Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Cara Mengatasi Sembelit Pada Ibu Hamil

Cara Mengatasi Sembelit dan Susah Buang Air Besar Pada Ibu Hamil -

Sembelit adalah masalah umum selama masa kehamilan. Sekitar separuh ibu hamil mengalami sembelit di waktu-waktu tertentu sepanjang kehamilan mereka.

Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya kadar hormon progesteron sehingga melemaskan otot-otot halus di seluruh tubuh, termasuk otot di saluran pencernaan. Dengan demikian, makanan bergerak melewati usus lebih lambat dari biasanya.

Masalah tersebut diperparah lagi selama masa kehamilan, sebab rahim yang membesar semakin menekan saluran pembuangan di tubuh Anda. Mengkonsumsi suplemen zat besi dalam dosis tinggi juga akan memperparah sembelit.

(Buku yang direkomendasikan: Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG).

Meskipun sembelit adalah hal umum yang diderita ibu hamil, namun Anda lebih berisiko untuk menderita sembelit dibanding ibu hamil lainnya jika Anda:

  • Memang terbiasa mengalami sembelit meskipun tidak dalam masa hamil, terutama jika Anda termasuk orang yang kurang minum air.
  • Mengalami mual berlebihan selama hamil sehingga Anda sulit untuk makan dengan normal.
  • Menderita sindrom iritasi usus.
Anemia juga dapat mempengaruhi terjadinya sembelit. Sebab ketika Anda mengalami anemia, Anda biasanya akan mengkonsumsi suplemen zat besi. Sedangkan asupan zat besi berlebihan akan memperparah sembelit.

Jika Anda juga kurang olahraga, seluruh sistem di tubuh Anda akan menjadi lamban, termasuk sistem pencernaan. Seiring kehamilan berlanjut dan bayi dalam kandungan Anda tumbuh semakin besar, rahim Anda akan semakin menekan daerah sekitar panggul sehingga sembelit makin menjadi.

Jika Anda mengalami sembelit parah sehingga menyebabkan Anda harus mengejan dengan keras untuk buang air besar, Anda berisiko menderita wasir. Jika sembelit tidak ditangani, wasir akan semakin parah sehingga semakin cepat Anda mengatasi sembelit, semakin baik.

Berikut adalah tips bagi Anda untuk mengetahui lebih banyak tentang bagaimana dan mengapa kehamilan menyebabkan sembelit dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah sembelit dan susah buang air besar selama hamil.

Cara Mengatasi Sembelit Pada Ibu Hamil

Penyebab Sembelit Pada Saat Hamil

Sembelit terjadi akibat tidak teraturnya gerakan usus.
Meskipun ada banyak faktor yang menyebabkan sembelit (diet, efek samping dari obat-obatan, keracunan logam berat, hipotiroidisme dan gangguan hormonal lainnya), namun penjelasan utama mengapa ibu hamil mengalami sembelit adalah faktor gerak usus yang lambat atau tidak teratur.

Ibu hamil seringkali menderita sembelit karena beberapa kemungkinan:
  • Perubahan hormonal selama kehamilan membuat sistem pencernaan Anda lamban, dengan demikian menyebabkan sulitnya buang air besar.
  • Seiring bayi Anda tumbuh, tekanan pada daerah panggul Anda meningkat, sehingga menyebabkan sembelit.
  • Efek ngidam bisa menyebabkan Anda mengkonsumsi makanan yang dapat menyebabkan pengerasan kotoran dan dapat membuat kotoran sulit dikeluarkan.
  • Anda mungkin menderita anemia akibat kehamilan, sehingga Anda mengkonsumsi suplemen zat besi dosis tinggi yang mana dapat menyebabkan tinja menjadi sulit untuk dikeluarkan.
  • Anda mungkin mengkonsumsi obat lain yang dapat menyebabkan gerakan usus menjadi kurang normal.
  • Kurangnya olahraga secara teratur selama kehamilan karena membesarnya ukuran perut Anda, atau dokter Anda mungkin menyarankan istirahat di tempat tidur. Kurangnya olahraga, dalam banyak kasus, juga memperparah sembelit.

