Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil

16 Vitamin Yang Membantu Agar Cepat Hamil

Beragam jenis vitamin yang Anda butuhkan dalam menjalani program hamil untuk membantu meningkatkan kesuburan Anda agar bisa cepat hamil -

Pada saat Anda sedang menjalani program hamil, tentunya Anda perlu melakukan beberapa penyesuaian terhadap pola makan dan asupan nutrisi dan vitamin Anda. Terlebih lagi apabila Anda merasakan bahwa Anda sedikit "lebih sulit" untuk bisa hamil dibanding rekan-rekan Anda.

Faktor kurangnya nutrisi sudah lama diketahui sebagai faktor paling penting yang menghambat kesuburan seseorang.

Untuk itu, Anda perlu meningkatkan asupan vitamin tertentu sambil mengurangi konsumsi makanan/minuman tertentu pula. Ini perlu Anda lakukan dalam upaya memperbaiki tingkat kesuburan Anda agar bisa cepat hamil.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil dari dr. Rosdiana Ramli, SpOG.


Vitamin Penting Yang Membantu Agar Cepat Hamil

Berikut ini adalah beberapa jenis vitamin yang harus Anda (dan pasangan Anda) konsumsi agar bisa cepat hamil:

1. Zinc (seng)

Anda dan pasangan harus mengasup zinc dalam jumlah yang cukup.

Pada wanita, zinc berperan besar dalam proses ovulasi dan menjaga kesuburan. Sedangkan pada pria, zinc berkontribusi dalam pembentukan sperma dan produksi testosteron.

Kekurangan zinc sangat mengganggu produksi sperma pria. Pria harus mengasup sedikitnya 11 mg zinc per-hari, sedangkan dosis bagi wanita adalah 8 mg.

Tiram atau kerang mengandung zinc lebih banyak dibanding makanan lain.

Selain tiram, Anda juga bisa mengkonsumsi makanan kaya zinc lainnya seperti biji-bijian, kepiting, lobster, kacang-kacangan dan produk berbasis susu.


2. Asam folat

Asupan asam folat adalah sebuah keharusan bagi Anda yang ingin cepat hamil.

Wanita usia subur sebaiknya mengkonsumsi sekitar 400 mikrogram asam folat per-hari.

Asam folat adalah vitamin B-kompleks yang digunakan oleh tubuh untuk membentuk sel darah merah. Vitamin ini membantu memproduksi darah bagi tubuh Anda selama masa kehamilan dan mengurangi risiko cacat tabung saraf (yaitu masalah pada sumsum tulang belakang bayi).

Asam folat adalah bentuk sintetis dari vitamin ini. Bentuk alaminya adalah folat. Keduanya, baik bentuk alami maupun sintetisnya, sama-sama aman untuk dikonsumsi.

Ketika tabung saraf bayi mulai berkembang pada beberapa minggu awal usia kehamilan, penting bagi Anda untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Kedua nutrisi tersebut (zinc dan folat) sangat penting dalam proses sintesis DNA dan RNA. Asupan zinc dan folat juga sangat bermanfaat dalam mengatasi beberapa masalah kesuburan pria.

Anda bisa mendapatkan asupan harian asam folat dari buah jeruk, biji-bijian dan sayuran hijau.


3. Multivitamin

Jika saat ini Anda sudah mengkonsumsi multivitamin, Anda sudah berada di jalur yang benar. Jika belum, mulailah sejak sekarang.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 18.000 wanita yang sedang berusaha untuk hamil, peneliti menemukan adanya hubungan antara asupan multivitamin dalam jumlah yang cukup dengan berkurangnya masalah kesuburan, terutama masalah dengan ovulasi.


4. Coenzyme Q10

Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi suplemen Coenzyme Q10 (CoQ10) bisa membantu mengatasi masalah kesuburan, baik pada wanita maupun pria.

Tes terhadap hewan menunjukkan bahwa penambahan asupan CoQ10 berguna untuk meningkatkan kualitas sel telur pada tikus yang sudah "tua". Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa CoQ10 dapat meningkatkan jumlah sperma.

CoQ10 diproduksi oleh tubuh dan diperlukan dalam membantu fungsi dasar sel. Untuk orang dewasa, dosis harian yang direkomendasikan adalah 30-200 mg, yang dibagi-bagi sepanjang hari.


5. Asam lemak Omega-3

Konsumsilah asam lemak esensial ini, yang mana dapat ditemukan dalam minyak ikan dan tanaman atau minyak kacang tertentu.

Tubuh Anda tidak dapat memproduksi asam lemak omega-3. Anda harus mendapatkannya melalui makanan.

Meningkatkan asupan asam lemak omega-3 berkaitan dengan meningkatnya kualitas embrio.


6. Zat besi

Jika Anda ingin cepat hamil, mulailah meningkatkan asupan zat besi dalam menu makanan Anda sehari-hari.

Dosis asupan zat besi yang dianjurkan untuk dikonsumsi wanita yang tidak sedang hamil adalah 18 mg per-hari, dan untuk wanita hamil sekitar 27 mg per-hari.

Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, yang merupakan komponen pembawa oksigen yang terdapat pada sel darah merah.

Jika tubuh Anda tidak mengandung cukup zat besi, jaringan dan organ di tubuh Anda tidak memperoleh oksigen yang dibutuhkan untuk dapat berfungsi dengan baik.

Anda bisa memperoleh asupan zat besi dari multivitamin. Selain itu, Anda juga bisa memperoleh zat besi dari makanan seperti daging merah, tahu dan sayuran berdaun hijau gelap.


7. Kalsium

Wanita yang ingin cepat hamil harus mengkonsumsi sekitar 1.000 mg kalsium sehari, sebab ketika Anda akhirnya benar-benar hamil, bayi Anda sangat membutuhkan kalsium untuk proses perkembangannya.

Sebenarnya, semua orang dewasa antara usia 19 sampai 50 tahun membutuhkan asupan kalsium sebanyak itu juga guna membentuk tulang yang kuat dan mencegah osteoporosis.

Anda bisa mengkonsumsi suplemen khusus kalsium atau suplemen prenatal lain yang mengandung kalsium.

Juga, Anda bisa memperoleh kalsium dalam menu makanan sehari-hari seperti susu dan sayuran hijau.

Buku yang direkomendasikan: Panduan Cara Cepat Hamil dari dr. Rosdiana Ramli, SpOG.


8. Vitamin B6

Vitamin B6 mampu mencegah gejala kehamilan yang tidak menyenangkan pada saat Anda hamil nantinya.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi setidaknya 10 mg vitamin B6 per-hari sebelum mereka hamil, gejala morning sickness yang dialaminya tidak separah mereka yang kurang mengkonsumsi vitamin B6.


9. Vitamin E

Vitamin E adalah vitamin penting untuk sistem reproduksi pria dan wanita secara keseluruhan.

Bagi wanita, vitamin E membantu meningkatkan kualitas lendir serviks sehingga memperbaiki kemampuan implantasi sel telur yang sudah dibuahi.

Lebih jauh lagi, lendir serviks yang sehat akan membantu memperpanjang masa hidup sperma dalam rahim hingga beberapa hari, sehingga dapat meningkatkan peluang terjadinya pembuahan.

Bagi pria, asupan vitamin E sangat dianjurkan untuk meningkatkan motilitas sperma.

Makanan yang merupakan sumber alami vitamin E adalah sayuran hijau (seperti bayam dan brokoli), minyak gandum, kacang-kacangan, almond, zaitun dan minyak bunga matahari.


10. Vitamin C

Antioksidan yang sangat baik ini juga penting bagi kesuburan pria dan wanita, mengingat peran penting yang dimainkannya dalam membantu pembuahan.

Bagi pria, vitamin C berperan melawan efek merusak dari radikal bebas yang bisa berdampak buruk terhadap kualitas sperma. Vitamin C juga sangat membantu dalam meningkatkan motilitas sperma.

