tambahkan 1/2 cangkir ASI atau susu formula. Aduk hingga tercampur sempurna tapi berhati-hatilah agar tidak menjadi terlalu kental.
  7. Sajikan bubur nasi selagi hangat-hangat kuku.
Anda bisa mencampurnya dengan bubur buah atau sayuran.


5. Jus

Jus buah segar sudah bisa mulai diperkenalkan kepada bayi segera setelah ia memasuki usia 6 bulan.
Namun, tundalah memberikan jus buah jeruk sampai dia berusia di atas satu tahun.
Jika bayi mengalami gangguan pencernaan, hindari jus.

Cara membuat jus semangka untuk bayi Anda:
  1. Pastikan Anda menghilangkan semua biji semangka.
  2. Jangan berikan jus pada malam hari. Waktu terbaik untuk memberikan jus pada bayi Anda adalah pagi dan sore hari.
  3. Pilihlah buah semangka segar yang rasanya manis.
  4. Potong buah semangka menjadi dua bagian, ambil dagingnya dan haluskan dalam blender.
  5. Tempatkan saringan di atas mangkuk. Tuang semangka yang sudah diblender ke dalam mangkuk.
  6. Tekan saringan dengan sendok untuk memeras jus sebanyak mungkin.
  7. Tuangkan jus dalam botol bayi atau peralatan makan bayi.
  8. Hidangkan untuk bayi Anda.

6. Makanan kaya zat besi

Sereal komersial yang banyak dijual sebenarnya baik untuk kesehatan bayi, tapi Anda betul-betul harus mengkonsultasikannya dengan dokter Anda.

Selain sangat higienis, sereal juga mengandung zat besi yang penting.

Jika bayi diberi makanan yang Anda masak sendiri di rumah, mungkin saja Anda memasaknya terlalu lama dan merusak kandungan zat besinya.
Oleh karena itu, memperkenalkan sereal yang diperkaya dengan zat besi adalah ide yang bagus.
Sebagi permulaan, tawarkan sereal kepada bayi Anda dua kali sehari. Berikan satu atau dua sendok makan sereal untuk bayi tanpa menambahkan susu.

Kemudian secara bertahap naikkan porsinya menjadi 3-4 sendok makan.


7. Susu bubuk formula

Anda mungkin bingung memilih merk susu formula untuk bayi Anda.

Susu formula bayi dapat dikategorikan menjadi 3 jenis: susu formula sapi, susu formula berbasis kedelai dan susu formula protein hidrolisat.

Kebanyakan bayi mengkonsumsi susu formula sapi karena lebih mudah dicerna dan kaya akan nutrisi.
Bayi-bayi yang alergi terhadap protein hewani dalam formula susu sapi, harus minum susu formula berbasis kedelai.
Jika bayi tidak bisa mencerna susu baik yang berbasis kedelai atau susu formula sapi, mereka harus minum susu formula protein hidrolisat.

Protein dihidrolisis dipecah menjadi bagian yang lebih kecil, sehingga bayi dapat mencerna susu bubuk ini dengan lebih mudah.

Susu bubuk komersial mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Susu formula tersedia dalam bentuk cair terkonsentrasi dan juga dalam bentuk bubuk.

Tawarkan bayi Anda susu bubuk yang diperkaya zat besi untuk membantunya dalam proses pertumbuhan.

Banyak susu formula mengandung docosahexaenoic acid (DHA) dan asam arakhidonat (ARA), kedua zat ini adalah Asam Lemak Omega 3 yang juga terkandung dalam ASI, ikan dan telur.
Asam lemak omega 3 membantu perkembangan otak dan penglihatan bayi.
Beberapa susu formula bahkan memiliki zat probiotik yang membantu tumbuhnya bakteri sehat di dalam usus bayi. Susu formula probiotik menyerupai ASI dan memberikan kekebalan pada bayi.

Pada usia enam bulan, bayi sebaiknya mengkonsumsi sekitar 28-45 ons susu bubuk formula.

Memilih makanan sehat di usia 6 bulan sangat mudah. Anda bisa membuat segala macam kombinasi setelah Anda yakin bahwa bayi Anda tidak alergi terhadap makanan tersebut.

Jika makanan terasa enak bagi Anda, maka kemungkinan besar bayi Anda juga akan menyukainya.

Kalau Anda punya bayi berusia 0 - 12 bulan dan Anda membutuhkan sebuah panduan lengkap untuk merawat buah hati Anda, simak ulasan kami mengenai buku best-seller Panduan Lengkap Perawatan Bayi 1 Tahun Pertama.



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.