Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

Panduan Cara Program Hamil Anak Laki-Laki

Panduan dan tips praktis program hamil anak laki-laki - 

Jika Anda sedang menjalani program hamil dan mencari cara untuk bisa mendapatkan anak laki-laki, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memperbesar peluang Anda.

Ada beberapa metode alamiah yang bisa Anda lakukan untuk memilih jenis kelamin anak Anda. Meskipun tidak satupun metode tersebut yang benar-benar menjamin 100% bahwa Anda pasti hamil anak laki-laki (atau perempuan), namun sangat layak untuk dicoba sebab semua metode tersebut berdasarkan pengetahuan ilmiah.

Kami sudah merangkum secara singkat beberapa metode dan strategi program hamil bagi Anda yang ingin mendapatkan anak laki-laki.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil dari dr. Rosdiana Ramli, SpOG

Panduan Cara Program Hamil Anak Laki-Laki

Sebelum kita membahas metode dan strategi program hamil anak laki-laki, ada beberapa pengetahuan dasar yang perlu Anda ketahui seputar ovulasi dan organ reproduksi pria dan wanita.


Perbedaan sifat sperma laki-laki (Y) dan sperma perempuan (X)

Jenis kelamin bayi ditentukan oleh sperma sang ayah.

Sperma laki-laki (membawa kromosom Y) lebih kecil dan lebih lincah daripada sperma perempuan (kromosom X). Sperma dengan kromosom Y bisa sampai ke sel telur lebih cepat daripada sperma dengan kromosom X.

Tetapi sperma laki-laki (kromosom Y) juga lebih rapuh sehingga lebih cepat mati dibanding sperma perempuan (kromosom X).

Karena Anda menginginkan anak laki-laki, Anda harus ingat fakta ini: sperma laki-laki (sperma Y) berenang lebih cepat dan lincah, namun lebih cepat mati.

Dengan mengetahui fakta tersebut, kita lanjutkan dengan membahas berbagai metode dalam upaya memperoleh anak laki-laki.


1. Metode Shettles

Metode Shettles adalah metode yang paling banyak digunakan untuk memilih jenis kelamin bayi.

Penemu metode ini mengklaim tingkat keberhasilannya mencapai 75% hingga 90%.

Keuntungan dari metode ini adalah alami, murah dan mudah untuk diterapkan oleh pasangan manapun.

Metode Shettles didasarkan pada fakta yang sudah kita pelajari sebelumnya, yaitu sperma laki-laki (Y) lebih cepat, tapilebih rapuh dibanding sel sperma wanita (X).

Nah, dalam upaya meningkatkan peluang Anda hamil anak laki-laki, Anda harus menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi sperma Y terkait sifatnya yang cepat, lincah namun lebih rapuh.


Menentukan waktu bercinta yang tepat

Unsur yang paling penting dalam Metode Shettles adalah waktu yang tepat untuk bercinta.

Karena sperma laki-laki (Y) bergerak lebih cepat tapi juga lebih cepat mati, maka Anda harus bercinta sedekat mungkin dengan masa ovulasi Anda.

Mengapa?

Ovulasi adalah saat dimana sel telur dilepaskan dari ovarium dan menunggu untuk dibuahi. Dengan bercinta dekat dengan masa ovulasi, Anda memperbesar peluang sperma laki-laki (Y) yang mampu berenang lebih cepat untuk lebih dulu mencapai sel telur dan membuahinya.

Jika Anda bercinta cukup jauh dari masa ovulasi, yang terjadi adalah sperma laki-laki (Y) mungkin sudah mati pada saat sel telur dilepaskan dari ovarium dan siap dibuahi. Yang tersisa hanya sperma perempuan (X) sebab sperma perempuan meskipun lambat, namun bisa bertahan hidup lebih lama.

Kami menyarankan Anda yang ingin mendapatkan anak laki-laki untuk menghindari berhubungan intim 3-5 hari sebelum ovulasi.

Bercintalah satu hari, atau jika bisa, bercintalah  12 jam sebelum ovulasi.

Untuk bisa melakukan hal tersebut, tentunya Anda harus terlebih dahulu bisa memprediksi dengan baik kapan Anda berovulasi.

Untuk itu, kami sarankan Anda membaca lebih jauh mengenai:

1. Pengertian Ovulasi
2. 4 Cara Menentukan Masa Subur Wanita

Jadi, cara untuk hamil anak laki-laki adalah: bercinta sedekat mungkin dengan waktu ovulasi.

Idealnya adalah bercinta tepat pada hari Anda ovulasi.


Kapan sebaiknya Anda TIDAK bercinta menurut metode Shettles?

Hindari pembuahan beberapa hari sebelum ovulasi, gunakan alat kontrasepsi bila perlu.

Sperma perempuan (X) lebih lambat namun lebih tangguh. Jika Anda melakukan hubungan intim agak jauh dari hari Anda berovulasi, kemungkinan Anda akan hamil anak perempuan.

Semakin dekat waktu bercinta dengan hari ovulasi, semakin besar peluang Anda hamil anak laki-laki.

Kelemahan metode Shettles dalam memilih jenis kelamin bayi

Metode ini tidak menjamin 100% Anda akan hamil anak laki-laki.

Dengan membatasi hari Anda bercinta hanya pada hari ovulasi saja, Anda juga sebenarnya memperkecil peluang Anda untuk hamil sama sekali. Akibatnya, bisa jadi Anda malah sulit hamil.

