Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Bagaimana Mengatasi Kram Kaki Saat Hamil?

Tips cara mencegah dan mengatasi kram kaki pada saat hamil -

Jika Anda seorang ibu hamil yang tiba-tiba terbangun di malam hari karena merasakan kejang yang menyakitkan di sekitar betis Anda, kemungkinkan Anda mengalami kram kaki.

Kram kaki di malam hari terjadi biasanya apabila tubuh tidak mendapatkan asupan air dalam jumlah yang cukup pada siang harinya.

Tetapi jika Anda mengalami ini selama masa kehamilan, Anda harus ekstra hati-hati dan harus mengetahui akar masalahnya.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.


Apa penyebab kram kaki saat hamil?

Kram atau nyeri kaki selama kehamilan sangat umum terjadi.

Kram kaki ini biasanya dimulai pada trimester kedua dan kemungkinan bertahan hingga akhir masa kehamilan.

Kram kaki dapat terjadi karena satu atau beberapa kombinasi penyebab. Antara lain:
  • Kelelahan karena membawa ekstra berat badan merupakan penyebab umum dari terjadinya kram kaki. Sebenarnya mengkonsumsi sejumlah 300 kalori sehari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi yang sedang tumbuh dalam rahim ibu. Namun, seringkali hal ini disalahartikan sehingga ibu hamil makan berlebihan dan mengasup banyak lemak sehingga membawa kelebihan berat badan yang tidak dibutuhkan.
  • Rahim Anda membesar sehingga memberikan tekanan pada pembuluh darah yang bertugas mentransfer darah dari kaki ke jantung Anda. Ini menyebabkan gangguan sirkulasi darah dan mengakibatkan kram. Ini adalah fenomena umum yang terjadi juga pada orang yang tidak sedang hamil apabila ia misalnya duduk bersila terlalu lama sehingga satu kaki menekan kaki yang lain.
  • Konsumsi makanan yang mengandung kelebihan fosfor tetapi rendah kandungan kalsium atau magnesium, menyebabkan kekurangan nutrisi. Pada ibu hamil, ini diperparah sebab bayi Anda juga ikut mengasup nutrisi yang Anda butuhkan, sehingga sebagai ibu hamil, sudah seharusnya Anda mengkonsumi nutrisi dalam jumlah yang lebih banyak dibanding orang yang tidak hamil.
  • Hormon progesteron mempengaruhi otot-otot kaki Anda. Hormon ini bertanggung jawab atas terjadinya kram kaki selama kehamilan.
  • Kadang-kadang penyempitan arteri bisa menyebabkan nyeri yang menyerupai kram. Seringkali nyeri ini dipicu oleh latihan olahraga yang berlebihan. Hal ini biasanya berhenti dengan sendirinya ketika Anda beristirahat untuk sementara waktu.
  • Tekanan pada saraf di tulang belakang dapat menyebabkan nyeri yang menyerupai kram pada kaki Anda. Rasa sakit menjadi lebih parah ketika Anda berjalan jauh. Jadi jika Anda mengalami sakit ini seperti ini, beristirahatlah.
  • Mengkonsumsi obat diuretik dan obat tekanan darah dapat menyebabkan kehabisan cadangan mineral. Terlalu sedikit cadangan kalsium, kalium dan magnesium dalam tubuh dapat menyebabkan kram kaki.


Gejala kram kaki pada ibu hamil

Kram otot biasanya hilang sendiri. Terutama, kram yang terjadi pada otot-otot kaki atau otot betis.

Anda mungkin merasakan sakit yang tajam dan tiba-tiba, serta Anda mungkin merasakan ada seperti benjolan pada betis atau kaki Anda. Tapi kram otot jarang yang serius dan biasanya menghilang sendiri.

Namun, Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika kram membuat Anda sangat tidak nyaman.

Hubungi dokter Anda jika Anda merasakan atau mengalami hal-hal berikut:
  • Jika ada kemerahan dan pembengkakan.
  • Jika kram terjadi karena kelemahan otot.
  • Jika rasa sakit sering terjadi dan tidak membaik setelah melakukan perawatan diri.
  • Jika rasa sakit terjadi walaupun Anda tidak melakukan latihan olahraga berat.
Jawablah semua pertanyaan dokter dengan akurat sehingga dokter bisa memberikan diagnosis yang sempurna.


Faktor resiko terjadinya kram pada ibu hamil

Ada banyak faktor yang meningkatkan kemungkinan kram, antara lain:
  • Ibu hamil dalam usia yang lebih tua. Jadi jika Anda hamil di atas usia 30 tahun, kemungkinan kram otot dan kaki meningkat.
  • Lelah dan dehidrasi saat berolahraga pada cuaca hangat/panas.
  • Kondisi medis seperti diabetes, gangguan tiroid, dan masalah pada hati, ginjal dan saraf  kram lebih mungkin terjadi.


