Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Pengertian Ovulasi

Apakah yang dimaksud dengan ovulasi? Apa hubungan antara peristiwa ovulasi dengan kesuburan wanita? - 

Pengertian ovulasi adalah, proses pelepasan sel telur wanita (ovum), dari ovarium (indung telur) menuju tuba fallopi untuk menunggu dibuahi oleh sperma pria.

Jadi, bisa dikatakan bahwa ketika wanita sedang berovulasi, berarti wanita tersebut sedang berada dalam masa subur, yang mana puncaknya terutama berada pada dua sampai tiga hari sebelum ovulasi.

Ketika seorang wanita memasuki masa pubertas, ovarium (indung telur) menyimpan sekitar 300.000 sel telur. Meskipun demikian, indung telur seorang wanita hanya akan melepaskan total sekitar 300 sel telur selama seumur hidupnya.
Ovulasi adalah salah satu bagian dari siklus menstruasi wanita, di mana folikel ovarium (salah satu bagian dari ovarium) melepaskan sel telur (juga dikenal sebagai ovum) yang telah matang.

Peristiwa ovulasi sangat berkaitan dengan tingkat kesuburan wanita dan memegang peranan penting bagi pasangan yang ingin hamil.

Selama proses ovulasi ini, sel telur melakukan perjalanan menuju tuba fallopi, dimana telur tersebut akan dibuahi oleh sperma nantinya.

Ovulasi dikontrol oleh bagian otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamaus bertugas mengirimkan sinyal yang menginstruksikan anterior lobus dan kelenjar hipofisis untuk mensekresikan luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH).
Proses ini biasanya terjadi antara hari ke-10 hingga hari ke-19 dalam satu siklus menstruasi, dan ini adalah waktu dimana seorang wanita berada pada puncak masa paling suburnya di bulan tersebut.
Setiap kali siklus menstruasi terjadi, hormon reproduksi bekerja-sama untuk merangsang ovarium. Beberapa telur yang belum matang mulai berkembang dan merespon hormon tersebut.

Telur-telur tersebut berkembang selama beberapa bulan hingga matang, kemudian siap untuk dilepaskan dari ovarium. Beberapa diantaranya berhenti tumbuh dan mati.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah:

1. Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil dari dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Pengertian Ovulasi

Kapankah masa ovulasi Anda?

Ovulasi biasanya terjadi di pertengahan antara satu siklus menstruasi dengan siklus menstruasi berikutnya (satu siklus menstruasi biasanya berlangsung selama 28 hari), yang dihitung dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya.

Satu siklus menstruasi seorang wanita yang haidnya teratur, berlangsung antara 28 hingga 32 hari.

Anggaplah hari pertama menstruasi sebagai awal dari satu siklus. Nah, ovulasi umumnya terjadi antara hari ke-10 hingga hari ke-19 setelah hari pertama menstruasi tersebut, atau 12 sampai 16 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya. 

Namun, tentu saja kadang masa ovulasi Anda tidak persis di pertengahan antara siklus satu dan berikutnya.

Masa ovulasi Anda bisa saja terjadi di salah satu hari diantara hari ke-23 sampai hari ke-35.

Selain itu, panjang durasi siklus Anda sendiri mungkin sedikit berbeda dari bulan ke bulan.

Setiap wanita punya jadwal masa ovulasi masing-masing. Ada kesalahpahaman yang mengatakan bahwa ovulasi selalu terjadi pada hari ke-14 dari satu siklus menstruasi. Ini kurang tepat.


Proses dari menstruasi menuju ovulasi

Ketika siklus menstruasi Anda dimulai, level hormon estrogen anda rendah.

Hipotalamus (yang bertugas menjaga kadar hormon di tubuh Anda) mengirimkan pesan ke kelenjar pituitari yang kemudian melepaskan Follicle Stimulating Hormone (FSH). FSH inilah yang kemudian memicu beberapa folikel untuk berkembang menjadi telur yang matang.

Salah satu dari folikel tersebut akan berkembang menjadi folikel dominan, yang akan melepaskan telur yang sudah matang. Sedangkan folikel yang lain akan rusak.

