Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Kehamilan Ektopik Atau Hamil Di Luar Kandungan

Apa itu kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan?

Jika telur yang sudah dibuahi tertanam (implan) di luar rahim (bukan di dalam rahim seperti seharusnya), itulah yang disebut sebagai kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik terjadi pada sekitar 1 dari 50 kehamilan. Hingga saat ini, tidak ada cara yang aman untuk melakukan transplantasi ulang sebuah kehamilan ektopik ke dalam rahim Anda, sehingga menggugurkannya adalah satu-satunya jalan.

Meskipun ada beberapa faktor resiko tertentu, namun kehamilan ektopik dapat terjadi pada siapa saja.

Dan, karena kondisi ini berbahaya untuk Anda, maka sangat penting untuk mengenali tanda-tanda awalnya dan mendapatkan perawatan secepatnya.

Kehamilan Ektopik Atau Hamil Di Luar Kandungan


Bagaimana kehamilan ektopik bisa terjadi?

Setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi melakukan perjalanan melalui salah satu tuba fallopi menuju ke rahim Anda. Jika tuba fallopi rusak atau tersumbat dan gagal untuk mendorong telur masuk ke rahim Anda, akhirnya telur tersebut tertanam pada tuba fallopi dan terus berkembang disana.

Karena sebagian besar kehamilan ektopik terjadi pada tuba fallopi, maka biasanya kondisi ini juga disebut sebagai "kehamilan tuba".

Bisa juga telur tertanam di ovarium, di leher rahim atau di bagian lain, tapi itu lebih jarang terjadi.

Bisa juga terjadi seorang wanita memiliki lebih dari satu embrio, yang satu tertanam di rahimnya tapi yang lain tertanam pada tuba falopi atau di tempat lain. Hal ini disebut kehamilan heterotopic, dan kondisi ini cukup langka, hanya terjadi pada 1 dari 4.000 kehamilan.

Jika kehamilan ektopik tidak dideteksi dan ditangani, embrio dapat tumbuh hingga merusak tuba falopi, sehingga mengakibatkan sakit perut yang sangat parah dan pendarahan.

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tuba falopi, dan bahkan dapat menyebabkan kematian jika diikuti dengan perdarahan yang sangat berat. Itulah sebabnya sangat penting untuk melakukan diagnosis, pengobatan dan perawatan lebih dini.


Faktor risiko kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik dapat terjadi pada setiap wanita, bahkan jika ia tidak memiliki faktor risiko yang diketahui.

Meskipun demikian, wanita tertentu berada pada risiko yang lebih tinggi dibanding wanita yang lain.

Salah satu faktor risiko yang umum adalah, pernah mengalami kondisi medis, atau pernah melakukan operasi yang mempengaruhi saluran tuba falopi, antara lain:
  • Operasi pada saluran tuba yang pernah dilakukan untuk mengatasi masalah pada saluran tuba tersebut. Anda juga sedikit beresiko untuk mengalami kehamilan ektopik, jika Anda sudah pernah melakikan operasi panggul atau perut lainnya. 

  • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya. Setelah mengalami satu kehamilan ektopik, potensi untuk kembali mengalami hal yang sama meningkat.

  • Infeksi di saluran reproduksi bagian atas (ini disebut penyakit radang panggul, atau PID). PID sering disebabkan oleh infeksi penyakit menular seksual yang tidak diobati, seperti gonore atau klamidia. Infeksi ini kadang-kadang tidak memiliki gejala, sehingga apabila Anda pernah menderita salah satu penyakit menular seksual, ini juga meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kehamilan ektopik. Berganti-ganti pasangan seksual juga meningkatkan risiko Anda, karena ini akan meningkatkan resiko terinfeksi penyakit menular seksual.

  • Masalah kesuburan. Infertilitas seringkali disebabkan oleh kondisi tabung/tuba yang rusak, dan jika Anda hamil saat sedang dalam perawatan terkait infertilitas, potensi kehamilan ektopik meningkat.

  • Kondisi ginekologi yang disebut sebagai "endometriosis" dapat menyebabkan luka yang berpengaruh terhadap saluran tuba Anda, meningkatkan risiko Anda mengalami kehamilan ektopik.
Wanita yang berusia 35 tahun atau lebih tua ketika mereka hamil juga beresiko lebih besar mengalami kehamilan ektopik. Ini mungkin terkait dengan kesehatan tuba fallopi dalam hubungannya dengan usia.