Gejala-gejala Sembelit 

Beberapa tanda-tanda umum atau gejala sembelit antara lain:
  • Jeda 1-2 hari buang air besar.
  • Kotoran keras dan sulit untuk dikeluarkan.
  • Rasa sakit perut bagian bawah.
  • Anda mungkin merasa kembung dan 'penuh'.
  • adang-kadang menyebabkan pendarahan.

Cara Mengatasi Sembelit Selama Kehamilan

Di bawah ini adalah beberapa tips untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil:

1. Olahraga

Ibu hamil cenderung mengabaikan olahraga dan ini bisa menjadi penyebab sembelit pada banyak kasus.

Olahraga dapat merangsang usus dan memperbaiki pencernaan, jadi pastikan Anda berolahraga atau setidaknya banyak bergerak sepanjang hari.

Daftarkan diri Anda pada kelas senam hamil jika perlu.


2. Konsumsi buah dan sayuran segar

Buah-buahan dan sayuran segar adalah makanan terbaik untuk ibu hamil, karena dua alasan utama.

Alasan yang pertama adalah: buah dan sayur mensuplai tubuh Anda dengan serat, yang mana serat tersebut sangat membantu mengurangi sembelit.

Kemudian alasan yang kedua adalah: buah dan sayuran segar juga mensuplai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh Anda dan bayi Anda.

Berikut adalah beberapa makanan yang dapat Anda tambahkan ke menu harian untuk membantu masalah pencernaan Anda:
  • Buah-buahan mentah seperti pisang, jeruk, pepaya, mangga dll.
  • Buah kering seperti aprikot dan plum.
  • Sayuran berserat seperti wortel, kubis, bayam, selada air dan seledri.
  • Sereal gandum dan kacang-kacangan.


3. Cukup Minum Air

Dehidrasi juga mengakibatkan sembelit. Bahkan, separuh ibu hamil yang menderita sembelit hanya karena mereka kurang minum air.

Ibu hamil sering buang air kecil, itulah sebabnya mereka jarang minum air untuk mengurangi frekuensi mereka harus ke kamar kecil.

Nah, akibat kekurangan air inilah yang menyebabkan pengerasan kotoran dan sembelit.

Pastikan Anda meminum cukup air selama masa kehamilan.


4. Buang air besar setelah makan

Usus Anda berada dalam kondisi paling aktif setelah makan, sehingga sempatkanlah untuk buang air besar setelah makan. Jangan pernah menunda pergi ke kamar mandi segera ketika Anda merasakan hendak buang air besar.


5. Batasi asupan zat besi

Jika multivitamin prenatal Anda mengandung zat besi dalam dosis tinggi sedangkan Anda tidak menderita anemia, beralihlah ke suplemen dengan kandungan zat besi yang lebih rendah. Konsultasikan dengan dokter Anda.


6. Gunakan obat pelunak kotoran

Jika beberapa cara diatas kurang membantu sembelit Anda, konsultasikan dengan dokter apakah Anda bisa menggunakan obat tertentu yang berfungsi melunakkan kotoran.

(Buku yang direkomendasikan: Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG).


Terapi

Ada sejumlah terapi yang bisa Anda lakukan. Namun Anda harus ingat bahwa terapi seperti itu belum diuji secara ilmiah, meskipun banyak orang yang sudah merasakan manfaatnya.

Pilihlah terapis yang berpengalaman dalam menangani ibu hamil.

1. Akupresur atau akupunktur

Terapi ini bekerja berdasarkan teori bahwa titik-titik tertentu dalam tubuh Anda dapat dirangsang untuk meningkatkan kesehatan Anda. Titik akupresur atau akupunktur yang berhubungan dengan pencernaan Anda berada di tengah-tengah perut Anda, sekitar tiga jari di bawah pusar. Tekanlah dengan lembut selama beberapa saat, sebanyak sekitar 20 sampai 30 kali, dan ulangi beberapa kali sehari.

