Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Langkah-langkah sederhana cara menghitung masa subur Anda -

Salah satu hal paling penting yang perlu dipelajari ketika Anda sedang dalam program hamil adalah mengetahui kapan masa subur pasangan wanita.

Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah untuk menghitung masa subur Anda dengan akurat sehingga impian Anda agar bisa cepat hamil bisa terwujud.

Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Langkah 1: Kenali siklus menstruasi Anda
Apakah siklus menstruasi Anda teratur? Berapa hari jeda antara masing-masing siklus? Ini adalah bagian penting pertama.

Jika Anda tidak yakin berapa lama dan seberapa teratur siklus menstruasi Anda, lakukan cara berikut:

Tandai kalender Anda tepat pada hari pertama Anda menstruasi. Ini kita sebut sebagai Hari Pertama. Kemudian hitunglah berapa hari berlalu sampai periode berikutnya tiba (tepat pada Hari Pertama menstruasi berikutnya). Jumlah hari tersebut adalah 1 siklus menstruasi.

Anda perlu melakukan hal tersebut secara rutin selama tiga atau empat bulan untuk mendapatkan perhitungan yang akurat mengenai keteraturan siklus menstruasi Anda.

Siklus menstruasi rata-rata adalah 28 hari (23 sampai 35 hari masih terhitung normal).

Lama masing-masing siklus menstruasi bisa saja berbeda dari bulan ke bulan.



Langkah 2: Tentukan kapan anda mengalami ovulasi
Kunci untuk suksesnya program hamil adalah bercinta di sekitar (sebaiknya sebelum) waktu ovulasi, yaitu ketika sel telur yang matang dilepaskan dari salah satu ovarium dan bergerak menuju tuba falopi.

Jadi, hal penting kedua yang perlu Anda ketahui dalam menghitung masa subur adalah: kapan Anda berovulasi?

Berikut adalah cara untuk mengetahuinya:

Jika siklus Anda sangat teratur, Anda bisa menentukan kapan Anda berovulasi dengan melakukan perhitungan sederhana: dalam satu siklus menstruasi, biasanya ovulasi terjadi 14 hari sebelum memasuki Hari Pertama menstruasi, atau pada hari ke-14 jika panjang satu siklus Anda tepat 28 hari.

Jadi jika Anda mengurangi 14 hari dari total lamanya siklus menstruasi Anda, maka kemungkinan besar hari ovulasi Anda adalah di sekitar itu.

Jika siklus Anda tidak teratur, lakukan cara berikut: catatlah suhu tubuh Anda setiap hari.

Salah satu tanda wanita yang sedang berovulasi adalah, suhu tubuhnya akan meningkat setelah sebelumnya turun hingga titik terendah.

Anda bisa membaca artikel Tips Agar Cepat Hamil untuk melihat hubungan antara menghitung suhu tubuh dan keberhasilan program hamil Anda.

(Buku yang direkomendasikan: Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil dari dr. Rosdiana Ramli, SpOG).



Langkah 3: Mengetahui kapan harus bercinta
Jika Anda baru melakukan hubungan intim setelah Anda berovulasi, mungkin Anda sudah terlambat.

Kami menyarankan setiap pasangan yang ingin hamil untuk berhubungan intim setiap hari atau setiap dua hari sekali, dimulai dari sekitar lima hari sebelum ovulasi  dan terus berlanjut sampai hari setelah ovulasi.

Mengapa demikian?

Karena, meskipun sperma bisa hidup selama tiga sampai lima hari dalam tubuh wanita, usia hidup sel telur hanya sekitar 12 sampai 24 jam.

Dengan melakukan hubungan intim sebelum Anda berovulasi, serta tepat pada hari ovulasi dan sehari setelahnya, berarti Anda memaksimalkan peluang Anda untuk hamil.



Bagaimana jika Anda belum hamil juga?
Jika usia Anda di bawah 35 tahun, cobalah terus selama 12 bulan. Anda masih punya banyak waktu.

Tapi jika Anda berusia di atas 35 tahun dan telah menjalani progran hamil selama enam bulan namun belum menunjukkan hasil, temuilah dokter untuk menjalani pemeriksaan kesuburan.

Simak ulasan kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG jika Anda atau pasangan Anda membutuhkan panduan yang lengkap dan terarah seputar cara cepat hamil dan tips memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.