Bagi wanita, vitamin C berperan dalam menjaga keseimbangan endokrin dan meningkatkan kesuburan, khususnya pada wanita dengan kadar progesteron rendah.

Vitamin C juga menjaga keseimbangan antara estrogen dan progesteron.

Uji klinis pada wanita telah membuktikan bahwa peluang hamil meningkat dua kali lipat setelah menjalani perawatan dengan vitamin C.

Vitamin C bisa Anda dapatkan dari sumber makanan alami seperti jeruk, lemon, limau, brokoli, cranberry dan tomat.


11. Vitamin B12

Vitamin B12 merupakan vitamin kunci untuk meningkatkan kesuburan.

Vitamin B12 meningkatkan peluang terjadinya ovulasi yang sehat, sehingga sangat bermanfaat bagi wanita yang bermasalah dengan siklus ovulasinya.

Vitamin B12 juga memperbaiki lapisan dalam rahim, sehingga menciptakan lingkungan yang baik untuk terjadinya implantasi sel telur yang telah dibuahi.


12. Vitamin D

Vitamin D sangat penting bagi kesuburan pria dan wanita.

Vitamin ini berfungsi merangsang kadar estrogen dan progesteron, mengatur menstruasi dan memperpanjang daya hidup sperma, sehingga meningkatkan peluang terjadinya pembuahan.

Selain itu, Vitamin D adalah vitamin yang penting selama masa kehamilan sebab penelitian menunjukkan dengan mengasup cukup vitamin D, bisa sangat mengurangi risiko terjadinya persalinan prematur serta komplikasi kehamilan lainnya.


13. Beta karoten

Phytonutrient penting ini berperan membantu mengatur hormon Anda, sehingga dapat mencegah terjadinya keguguran dini setelah Anda hamil nantinya.

Beta karoten banyak terdapat pada makanan seperti wortel, melon, ubi jalar, bayam, brokoli dan kale.


14. Bromelain

Enzim ini terutama berperan untuk mencerna protein dalam tubuh.

Tapi selain itu juga bisa membantu dalam proses implantasi telur yang telah dibuahi. Itulah mengapa sangat penting untuk mendapatkan asupan bromelain yang cukup tepat setelah ovulasi.

Bromelain bisa didapatkan dari buah nanas.


15. Kolin

Kolin adalah nutrisi yang larut dalam air yang sangat bagus untuk meningkatkan kesehatan otak bayi dan calon ibu. Kolin juga telah terbukti mengurangi risiko cacat lahir.

Kolin banyak terdapat pada kuning telur dan kembang kol.


16. Selenium

Selenium berperan besar dalam meningkatkan motilitas sperma pada pria dan metabolisme estrogen pada wanita. Selenium juga merupakan penetral racun yang baik.

Selenium juga mampu melindungi sel telur dari efek buruk radikal bebas. Radikal bebas bisa sangat mengurangi kualitas sel telur.

Selenium banyak terkandung dalam sayuran hijau, biji-bijian dan ikan.


Apa yang harus Anda perhatikan saat membeli produk multivitamin?

Jika berencana untuk membeli multivitamin prenatal, Anda harus memastikan bahwa Anda membeli multivitamin yang terbaik.

Perbedaan kualitas multivitamin yang satu dengan yang lainnya berpengaruh pada kemampuan tubuh untuk mencerna, mengasimilasi dan memanfaatkan nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Jenis multivitamin prenatal terbaik adalah yang berbahan dasar makanan. Dengan begitu, multivitamin tersebut lebih mudah untuk dicerna oleh tubuh Anda karena lebih menyerupai makanan dibanding vitamin sintetis.

Pastikan bahwa multivitamin yang Anda pilih mengandung nutrisi yang penting bagi kesuburan, seperti yang sudah kami uraikan di atas.

Jangan lupa, suami juga perlu mengkonsumsi multivitamin, sebab peran suami dalam proses menciptakan kehamilan sama besarnya dengan peran istri.

Kesehatan sperma sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang dikonsumsi setiap harinya.


Vitamin untuk suami

Selain zinc dan CoQ10, pasangan pria juga perlu mengkonsumsi vitamin berikut ini guna meningkatkan kesuburannya:

1. Antioksidan

Mengkonsumsi sumber-sumber antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E dapat membantu mengatasi masalah kesuburan.

Sebuah penelitian yang membandingkan pria subur dan tidak subur, menemukan bahwa rendahnya asupan antioksidan berakibat pada buruknya kualitas sperma.

Anda dapat memperoleh vitamin ini dalam bentuk pil atau mengkonsumsi makanan seperti jeruk dan stroberi (vitamin C) atau kacang almond dan biji bunga matahari (vitamin E).


2. L-carnitine

L-carnitine adalah zat yang berfungsi sebagai sumber energi bagi sperma dan memainkan peran penting dalam pematangan sperma serta metabolisme.

Mengkonsumsi L-carnitine dapat meningkatkan motilitas (daya renang) sperma, terutama bagi pria yang bermasalah dengan kesuburannya.

Anda bisa mendapatkan asupan L-carnitine dalam bentuk suplemen.

Kalau Anda atau pasangan Anda senang membaca buku bagus seputar strategi cara cepat hamil dan tips memaksimalkan kesuburan pada berbagai tingkatan usia, simak ulasan kami mengenai buku laris Panduan Cara Cepat Hamil karya dr. Rosdiana Ramli, SpOG.

Semoga Anda sehat selalu!


Vagina Gatal Pada Saat Hamil: Penyebab dan Penanganannya

Apa penyebab vagina gatal pada saat hamil? Apa gejala dan bagaimana penanganan vagina gatal pada saat hamil? -

Gejala-gejala kehamilan seringkali bukan hanya sekedar morning sickness dan rasa lelah yang ekstrim. Ada beberapa gejala kehamilan yang benar-benar bisa mengganggu aktivitas Anda.

Sebelumnya, Anda mungkin menyangka bahwa kehamilan hanya akan membawa gejala seperti sakit punggung, kaki bengkak atau sering buang air kecil.

Namun, gatal pada vagina merupakan salah satu efek samping masa kehamilan yang benar-benar tidak menyenangkan.

Penting untuk segera memeriksakan diri karena gatal pada vagina bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih serius, seperti PMS (Penyakit Menular Seksual).

Untuk tema ini, buku yang disarankan untuk Anda miliki adalah:

1. Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG.

Vagina Gatal Pada Saat Hamil: Penyebab dan Penanganannya


Penyebab Vagina Gatal Pada Saat Hamil

Tubuh Anda banyak mengalami perubahan ketika Anda sedang hamil, termasuk meningkatknya cairan vagina.

Jika lendir yang muncul jernih atau putih dan bebas bau, maka itu kemungkinan besar disebabkan oleh hormon kehamilan dan itu tanda bahwa vagina sehat.

Tapi kadang-kadang kelebihan lendir merupakan tanda-tanda adanya infeksi, yang mana terjadi ketika keseimbangan alami bakteri yang hidup di area vagina terganggu.

Kabar baiknya adalah, jika benar Anda didiagnosis terjangkit infeksi vagina, biasanya mudah bagi dokter untuk mengobati Anda.

Hal yang sulit adalah membedakan antara lendir normal dan lendir yang merupakan tanda infeksi yang sebenarnya.

Mari kita melihat penyebab infeksi dan cara penangannya.

Penyebab umum gatal pada vagina yang tidak serius:
  • Salah satu penyebab gatal pada vagina adalah, tubuh Anda membutuhkan lebih banyak cairan selama kehamilan. Kondisi ini menyebabkan jaringan vagina menjadi lebih kering dari biasanya, sehingga dapat menyebabkan gatal-gatal dan bahkan nyeri. Gatal dan nyeri ini akan menjadi lebih buruk jika Anda mencoba menggaruknya.
  • Penyebab lainnya adalah keringat yang berlebihan terdapat di celah-celah sekitar vulva, lipatan kaki dan masuk ke vagina. Daerah lembab dan hangat bisa teriritasi dengan mudah dan menyebabkan gatal-gatal.
  • Produk tertentu yang biasa Anda gunakan setiap hari dapat mengganggu daerah sekitar vagina Anda selama kehamilan. Produk-produk seperti sabun berpewangi, pelembut kain, deterjen, kondom dan lain-lain. Cobalah beralih ke produk yang bebas bahan pewangi.