Apa yang harus Anda lakukan ketika Anda mengalami kram saat hamil?

Hal pertama dan utama adalah, mengetahui solusi saat menghadapi masalah ini.
  • Cara pencegahan yang paling cepat adalah mencoba berdiri tegak dan (sebaiknya) pada permukaan lantai yang dingin.
  • Meluruskan kaki Anda dan kemudian dengan lembut melenturkan jari-jari kaki dan pergelangan kaki bolak-balik beberapa kali ke arah tulang kering Anda. Kompres lokal dengan air panas/hangat.
  • Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, rasa nyeri disebabkan oleh pembekuan darah. Jika ini yang terjadi, maka memijat atau mengkompres dengan air hangat bukanlah solusinya. Jika Anda sudah melakukan peregangan, pemijatan dan menerapkan kompres namun kejang atau keram masih berlanjut, hubungi dokter Anda.
  • Ketika Anda sudah merasa lebih baik, disarankan untuk berjalan-jalan sedikit untuk menormalkan kembali sirkulasi darah. Jangan langsung tidur atau beristirahat.

Bagaimana Mengatasi Kram Kaki Saat Hamil

Tips sederhana yang efektif dalam mengatasi kram kaki pada ibu hamil

Kram kaki terjadi pada setengah dari seluruh ibu hamil dan biasanya terjadi selama trimester kedua dan ketiga. Kram kaki terjadi karena sirkulasi darah menurun disebabkan pertambahan berat badan, perubahan hormonal, dehidrasi dan tekanan yang diberikan oleh janin terhadap saraf dan pembuluh darah. Ikuti tips dan strategi sederhana di bawah ini untuk mengatasi kram:
  • Fokus pada peregangan di betis dan kaki. Pastikan untuk melakukan peregangan sebelum tidur dan juga melakukan beberapa gerakan peregangan dan pendinginan sebelum dan sesudah olahraga.
  • Anda dapat mencoba melakukan peregangan betis sambil duduk. Untuk ini Anda memerlukan dua kursi dan syal. Duduk di satu kursi dan letakkan kaki Anda pada kursi kedua. Ikatkan syal pada mata kaki Anda, dan tarik syalnya ke arah Anda. Anda harus merasakan peregangan pada otot betis dan kaki. Tetaplah dalam posisi ini selama 30 detik dan lakukan pada kaki yang lain.
  • Anda dapat mencoba peregangan betis sambil berdiri. Untuk latihan ini, Anda berdiri di atas permukaan yang datar, 2-3 meter menghadap dinding. Bertumpulah pada dinding dengan kedua telapak tangan Anda. Bersandarlah ke depan dan rasakan peregangan pada otot betis Anda. Lakukan gerakan seperti push-up, namun dilakukan dengan berdiri dan perlahan-lahan.
  • Minum cukup air jika iklim panas untuk menghindari overheating dan kelelahan.
  • Anda dapat mencoba senam kehamilan. Latihan ringan seperti berjalan dan aerobik juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi kemungkinan kram kaki.
  • Sering-seringlah mengubah posisi Anda. Hindari berdiri dan duduk dalam jangka waktu yang lama.
  • Lakukan pijat prenatal karena bisa membantu untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan.
  • Luruskan kaki Anda dan goyang-goyangkan jari-jari kaki Anda untuk membantu mengurangi rasa sakit saat kram.
  • Gunakan botol berisi air panas untuk mengkompres di daerah yang kram untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.


Beberapa hal yang harus diperhatikan

  • Hindari menyilangkan kaki Anda. Sebab menyilangkan kaki dapat membatasi sirkulasi darah. Hal ini meningkatkan resiko terjadinya kram kaki.
  • Konsultasikan keluhan kram kaki Anda dengan dokter Anda jika semakin parah dan semakin sering terjadi. Dapatkan pengobatan segera.
  • Kalau Anda melakukan pijat prenatal, pastikan terapis pijatnya berlisensi khusus untuk ibu hamil. Hal ini karena wanita hamil membutuhkan perawatan khusus dan harus ekstra hati-hati. Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan pijat untuk mengetahui apakah itu cocok untuk Anda atau tidak.
  • Hentikan latihan olahraga jika Anda merasa pusing atau pingsan dan juga jika Anda merasakan kontraksi.
  • Hindari berbaring terlentang.


Tips cara menghindari kram kaki saat hamil

Ingat-ingatlah tips sederhana ini dalam pikiran Anda untuk menghindari kram kaki, sebab kram menyebabkan ketidaknyamanan dan dapat menganggu tidur Anda.