Jika sembelit berlanjut, Anda bisa berkonsultasi dengan praktisi akupunktur atau akupresur. Ada beberapa bukti bahwa akupunktur bisda mengurangi gejala sindrom iritasi usus. Sembelit adalah salah satu gejala sindrom iritasi usus.


2. Aromaterapi

Tambahkan 3-4 tetes minyak esensial seperti jeruk manis, lemon atau jeruk nipis ke dalam satu sendok teh minyak mandi Anda. Bersantailah di dalam bath tub untuk sementara waktu, sambil memijat perut Anda dengan lembut searah jarum jam.

Jangan memijat terlalu keras, terutama jika Anda termasuk golongan berisiko tinggi terhadap persalinan prematur, atau jika plasenta Anda letaknya rendah di dalam rahim Anda (plasenta previa).


3. Homoeopati

Tidak ada bukti ilmiah bahwa terapi homeopati efektif untuk mengatasi sembelit. Namun, jika Anda ingin mencobanya, pastikan Anda mengunjungi terapis homeopati berpengalaman yang sudah terbiasa menangani ibu hamil.


4. Osteopati

Osteopati bisa memperbaiki membenahi susunan tulang Anda. Teorinya, jika Anda pernah mengalami cedera sebelumnya, maka mungkin saja beberapa bagian di tubuh Anda mengalami trauma atau ketegangan, termasuk usus dan daerah sekitar perut.

Ada bukti bahwa osteopati bisa membantu mengatasi masalah mekanis, seperti nyeri punggung bawah, nyeri bahu dan sakit leher. Tapi kita tidak bisa memastikan apakah terapi ini bisa juga mengatasi sembelit.


5. Reflexology (pijat refleksi)

terapi refloxology (pijat refleksi) didasarkan pada gagasan bahwa telapak kaki manusia sesuai dengan peta tubuhnya.

Anda bisa mencoba perawatan reflexology sederhana di rumah. Mintalah pasangan Anda untuk memijat telapak kaki Anda, terutama di daerah lengkungan yang dalam. Para ahli pijat refleksi mengatakan bahwa titik pencernaan terletak di sekitar daerah lengkungan pada telapak kaki.

Pijatlah dengan gerakan melingkar searah jarum jam, karena usus bergerak dengan arah seperti itu. Lakukan sekitar 5 menit untuk masing-masing kaki.

Jika Anda ingin memijat diri sendiri, tempatkan dua buah botol di bawah masing-masing telapak kaki Anda saat Anda sedang duduk. Lalu perlahan gelindingkan botol tersebut ke depan dan kebelakang dengan telapak kaki Anda.


Apakah sembelit pada saat hamil berbahaya?

Seringkali sembelit pada saat hamil tidaklah berbahaya.

Tapi dalam sejumlah kecil kasus, sembelit pada saat hamil bisa jadi merupakan gejala dari adanya masalah lain yang lebih serius. Jika Anda mengalami sembelit parah yang disertai dengan nyeri perut dan diare, atau diikuti dengan keluarnya lendir atau darah, hubungi dokter atau bidan segera.

Juga, mengejan berlebihan saat buang air besar dapat menyebabkan atau memperburuk wasir, yaitu pembengkakan pembuluh darah di daerah dubur. Meskipun wasir adalah penyakit yang jarang menyebabkan masalah serius, namun sangat tidak nyaman. Dalam kebanyakan kasus, wasir sembuh dengan sendirinya segera setelah bayi Anda lahir.

Namun, jika Anda merasa sakit yang sangat parah, atau Anda mengalami pendarahan pada dubur, segera hubungi dokter.

Untuk menemani dan memandu Anda menjalani 9 bulan masa kehamilan, mungkin Anda membutuhkan sebuah panduan lengkap mengenai perawatan kesehatan ibu hamil dan janin. Simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.