Berikut adalah beberapa penyebab lain dari vagina gatal pada saat hamil:

1. Bakteri Vaginosis

Normalnya terdapat bakteri baik di daerah vagina untuk membantu vagina tetap sehat.

Kadang-kadang, terdapat juga bakteri yang salah sehingga menyebabkan infeksi.

Selain gatal, Anda juga mungkin merasakan rasa sakit, radang, keputihan berbau busuk dan rasa seperti terbakar.

Jika demikian, maka perlu dirawat oleh dokter.

2. Infeksi Ragi/Jamur (Vaginal Candidiasis)

Ragi/jamur sebenarnya merupakan hal yang cukup normal pada tubuh kita.

Namun, kerika sistem kekebalan tubuh kita lemah, pertumbuhan Candida cenderung menjadi rimbun dan dapat menyebabkan infeksi jamur.

Meskipun ini merupakan hal yang sangat normal bagi setiap wanita, namun selama hamil wanita cenderung lebih rentan. Gejala-gejalanya antara lain rasa gatal, keputihan pekat, bau tak sedap dan nyeri.


3. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Sifilis, Gonore, Klamidia, Herpes dan Trichomoniasis adalah penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan gatal pada vagina.

Penyakit-penyakit ini juga dapat menyebabkan lendir berbau busuk, iritasi dan nyeri sehingga Anda harus segera menemui dokter Anda jika Anda merasakan gejala tersebut. Penyakit-penyakit itu perlu segera diobati.


4. Infeksi Saluran Kemih

Vagina gatal merupakan salah satu tanda-tanda awal dari infeksi pada saluran kemih selama kehamilan dan ini cukup umum terjadi.

Penyebabnya adalah sejenis bakteri E-Coli dan dapat menyebabkan gatal-gatal dan rasa terbakar ketika buang air kecil. Beberapa di antara jenis bakteri ini dapat ditangani dengan jus cranberry dan yoghurt.

Namun, jika Anda mengalami demam dan menggigil disertai gejala seperti di atas, Anda mungkin perlu pengobatan antibiotik.


5. Pediculosis (kutu)

Jika Anda hanya merasakan gatal di sekitar rambut kemaluan, mungkin itu hanyalah kasus kutu (pediculosis).

Anda dapat dengan mudah terkena kutu ini di tempat-tempat umum atau melalui transmisi seksual.

Kutu cenderung sangat menular sehingga Anda bisa terkontaminasi kutu dimana saja. Anda perlu dirawat oleh dokter, serta melakukan dekontaminasi menyeluruh, termasuk tempat tidur dan pakaian.

(Buku yang direkomendasikan: Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG).


3. Penyebab Lainnya

1. Grup B Strep (GBS)

Apa itu GBS?
20 sampai 25 persen wanita yang sehat memiliki bakteri GBS yang hidup di sistem mereka, biasanya bakteri ini hidup di dalam saluran usus, rektum atau vagina.

Karena banyak orang yang memiliki GBS di tubuh mereka dan tetap sehat, jadi belum jelas juga mengapa beberapa orang mengalami infeksi GBS yang lebih serius sementara orang yang lainnya tidak.

Gejala:
GBS dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) pada beberapa orang, tetapi yang lain tidak mengalami gejala sama sekali.

Gejala ISK diantaranya adalah rasa sakit atau rasa seperti terbakar saat buang air kecil, urin keruh dan desakan mendadak untuk buang air kecil.

Pengobatan:
Jika Anda positif terinfeksi GBS, Anda akan diberi antibiotik selama persalinan Anda sehingga bayi Anda tidak akan terinfeksi.

Tanpa antibiotik, bayi Anda berisiko untuk terinfeksi GBS, sehingga menyebabkan demam, kesulitan makan, dan lesu.


2. Trichomoniasis

Apa Trichomoniasis?
Trichomoniasis adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling umum dan paling mudah penyembuhannya.

Penyebab:
Parasit Trichomonas Vaginalis ditularkan secara seksual dan biasanya hidup di daerah vagina.

Gejala:
  • Kuning kuning-kehijauan, berbusa, lendir berbau busuk.
  • Gatal, rasa seperti terbakar, dan kemungkinan iritasi akibat hubungan seksual.
Pengobatan:
Dokter Anda kemungkinan besar akan meresepkan antibiotik oral seperti Metronidazole dan Tinidazol.

Pencegahan:
  • Jalani pemeriksaan sehingga jika Anda atau pasangan Anda terinfeksi, Anda bisa segera mengobatinya sebelum menular.
  • Setia hanya dengan satu pasangan untuk mengurangi kemungkinan Anda terinfeksi.
  • Gunakan kondom untuk mencegah penyebaran infeksi ini.

3. Diabetes Gestational

Wanita yang menderita diabetes gestasional, sangat mungkin juga menderita gatal pada vagina ketika hamil.

Ketidakseimbangan kadar gula darah dapat menyebabkan gatal-gatal, termasuk gatal-gatal di daerah vagina. Gatal jenis ini tidak menyebabkan munculnya lendir atau keputihan.

Setiap wanita yang berisiko diabetes harus menjalani tes setiap kali vaginanya terasa gatal.


Menyembuhkan Vagina Gatal Pada Saat Hamil

1. Kompres Dingin

Cobalah mengkompres daerah vagina Anda dengan kain atau handuk dingin. Jangan gunakan air panas karena bisa lebih mengiritasi vagina Anda.

Mandilah dengan air dingin, jangan air hangat untuk menjaga agar suhu tubuh Anda tidak naik.

Air panas berdampak buruk pada kulit dan jaringan yang sensitif.


2. Mengkonsumsi Yogurt

Makan yogurt baik untuk kesehatan Anda dan membantu untuk menjaga pH tubuh tetap seimbang. Cobalah untuk membeli yogurt tanpa gula dan rendah lemak.


3. Baking Soda (soda kue)

Anda bisa membuat pasta soda kue atau menambahkan soda kue ke air mandi Anda.

Rendam daerah vagina selama 10 sampai 15 menit untuk membantu meredakan peradangan dan gatal-gatal. Jika Anda menerapkan pasta ke daerah vagina Anda, pastikan untuk dibilas dengan air dingin.

Perlakuan ini juga bisa membantu mengurangi rasa gatal di daerah perut akibat perut sedang membentang.


4. Kenakan Pakaian Longgar

Jangan kenakan jeans ketat selama masa kehamilan.

Jika Anda mengalami gatal dan pakaian Anda terasa semakin sempit, sudah saatnya Anda belanja baju hamil.

Jangan memakai pakaian apapun yang berbahan lycra atau spandex karena bahan-bahan tersebut dapat membuat kulit Anda tetap lembab.


5. Kenakan Pakaian Dalam Yang Sesuai

Jangan gunakan pakaian dalam yang ketat.

Beralihlah ke pakaian dalam berbahan katun yang khusus untuk ibu hamil. Bahan apapun selain katun bisa menimbulkan lembab dan menyebabkan gatal.

Cobalah tidur tanpa pakaian dalam untuk membantu sirkulasi udara di daerah vagina pada malam hari.


6. Gunakan Produk yang Ringan dan Lembut

Gunakan sabun, sampo, deterjen yang lembut dan ringan.

Jauhi mandi gelembung untuk sementara.

Anda bisa menggunakan cuka sebagai pelembut kain sebagai alternatif alami dan jauhi obat pencuci vagina selama kehamilan. Wewangian dan bahan kimia dapat membuat masalah gatal-gatal jadi lebih parah.