Berikut ini adalah beberapa tips mudah dan sederhan untuk menghindari kram kaki:
  • Jangan pernah memotong/mengganggu sirkulasi darah ke kaki.
  • Regangkan pergelangan kaki dengan lembut tapi jangan terlalu keras menekan. Putarlah sedikit, sebanyak yang Anda mampu.
  • Selalu gerakkan kaki Anda dengan berjalan-jalan.
  • Meningkatkan asupan cairan, bisa air atau jus. Hindari kafein sebisa mungkin.
  • Pakailah alas kaki yang nyaman.
  • Konsumsi lebih banyak buah-buahan untuk menu Anda sehari-hari dalam upaya meningkatkan kadar potasium dalam tubuh. Baca artikel ini mengenai buah-buahan yang baik untuk ibu hamil.


Tips cara mencegah kram kaki saat hamil

Kadang-kadang otot berkontraksi secara tiba-tiba, saat itulah kram terjadi. Hal ini terjadi secara tidak sengaja.

Kram otot dapat terjadi karena ketidakseimbangan elektrolit dan kekurangan gizi. Ikuti langkah-langkah mudah berikut ini untuk meringankan rasa sakit dan mengatasi kram kaki:
  • Minum air yang cukup sepanjang hari dan saat berolahraga. Anda harus minum air sebelum tidur karena tubuh akan kehilangan cairan saat Anda tidur.
  • Penting untuk melakukan pemanasan sebelum latihan olahraga. Hal ini penting untuk mempersiapkan tubuh Anda sebelum Anda mulai mempekerjakan otot-otot Anda. Selalu lakukan beberapa latihan peregangan sebelum anda tidur.
  • Mintalah dokter Anda untuk merekomendasikan suplemen kalsium dan magnesium jika Anda sedang hamil.
  • Jangan biarkan tubuh Anda menjadi terlalu lelah. Ambil istirahat yang cukup.
  • Konsumsi pisang, alpukat, kentang panggang dan sayur bayam untuk meningkatkan asupan kalium.
  • Minumlah air kelapa muda untuk mendapatkan kembali keseimbangan elektrolit yang hilang dan dengan demikian bisa mengurangi kram otot.


10 obat alami dalam mengatasi kram kaki saat hamil

Kram bisa terjadi ketika tubuh Anda bekerja keras sementara kekurangan beberapa nutrisi penting seperti magnesium dan vitamin B6. Juga kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan dan kemungkinan sedang mengandung lebih dari satu bayi. Rasa sakit yang intens akibat kram kaki sangat mengganggu Anda di malam hari.

Berikut adalah beberapa solusi alami yang bisa Anda ikuti untuk mengatasi kram kaki.
  • Makan makanan yang sehat. Sertakan makanan seperti kurma, apel, buah ara, kacang-kacangan, produk susu dan sayuran berdaun hijau dalam menu Anda. Menu vegetarian yang terdiri dari buah-buahan dan salad sayuran membantu untuk mencegah kram kaki parah.
  • Anda dapat mencoba aromaterapi untuk mencegah kram kaki. Anda harus bertanya kepada dokter Anda, minyak esensial apakah yang aman untuk ibu hamil. Anda dapat menggunakan lavender dan chamomile.
  • Mandi dengan air hangat dapat membantu meredakan rasa sakit di daerah betis.
  • Lakukan latihan olahraga ringan untuk membantu sirkulasi darah.
  • Mengkonsumsi vitamin prenatal Anda secara teratur.
  • Mengurangi asupan garam untuk mencegah retensi cairan dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan pergelangan kaki menjadi bengkak. Juga mengurangi asupan fosfor dengan mengurangi makan daging merah, makanan olahan dan soda.
  • Jangan menekuk jari-jari kaki Anda ke bawah karena dapat memperburuk kram.
  • Regangkan otot betis Anda beberapa kali dalam sehari untuk mengurangi kram. Anda bisa berjinjit  dan kemudian turun lagi untuk membantu peregangan. Ini adalah latihan peregangan yang baik sebelum Anda tidur.
  • Anda dapat memijat otot-otot yang kram dengan kompres air dingin untuk mengurangi rasa sakit.
  • Mengkonsumsi suplemen vitamin B untuk mengurangi kram.


Jika kram berlanjut, apa yang mesti dilakukan?

Sementara kehamilan adalah hal yang Anda tunggu-tunggu, tapi melalui 9 bulan masa kehamilan terkadang bukanlah hal yang mudah. Seringkali hal kecil dapat menyebabkan masalah yang lebih besar.

Jika kram menyebabkan tarikan otot yang kuat dan nyeri tajam yang konstan (bukan hanya sesekali), segera hubungi dokter Anda untuk berkonsultasi. Jika Anda melihat tanda kemerahan, pembengkakan dan nyeri di daerah kram, juga segera hubungi dokter Anda.
Jika daerah kram terasa hangat ketika disentuh, maka bisa jadi itu adalah gejala pembekuan darah.
Meskipun pembekuan darah jarang terjadi, tapi selalu lebih baik untuk segera menemui dokter dan mendapatkan bantuan medis segera.

Kalau Anda membutuhkan panduan lengkap perawatan ibu hamil dan kesehatan janin di dalam kandungan, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.