Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Hidung Berdarah (Mimisan) Pada Saat Hamil

Apakah normal apabila seorang ibu hamil mengalami mimisan? Bagaimana pencegahan dan cara mengatasi mimisan pada ibu hamil? - 

Ibu yang sedang hamil memang lebih mudah untuk mengalami hidung berdarah atau mimisan.

Kondisi hamil menyebabkan pembuluh darah di hidung Anda melebar, ditambah dengan meningkatnya suplai aliran darah pada tubuh Anda memberikan lebih banyak tekanan pada pembuluh darah halus, menyebabkan pembuluh darah tersebut mudah pecah.

Meskipun rasanya pasti kurang menyenangkan dan tidak nyaman, mimisan ringan sesekali pada saat hamil umumnya tidak berbahaya.
Anda lebih mudah mengalami mimisan jika Anda menderita pilek, infeksi sinus, alergi, atau ketika selaput di dalam hidung Anda menjadi kering, sama seperti apa yang terjadi ketika Anda sedang berada dalam cuaca dingin, kamar ber-AC, kabin pesawat dan lingkungan kering lainnya.

Trauma dan kondisi medis tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau gangguan pembekuan darah, bisa juga menyebabkan mimisan.

(Buku yang direkomendasikan: Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG).

Hidung Berdarah (Mimisan) Pada Saat Hamil

 

Bagaimana menghentikan hidung berdarah (mimisan) pada ibu hamil?

Ketika hidung Anda mulai mengeluarkan darah, duduklah dengan menjaga posisi kepala Anda lebih tinggi dari jantung, kemudian tekanlah pada lubang hidung Anda yang berdarah selama lima sampai sepuluh menit.

Menggunakan ibu jari dan sisi jari telunjuk yang dibengkokkan, cubit dengan sedikit keras pada bagian bawah hidung Anda dan tekanlah ke arah wajah Anda. Jangan lepaskan sebentarpun (walaupun Anda mungkin penasaran mau melihat apakah darah sudah berhenti atau belum) karena itu bisa mengganggu proses koagulasi.

Mengkompres dengan es juga bisa membantu, karena es bisa membantu menyempitkan pembuluh darah. Terapkan kompres dingin atau kantong berisi kacang polong beku pada hidung dan pipi. Jangan berbaring terlentang atau menengadahkan kepala Anda, karena Anda bisa menelan darah sehingga bisa menyebabkan mual atau bahkan muntah.
Jika pendarahan tidak berhenti setelah sepuluh menit menekan dan mengkompres, lanjutkan selama sepuluh menit berikutnya selama Anda tidak mengalami pendarahan berat.
Konsultasi dengan dokter Anda jika pendarahan tidak berhenti setelah 20 menit melakukan penekanan.

Anda memerlukan evaluasi medis jika Anda mengalami mimisan disertai cedera pada kepala, bahkan apabila mimisannya hanya sedikit. Beritahu dokter Anda kalau Anda sering mengalami hidung berdarah (mimisan) sehingga dia bisa memberi perawatan yang tepat.


Bagaimana cara menghindari hidung berdarah (mimisan) pada saat hamil?

Pada ibu hamil yang mengalami mimisan, cobalah beberapa tips berikut ini untuk menghindari atau meredakan mimisan:
  • Minumlah lebih banyak air untuk membantu menjaga semua selaput lendir Anda tetap terhidrasi dengan baik.
  • Bernapas dengan lembut. Bernapas keras dan agresif dapat menyebabkan mimisan.
  • Cobalah untuk bersin dengan mulut terbuka.
  • Hindari udara kering, terutama di musim dingin atau di daerah yang iklimnya kering. Jauhi penyebab iritasi seperti merokok.
  • Gunakan pelumas untuk mencegah kekeringan hidung. Beberapa ahli merekomendasikan petroleum jelly. Semprotan atau tetes hidung juga bisa membantu.
  • Walaupun demikian, jangan terlalu sering menggunakan obat semprot hidung atau dekongestan. Obat-obat seperti ini dapat mengeringkan dan pada akhirnya mengiritasi hidung Anda.

Apakah mimisan mempengaruhi kehamilan?

Mimisan pada saat hamil kadang terkait dengan meningkatnya risiko perdarahan berat yang terjadi setelah melahirkan nantinya.
Satu penelitian menemukan bahwa risiko perdarahan berat terdapat pada sekitar 1 dari 10 wanita yang mengalami mimisan pada saat hamil. Risiko yang sama hanya terjadi pada sekitar 1 dari 17 wanita yang tidak mimisan.
Pada umumnya, mimisan pada saat hamil tidak mempengaruhi proses persalinan. Namun, jika Anda menderita mimisan sangat parah yang terjadi di trimester terakhir usia kehamilan Anda, Anda mungkin akan disarankan untuk melahirkan bayi Anda dengan operasi caesar.


Kapan Anda harus mulai waspada ketika mimisan pada saat hamil?

Meskipun pada umumnya mimisan pada saat hamil tidak berbahaya, namun Anda harus segera menemui dokter jika:
  • Mimisan Anda belum juga berhenti setelah Anda terus menekan hidung selama 20 menit.
  • Anda mengalami pendarahan sangat berat yang terasa berasal dari belakang hidung, dan darah mengalir keluar dari mulut Anda. Mimisan ini jauh lebih sulit untuk dihentikan sendiri, sehingga Anda harus segera mendapatkan bantuan medis.
Selama di rumah sakit, dokter mungkin akan meminta Anda untuk mengenakan masker penutup hidung khusus. Penutup hidung seperti ini memberi tekanan pada pembuluh darah dan membantu menghentikan pendarahan.

Anda harus terus mengenakan penutup hidung ini untuk sementara waktu, hingga Anda menjalani tes pada telinga, hidung dan tenggorokan.

Dokter Anda mungkin akan menindaki pembuluh darah yang merupakan sumber perdarahan. Hal ini tidak akan menimbulkan risiko apapun untuk Anda atau bayi Anda.
Jika Anda menderita mimisan parah, Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk dioperasi.
Umumnya, meskipun hidung berdarah atau mimisan dapat sangat mengganggu, tapi biasanya ini hanyalah kondisi sementara yang tidak terlalu berbahaya. Setelah bayi Anda lahir, kemungkinan besar mimisan juga akan berhenti dengan sendirinya.

Kalau Anda senang membaca buku bagus tentang perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.