Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Amankah Ibu Hamil Memakai Make-Up?

Bolehkah ibu hamil memakai kosmetik atau make-up? -

Hai Ibu, apa kabar? Semoga Anda baik-baik saja...

Apakah Anda ibu hamil yang senang berdandan dengan make-up? Apakah Anda khawatir kosmetik dapat membahayakan bayi di dalam rahim Anda?

Sebagian ibu hamil menganggap make-up sebagai penolong, sebab dapat menyamarkan perubahan kulit mereka yang kerap terjadi selama kehamilan.

Tapi, apakah Anda tahu kandungan bahan kimia beracun dalam make-up Anda bisa berbahaya bagi perkembangan kognitif bayi Anda?
Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Amankah Ibu Hamil Memakai Make-Up?


Perubahan kulit Akibat Kehamilan

Perubahan hormonal, pembuluh darah, metabolisme dan kekebalan tubuh selama kehamilan dapat berpengaruh pada kesehatan kulit Anda. Berikut adalah lima resiko keluhan kulit yang paling umum di kalangan wanita hamil:
  1. Perubahan fisiologis kulit selama kehamilan.
  2. Gangguan kulit tertentu selama kehamilan.
  3. Tumor kulit.
  4. Infeksi kulit.
  5. Dermatosis yang dipengaruhi oleh kehamilan.
Oleh karena itu, adalah wajar jika wanita berharap kosmetik dapat menutupi perubahan kulit tersebut. Bahkan sebagian wanita menganggap, memakai makeup adalah rutinitas yang wajib bagi mereka.


Kosmetik Dan Pengaruh Bahan Kimia Terhadap Kehamilan

Ada beberapa teori tentang penggunaan kosmetik dan efek paparan bahan kimianya terhadap ibu hamil.

Teori 1:

Hydroquinone, zat pencerah kulit, memiliki tingkat penyerapan sistemik yang relatif tinggi dalam darah.


Teori 2:

Phthalates, bahan kimia yang ditemukan dalam produk make-up seperti lipstik, hairspray dan cat kuku, mengganggu hormon selama kehamilan.

Sebuah studi menunjukkan, paparan bahan kimia dapat menurunkan tingkat IQ anak lebih dari enam poin. Bayi yang terlahir dari ibu yang terpapar phthalates dalam jumlah besar selama kehamilan, memiliki risiko hingga 78 persen lebih tinggi terkena asma pada usia 11, dibandingkan dengan anak-anak lain.


Teori 3:

Aplikasi topikal klindamisin dan eritromisin untuk jerawat tidak memiliki efek teratogenik pada janin. Kulit tidak menyerap asam salisilat (bahan utama dalam produk anti-jerawat) dengan baik dan juga dihydroxyacetone, zat warna aditif. Oleh karena itu, dua bahan kimia tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi bayi yang belum lahir.

Tabir surya melindungi kulit dari sinar UV yang berbahaya dan membantu mencegah melasma. Oleh karena itu, sebagian besar orang menganggap wanita bisa tetap memakai kosmetik tersebut tanpa membahayakan kesehatan bayi.


Faktor Resiko Kosmetik Bagi Ibu Hamil

Kebanyakan kosmetik di pasar tidak sesuai standard mutu yang telah ditetapkan. Jadi tingkat racun bahan kimia dalam kosmetik atau keamanan penggunaannya masih belum jelas.


Kandungan Bahan Kimia Pada Kosmetik Yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil

Untuk kesehatan Anda, hati-hatilah jika mendapati bahan-bahan ini pada salah satu produk kosmetik yang Anda gunakan. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kulit Anda lebih lanjut.

Vitamin A: Asupan oral vitamin A sudah cukup bagi kulit Anda. Krim dan pil yang mengandung retinoid (bentuk sintetis dari vitamin A) memang membantu mengatasi jerawat dan mengobati gangguan kulit, penuaan dini dan kutil. Namun, penggunaan retinoid selama kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan janin

Vitamin K: Vitamin K merupakan salah satu bahan utama dalam setiap krim pemutih kulit. Vitamin K juga membantu pembekuan darah. Selama kehamilan, tubuh Anda rentan terhadap terjadinya pembekuan. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak memakai produk kosmetik yang mengandung vitamin K untuk kulit karena dapat mencapai aliran darah dan menyebabkan komplikasi pada janin.

Centella Asiatica: Ini adalah zat yang efektif untuk mengatasi stretch mark. Namun, Centella Asiatica meningkatkan kepekaan terhadap sinar matahari dan dapat menyebabkan ruam pada wanita hamil.


Untuk Diperhatikan

Jika Anda suka berdandan dan make-up dengan menggunakan kosmetik, ingatlah hal-hal berikut:
  1. Lindungi janin dengan membatasi ekspos terhadap bahan kimia seperti timbal dan merkuri, terutama pada trimester pertama.
  2. Kuteks, pewarna rambut, kuku palsu dan pewarna rambut semua mengandung bahan kimia berbahaya. Meskipun tidak ada bukti konklusif tentang efek buruk dari bahan kimia ini pada janin, adalah bijaksana untuk benar-benar menghindari penggunaan bahan kimia selama kehamilan.
Kalau Anda membutuhkan panduan lengkap perawatan ibu hamil dan kesehatan janin di dalam kandungan, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.