Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Makanan Pantangan Ibu Menyusui Yang Harus Dihindari

Apa saja makanan yang harus dihindari oleh ibu menyusui? -

Hai Ibu, apa kabar? Semoga adek bayi sehat-sehat saja...

Periode menyusui sama pentingnya dengan periode kehamilan. Proses menyusui sendiri sangat penting bagi bayi dan ibunya.

Sebenarnya tidak ada makanan tertentu yang pantang dimakan oleh ibu menyusui, namun memang ada kalanya beberapa jenis makanan membawa dampak yang lebih besar terhadap aroma dan rasa ASI sehingga mempengaruhi selera bayi.

Banyak bayi menolak ASI setelah ibunya mengkonsumsi makanan tertentu. Ini merupakan tanda yang jelas bahwa mungkin ada beberapa makanan sang ibu yang dapat mengganggu bayinya.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah buku Panduan Lengkap Bayi 1 Tahun Pertama oleh dr. Eiyta Ardinasari.

Makanan Pantangan Ibu Menyusui Yang Harus Dihindari

Di bawah ini ada beberapa daftar makanan yang kira-kira lebih mempengaruhi rasa atau aroma ASI dibanding jenis makanan lainnya.

Makanan pantangan yang harus dihindari oleh ibu menyusui

Ibu menyusui harus memperhatikan makanan yang dikonsumsinya, sebab asupan nutrisi bayinya masih sangat tergantung dari apa yang dimakan oleh ibunya.

Berikut ini adalah daftar beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu yang sedang menyusui:


1. Alkohol

Alkohol adalah salah satu makanan yang paling berbahaya selama masa kehamilan dan menyusui. Kelebihan alkohol dapat menyebabkan efek samping yang parah pada bayi.

Gejalanya antara lain, bayi tampak loyo, mengantuk, tidur lama diluar batas normal dan pening.


2. Kafein

Sangat dianjurkan untuk mengurangi teh, kopi dan soda pada saat menyusui. Kafein dapat menyebabkan bayi mudah marah, rewel dan susah tidur.
Kafein tidak diekskresikan keluar dari sistem pencernaan bayi, sehingga bayi tidak akan merasa mengantuk dan akibatnya menjadi rewel.
Minuman berkafein dapat menyebabkan iritasi lambung pada bayi sebab sistem pencernaan bayi belum sempurna.

Tunggulah bayi Anda sampai ia tertidur kalau Anda ingin meminum secangkir kopi atau teh.


3. Makanan yang merangsang gas

Seorang bayi bisa mengalami gejala seperti gangguan perut kembung kalau ibunya mengkonsumsi makanan yang ber-gas. Jenis makanan ini diantaranya adalah kubis, brokoli dan paprika.

Beberapa kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang hitam juga dapat menyebabkan kembung pada bayi.

Konsumsilah makanan tersebut dalam jumlah normal, jangan berlebihan dan jangan rutin.


4. Buah-buahan sitrus

Asam dalam buah jeruk dapat menyebabkan ruam popok pada bayi.

Ada beberapa senyawa asam dalam buah jeruk yang bisa menyebabkan iritasi pada perut bayi, rewel, diare hingga ruam popok.
Lebih baik Anda menghindari buah-buahan sitrus sama sekali selama menyusui.
Dengan demikian berarti lemon, jeruk, limau dan jeruk bali harus dihindari selama menyusui. Anda dapat mengkonsumsi sumber vitamin C lainnya seperti mangga dan pepaya.


5. Makanan pedas

Makanan pedas mungkin bukan pilihan yang baik saat menyusui, walaupun tidak ada bukti luas bahwa makanan pedas berpengaruh besar terhadap ASI dan bayi.

Tapi jika Anda melihat bayi Anda menjadi rewel sehabis minum ASI setelah Anda makan makanan pedas, hindarilah untuk sementara waktu.