Anda juga lebih mungkin untuk menderita kehamilan ektopik jika Anda merokok. Teorinya, merokok dapat mengganggu kesehatan tabung/tuba Anda untuk bisa berfungsi normal.


Gejala kehamilan ektopik

Gejala kehamilan ektopik bisa muncul di awal kehamilan dan dapat berbeda antara satu wanita dengan wanita lainnya. Namun, banyak juga wanita yang tidak mengalami gejala apapun sama sekali hingga kehamilan ektopik merusak tuba falopi mereka.

Anda mungkin berhenti haid dan mulai mengalami beberapa gejala yang sama seperti gejala kehamilan normal, seperti payudara sakit, kelelahan dan mual. Jika Anda melakukan tes kehamilan di rumah, hasilnya bisa positif. Awalnya, Anda mungkin mengalami gejala seperti nyeri perut atau sakit dan perdarahan pada vagina, yang sporadis dan ringan.

Kadang-kadang, kehamilan ektopik bisa terdeteksi ketika pertama kali ibu melakukan pemeriksaan prenatal dan mengeluhkan rasa nyeri pada perut atau panggul, sehingga kemudian dokter memeriksa dan mendeteksinya. Atau, bisa juga terdeteksi dengan melakukan USG selama trimester pertama karena alasan lain.

Jika Anda mengalami gejala kehamilan ektopik, sangat penting untuk menganggapnya serius.


Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Rasa sakit atau nyeri pada perut atau nyeri pada panggul. Gejala ini dapat terjadi dengan tiba-tiba, intens dan berat, tetapi juga bisa saja ringan. Anda mungkin merasakan bahwa nyeri tersebut terasa lebih buruk ketika Anda sedang aktif, menggerakkan otot perut atau sedang batuk. Rasa nyeri ini mungkin hanya terasa pada satu sisi perut, tapi rasa nyerinya bisa di mana saja pada bagian perut atau panggul. Nyeri bisa saja ringan atau bisa juga  tajam dan Anda juga mungkin mengalami mual dan muntah.

  • Flek atau pendarahan pada vagina setelah Anda melakukan tes rumahan dan positif hamil. Ini mungkin terlihat dan terasa seperti awal periode menstruasi. Darah mungkin terlihat berwarna merah atau coklat, seperti warna darah kering, bisa terus menerus atau sesekali, berat atau ringan.

  • Nyeri bahu. Kram dan perdarahan dapat berarti banyak hal, tapi rasa sakit di bahu Anda, terutama ketika Anda berbaring, adalah bendera merah untuk kehamilan ektopik yang pecah, dan sangat penting untuk mendapatkan penanganan medis segera. Penyebab nyeri tersebut adalah perdarahan internal, yang mengganggu saraf yang menuju ke daerah bahu Anda.

  • Jika tuba falopi pecah, Anda mungkin juga memiliki tanda-tanda syok, seperti lemah, detak jantung bertambah cepat, pucat, kulit lembab dan dingin dan pusing atau pingsan. Dalam hal ini, segera hubungi dokter atau ambulance secepatnya tanpa menunda.
Sebaiknya Anda mencari perawatan awal jika Anda sedang hamil dan Anda berpikir bahwa Anda berada dalam kelompok berisiko tinggi untuk menderita kehamilan ektopik, terutama jika Anda hamil meskipun memakai spiral, atau jika Anda sudah pernah menjalani operasi tuba, pernah menderita kehamilan ektopik sebelumnya, atau terinfeksi penyakit menular seksual.

Jika Anda melakukan perawatan kesuburan dan berhasil hamil, dokter Anda akan memonitor kehamilan Anda. Walaupun demikian, pastikan untuk mengingatkan dokter Anda apabila Anda merasa beresiko atau mengalami gejala kehamilan ektopik.


Bagaimana kehamilan ektopik didiagnosa?

Kehamilan ektopik kadang sangat rumit untuk didiagnosa. Jika gejala yang Anda alami mengarah ke kehamilan ektopik, dokter Anda akan mulai melakukan USG dan tes darah untuk mengkonfirmasi diagnosis kehamilan ektopik:
  • Tes darah dilakukan untuk memeriksa tingkat hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG). Jika hormon ini cukup tinggi untuk mengkonfirmasi kehamilan, tetapi tidak setinggi yang seharusnya pada tahap kehamilan Anda, itu mungkin tanda kehamilan ektopik. Jika Anda tidak merasa sakit dan masih ada beberapa pertanyaan tentang diagnosis yang belum tuntas, tes dapat diulang dalam dua atau tiga hari. Jika kadar hCG Anda tidak setinggi yang seharusnya, ini mungkin menunjukkan telah terjadin kehamilan ektopik atau bisa juga kehamilan normal dengan risiko keguguran.