7. Krim Anti Gatal

Dalam keadaan darurat, Anda bisa menggunakan krim anti gatal yang banyak dijual. Carilah yang tidak mengandung zat berbahaya bagi Anda dan bayi Anda.

Hindari apapun yang mengandung hidrokortison karena dapat membuat masalah menjadi lebih buruk dan tidak baik untuk tubuh Anda.


8. Lap Pribadi

Untuk menjaga kesegaran, Anda bisa menggunakan lap pribadi setelah menggunakan toilet atau pada siang hari untuk mengurangi rasa gatal. Tisu yang mengandung witch hazel adalah jenis yang alami dan menyegarkan.


9. Tepung jagung

Anda bisa mengoleskan sedikit tepung jagung atau bubuk lain berbasis tepung jagung ke daerah vagina untuk mencegahnya menjadi kering. Anda bisa juga menaburkannya sedikit pada pakaian dalam Anda.

Tepung jagung dapat membantu menjaga daerah kewanitaan tetap dingin dan kering. Ingatlah untuk selalu menggunakan bubuk non-wangi atau sebaiknya tepung jagung murni guna menghindari wewangian.


10. Selalu Bersih dan Kering

Jagalah daerah vagina Anda tetap bersih dan kering. Ganti pakaian Anda beberapa kali sehari.

Jika Anda melakukan hubungan intim, bersihkan dengan baik setelah itu karena sperma dapat menyebabkan iritasi.

Cobalah menambahkan sedikit cuka ketika mandi untuk membantu menyeimbangkan pH di sekitar vagina. Jangan gunakan cuka terlalu sering.


Catatan penting:

Bila gatal pada vagina terjadi terlalu sering dan terus-menerus sehingga tidak bisa ditangani dengan cara di atas, atau jika Anda mengalami demam atau menggigil, maka Anda perlu dievaluasi dan diobati oleh dokter.

Anda mungkin perlu mengkonsumsi antibiotik untuk infeksi bakteri atau krim anti-jamur untuk infeksi jamur.

Kalau Anda seorang wanita hamil yang membutuhkan sebuah panduan perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!


Tanda-Tanda dan Gejala Kehamilan Kembar

Apa saja tanda dan gejala kehamilan kembar? -

Salah satu pertanyaan seorang ibu yang baru hamil adalah "Apakah saya mengandung anak kembar?". Mungkin Anda salah satunya?

Bagi wanita yang memiliki riwayat keluarga kembar, atau sebelumnya pernah hamil anak bayi kembar, atau sedang menjalani perawatan bantuan kesuburan, maka peluang untuk hamil anak bayi kembar lebih besar.

Beberapa jenis perawatan kesuburan tertentu memang terbukti memperbesar peluang seorang ibu untuk hamil anak bayi kembar.

Tanda-Tanda dan Gejala Kehamilan Kembar

Beberapa wanita sangat bersemangat jika bisa hamil anak kembar, sementara wanita lainnya justru agak sedikit khawatir.

Ini tergantung dari persepsi masing-masing serta pengalaman masing-masing pula.

Bagi wanita yang memiliki riwayat kembar dalam keluarga mereka, hamil kembar mungkin bukanlah kejutan.

Tapi bagi wanita yang tidak terbiasa, atau bahkan tidak merencanakan hamil sama sekali, tentu saja kehamilan kembar merupakan kejutan yang menarik.

Untuk tema ini, buku yang disarankan adalah:

1. Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG.

Perbedaan hamil kembar dengan hamil normal

Gejala atau tanda-tanda kehamilan kembar tidak begitu jauh berbeda dengan gejala kehamilan normal, kecuali mungkin gejala kehamilan kembar akan dirasakan jauh lebih awal dibanding kehamilan normal.

Dan juga gejala kehamilan kembar cenderung terasa lebih jelas dibanding kehamilan biasa.

Penting untuk diingat bahwa meskipun setiap wanita adalah unik, namun ada beberapa gejala "klasik" atau umum terkait dengan kehamilan kembar.

Gejala tersebut disebabkan karena kadar hCG (Human Chorionic Gonadotrophin Hormone) meningkat dan lebih terkonsentrasi. HCG  merupakan hormon kehamilan.

Hormon ini bertanggung jawab untuk mempertahankan embrio dan memaksimalkan peluang janin untuk bertahan hidup.


Siapa yang berpeluang lebih besar untuk bisa hamil kembar?

Kehamilan kembar lebih mungkin terjadi pada:
  • Wanita yang berusia diatas 30 tahun.
  • Wanita menjelang menopause.
  • Wanita yang lebih tinggi dari rata-rata, berpeluang lebih besar untuk bisa hamil kembar dibandingkan wanita dengan tinggi rata-rata atau lebih pendek.
  • Wanita yang kelebihan berat badan dengan BMI (Body Mass Index) > 25.
  • Wanita yang pernah hamil kembar sebelumnya atau jika ada kembar dalam riwayat keluarga, misalnya ibu, bibi atau saudara.
  • Wanita yang menjalani perawatan kesuburan.
  • Wanita keturunan Afrika Amerika.
  • Wanita yang pernah hamil sebelumnya.

Gejala kehamilan kembar

  • Beberapa tahu begitu saja (insting) jika mereka mengandung anak bayi kembar. Bahkan mungkin sebelum hasil tes menunjukkan bahwa mereka hamil.
  • Merasa sangat mual sejak awal kehamilan. Rasa mual ini kadang-kadang sangat ekstrim sehingga ibu hamil merasa kesulitan untuk mentolerir makanan apapun.
  • Intoleransi (tidak tahan) yang berlebihan terhadap bau, tekstur dan penampilan beberapa jenis makanan, umumnya daging, makanan laut, kopi dan teh.
  • Kandungan terasa lebih besar dan sesak, sebagai tanda bahwa mungkin ada dua embrio di dalamnya.
  • Nyeri payudara ekstrim, hingga tidak lagi nyaman untuk memakai bra.
  • Buang air kecil lebih sering. Meskipun pada kehamilan normal pun seorang wanita juga merasakan ini, namun pada saat hamil kembar rasa "kebelet" ini akan lebih menjadi.
  • Kelelahan yang amat sangat. Ini juga merupakan gejala kehamilan umum, namun pada kehamilan kembar gejala ini terasa lebih parah.
  • Kadar hCG yang lebih tinggi. Ini dapat terlihat pada tes urine sejak awal kehamilan.
  • Beberapa wanita akan merasakan kram pada rahim. Ini diduga merupakan gejala akibat rahim berkembang relatif lebih cepat.
  • Detak jantung lebih cepat. Banyak wanita yang merasakan bahwa denyut jantung atau nadi mereka lebih tinggi dari normal. Ini akibat dari jantung yang harus memompa sejumlah besar darah untuk memasok rahim dengan darah dan oksigen.
  • Merasa lebih murung, menjadi mudah menangis dan merasa tidak stabil secara mental. Sekali lagi, suasana hati labil adalah gejala kehamilan yang umum, tetapi ketika hamil anak kembar, gejala ini cenderung lebih ekstrim.
  • Anda mungkin bisa merasakan pergerakan bayi jauh lebih awal pada kehamilan Anda. Wanita yang sedang hamil bayi kembar mengatakan bahwa mereka merasakan pergerakan lebih awal dari normalnya.

Memastikan kehamilan kembar

Bagaimana memastikan 100% bahwa Anda benar-benar sedang hamil anak kembar?

Meskipun Anda, pasangan Anda atau dokter Anda sudah menduga Anda sedang hamil kembar, namun kita hanya bisa memastikannya melalui beberapa cara berikut:
  • USG, dimana sudah jelas terlihat adanya dua embrio pada layar.
  • Terdengar dua detak jantung yang terpisah.
  • Jika tidak tersedia peralatan untuk bisa melihat atau mendengar dengan jelas kandungan Anda, maka kehamilan kembar hanya bisa dipastikan saat bayi sudah lahir.