Jika Anda sudah mencoba metode ini sekian lama namun belum menunjukkan hasil, sebaiknya Anda tidak perlu melanjutkan metode ini.



2. Menciptakan lingkungan basa / alkalin

Salah satu sifat umum dari sperma laki-laki (Y) yaitu sperma laki-laki lebih menyukai lingkungan basa/alkaline (pH tinggi) dan kurang menyukai lingkungan asam (pH rendah)

Rendahnya pH pada vagina akan membunuh sperma laki-laki, sementara di lain pihak justru menguntungkan sperma perempuan (X).

Untuk bisa hamil anak laki-laki, Anda harus berusaha untuk menciptakan lingkungan vagina yang lebih basa.

Caranya adalah sebagai berikut:

1. Posisi bercinta yang tepat
Daerah di sekitar leher rahim Anda lebih basa dibanding daerah luar Vagina.

Mengetahui hal tersebut, maka usahakan bercinta dengan posisi yang memungkinkan penetrasi sedalam mungkin. Contohnya, doggy style.

Posisi penetrasi dari belakang akan membantu ejakulasi terjadi sedekat mungkin dengan leher rahim. Dengan demikian, maka akan lebih menguntungkan sperma laki-laki.


2.Pasangan wanita harus orgasme lebih dulu
Ketika Anda mengalami orgasme, lendir serviks dalam vagina menjadi lebih basa dan menciptakan lingkungan yang "ramah" bagi sperma laki-laki.

Idealnya, pasangan wanita harus mencapai klimaks lebih dulu sebelum pasangan laki-laki.


3. Makan makanan yang tepat
Apa yang Anda makan juga mempengaruhi kadar pH dalam tubuh Anda sehingga dengan demikian, menu makanan pun bisa Anda atur sedemikian rupa untuk memperbesar peluang Anda mendapatkan anak bayi laki-laki.

Perbanyak asupan makanan yang bersifat alkali seperti beras merah, kentang, ubi jalar, asparagus, brokoli, seledri, kembang kol, wortel, lobak, daun bawang, terong, mentimun.

Masih ada lagi: bawang, almond, peterseli, jahe, melon, apel, pir, aprikot, buah ara, pisang, kiwi, anggur, berry, dan lemon.

Kurangi konsumsi makanan asam seperti daging sapi, keju, susu, gandum, jagung, tomat dan buah jeruk.

Intinya, hindari jeni makanan berikut:
  • Makanan pedas yang mengandung cuka, jus jeruk dan buah-buahan yang aromanya tajam.
  • Susu dan produk susu.
Perbanyak jenis makanan berikut:
  • Roti, alpukat, almond, tauge.
  • Kacang-kacangan dan ceri.

4. Membasuh vagina dengan cairan yang bersifat basa/alkali
Anda bisa membasuh/membilas vagina dengan cairan yang bersifat basa/alkali, seperti baking soda.

Caranya adalah sebagai berikut:
  1. Belilah alat khusus untuk membersihkan/membasuh vagina.
  2. Bersihkan tangan Anda.
  3. Larutkan 2 sendok makan baking soda dalam air suam-suam kuku (sebaiknya air masak), dan masukkan dalam botol bilas.
  4. Duduk atau jongkoklah di atas toilet atau di atas baskom besar.
  5. Masukkan pipet dengan lembut ke dalam vagina Anda, bilaslah vagina Anda.
Konsultasikan dengan dokter Anda sebab perlakuan yang kurang tepat bisa menyebabkan infeksi.



3. Jangan lewatkan sarapan

Sebuah penelitian menemukan hubungan antara pola makanan ibu terhadap jenis kelamin bayi yang akan dikandungnya.

Wanita yang secara teratur sarapan sereal, lebih cenderung melahirkan anak bayi laki-laki.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa seorang wanita berpeluang lebih besar mendapatkan anak bayi laki-laki jika jumlah kalori yang diasupnya cukup tinggi sebelum terjadinya pembuahan.

Tingkatkan asupan kalori Anda hingga setidaknya 400 kalori per-hari dan konsumsilah sereal, bersama dengan pisang, ikan, sayuran dan makanan tinggi energi lainnya.

Jadi kalau Anda berharap untuk bisa hamil anak laki-laki, ini bukan waktu yang tepat untuk diet dan pastikan Anda tidak melewatkan sarapan.



4. Tips untuk calon ayah: Kopi!

Untuk meningkatkan peluang Anda hamil anak laki-laki, calon ayah dianjurkan untuk menjaga suhu organ reproduksinya tetap dingin.

Sperma laki-laki kurang bisa bertahan hidup dalam lingkungan hangat atau panas. Sperma laki-laki (Y) lebih menyukai lingkungan yang dingin.

Gunakan celana boxer, hindari pakaian ketat dan hindari mandi air panas dan sauna.

Beberapa cangkir kopi (atau minuman berkafein lain) 15 sampai 30 menit sebelum bercinta akan menguntungkan bagi sperma laki-laki (Y). Layak dicoba.

Simak ulasan kami mengenai buku laris Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG jika Anda atau pasangan Anda membutuhkan panduan yang lengkap dan terarah seputar cara cepat hamil dan tips memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia.

Semoga Anda sehat selalu!



Centang kotak "Also post on Facebook" sebelum Anda meninggalkan komentar. Terima kasih.