Folikel yang matang tersebut melepaskan hormon estrogen. Tingginya level estrogen ini menjadi sinyal bagi hipotalamus dan kelenjar hipofisis bahwa ada telur yang matang.

Setelah menerima sinyal bahwa ada telur yang sudah matang, kelenjar hipofisis melepaskan Luteinizing Hormone (LH). Peristiwa pelepasan LH ini disebut sebagai "lonjakan LH".

Lonjakan LH menyebabkan sel telur yang telah matang keluar melalui dinding ovarium dalam waktu 24-36 jam dan memulai perjalanannya ke menuju tuba fallopi untuk dibuahi oleh sperma.

Alat prediksi ovulasi bekerja dengan cara mendeteksi adanya lonjakan LH tersebut.

Folikel yang menjadi asal dari mana telur dilepaskan, disebut corpus luteum. Corpus luteum akan melepaskan hormon progesteron yang membuat lapisan rahim menebal sehingga siap menerima proses implantasi.

Corpus luteum ini akan memproduksi progesteron selama sekitar 12-16 hari (disebut sebagai fase luteal). Jika telur dibuahi, corpus luteum akan terus memproduksi progesteron untuk mendukung perkembangan kehamilan hingga nantinya plasenta mengambil alih.

Anda sudah mulai bisa merasakan gejala kehamilan satu minggu setelah terjadinya pembuahan. Anda juga sudah bisa melakukan tes kehamilan sejak 7 hingga 10 hari setelah ovulasi.

Jika tidak terjadi pembuahan, telur akan hancur dalam 24 jam. Pada saat itu kadar hormon Anda akan menurun dan dinding rahim Anda akan luruh pada hari ke 12 sampai hari ke 16 setelah ovulasi.

Ini adalah periode menstruasi (haid) Anda dan Anda memasuki hari pertama dari sebuah siklus baru. Prosesnya pun berulang kembali.
Masa ovulasi adalah salah satu hal terpenting yang harus dipahami seorang wanita karena merupakan faktor kunci untuk bisa hamil (atau untuk mencegah kehamilan).


Fase-fase Ovulasi

Proses ovulasi itu sendiri dapat dibagi menjadi tiga tahap:
  1. Periovulatory (fase folikuler): Lapisan sel di sekitar sel telur mulai mengental dan lapisan rahim mulai menebal.
  2. Ovulasi (fase ovulasi): Enzim dilepaskan dan membentuk lubang (atau stigma) yang menjadi jalan keluar bagi ovum untuk keluar dari folikel dan masuk ke tuba fallopi. Ini adalah periode tersubur dan biasanya berlangsung selama 24 sampai 48 jam.
  3. Postovulatory (fase luteal): Hormon yang disebut LH atau luteinizing hormone dilepaskan. Telur (ovum) yang sudah dibuahi akan ditanamkan ke dalam rahim (implantasi), sedangkan telur yang tidak dibuahi perlahan berhenti memproduksi hormon. Apabila tidak terjadi pembuahan, telur tersebut mulai rusak dan bersiap untuk dibuang ke luar tubuh melalui proses yang dikenal sebagai menstruasi.


Apa hubungan peristiwa ovulasi dengan kehamilan Anda?

Secara teori, pembuahan membutuhkan setidaknya satu sel telur dan satu sperma. Sperma dapat hidup 3-5 hari di dalam saluran reproduksi wanita.

Dengan kata lain, jika Anda bercinta pada hari Senin, sperma suami masih akan hidup di dalam tuba falopi istri sampai hari Kamis.

Sedangkan sel telur wanita hanya hidup selama 24 jam dan harus dibuahi dalam 12 jam pertama sejak ovulasi.

(Buku yang direkomendasikan: Panduan Cara Cepat Hamil dari dr. Rosdiana Ramli, SpOG).


Bagaimana mendeteksi hari ovulasi?

Ada beberapa tanda-tanda yang akan muncul ketika seorang wanita berovulasi.

Selama ovulasi, volume lendir serviks bertambah dan menjadi lebih tebal karena meningkatnya kadar estrogen. Pada titik tersubur seorang wanita, lendir serviks akan berbentuk menyerupai putih telur.