6. Bawang putih

Penggunaan bawang putih dalam makanan ibu menyusui dapat mengubah rasa dan mempengaruhi kualitas ASI.
Jika Anda melihat bayi Anda menghindari ASI setelah Anda mengkonsumsi bawang putih, hindarilah bawang putih sementara waktu.

Bawang putih dapat mengubah rasa dan aroma ASI sampai dua jam setelah dikonsumsi.


7. Produk berbasis susu

Anda harus memperhatikan sensitivitas bayi terhadap produk susu, terutama setelah Anda makan yogurt, keju, es krim dan produk berbasis susu lainnya.
Ketika bayi menjadi kolik dan muntah, hal itu bisa saja karena reaksinya terhadap produk susu yang Anda konsumsi.
Gejala lainnya antara lain sakit perut, eksim dan sulit tidur. Hentikan sementara produk berbasis susu jika bayi Anda menunjukkan gejala seperti itu.


8. Ikan besar dan kerang-kerangan

Ikan besar banyak mengandung merkuri dan dapat mempengaruhi sistem saraf pusat bayi Anda.
Kandungan tinggi merkuri bisa sangat berbahaya bagi otak bayi dan dapat mempengaruhi memori, perhatian, kemampuan kognitif, keterampilan motorik serta keterampilan visual dan bahasa.

Oleh karena itu, ikan besar seperti ikan hiu, king mackerel, ikan todak dll harus dihindari.

Kerang juga harus dihindari jika bayi Anda mengalami gejala alergi, atau apabila ada riwayat alergi dalam keluarga Anda. Waspadai gejala alergi yang mungkin timbul pada bayi jika Anda menyususinya setelah mengkonsumsi udang, lobster atau kerang.

Secara umum, jika ada riwayat alergi seafood dalam keluarga, seorang ibu yang sedang menyusui harus menghindari mengkonsumsi makanan tersebut.


9. Teh peppermint

Teh jenis ini harus dihindari karena dapat mengurangi produksi ASI.
Selama menyusui, lebih baik untuk menghindari peppermint dalam bentuk cairan atau permen.
Sebaliknya, Anda dapat mencoba teh chamomile yang menimbulkan efek menenangkan.


10. Daun sup & Mint

Peterseli (daun sup) masih termasuk keluarga mint yang juga dapat mengurangi produksi ASI.
Obat herbal ada juga yang menggunakan peterseli sebagai salah satu bahannya, sehingga Anda harus memperhatikan kandungan obat-obatan herbal yang Anda konsumsi selama menyusui.

Mengkonsumsinya dalam jumlah kecil tidak akan menimbulkan banyak efek merugikan pada sekresi ASI, tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan bisa berdampak buruk bagi produksi ASI.


Bagaimana dengan obat-obatan dan suplemen?

Payudara akan mengambil cadangan kalsium dan lemak dari tulang dan tubuh seorang ibu untuk memproduksi susu bagi bayinya. Ini adalah bagian dari proses evolusi dan tidak dapat dihindari.

Jadi, seorang ibu harus mengkonsumsi menu seimbang dan sehat, lengkap dengan suplemen multivitamin untuk menjamin produksi ASI yang sehat untuk bayinya serta menjaga dirinya sendiri dari kekurangan nutrisi.

Namun, beberapa jenis obat bisa membawa pengaruh buruk pada beberapa ibu, jadi selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai jenis obat yang tepat untuk kondisi Anda.

Nah, untuk melengkapi pengetahuan Ibu dalam merawat si kecil, mungkin Ibu butuh sebuah panduan. Untuk itu, kami merekomendasikan buku Panduan Lengkap Perawatan Bayi 1 Tahun Pertama yang sangat bagus untuk para ibu baru.

Kalau Ibu berminat dengan buku tersebut, Ibu bisa terlebih dahulu membaca artikel yang kami tulis mengenai buku tersebut disini.

Dokter penulis: dr. Eiyta Ardinasari.



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.