Risiko komplikasi terkait kehamilan kembar

Sayangnya, risiko kesehatan yang mungkin bisa terjadi akibat kehamilan kembar juga lebih besar dibanding kehamilan normal.

Tapi banyak wanita yang menjalani kehamilan kembar dengan lancar dan meskipun Anda sedang hamil anak kembar, bukan berarti Anda pasti akan mengalami komplikasi.

Namun demikian, Anda harus tetap waspada terhadap beberapa komplikasi yang mungkin terjadi terkait kehamilan kembar. yaitu:
  • Kelahiran prematur, misalnya sebelum minggu ke-38.
  • Bayi kecil dengan berat lahir rendah, sebab ada dua bayi yang tumbuh di ruang yang sama.
  • Satu bayi yang lebih kecil dari yang lain. Wajar apabila terjadi pada kehamilan kembar, sebab satu bayi menerima lebih banyak nutrisi dan ruang dibanding bayi yang lain.
  • Preeklamsia. Ini sebabnya mengapa sangat penting untuk terus memantau tekanan darah Anda selama kehamilan. Retensi cairan dan terlihatnya protein dalam urin adalah tanda-tanda dari preeklampsia.
  • Diabetes Gestasional.

Hal yang perlu Anda perhatikan jika hamil kembar

  • Jalani perawatan dengan dokter yang berkualitas.
  • Perhatikan asupan nutrisi untuk memenuhi tuntutan gizi tubuh Anda.
  • Banyak beristirahat. Membesarkan anak kembar hingga dewasa membutuhkan banyak energi. Anda perlu mempertimbangkan untuk cuti dari dan mencari bantuan untuk mengurusi pekerjaan rumah, termasuk perawatan anak-anak.
  • Jalani tes USG rutin lebih sering.
  • Bersiap untuk melahirkan lebih awal (prematur) dari tanggal yang sudah diperkirakan. Hamil kembar seringkali lahir lebih cepat dari normalnya.
Kalau Anda seorang wanita hamil yang membutuhkan sebuah panduan perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!


5 Hal Yang Perlu Anda Perhatikan Selama Hamil

Artikel ini membahas beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seorang ibu hamil demi kesehatan bayi yang dikandungnya -

1. Jangan berpikir bahwa Anda makan untuk dua orang

Kelebihan berat badan selama masa kehamilan membuat Anda lebih berisiko terhadap beberapa kondisi seperti melahirkan secara prematur, menderita preeklamsia (yang juga dapat menyebabkan prematuritas), atau melahirkan bayi yang besar.

Kelebihan berat badan selama hamil itu tidak baik bagi Anda maupun bayi Anda.

Banyak wanita hamil kelebihan berat badan sebab mereka berpikir bahwa mereka sedang makan untuk dua orang sehingga mereka makan secara berlebihan. Sebenarnya, Anda hanya perlu tambahan sekitar 300 kalori per-hari selama hamil, sama dengan jumlah kalori rata-rata yang terkandung dalam 2 gelas susu atau sebuah apel ditambah 2 sendok makan selai kacang.

(baca yang ini: Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG).


2. Lakukan vaksinasi flu

Vaksinasi flu adalah tindakan terbaik untuk menghindari flu saat Anda sedang hamil.

Mengapa flu bisa menjadi masalah besar bagi ibu hamil?

Karena perubahan sistem kekebalan tubuh, jantung dan paru-paru selama kehamilan membuat Anda lebih rentan terhadap komplikasi flu (seperti pneumonia), yang mana hal tersebut bisa sangat serius dan bahkan fatal. Mengidap flu saat hamil juga meningkatkan risiko keguguran atau persalinan prematur.

Flu bisa berbahaya bagi bayi yang belum lahir juga. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa demam tinggi yang kadang menyertai flu dapat meningkatkan risiko cacat lahir jika Anda menderitanya pada tahap awal kehamilan Anda. Karena semua alasan tersebut, Anda harus menjalani vaksinasi flu.

Wanita yang melakukan vaksinasi flu selama kehamilan, juga berarti melindungi bayinya dari flu selama enam bulan pertama setelah lahir. Enam bulan pertama bagi bayi adalah usia yang terlalu muda untuk menjalani vaksin tapi juga masih sangat rentan terhadap komplikasi flu.

Anda dapat dengan aman mendapatkan suntikan flu, yang berisi versi tidak aktif dari virus flu, setiap saat selama kehamilan. Tapi Anda tidak harus mendapatkan bentuk kabut hidung vaksin, yang berisi melemah, tapi hidup, versi virus.

Hal Yang Perlu Anda Perhatikan Selama Hamil

3. Konsultasi dengan dokter sebelum meninggalkan obat-obatan

Tentunya terlalu banyak konsumsi obat adalah tindakan yang kurang dianjurkan selama kehamilan. Tapi kadang-kadang penyakitnya diderita seorang wanita menyimpan risiko yang lebih serius bagi bayinya.

Contohnya adalah obat-obatan anti-depresan. Meskipun beberapa penelitian mengaitkan penggunaan antidepresan selama kehamilan dengan masalah seperti kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah, namun ada juga penelitian lain yang menunjukkan bahwa depresi yang tidak diobati selama hamil bisa membawa dampak buruk yang sama atau bahkan lebih buruk.

Segera setelah Anda mengetahui bahwa Anda hamil, konsultasikan segera dengan dokter Anda agar ia bisa memutuskan apakah Anda harus tetap mengkonsumsi obat atau menghentikannya sama sekali.  Diskusikan risiko dan manfaatnya sebelum membuat keputusan.

Jangan memutuskan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter. Juga, jangan hentikan sama sekali obat-obatan yang memang selama ini Anda butuhkan. Sebagai contoh, memang ada kemungkinan bahwa obat anti kejang dapat menyebabkan cacat lahir, tetapi mengalami kejang pada saat hamil karena tidak diobati akan berdampak jauh lebih buruk.


4. Cari dokter anak sejak usia kehamilan Anda memasuki trimester ketiga

Penanganan dan pemeriksaan kesehatan bayi langsung dimulai segera setelah bayi Anda lahir, jadi mulailah mencari dokter untuk bayi Anda sejak usia kehamilan Anda memasuki trimester ketiga, sehingga Anda punya cukup banyak waktu untuk menemukan dokter yang cocok.

Dengan mencari lebih awal, Anda bisa menemukan seorang dokter yang jadwal kerjanya sesuai dengan jadwal Anda sendiri. Anda akan sering membutuhkan dokter anak untuk bayi Anda nantinya, jadi pastikan Anda sudah menemukan yang cocok sebelum bayi Anda lahir.


5. Jauhi Stress

Stres selama masa kehamilan dikaitkan dengan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah serta dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan dan masalah kesulitan belajar anak nantinya.

Memang, tuntutan pekerjaan, mengurusi rumah dan lain-lain tidak serta-merta berhenti hanya karena Anda sedang hamil. Itulah sebabnya kami menyarankan para wanita hamil untuk meminta teman atau anggota keluarga agar membantu mereka meringankan beban pekerjaan, apakah itu mencuci atau mengasuh anak-anak yang lain.

Kalau Anda seorang wanita hamil yang membutuhkan sebuah panduan perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!


Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging?

Amankah memakan daging selama masa kehamilan? Apa saja yang harus diperhatikan ibu hamil dalam mengkonsumsi daging? -

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging?

 

Perlukah seorang ibu hamil untuk bersikap ekstra waspada dalam mengkonsumsi daging?

Iya,perlu.

Anda harus sangat berhati-hati selama masa kehamilan terkait asupan makanan dan gizi. Dalam hal konsumsi daging, berarti Anda harus menyimpan dan mempersiapkan daging dengan baik serta memasaknya dengan sempurna sebelum Anda makan. Sangat tidak aman untuk memakan daging, unggas atau ikan mentah atau setengah matang saat Anda sedang hamil.