Ovulasi juga dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh 0,4 hingga 1,0 derajat. Hal ini disebabkan karena adanya sekresi hormon progesteron ketika telur dilepaskan.

Masa tersubur seorang wanita umumnya adalah selama dua sampai tiga hari sebelum suhu tubuh mencapai puncaknyaa.
Beberapa wanita mampu merasakan peristiwa ovulasi ini pada bagian perutnya. Mereka menggambarkannya sebagai rasa pegal yang ringan atau sedikit nyeri.
Dewasa ini tersedia juga alat prediksi masa ovulasi yang bekerja dengan cara mendeteksi peningkatan hormon luteinizing (LH) dalam urin.

Peningkatan hormon tersebut biasanya terjadi beberapa saat sebelum ovulasi.

Mendeteksi hari ovulasi: Metode kalender

Cara termudah untuk memprediksi kapan Anda akan berovulasi adalah dengan menghitung mundur.

Pertama, perkirakan hari apa kira-kira Anda akan menstruasi berikutnya. Ingat, metode ini tidak akan banyak bermanfaat jika siklus menstruasi Anda tidak teratur.
Dimulai dari hari tersebut, hitung mundurlah sebanyak 12 hari dan tambahkan empat hari. Anda kemungkinan besar berovulasi selama rentang lima hari ini.
Jika Anda salah satu dari banyak wanita yang memiliki siklus menstruasi selama 28 hari, kemungkinan besar Anda akan berovulasi pada hari ke-14 (Hari ke-1 adalah hari pertama menstruasi Anda, sedangkan hari ke-28 adalah hari terakhir tepat sebelum hari pertama menstruasi Anda berikutnya).

Mendeteksi hari ovulasi: Mengukur suhu basal tubuh dan memeriksa lendir serviks

Cara yang lebih akurat untuk mengetahui kapan Anda berovulasi adalah dengan melacak pola suhu tubuh Anda dan memeriksa lendir Anda selama satu atau dua siklus.

Metode ini membutuhkan sedikit lebih banyak waktu dan usaha.

Jika Anda memperhatikan tanda-tanda ini (suhu basal tubuh dan lendir serviks) dan membuat catatan setiap harinya, Anda bisa melihat adanya sebuah pola yang bisa Anda gunakan untuk membantu Anda memprediksi kapan Anda akan berovulasi berikutnya.

Mengukur suhu tubuh
Anda mungkin tidak akan merasakan perubahan apapun secara nyata, tapi beberapa hari setelah Anda berovulasi, suhu basal tubuh Anda akan meningkat.
Suhu basal tubuh Anda adalah suhu tubuh terendah dalam periode 24 jam.
Peningkatan suhu basal tubuh ini hanya terjadi sekitar 0,4 sampai 1,0 derajat Fahrenheit. Anda dapat mendeteksinya dengan mengukur suhu basal tubuh Anda setiap pagi dengan termometer khusus.

Perubahan pada lendir serviks
Lendir serviks akan mengalami perubahan ketika Anda berovulasi.

Selama hampir satu bulan, lendir Anda mungkin sangat sedikit dan terasa kering. Tapi ketika Anda mendekati waktu ovulasi, lendir Anda akan menjadi lebih banyak.

Lendir serviks ini terasa licin dan elastis, bentuknya seperti putih telur mentah pada saat Anda berovulasi.

Kram ringan
Beberapa wanita mengalami kram ringan atau sedikit rasa sakit di bagian perut atau sakit pada satu sisi punggung di sekitar waktu ovulasi.

Sensasi ini dikenal dengan nama mittelschmerz.


Apa tanda-tanda Anda sedang berovulasi?

Sebagian besar wanita mengalami tanda-tanda dan gejala ovulasi.

Beberapa gejala muncul beberapa hari sebelum ovulasi, sementara gejala yang lain hanya akan terjadi pada saat dan setelah hari ovulasi.

Tanda dan gejala yang terjadi sebelum ovulasi antara lain:
1. Peningkatan hasrat seksual.
2. Peningkatan volume lendir servik.
3. Serviks melunak dan membuka.
4. Nyeri ovulasi (semacam kram).