  • Pada saat USG, sonogram akan melihat secara dekat tabung dan uterus. Jika dokter dapat melihat embrio dalam tuba falopi, Anda sudah pasti mengalami kehamilan ektopik. Tetapi pada kebanyakan kasus, embrio akan mati sejak awal proses dan terlalu kecil bagi dokter untuk bisa melihatnya melalui USG. Namuna, dokte mungkin bisa melihat bahwa tuba falopi Anda bengkak dan mungkin bisa melihat pembekuan darah serta jaringan yang tersisa dari embrio yang sudah mati.
USG juga akan melihat apakah ada kehamilan di dalam rahim. Jika tes kehamilan menunjukkan hasil positif tapi embrio (atau bukti adanya embrio) tidak dapat ditemukan di dalam rahim, Anda mungkin mengalami kehamilan ektopik, walaupun itu juga mungkin saja karena kehamilan masih dalam tahap sangat awal atau bahwa Anda telah keguguran.

Selama Anda merasa nyaman dengan seluruh proses pemeriksaan, dokter Anda akan terus memeriksa Anda melalui tes hormonal dan ultrasound sampai dia dapat mengkonfirmasi diagnosis atau gejala yang Anda alami menjadi lebih parah.

Jika masih belum jelas apakah Anda mengalami kehamilan ektopik atau keguguran, dokter Anda dapat melakukan prosedur bedah yang disebut sebagai dilatasi dan kuretase untuk memeriksa dan membersihkan jaringan apapun yang ada di dalam rahim Anda.

Atau dokter bisa memeriksa tuba falopi dengan menggunakan operasi laparoskopi, di mana kamera kecil dimasukkan ke dalam perut melalui sayatan kecil.

Baca lebih jauh mengenai Operasi Laparoskopi.


Bagaimana kehamilan ektopik ditangani?

Ini tergantung pada seberapa jelas dan pasti diagnosisnya, seberapa besar embrionya dan teknik serta tenaga medis apa yang tersedia di daerah Anda.

Jika kehamilan ektopik jelas terjadi dan embrio masih relatif kecil, Anda mungkin akan diberi obat methotrexate. Obat ini disuntikkan ke dalam otot dan mencapai embrio melalui aliran darah dan akan mengakhiri kehamilan dengan menghentikan tumbuhnya sel-sel plasenta. Seiring waktu, embrio kecil ini akan terserap ke dalam tubuh Anda.

Ketika obat mulai bekerja, Anda mungkin akan menderita beberapa nyeri perut atau kram dan mungkin mual, muntah, dan diare.

Anda harus menghindari alkohol, obat penghilang rasa nyeri (seperti ibuprofen, aspirin dan naproxen) dan juga menjauhi multivitamin atau suplemen yang mengandung asam folat. Anda juga perlu menghindari seks, menghindari semua aktivitas berat dan juga sinar matahari.

Setelah itu, Anda perlu untuk mendapatkan serangkaian tes darah untuk memeriksa kadar hCG Anda untuk memastikan bahwa kehamilan ektopik telah sepenuhnya diatasi. Pengujian ini akan terus berlanjut hingga mencapai tingkat nol, yang biasanya memakan waktu beberapa minggu.

Jika Anda mengalami tanda-tanda pecah tuba (seperti sakit perut, nyeri bahu atau perdarahan berat), atau tanda-tanda syok (seperti lemah, detak jantung bertambah cepat, pucat, kulit basah, dan pusing atau pingsan) selama proses ini, jangan tunda untuk menghubungi dokter.

Jika Anda atau dokter Anda tidak bisa mendapatkan obat metotreksat, atau Anda menderita sakit parah atau perdarahan internal, atau Anda sedang menyusui atau memiliki kondisi kesehatan tertentu yang menghalangi Anda untuk mengkonsumsiobat, Anda membutuhkan operasi. Jika Anda menderita pendarahan berat, Anda mungkin memerlukan transfusi darah juga.