Daging dan unggas dapat menjadi sarang parasit atau bakteri (seperti listeria, toxoplasma, dan salmonella) yang berisiko menyebabkan keracunan makanan. Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu hamil.

Listeria menyebabkan kondisi yang disebut listeriosis. Sebagian besar orang tidak serta-merta menjadi sakit ketika mereka makan makanan yang terkontaminasi bakteri listeria. Tapi, wanita hamil lebih berisiko dibandingkan orang yang tidak sedang hamil untuk menderita listeriosis dan itu sangat berbahaya bagi mereka.

Anda bisa menularkan listeriosis ke bayi Anda kalau Anda sedang hamil dan terinfeksi bakteri ini. Hal ini dapat menyebabkan masalah bagi bayi Anda seperti keguguran, lahir mati, lahir prematur, berat badan lahir rendah, dan infeksi yang mengancam jiwa seperti bakteremia (bakteri dalam darah) serta meningitis.

Toxoplasma adalah parasit mikroskopis yang menyebabkan infeksi yang disebut toksoplasmosis. Sebagian besar orang yang terinfeksi, tidak menyadarinya. Tetapi jika Anda terinfeksi parasit ini selama masa kehamilan, sakit yang Anda derita bisa parah dan jugabisa menyebabkan keguguran, lahir mati, kerusakan saraf jangka panjang, atau efek merusak lainnya.

Bakteri salmonella bisa menyebabkan penyakit serius ketika Anda terinfeksi saat sedang hamil. Dalam kasus yang sebenarnya cukup jarang terjadi, bayi Anda bisa mengalami persalinan prematur atau bahkan keguguran akibat efek demam tinggi, muntah, diare dan dehidrasi yang Anda derita akibat terinfeksi bakteri salmonella.

(Silakan baca yang ini: Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG).


Pastikan Daging Dimasak Dengan Sempurna

Gunakan termometer makanan karena Anda tidak selalu bisa mengetahui bahwa daging sudah benar-benar matang hanya dengan melihatnya saja.

Jika Anda tidak memiliki termometer, pastikan Anda memasak daging sampai tidak ada lagi warna seperti merah muda di bagian tengahnya.


Amankah Memakan Daging Sandwich Dan Daging Asap Selama Hamil?

Sebaiknya Anda hindari dulu jenis daging ini selama masa kehamilan, kecuali Anda memanaskannya dulu hingga masak sempurna.

Hal ini berlaku untuk semua jenis daging, seperti kalkun, ayam, daging sapi panggang, ham, sosis kering (seperti salami dan pepperoni), daging asap dan lain-lain.

Semua jenis makanan tersebut dapat menjadi sarang bakteri, yang bisa jadi terus berkembang bahkan ketika dibekukan. Anda memang bisa memperlambat pertumbuhan bakteri dalam semua jenis daging dengan cara menjaga suhu dalam kulkas menjadi sangat dingin.

Tapi untuk membunuh bakteri, Anda masih perlu untuk memanaskan makanan hingga berasap sebelum Anda makan.


Amankah Makan Daging Panggang Selama Masa Kehamilan?

Apabila Anda mengkonsumsi daging panggang dalam porsi kecil dan sesekali, itu terbilang aman dan tidak ada risiko khusus tertentu bagi ibu hamil.

Tetapi penelitian menemukan bahwa orang yang memakan daging panggang atau ikan bakar terlalu banyak dan terlalu sering, cenderung berisiko lebih tinggi terhadap jenis kanker tertentu, meskipun ia tidak sedang hamil.

Ketika protein hewani dipanggang atau ditumis di atas api terbuka, makanan itu menghasilkan bahan kimia penyebab kanker yang disebut heterocyclic amines (HCA).

Dan ketika cairan dari daging tersebut menetes ke dalam bara hingga menghasilkan bunga api, maka akan menciptakan sejenis bahan kimia tertentu penyebab kanker juga, yaitu policyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), yang kemudian bisa melekat pada permukaan makanan.

Cobalah teknik berikut ini untuk mengurangi risiko terbentuknya bahan-bahan kimia tersebut saat memasak protein hewani:
  • Angkatlah lemak dari daging tersebut sebelum dimasak.
  • Panaskan terlebih dahulu dalam microwave selama beberapa menit untuk mengurangi waktu untuk memanggang.
  • Jauhkan makanan dari api terbuka.
  • Menjaga suhu panggangan di tingkat sedang untuk meminimalkan percikap api.
  • Sering membolak-balik daging ketika sedang dipanggang/dibakar.
  • Potonglah bagian makanan yang sebelum disajikan.

Amankah Makan Daging Ternak yang Sudah Diberi Antibiotik?

Aman, jika daging tersebut ditangani dan dimasak dengan benar.

Jumlah antibiotik yang bisa mencapai bayi Anda ketika Anda makan daging ketika hamil sangatlah sedikit, jadi kecil kemungkinannya bayi Anda akan menderita suatu kondisi tertentu karenanya.

Kekhawatiran utama terkait memakan daging ternak yang sudah diberi antibiotik adalah bahwa daging tersebut bisa saja mengandung bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengobati hewan secara rutin dengan antibiotik, menyebabkan bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik untuk tetap bisa berkembang.

Itu berarti bahwa Anda bisa saja terinfeksi bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik yang bersarang di daging tersebut jika tidak ditangani atau dimasak dengan benar. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan penyakit yang parah atau bahkan kematian.

Kalau Anda senang membaca buku bagus tentang perawatan kesehatan ibu hamil dan janin, simak ulasan kami mengenai buku Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!


Penjelasan Lengkap Diabetes Gestasional (Diabetes Kehamilan)

Apa yang dimaksud dengan gestational diabetes atau diabetes kehamilan? Apa saja gejalanya dan bagaimana penanganannya? -

Penjelasan Lengkap Diabetes Gestasional (Diabetes Kehamilan)

 

Pengertian Diabetes Gestasional

Diabetes Gestasional adalah jenis diabetes yang diderita beberapa wanita hamil.

Sekitar 2% hingga 10% dari populasi ibu hamil menderita kondisi ini, sehingga bisa dikatakan diabetes gestasional adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum dialami ibu hamil.

Penyakit diabetes adalah penyakit yang rumit, tapi secara singkat bisa digambarkan jika Anda menderita diabetes, itu berarti kada gula darah Anda tidak normal (tinggi).


Proses terjadinya Diabetes

Ketika Anda makan, sistem pencernaan Anda memecah sebagian besar makanan Anda tersebut menjadi suatu jenis gula yang disebut glukosa. Glukosa memasuki aliran darah Anda dan kemudian, dengan bantuan insulin (hormon yang dihasilkan oleh pankreas), sel-sel Anda menggunakan glukosa sebagai "bahan bakar".

Namun, jika tubuh Anda tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup, atau sel tubuh Anda bermasalah dengan insulin, yang terjadi adalah terlalu banyak glukosa mengendap dalam darah Anda, bukannya diserap oleh sel dan diubah menjadi energi.

Ketika Anda hamil, perubahan hormonal yang terjadi dalam tubuh Anda membuat sel-sel Anda kurang responsif terhadap insulin.

Bagi kebanyakan ibu hamil, ini bukan masalah sebab ketika tubuh membutuhkan insulin tambahan, pankreas akan memproduksinya.

Tetapi jika pankreas tidak dapat memenuhi kebutuhan insulin yang meningkat selama masa kehamilan, maka kadar glukosa dalam darah Anda naik terlalu tinggi, mengakibatkan terjadinya diabetes gestasional.

Kebanyakan wanita yang menderita diabetes gestational, tidak serta-merta terus mengidap diabetes setelah bayinya lahir.

Namun demikian, setelah Anda menderita diabetes gestasional pertama kali, Anda berisiko lebih tinggi untuk menderitanya lagi di kemudian hari.