Tanda dan gejala yang terjadi pada saat dan setelah ovulasi adalah:
1. Penurunan tingkat hasrat seksual.
2. Penurunan volume lendir serviks.
3. Kenaikan suhu basal tubuh.
4. Nyeri payudara.


Masalah-masalah di seputar ovulasi

Ada banyak sebab mengapa seorang wanita sampai mengalami masalah dengan ovulasinya.

Ada yang disebabkan karena saluran tuba fallopinya tersumbat akibat pernah menderita radang panggul, misalnya.

Ada juga masalah ovulasi yang disebabkan penyakit seperti endometriosis atau pernah menjalani operasi karena kehamilan ektopik.

Sedangkan kondisi seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), gangguan pada tiroid dan kondisi lainnya juga bisa membuat indung telur sulit untuk memproduksi sel telur.

Masalah dengan ovulasi hanya satu dari sekian banyak kemungkinan penyebab kemandulan.


Fakta singkat tentang ovulasi

Secara singkat, ovulasi dapat disimpulkan dengan fakta-fakta berikut ini:
  • Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur dari ovarium (indung telur) ke tuba fallopi untuk dibuahi oleh sperma.
  • Normalnya, hanya satu sel telur yang dilepaskan dalam satu kali peristiwa ovulasi.
  • Proses ovulasi dapat terganggu oleh stres, sakit dan gangguan kesehatan lainnya.
  • Pada saat ovulasi, beberapa wanita mungkin mengalami sedikit flek atau bercak darah.
  • Implantasi sel telur yang telah dibuahi biasanya terjadi pada 6-12 hari setelah peristiwa ovulasi.
  • Setiap wanita terlahir dengan jutaan sel telur yang belum matang yang menunggu untuk matang dan kemudian dilepaskan dari indung telur pada saat ovulasi.
  • Menstruasi tetap bisa terjadi meskipun tidak terjadi ovulasi.
  • Beberapa wanita bisa merasakan gejala ovulasi sebagai sedikit rasa nyeri di sekitar indung telur yang disebut sebagai "mittelschmerz", berasal dari bahasa Jerman yang artinya "nyeri pada bagian tengah".
  • Jika sel telur tidak dibuahi, maka akan rusak dan dibuang bersama proses menstruasi.

Bagaimana meningkatkan peluang hamil setelah Anda memahami ovulasi?

Dengan mengetahui lebih banyak tentang peristiwa ovulasi ini, Anda bisa memperbesar peluang Anda untuk hamil.

Cobalah untuk melakukan hubungan intim setiap dua sampai tiga hari dalam seminggu.

Dengan demikian, Anda memastikan sperma dengan motilitas (daya renang) yang baik akan berada di tempat yang tepat untuk membuahi sel telur yang akan dilepaskan pada saat Anda berovulasi.
Berhubungan intim secara teratur di sekitar waktu ovulasi Anda akan memberi Anda peluang terbaik untuk bisa hamil.
Berhubungan intim pada saat Anda merasa lendir serviks Anda lebih basah dan lebih licin dari biasanya, juga akan meningkatkan peluang Anda untuk hamil.

Pada pasangan subur, ada peluang sekitar 20 hingga 25 persen untuk hamil pada setiap siklus menstruasi.

Lebih dari 80 persen wanita berusia di bawah 40 yang berhubungan intim secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi, berhasil hamil dalam waktu satu tahun.

Lebih dari 90 persen pasangan yang berhubungan intim secara teratur 2-3 hari seminggu, akan berhasil hamil dalam waktu dua tahun.


Menopause

Saat seorang wanita memasuki usia antara 45 hingga 51 tahun, kadang menstruasi tidak lagi teratur bahkan kadang tidak terjadi menstruasi dalam satu bulan hingga beberapa bulan. Mungkin saja itu merupakan tanda menjelang menopause.
Proses menopause dimulai ketika tubuh seorang wanita kehabisan telur dan berhenti berovulasi.
Namun juga seringkali seorang wanita masih terus mengalami menstruasi selama bertahun-tahun setelah ovulasinya berhenti, meskipun siklus menstruasinya tersebut sudah tidak terduga dan sulit untuk diprediksi.

Kalau Anda dan pasangan Anda membutuhkan panduan lengkap strategi cepat hamil dan cara memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak review kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.