Jika Anda dalam kondisi stabil dan embrionya cukup kecil, maka dapat diangkat melalui prosedur yang disebut operasi laparoskopi. Seorang ahli kandungan dapat memeriksa tuba falopi dengan kamera kecil yang dimasukkan melalui celah kecil di sekita pusar dan seringkali dapat mengangkat embrio atau jaringan yang tersisa sambil menjaga tuba Anda tetap tidak terganggu.

Namun, jika terjadi kerusakan yang parah pada tabung/tuba atau Anda mengalami pendarahan deras, mungkin tuba Anda perlu diangkat.

Operasi laparoskopi membutuhkan anestesi umum, peralatan khusus dan seorang ahli bedah berpengalaman dalam teknik operasi ini. Dan Anda membutuhkan sekitar satu minggu untuk memulihkan diri setelah menjalani operasi ini.

Seperti halnya terapi obat, Anda perlu untuk mendapatkan serangkaian tes darah setelah operasi untuk memantau kadar hCG Anda untuk memastikan bahwa penanganan kehamilan ektopik sudah selesai. Sekali lagi, pengujian ini akan berlanjut sampai tingkat mencapai nol, yang biasanya memakan waktu beberapa minggu.

Dalam beberapa kasus (misalnya, jika Anda memiliki luka pada jaringan atau pendarahan berat, atau embrio terlalu besar) teknologi laparoskopi mungkin tidak bisa menjadi pilihan. Jika hal ini terjadi, Anda  memerlukan pembedahan perut major.

Anda akan diberi anestesi umum dan ahli kandungan akan membedah perut Anda serta mengangkat embrio. Seperti halnya operasi laparoskopi, tabung Anda dapat dipertahankan atau mungkin perlu diangkat juga, tergantung pada situasi dan kondisi Anda.

Setelah itu, Anda akan membutuhkan sekitar enam minggu untuk memulihkan diri. Anda mungkin merasa kembung dan menderita nyeri perut atau ketidaknyamanan lain selama proses pemulihan.


Bisakah Anda hamil lagi setelah mengalami kehamilan ektopik?

Ya. Semakin cepat Anda mengatasi kehamilan ektopik, semakin sedikit kerusakan yang dialami oleh tabung falopi Anda dan semakin besar peluang Anda untuk bisa hamil lagi untuk jangka panjang. Dan bahkan jika Anda terpaksa harus kehilangan salah satu tabung falopi Anda, Anda masih bisa hamil tanpa bantuan prosedur kesuburan selama tabung lainnya masih normal.

Namun, jika kehamilan ektopik pertama Anda adalah akibat dari kerusakan tabung karena infeksi atau ligasi tuba, ada kemungkinan besar bahwa tabung yang satunya rusak juga. Hal ini dapat mengurangi peluang Anda untuk hamil dan meningkatkan peluang Anda untuk mengalami kehamilan ektopik lain.

Jika Anda tidak dapat hamil secara alami karena tabung falopi rusak, Anda bisa menjalani perawatan kesuburan.

Menghadapai rasa kehilangan

Perasaan Anda mungkin  hancur oleh pengalaman kehamilan ektopik ini. Anda baru saja kehilangan kehamilan yang Anda idam-idamkan dan sekarang mungkin lebih sulit bagi Anda untuk bisa hamil lagi. Anda mungkin juga akan pulih dari operasi besar, yang dapat membuat Anda lelah dan mati rasa atau menderita pasang surut hormonal yang mungkin membuat Anda merasa tertekan dan labil.

Anda akan membutuhkan waktu untuk memulihkan diri secara emosional dan fisik sebelum mencoba untuk hamil lagi. Kebanyakan dokter akan menyarankan Anda untuk menunggu setidaknya tiga bulan setelah operasi besar bagi tubuh Anda untuk pulih.

Risiko Anda mengalami kehamilan ektopik lagi juga lebih tinggi saat Anda sedang dalam proses penyembuhan.

Anda mungkin ingin mencoba untuk hamil lagi, atau Anda mungkin menjadi takut dan lebih waspada. Semua itu bisa saja Anda alami.

Pasangan Anda juga dapat merasa sedih atau tak berdaya dan mungkin mengalami kesulitan untuk mengungkapkan rasa simpatinya pada Anda. Namun, pengalaman ini dapat membawa Anda dan pasangan Anda menjadi lebih dekat dan intim dibanding sebelumnya.

Pertimbangkan untuk melakukan konseling jika Anda pikir itu akan membantu Anda dan pasangan Anda untuk memulihkan hubungan.

Kalau Anda senang membaca buku bagus tentang perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.