Buku yang direkomendasikan untuk tema ini adalah Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil dari dr. Riyani Limoa, SpOG.


Bagaimana Gejala Diabetes Gestasional?

Gestational diabetes biasanya tidak memiliki gejala. Itulah sebabnya mengapa hampir semua ibu hamil dites glukosa pada usia kehamilan antara minggu ke-24 dan minggu ke-28.

Namun, jika Anda tergolong orang yang berisiko tinggi terhadap diabetes atau menunjukkan tanda-tanda itu (seperti terdapat gula dalam urin Anda), Anda harus dites pada kunjungan prenatal pertama dan kemudian ulangi tes lagi pada usia kehamilan minggu ke-24 sampai menggu ke-28 jika hasil awal adalah negatif.

Jika Anda mendapatkan hasil positif pada tes glukosa, itu tidak serta-merta berarti bahwa Anda menderita diabetes gestasional. Ini berarti bahwa Anda harus melakukan tes lanjutan (tes toleransi glukosa) untuk memastikan.


Bagaimana Ciri-Ciri Seseorang yang Berisiko Tinggi Terhadap Diabetes Gestasional?

Anda dianggap berisiko tinggi untuk mengidap diabetes gestasional (dan harus menjalani tes awal) jika:
  • Anda gemuk (indeks massa tubuh Anda lebih dari 30).
  • Anda sudah pernah menderita diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya;
  • Terdapat gula dalam urin Anda;
  • Anda memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.
Beberapa dokter juga biasanya meminta Anda menjalani tes lebih awal jika Anda memiliki faktor risiko lain, seperti:
  • Anda sebelumnya telah melahirkan bayi yang besar;
  • Anda pernah melahirkan bayi yang mati;
  • Anda pernah melahirkan bayi dengan cacat lahir;
  • Anda menderita tekanan darah tinggi;
  • Anda berusia lebih dari 35 tahun.
Selain itu, sebuah penelitian menemukan hubungan antara berat badan yang berlebihan selama kehamilan (terutama pada trimester pertama) dan tingginya risiko diabetes gestasional.

Perlu diingat bahwa banyak wanita yang menderita diabetes gestasional namun tidak memiliki faktor risiko.

Itulah sebabnya sebagian besar dokter akan melakukan tes glukosa pada minggu ke-24 hingga minggu ke-28 ke semua pasien mereka, baik Anda memiliki faktor risiko atau tidak.

Sejumlah kecil wanita dianggap berisiko rendah sehingga mereka mungkin tidak perlu menjalani tes.

Wanita dikatakan berisiko rendah terhadap diabetes gestasional jika memenuhi kriteria berikut:
  • Anda berusia kurang dari 25 tahun;
  • Berat badan Anda sehat;
  • Anda bukan berasal dari ras atau etnis dengan prevalensi tinggi terhadap diabetes, yaitu ras Hispanik, Afrika, penduduk asli Amerika, Asia Selatan atau Asia Timur, Kepulauan Pasifik dan keturunan pribumi Australia;
  • Tak satu pun dari kerabat dekat Anda menderita diabetes;
  • Tes gula darah Anda tidak pernah tinggi;
  • Anda tidak pernah melahirkan bayi yang terlalu besar atau menderita komplikasi kehamilan lainnya yang biasanya berhubungan dengan diabetes gestasional.

Pengaruh Diabetes Gestasional Terhadap Kehamilan dan Bayi Dalam Kandungan

Sebagian besar ibu hamil yang menderita diabetes gestasional melahirkan bayi yang sehat.

Perubahan menu makanan dan olahraga teratur cukup untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali, meskipun kadang-kadang obat dibutuhkan juga.

Sangat penting untuk selalu mengecek kadar gula darah Anda karena diabetes yang kurang terkontrol bisa membawa konsekuensi serius jangka pendek dan jangka panjang bagi Anda dan bayi Anda.

Jika kadar gula darah Anda terlalu tinggi, terlalu banyak glukosa akan mengendap dalam darah bayi Anda. Ketika itu terjadi, pankreas bayi Anda harus memproduksi lebih banyak insulin untuk memproses kelebihan glukosa tersebut.

Semua kelebihan gula darah dan insulin ini dapat menyebabkan bayi Anda kelebihan berat badan, terutama pada tubuh bagian atas.

Hal ini dapat menyebabkan apa yang disebut sebagai "makrosomia". Seorang bayi yang menderita makrosomia berarti ia terlalu besar untuk bisa masuk ke jalan lahir.

Atau kepala bayi mungkin bisa masuk ke jalan lahir, namun bahunya tidak. Dalam situasi ini (yang disebut distosia bahu) dokter harus melakukan tindakan khusus untuk membantu bayi Anda lahir.

Persalinan dalam kondisi seperti itu kadang-kadang dapat mengakibatkan keretakan tulang atau kerusakan saraf, yang keduanya biasanya sembuh tanpa masalah permanen di hampir 99% bayi.

Dalam kasus yang sangat jarang, bayi bisa menderita kerusakan otak akibat kekurangan oksigen selama proses persalinan ini.

Karena risiko ini, jika dokter mencurigai bahwa bayi Anda mungkin terlalu besar, biasanya dia akan menyarankan Anda untuk melahirkan dengan operasi caesar.

Untungnya, hanya sebagian kecil wanita yang mengidap diabetes gestasional (yang penting terkendali dengan baik) melahirkan bayi yang terlalu besar.

Selain itu, bayi yang memiliki cadangan lemak yang berlebihan sebagai akibat dari kadar gula ibunya yang tinggi selama kehamilan, seringkali tetap mengalami kelebihan berat badan di masa kanak-kanak dan dewasanya.

Beberapa saat setelah lahir, bayi Anda mungkin menderita kadar gula darah rendah (hipoglikemia) karena tubuhnya masih akan terus memproduksi insulin ekstra guna memecah kelebihan glukosa. Ini terjadi jika kadar gula darah ibunya yang tinggi selama masa kehamilan dan terutama selama persalinan.

Tim dokter yang menangani persalinan Anda akan melakukan tes gula darah bayi Anda saat lahir. Susui bayi Anda sesegera mungkin setelah ia lahir (sebaiknya ASI). Hal itu akan membantu mencegah atau mengatasi hipoglikemia.

Dalam kasus hipoglikemia parah, bayi Anda akan diberi larutan glukosa IV.

Mengetes kadar gula darah bayi Anda dan memberikan IV jika diperlukan dapat mencegah masalah serius seperti kejang, koma dan kerusakan otak yang mungkin timbul jika kondisi tidak diperhatikan.

Bayi Anda mungkin juga berada pada risiko tinggi terhadap masalah pernapasan saat lahir, terutama jika kadar gula darah Anda tidak terkontrol dengan baik atau Anda melahirkan terlalu awal (paru-paru bayi yang ibunya menderita diabetes cenderung lebih lambat sempurna).

Risiko bayi baru lahir untuk mengidap penyakit kuning juga meningkat apabila kadar gula darah ibunya terlalu tinggi saat hamil.

Jika kadar gula darah Anda tidak terkontrol, bayi Anda berada pada risiko tinggi terhadap polisitemia (peningkatan jumlah sel darah merah dalam darah) dan hipokalsemia (kadar kalsium yang rendah dalam darah) dan fungsi jantung bayi Anda bisa jadi juga terpengaruh.

Beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara diabetes gestational parah dan peningkatan risiko bayi lahir mati dalam dua bulan terakhir usia kehamilan.

Dan juga, wanita yang mengidap diabetes gestasional berada pada risiko tinggi untuk menderita preeklampsia, terutama mereka yang mengalami obesitas sebelum hamil atau yang kadar gula darahnya tidak terkontrol dengan baik.


Bagaimana Menangani Diabetes Gestasional?

Anda harus rajin melakukan tes kadar glukosa Anda, dengan menggunakan pengukur glukosa yang dijual bebas.

