Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Kembung Dan Buang Angin Pada Saat Hamil

Penyebab dan cara mengurangi kembung, gas dan buang angin pada saat hamil -

Semua orang, baik hamil maupun tidak, mengandung sejumlah gas. Anda mungkin akan terkejut kalau mengetahui bahwa rata-rata orang memproduksi antara 1 hingga 4 liter gas setiap hari dan mengeluarkan gas sekitar 14 sampai 23 kali dalam sehari.

Ketika Anda hamil, Anda akan bersendawa atau buang angin lebih sering dari biasanya, atau harus terpaksa membuka kancing celana Anda untuk meringankan rasa kembung pada perut beberapa minggu sebelum kehamilan Anda terlihat. Baca ulasan buku Panduan Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Mengapa tubuh Anda menghasilkan lebih banyak gas pada saat hamil? Penyebab utama adalah, kadar progesteron dalam tubuh Anda meningkat jauh lebih tinggi pada saat hamil dibanding kondisi normal.

Progesteron adalah hormon yang bertugas melemaskan/merelaksasikan jaringan otot polos seluruh tubuh, termasuk saluran pencernaan Anda. Relaksasi ini memperlambat sistem pencernaan Anda sehingga menyebabkan timbulnya gas, sendawa, perut kembung dan pada umumnya menimbulkan sensasi kurang nyaman dalam usus Anda, terutama setelah makan besar.

Pada saat usia kehamilan Anda semakin menua, rahim Anda semakin tumbuh besar di dalam rongga perut Anda sehingga semakin memperlambat pencernaan dan menekan perut Anda, membuat Anda merasa lebih kembung setelah makan.

Untuk alasan yang sama, Anda juga bisa mulai mengalami mulas atau sembelit pada saat hamil, bahkan jika Anda tidak pernah mengalami hal-hal tersebut sebelumnya.


Dari mana gas berasal?

Gas terperangkap dalam saluran pencernaan dengan dua cara: ketika Anda menelan udara dan ketika bakteri dalam usus besar Anda sedang memecah makanan yang tidak tercerna.

Kebanyakan gas perut terjadi akibat menelan udara dan biasanya dilepaskan dengan bersendawa, walaupun sejumlah kecil dari gas tersebut bisa terus turun ke usus besar dan mengakibatkan perut kembung.

Sebagian besar gas yang menyebabkan perut kembung dihasilkan ketika bakteri di usus besar memecah makanan yang tidak dicerna dengan sempurna oleh enzim dalam lambung dan usus kecil. Karbohidrat tertentu adalah penyebab utama.

Protein dan lemak menghasilkan lebih sedikit gas secara langsung. Meskipun demikian, lemak bisa berkonstribusi dalam menyebabkan rasa kembung dan buang angin sebab lemak memperlambat proses pencernaan.

Beberapa orang mendapatkan banyak gas dari makanan yang bagi orang lain tidak menyebabkan masalah. Misalnya, orang-orang yang alergi laktosa merasakan kembung dan "bergas" jika mereka mengkonsumsi produk seperti susu atau es krim, sementara orang lain tidak bermasalah dengan susu.

Itu karena tubuh mereka tidak memproduksi cukup laktase, enzim yang bertugas memecah laktosa (gula yang terdapat dalam produk susu).

Keseimbangan bakteri yang terdapat dalam usus besar juga dapat mempengaruhi seberapa banyak gas yang diproduksi tubuh Anda.


Bisakah gas dan kembung dikurangi dengan mengubah pola makan?

Cara yang paling efektif untuk mengurangi gas adalah mengurang makanan yang menyebabkan hal itu.

Tapi jika Anda berhenti mengkonsumsi semua makanan yang dapat menyebabkan gas, akan sulit untuk memenuhi asupan nutrisi penting dengan seimbang.

Jadi, mulailah dengan mengurangi makanan yang paling memungkinkan menjadi penyebab gas, dan jika hal tersebut membantu meringankan kembung, mulailah menambahkan makanan tersebut kembali ke dalam menu Anda satu per satu untuk menentukan makanan yang manakah yang paling menyebabkan masalah bagi Anda.

Jika mau sedikit repot, buatlah buku harian tentang menu makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Hal itu dapat membantu Anda melihat hubungan antara jenis makanan tertentu dengan produksi gas dalam tubuh Anda.

Kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran tertentu (seperti kol, kembang kol, kubis, brokoli dan asparagus) adalah penyebab umum. Makanan tersebut berisi rafinosa gula, yang membuat sebagian besar orang mengandung gas.

Beberapa orang mengalami kesulitan jika mengasup terlalu banyak fruktosa, sejenis gula yang terkandung dalam berbagai makanan. Makanan yang mengandung fruktosa dalam jumlah yang relatif tinggi adalah bawang dan daun bawang, buah kering, pir, apel, madu dan gandum.

Banyak produk soda dan minuman buah yang diberi pemanis dengan salah satu jenis fruktosa, yaitu sirup jagung berfruktosa tinggi. Sebaiknya Anda menghindari soda dan minuman buah pula, karena minuman tersebut tidak mengandung kalori dan karbonasi pada soda dapat menyebabkan kembung.

Banyak makanan olahan juga diberi pemanis menggunakan sirup jagung berfruktosa tinggi.

Pati tertentu (seperti gandum, jagung dan kentang, kecuali nasi) dapat menyebabkan gas pada beberapa orang.

Dan makanan kaya serat tertentu (seperti kacang, kacang polong dan beberapa jenis buah) dapat menyebabkan gas karena makanan tersebut biasanya dipecah dalam usus besar.

Kulit gandum pada dasarnya melewati sistem pencernaan Anda tanpa dipecah. Hal ini membuat kulit gandum menjadi pilihan yang baik jika Anda menderita sembelit dan membutuhkan lebih banyak serat, tetapi juga menderita perut kembung.

Orang-orang yang alergi laktosa akan menemukan bahwa produk susu menyebabkan gas pada tubuh mereka. Jika Anda alergi laktosa berat, Anda mungkin sudah mengetahui efek susu tersebut terhadap tubuh Anda sebelum Anda hamil.

Jika Anda alergi laktosa ringan dan belum menyadari efek susu terhadap Anda, dorongan untuk mengkonsumsi produk susu pada saat hamil dapat menyebabkan beberapa masalah.

Untuk menghindari masalah ini, konsumsilah susu bebas laktosa atau susu kedelai yang diperkaya dengan kalsium.

Jika Anda tidak minum susu apapun, Anda mungkin perlu untuk mengkonsumsi suplemen kalsium.

Terakhir, cobalah untuk menghindari makanan tinggi lemak dan makanan yang digoreng.


Apa lagi yang bisa dilakukan untuk mengurangi gas dan kembung?

Berikut beberapa saran dari kami:
  • Jangan makan satu kali makanan besar. Sebaliknya, makanlah beberapa makanan kecil sepanjang hari.

  • Luangkan waktu Anda untuk mengunyah makanan secara menyeluruh. Jangan bicara saat Anda sedang makan.

  • Batasi berapa banyak Anda minum pada saat makan. Anda dapat minum lebih banyak di lain waktu selain waktu makan.

  • Minumlah dari cangkir atau gelas, bukan dari botol atau menggunakan sedotan.

  • Hindari minuman berkarbonasi.

  • Hindari makanan apapun yang dipermanis dengan pemanis buatan.

  • Duduklah saat Anda sedang makan atau minum, bahkan jika Anda hanya makan camilan kecil.

  • Kenakan pakaian yang longgar, nyaman dan hindari sesak di sekitar pinggang dan perut.

  • Jangan mengunyah permen karet atau menghisap permen keras.

  • Banyak bergerak. Bahkan jalan cepat dapat memperbaiki saluran pencernaan Anda yang lambat.

  • Hindari sembelit, karena dapat menambah perut kembung dan gas.

  • Jangan merokok. Selain bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang serius, merokok juga meningkatkan keasaman lambung.

  • Pertimbangkan berlatih senam hamil untuk belajar teknik relaksasi dan pernapasan yang baik.

  • Jika saran diatas tidak banyak membantu, tanyakan dokter Anda apakah Anda dapat mengkonsumsi obat anti gas yang mengandung simethicon.


Bisakah nyeri akibat gas dan kembung menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang salah pada diri Anda?

Hubungi dokter jika ketidaknyamanan yang terjadi pada usus Anda mulai terasa seperti nyeri atau kram perut, atau disertai dengan adanya darah dalam tinja, diare berat, sembelit, atau peningkatan rasa mual dan muntah.

Kalau Anda senang membaca buku bagus tentang perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.