Untuk menjaga kadar gula darah yang sehat, Anda harus melakukan:

1. Makan menu seimbang dan terencana
Jika perlu, lakukan konseling gizi dari seorang ahli gizi untuk membuat rencana makan yang spesifik sesuai tinggi badan, berat badan dan tingkat aktivitas Anda.

Menu makanan Anda harus memenuhi keseimbangan nutrisi yang benar antara protein, lemak dan karbohidrat, sambil juga menambahkan asupan vitamin, mineral dan kalori yang tepat.

Untuk menjaga kadar glukosa Anda tetap stabil, sangat penting bagi Anda untuk tidak melewatkan makan, terutama sarapan, dan Anda harus menghindari makanan manis seperti permen, kue dan soda.


2. Olahraga
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan juga membantu meningkatkan kemampuan tubuh Anda untuk memproses glukosa, sehingga dengan demikian akan menjaga kadar gula darah Anda tetap normal.

Banyak wanita yang menderita diabetes gestational bisa memperoleh manfaat dari olahraga sekitar 30 menit setiap hari, seperti aerobik, berjalan atau berenang.


3. Minum obat jika diperlukan.
Jika Anda tidak dapat mengontrol kadar gula darah Anda dengan cukup baik dengan hanya diet dan olahraga saja, dokter mungkin akan meresepkan obat. Sekitar 15 persen wanita penderita diabetes gestasional membutuhkan perawatan dengan obat-obatan.


Tes Tambahan Ketika Anda Hamil

Dokter akan memantau bayi Anda dengan lebih intensif selama dua sampai tiga bulan terakhir usia kehamilan Anda, tergantung pada tingkat keparahan diabetes Anda dan apakah Anda memiliki masalah medis atau masalah kandungan lainnya.

Ini artinya Anda akan lebih sering mengunjungi dokter dibanding wanita hamil lainnya.

Jika Anda tidak dapat mengontrol kadar gula darah Anda atau kadar gula darah Anda cukup tinggi sehingga Anda memerlukan obat-obatan, atau jika Anda memiliki faktor risiko lain, Anda mungkin akan mulai menjalani tes untuk memeriksa kesehatan bayi Anda dimulai pada sekitar minggu ke-32 minggu (atau bahkan mungkin minggu ke-28 minggu) usia kehamilan Anda.

Tes ini dapat mencakup pemantauan terhadap jantung janin dan tes USG berkala yang disebut sebagai profil biofisik.

Jika diabetes gestasional Anda tergolong ringan dan terkontrol dengan baik tanpa obat-obatan serta Anda tidak memiliki masalah lain, Anda mungkin tidak akan memerlukan tes tambahan sampai sekitar minggu ke-40 usia kehamilan.

Anda juga mungkin akan menjalani satu atau lebih tes USG selama trimester ketiga untuk memantau pertumbuhan bayi Anda. Dokter akan meminta Anda menjalani tes tersebut pada awal trimester ketiga untuk membantu menilai kebutuhan Anda akan obat-obatan.

Anda mungkin akan menjalani tes USG dekat dengan tanggal persalinan Anda.

Jika bayi Anda tampaknya  sangat besar, Anda mungkin akan diinduksi sebelum tanggal yang diperkirakan, atau dokter Anda mungkin akan merekomendasikan operasi cesar.

Catatan: Jika Anda didiagnosis mengidap diabetes pada semester pertama kehamilan Anda, mungkin Anda sudah mengidap diabetes sebelum Anda hamil. Dalam hal ini, dokter Anda dapat melakukan echocardiogram (tes USG yang berfokus pada jantung bayi Anda) karena risiko cacat lahir, terutama cacat jantung, lebih tinggi jika gula darah Anda tinggi selama 8 minggu pertama kehamilan, yaitu saat tubuh bayi Anda sedang terbentuk.


Apakah Anda Akan Tetap Mengidap Diabetes setelah Bayi Anda Lahir?

Kemungkinannya iya.

Kebanyakan wanita yang mengidap diabetes gestasional tidak tetap mengidap diabetes setelah melahirkan.

Namun, sepertiga dari wanita yang mengidap diabetes gestasional akan terus mengidap diabetes atau gangguan toleransi glukosa.

Gangguan toleransi glukosa berarti kadar glukosanya lebih tinggi dari normal, tetapi tidak setinggi mereka yang mengidap diabetes.

Oleh sebab itu, Anda harus menjalani tes glukosa sekitar 6 sampai 12 minggu setelah melahirkan. Tes ini membutuhkan puasa satu malam dan dapat dilakukan pada kunjungan postpartum enam mingguan.

Selain itu, bagi wanita yang mengidap diabetes gestational dan tes postpartum memberikan hasil normal, para ahli tetap merekomendasikan untuk melakukan tes ulang setidaknya setiap tiga tahun.


Risiko Diabetes di Masa Mendatang Setelah Menderita Diabetes Gestasional

Jika Anda menderita diabetes gestasional, Anda lebih berisiko untuk mengidap diabetes di masa mendatang.

Sekitar sepertiga sampai setengah dari wanita yang menderita diabetes gestasional, akan mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya.

Dan sekitar 50 persen wanita pengidap diabetes gestasional akan mengidap diabetes lagi di masa depan.

Anda paling berisiko mengidap diabetes lagi jika salah satu dari beberapa hal berikut ini ada pada diri Anda:
  • Anda gemuk. (Risiko Anda adalah 50 sampai 75 persen jika Anda gemuk dan kurang dari 25 persen jika berat badan Anda normal);
  • Anda memiliki kadar gula darah yang sangat tinggi selama kehamilan (terutama jika Anda sampai membutuhkan obat untuk menanganinya).
  • Diabetes Anda terdiagnosis pada sejak kehamilan.
  • Hasil tes glukosa postpartum Anda berada pada ambang batas tertinggi (relatif tinggi, tetapi tidak cukup tinggi untuk mengklasifikasikan Anda sebagai penderita diabetes).

Bagaimana Meminimalkan Risiko Diabetes di Masa Mendatang?

Menjaga berat badan, memakan makanan sehat, dan berolahraga secara teratur dapat membantu Anda menangkal penyakit ini.

Selain itu, menyusui bayi Anda dapat memberi Anda perlindungan.

Ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara menyusui dan penurunan berat badan pasca melahirkan, serta penurunan risiko terkena diabetes tipe-2 dan penyakit kardiovaskular.


Bagaimana Meminimalkan Risiko Terhadap Bayi Saya?

Seperti disebutkan sebelumnya, lakukan segala yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kadar gula darah Anda tetap terkontrol selama kehamilan.

Setelah lahir, susi bayi Anda. Ada bukti yang menunjukkan bahwa menyusui memiliki efek positif pada metabolisme glukosa dan dapat membantu mencegah obesitas serta menurunkan risiko anak Anda terhadap diabetes.

Dan karena anak Anda berisiko lebih tinggi untuk mengidap obesitas (serta peningkatan risiko terhadap penyakit kardiovaskular dan diabetes) maka sangat penting bagi Anda untuk membantunya makan makanan sehat, menjaga berat badan normal, dan tetap aktif secara fisik.

Kalau Anda membutuhkan sebuah panduan lengkap mengenai perawatan kesehatan ibu hamil dan janin. simak ulasan kami mengenai buku best-seller Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil karya dr. Riyani Limoa, SpOG.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!


Buku-Buku Terlaris

Klik gambar buku di bawah untuk memperoleh informasi selengkapnya:

Buku Cara Cepat Hamil
Cara Cepat Hamil



Buku Panduan Lengkap Ibu Hamil

Panduan Lengkap Untuk Ibu Hamil



Buku Panduan Lengkap Bayi 1 Tahun Pertama

Panduan Lengkap Bayi 1 Tahun Pertama

Cara Cepat Hamil

Panduan Ibu Hamil

Panduan Perawatan Bayi

Resensi Buku